GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
481. Bapak dan Emak


__ADS_3

" Aiii buka pintunya...."


Aina dengan sigap langsung membuka pintu belakang dan masuk, Julius segera mengangkat Asep masuk dan meletakan di pangkuan Aina.


dan segera membawanya ke puskesmas terdekat karena sangat jauh rumah sakit dari tempat itu.


Asep pun segera mendapatkan perawatan .


" apa ada yang serius dok??"


" Dia ditubuhnya banyak sekali bekas luka, sepertinya anak ini sering mendapatkan kekerasan tuan..."


" apa???"


" ya...banyak bekas luka yang tertumpuk oleh luka baru..."


" tolong berikan perawatan yang baik dok..."


"Apa sebaiknya anda tidak melaporkan pada pihak berwajib, nanti kalau sudah ada surat Visum kami bantu Visum..."


Julius segera memperlihatkan kartu anggotanya.


" oh baik baik..." dokter itu pun kembali menangani Asep dengan sebaik mungkin sampai asep pun siuman.


" Dok...kok Saya bisa di sini??"


" oh nak kau sudah siuman??"


Asep bangun mencoba mengingat kembali apa yang terjadi dengan dirinya.


" dok tunggu dok ini jam berapa??"


" ini jam 10 pagi nak ada apa??"


Asep langsung menangis,


" huhuhuhuhuhu...."


" eh kenapa menangis??, apa yang sakit katakan padaku??"


" Dok kesempatan Asep sekolah sudah hilang, gara-gara kang palak itu huhuhuh ayah ibu maafkan Asep....Asep gagal sekolah lagi..."


Dokter itu merasa kasihan pada Asep,


" memang Asep mau sekolah dimana??, Apa ayah ibumu tidak bersamamu??"


" ayah ibuku sudah tiada dok, kemarin malam Asep bertemu dengan pasangan muda, yang akan menyekolahkan Asep jika Asep tepat waktu menemuinya untuk pergi ke kota bersamanya...tapi Asep terlambat karena tadi ditengah jalan di palak dihajar, Asep berjuanh untuk segera bisa datang tepat waktu saat sudah dekat orang itu sudah masuk mobil dan melaju kencang , Asep mengejarnya dan tidak tahu Asep tahu-tahu di sini..."


" oh sayang sekali Asep..."


dibalik tirai itu Aina dan Julius mendengarkan keluh kesah Asep, Aina tak kuasa menahan air matanya karena merasa sangat kasihan.


" tunggu dok....siapa yang membawa Asep ke sini...?"


" seorang anggota kepolisian dengan istrinya..."


" hah??" Asep bingung.


" Apa kau sungguh mau sekolah Sep??"


Julius dan Aina segera muncul dari balik tirai.


" tuan, nyonya??" Asep langsung sumringah melihat sepasang kekasih itu.


" kau datang tepat waktu, ternyata kita berjodoh!"


" oh begini rupanya...." dokter itu manggut-manggut tersenyum.

__ADS_1


" Tuan maafkan saya karena terlambat...apakah saya masih bisa bersekolah??"


" tentu saja...tapi sebelum itu kau harus memberitahuku siapa yang memukulimu setiap hari!"


Asep terdiam,


" apa kau tidak dengar dokter bilang aku ini siapa??"


" jadi tuan sungguhan seorang polisi??"


" apa aku ini terlihat seperti pembohong???"


" heheh tidak....tapi....".Asep tampak ragu


" jika kau mau sekolah, kau harus mengatakannya!!"


"Baik tuan..."


" Dokter, apakah ada yang serius dengan bocah ini??"


" tidak ada, dia anak yang kuat hanya memar - memar, mungkin karena terlalu sering dipukuli menjadi bebal tubuhnya!, ini saya berikan obat pereda dan juga salep agar memarnya cepat hilang..."


" Asep ayo ..."


" baik tuan...dokter terimakasih ya..."


" sudah tugas saya nak...goodluck ya..."


" ya dok...." Asep pun mengikuti Julius dan Aina masuk ke dalam mobil, Asep sangat kagum dengan mobil mewah milih Julius itu, dia tampan terkesima dengan tempat duduknya yang dia duduki sangat nyaman.


" tuan ini enak sekali....apa Asep boleh tidur??"


" jika kau tidur siapa yang menunjukan jalan untuk menemui orang yang menghajarmu!???"


" oh ya lupa heheheh....iya tuan ini lurus saja...tapi tuan mereka itu ada 10 orang sedangkan tuan sendirian!"


Asep masih menikmati bangku penumpang yang sangat nyaman itu, dan harum mobil yang sangat tenang karena aromanya aroma kopi .


" tuan apa menjadi polisi bisa untuk membeli mobil seperti ini ,ini sangat bagus loooohhhh..."


"ini mobil paling murah, jika kau rajin belajar dan menjadi juara, kau bisa membeli satu Showroom mobil seperti ini!"


