
" Mas apa kau lapar??"
" lapar sayang, ...mas mau dong di buatkan sandwich dan kopi..."
" baik mas...tunggu sebentar..."
" eh, sayang, kau lelah tidak??"
" jika aku bilang tidak lelah, aku takut kau menghajarku lagi..." Cindy segera lari ke dapur.
" memang tidak bisa diremehkan IQ istriku, tidak bisa di jebak..."
setelah setengah jam bergelut di dapur, Cindy pun kembali dengan 2 sandwich dan segelas susu dan segelas kopi.
mereka makan dan minum bersama.
" mas...Sansan mau honeymoon ke italia,dia mengajak kita...apa mas mau ikut...!"
" ikut!!" menjawab dengan semangat.
" mas gimana dengan pekerjaannya?"
" serahkan pada kakak saja,...dia akan setuju sekali..."
" kalau begitu aku akan memberitahu Sansan mas..."
" Iya sayangku...muuach..." Fannan melabuhkan kecupan pada pipi Cindy.
" enak mas??"
" enak sekali, mau nambah lagi..."
" apa yang mau nambah lagi mas??"
Fannan meraba paha Cindy ...
" cukup mas... aku sudah tidak kuat menghadapimu...hehehehe"
" hahahahahaha, ...kau ini semalam menikmatinya loe...apa aku mengecewakan??"
" tidak...tidak...mas Fannan luar biasa..."
" hari ini keluar yuk...aku akan membelikan Istriku mobil...sudah beranikan??, mas tidak akan melarangmu bekerja...istriku mau bekerja atau di rumah??!"
" bekerjalah mas .."
" mau buka bisnis sendiri atau membantu di perusahaan kecil mas Fannan??"
" Cindy bantu mas Fannan saja jadi numpang mobil mas saja .."
" Tidak mau punya mobil sendiri??"
" tidak....!, mau ngrepotin mas terus pokoknya..."
" baiklah ... sesuai keinginan sayangku...kalau gitu mau di belikan apa sama mas??"
" mas renovasi kan dapurnya saja, seperti di restoran ku dulu...boleh??"
" kalau begitu hubungi adik iparmu Kenzo..."
" iya...kita ke sana saja ya..."
" Ya nanti jam 10 kita temui mereka, ....kamu istirahat dulu ...mas mau selesaikan pekerjaan di rumah..."
" Iya mas, mas ...kak Fanya nggak pulang, terus tidur kemana??"
" Di tempat kerja, kan di sana ada ruang istirahat..."
" kasihan kak Fanya,...malah tidur di kantor "
" tidak apa-apa, begitulah kakak iparmu itu...apa mau kita pindah rumah??"
" lah kasihan mbak Fanya sendiri dong mas..."
" Lalu bagaimana??"
" kita harus serumah dengan mbak Fanya, paling nggak sampai mbak Fanya menikah!"
" kakakku, tidak mau menikah lagi loe sayang..."
" apa???"
__ADS_1
" iya dia tidak bisa melepas masalalunya, tapi kita juga tidak tahu juga kedepannya, aku berharap dia bisa sepertimu..."
" semoga...."
Fannan melihat ke arah jam dinding, ternyata sudah pukul 9 pagi,
"Sayang bersiap-siap menemui Kenzo dan juga Sansan...."
" oh baik...." mereka bersiap dan bergegas pergi ke perusahaan Kenzo .
Di perusahaan Kenzo.
" Om Ken...." sapa Cindy...
" Halo om Ken..."
" oh ya, Cindy dan Fannan...sangat on time, ...."
" Di mana, Sansan om??"
" ehmmm dia sedang mandi..."
" mandi???, apa kalian tidur di perusahaan??"
" Sayang, bukan kau mau membicarakan renovasi dapur??" sambung Fannan sengaja mengalihkan topik yang di bicarakan istrinya.
" oh yayaya...Om, tolong renovasi dapur di tempat Cindy, seperti di restoran Cindy dong om..."
" oh ya, nanti aku akan mengirim orang ku mengukur luasnya dan mengatur sesuai keinginanmu..."
" Baik om terimakasih!"
" kalian jadi mau ikut ke Italia??"
" jadi om, ..." sahut Fannan semangat 45.
" hahahaha, iya istriku sudah memilihkan tempat yang berbeda untuk kalian, hahaha maaf ya istriku Memang seperti itu..."
" tidak masalah, om...kami sangat berterima kasih...."
" baik, kalian ingin berapa lama, kami mungkin agak lama, di sana sampai benar - benar ada hasil baru pulang, kalau kalian bagaimana??"
" ah, mungkin paling lama satu bulan, kalau cepat ya 2 minggu juga tidak masalah, tergantung Cindy juga mau kapan, hanya saja aku bisa meninggalkan perusahaan satu bulan saja lamanya, ..."
" Ikut mas Fanan saja aku om..."