" wah sungguh???, aku akan rajin belajar tuan..."


" cek....anak ini... dibandingkan dengan mobil keluargaku mobilku ini jauh sekali, baru kau yang sangat bangga menaiki mobil ini...ini mobilnya supir taksi..." ujar Julius.


tapi Julius sekarang dapat mengambil pelajaran dari Asep, bahwa selama ini dia hanya kurang bersyukur dengan apa yang dimilikinya, karena dia sangat terpacu oleh hasil abang-abangnya yang memiliki hasil besar, sedangkan dia masih jauh jika ingin menyeimbangkan keluarganya.


" Ai... sepertinya, aku tidak harus menanggapi tantangan Daddy, jika aku mengikuti tuntutannya kita tidak akan menikah - menikah, ...aku akan memperjuangkanmu dengan apa yang aku miliki..."


ujar Julius.


Huuuuuuu jantung Aina tidak aman mendengar ucapan Julius yang begitu menerbangkan hatinya.


" setelah ini kemana woiii??"


" itu belok kanan lalu ada pos masuk gang situ tuan...."


akhirnya mereka sampai,


" turunlah dulu Sep.... yang mana orangnya??"


" itu tuan... mereka sedang bermain kartu..."


" kau dipukuli orang - orang dewasa itu???"


Julius sangat geram, bagaimana bisa 10 orang dewasa memukuli satu anak kecil.

__ADS_1


Julius segera turun, sementara Aina masih di dalam mobil, dia tahu jika dia lebih aman di dalam, Asep memegangi baju Julius dari belakang mengikuti langkah kaki Julius menghampiri orang-orang itu.


orang-orang itu melihat ke arah Julius, dan lalu melihat Asep .


" katakan siapa yang sudah memukuli Asep, sampai seperti ini??"


" kau siapa??, jangan ikut campur, dia keponakanku, aku wajib memukulnya jika dia tidak patuh...!" tegas seseorang pria setengah baya dengan perut buncit.


Julius melihat ke arah Asep, bermaksud meminta penjelasan.


" Tuan dia memang pamanku, ..."


" katanya kau sebatang kara??"


" paman tidak pernah mengurusku, aku makan minum mencari sendiri bahkan aku harus tidur dengan kambing dibelakang, dan paman slalu merampas hasil jualanku..."


" hei anak kecil kau pandai memfitnah, selama ini aku merawatmu dengan baik, jika kau mau pergi pergilah jangan membuat orang terlihat jahat!!!"


" ya benar kami saksinya..." sahut para kawan-kawan disekitarnya.


" tuan Asep tidak bohong, Asep tidak berbohong tuan..." terlihat tampak menyedihkan dan tak berdaya.


" Baiklah, kalian berjudi ya??" melihat kawanan itu sedang berjudi di pagi hari benar - benar bapak-bapak tidak berguna.


Julius menghentikan Jarinya, dengan sekejap beberapa orang berbaju hitam begitu banyak berada di sisi Julius.


"Bawa mereka ke kantor polisi terdekat, dan buat mereka membusuk di penjara, sampah masyarakat harus dimusnahkan "


" katakan itu perintah dari Julius Pratama, putra dari Jonathan Pratama!!!, tidak ada penebusan mereka harus menderita!!" tegas Julius


" Siap...."


semua yang berada di tempat itu langsung diringkus dan di bawa ke kantor polisi terdekat, mereka sudah memohon ampun pada dan membujuk Asep agar memaafkannya tapi Julius segera membawa Asep masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan desa itu.


" apa kau tak tega??"


" iya tuan, beberapa dari mereka istrinya sedang hamil..."


". bagus beban keluarga harus hilang, suami tidak pecus begitu sebaiknya di beri pelajaran!"


" iya tuan..."


" apa pamanmu punya anak??"


" tidak tuan..."


" hemmm, Asep mulai sekarang kau bisa memanggilku Bapak...."


" pfffffffft...." Aina tak kuasa menahan tawa mendengar Julius minta di panggil bapak.


" apa lucu Ai??"


" tidak, dan kau bisa memanggil calon istriku, Emak..."


" buahahahaahah aku tidak mau Yus...kenapa Emak...??"


" ahahahahha, hahahhaha" Julius tertawa begitu hebat melihat ekspresi Aina.


" Asep panggil aku mama saja ya, okey nak??, kan kita di kota kalau kau panggil aku emak, itu sebenarnya juga tidak masalah, tapi aku tidak siap ditertawai oleh saudara-saudara ku Sep..."


Julius masih sangat puas menertawakan Aina yang masih menjelaskan pada si Asep agar tidak salah paham mengenai panggilan emak yang tidak berarti itu jelek, tapi tidak terbiasa saja.



buat kak Jantika Putri trimakasih suportnya...


komentar kalian itu semangat untuk saya😘

__ADS_1


__ADS_2