" oh baiklah, keputusan ada di tanganmu Fannan...katakan kau mau berapa lama???"
" Kita coba 2 minggu dulu om, nanti Kalau Cindy suka di sana aku akan memperpanjang semua sendiri..."
" oh begitu baik kalau begitu..."
" Om, aku tidak membawa baju dan bajuku sobek katanya mau kasih baju....." Sansan yang keluar hanya dengan handuk,
" Hei....Sayang..." Kenzo langsung berlari menutup tubuh Sansan dengan jas yang dia pakai.
sedangkan Fannan langsung mengalihkan pandangan, ke arah Cindy.
" aku tidak melihat apa-apa!" ujar Fannan takut Cindy marah padanya
" oh kenapa tidak bilang Cindy dan kakak ipar datang....?" merasa tidak enak hati.
Sansan pun segera berjalan dituntun masuk ke kamar mandi lagi oleh Kenzo.
" kan aku sudah bilang tunggu aku membawakan pakaian masuk...."
" tapi kau tidak masuk-masuk, ku kira om lupa..."
.
" kau membuatku cemburu Sansan lihat nanti bagaimana aku memberimu pelajaran!"
" aku tidak sengaja loe om...."
" sengaja tidak sengaja, kau harus diberi pelajaran!"
" ampun om...."
Kenzo menutup pintu kamar mandi dengan kesal, dan menelpon orangnya untuk segera membawakan Sansan pakaian.
dalam waktu 10 menit, pakaian Sansan pun datang.
__ADS_1
Kenzo segera mengantar pakaian itu pada Sansan.
" Maaf ya karna ada insiden tak terduga..." ujar Kenzo.
" Cindy kakak ipar maaf ya..."
" ya tidak masalah..." Jawab Cindy santai karena dia percaya dengan suaminya yang katanya tidak melihat apapun.
" Sansan, aku dan mas Fannan jadi ikut ke italia..."
" oh bagus itu ..."
" Aku akan memberitahu mama dan papa sola ini sekalian aku ingin menemui Dhiren sebelum berangkat ke italia..."
" oh ya, ...kalian harus memperbaiki hubungan kalian dengan Fahad dan Anna, sebelum berangkat nanti, kami akan membantu kalian..." ujar Kenzo.
" apa bisa om??"
" serahkan pada Istriku...."
" ehmmm baiklah .. terimakasih Sansan kau sudah banyak membantu..."
" tidak masalah, santai saja .."
mereka berempat pun berbincang tentang beberapa pekerjaan dan juga keseharian.
****************
Di negara F.
" Julia, lihat itu Raja gila...aku tidak kunjung menikah hanya untuk menggantikan dia ,agar kau dan anaknya bisa jalan - jalan keluar dengan tenang tanpa gangguan...!"
" pfffffffffffttttttttt, maafkan abang ya om...abisnya Julia sangat ingin ke luar istana dan pergi kemana pun tanpa gangguan .."
" hufft...jika bukan demi kau, aku akan memenggal kepala Raja itu..."
" Jangan om, nanti Tobby gimana dong??"
" yang Gimana itu Tobby atau kamu Jul??"
" aku??? aku nggak gimana-gimana..."
" Julia, kau anak yang pintar...kau bisa memahami perasaan orang lain, itu adalah kelebihanmu, tapi setiap orang memiliki kekurangan juga, ....kau tahu di mana kekuranganmu??"
" di mana om??"
" Kau sama denganku, tidak bisa memahami perasaan diri sendiri..."
" maksudnya...."
" jika kau tidak memiliki perasaan apapun pada kampret itu kau tidak akan berada di sini merawat anaknya dengan orang lain, tidak ada manusia begitu tulus berbaik hati jika tidak ada rasa kasih sayang!!!, jika kau tidak ada rasa kasih sayang berati kau menginginkan sesuatu!"
" aku...aku tulus om ...aku juga membantu Fahad dan anak menjaga anaknya, karena aku juga suka anak kecil..."
" kau masih ada hubungan saudara dan itu anak dari saudaramu bagaimana kau tidak membantu? ,kau dan Raja apa hubunganmu??"
" tidak, abang karena percaya denganku jadi aku... tidak mau mengecew..." Julia terhenti berbicara.
" Kau tidak ingin mengecewakannya kan..."
Julia terdiam tidak menjawab,
" Aku tidak tahu om..."
" jika kau mau tahu bagaimana perasaanmu pada Kampret itu, kau bisa coba untuk meninggalkan tempat ini 1 minggu..."
" itu bagaimana dengan Tobby....??"
" Siapa yang berani menyakiti anak Raja???!!!"
" tapi bukankah...."
" Julia...jangan pusing, santai saja...oke... pikirkan saja dengan tenang, ...."
Zayan pun segera pergi meninggalkan paviliun tempat Tobby.
Author :
Makasih buat kak Fitri atas dukungannya yang slalu rajin berkomentar ❤️
__ADS_1
love you so much 😘🥰