
Selir ke 3 pun tiba ke kediaman Raja.
" Yang Mulia,Selir ketiga sudah tiba...!"
" Masuklah selir ke 3...!"
Selir ketiga pun segera masuk,.
" Hormat pada Yang Mulia Raja, selir ketiga menghadap Yang Mulia Raja...!"
" Duduklah...!"
Selir ketiga pun duduk dengan baik...
" Apa kau tahu kenapa aku memanggilmu??"
" Saya tidak tahu Yang Mulia!"
" Baiklah sebagai Raja aku memang berkewajiban mendidik selirku untuk menjadi contoh baik untuk yang lainnya!"
" Yang Mulia apa anda mempermasalahkan kesalah pahaman saya dengan saudara dari Nona Tasya??"
" Kau memang cukup tanggap, tentu saja benar...!"
" Tapi Yang Mulia, itu kesalahannya kenapa memakai baju pelayan...saya tidak tahu jika dia tamu yang anda Jamu dengan baik!"
"Selirku,...dia adalah tamu di sini, seharusnya jika kau tahu itu adalah salah paham, datang padanya dan minta maaf... sebagai wanita terhormat terlebih sebagai selir seorang kaisar, tidakkah kau bisa menunjukkan sisi lembutmu sebagai seorang putri yang terhormat!"
" Yang Mulia, bagaimana bisa anda membela wanita asing dari pada wanita mu sendiri??, saya terima saja jika anda tidak menempatkan saya dihati anda, mengabaikan saya sebagai wanita anda, namun saya juga tidak bisa jika dibandingkan dengan wanita asing yang baru beberapa hari anda kenal,itu salahnya karena memakai pakaian pelayan, jika dia tidak memakai pakaian pelayan itu semua juga tidak akan terjadi...!"
" Jadi jika kau bertamu di tempat orang lain, kau juga akan terima jika diperlakukan seperti itu karena salah paham??"
" Ii..i...itu...!"
" Selir Ketiga, datanglah dan minta maaf padanya, dia adalah tamu di sini, sebagai tuan rumah berikanlah pelayanan yang baik...!"
Bagaimana bisa 2 saudara itu mudah sekali mengambil hati raja, aku yang sudah bertahun-tahun jangankan di bela, di pandang saja juga tidak pernah, mereka ini sungguh hebat, lihat saja nanti jika sudah keluar dari Istana aku akan membalas semua ini.
" Baik Yang Mulia, saya akan meminta maaf pada Nona Julia...!"
" Bagus, bawalah pernak - pernik untuk memperlihatkan ketulusanmu !"
" Baik Yang Mulia, Selir mohon undur diri...!"
" Ya....!"
Kediaman Selir ketiga...
Pyarrrrrr pyarrrr... kompyang...
" Apa-apaan??, wanita ingusan itu sungguh berani membuatku ditegur oleh Raja, apa hebatnya, asal usul mereka tidak jelas, aku sebagai putri bangsawan, bagaimana bisa dibandingkan dengan anak kemarin sore???!"
Selir ketiga sangat marah, karna baru kali ini dia harus meminta maaf pada seseorang yang mungkin kastanya jauh lebih rendah darinya dan itu pun hanya orang asing saja.
" Selir Ketiga tenanglah...jangan sampai anda terluka...!"
" Haaaaaaaaaaaaaah, aku sangat kesal, aku bertahun-tahun menjadi barang mati di sini, Raja saja tidak pernah memandangku, kenapa Tasya itu tidak membawa pergi saudaranya malah ditinggalkan di sini membuat masalah saja!"
" Mohon jangan terlalu emosi Yang Mulia,...!"
" Hufffffft....Cepat ambilkan beberapa kain sutra, dan juga perhiasan...ayo kita ke sana!"
__ADS_1
Selir ketiga pun menahan sekuat tenaga amarahnya menuju kediaman yang ditempati oleh Julia.
"Nona Julia, Selir ketiga mengunjungi anda!"
" ha??, Dai cepat sembunyi!" mendorong Dai yang sedang menikmati makanannya.
Dai cepat -cepat kembali ke tempat persembunyiannya.
" Persilakan selir ketiga masuk !"
" Selamat pagi menjelang siang NonaJulia, tamu kehormatan baginda Raja...!"
" Silahkan duduk Selir ketiga, ada apa gerangan , sehingga membuat wanita Kaisar mendatangi Tamu kaisar??"
" Untuk kesalah pahaman hari lalu, saya benar - benar menyesal, apakah nona Julia, berbesar hati memaafkan ke tidak tahuan saya di hari lalu???"
" Oh, kesalah pahaman, saya kira itu mata anda yang sangat bermasalah Yang Mulia selir!"
" Ich...heemmmm hehehe!" Selir ketiga hampir terpancing emosinya.
Aih, saudara Tasya ini memang tidak berbuat onar sana - sini, tapi dia pandai mencari masalah dan menyinggung orang lain dengan penuh percaya diri...
" Hihihi...Ya saat itu saya segera memanggil dokter, tapi mata saya sangat baik, hanya saja memang ketika anda memakai pakaian pelayan memang sangat cocok...!"
Monyet, monyet...dia memang tidak tulus meminta maaf, baiklah mari kita bertarung sampai akhir kau jangan meremehkan anak ibu Savina ini ya...
dalam hati Julia sangat gerammmm sekali.
" Hihihi, aduh saya sangat tersanjung dengan penilaian anda yang begitu terburu-buru...ya setidaknya meskipun sangat cocok memakai pakaian pelayan, namu Raja cukup menganggap saya berada, dan bukan barang mati..hihihi...!"
" apa??????, ehehehehe hihihi, aduh nona pandai bercanda...sungguh beruntung sekali anda mendapat perhatian Raja, tapi memang nona Tasya sangat berarti dihati Raja sehingga anda mendapat perlakuan baiknya, berbeda lagi jika anda bukan saudara nona Tasya, hehehe...memiliki keberuntungan seperti itu tidak mudah kan nona...!"
Sialan jadi maksudmu jika bukan karena Tasya maka Raja akan menendang ku??
" Tapi saya tidak seberuntung seperti patung abadi seperti anda yang hanya memiliki status namun tidak memiliki kewenangan , opsss maaf !"
" Sialan...aku sudah menahan kesabaranku, kau memang rubah kecil tidak tahu diri, beraninya kau menghina selir kaisar, apa kau kira kau tidak akan dihukum lihat saja, bagaimana aku membalasmu...!, dan lihat Raja juga tidak akan membelamu lagi...!"
Selir ketiga pun segera pergi meninggalkan kediaman Julia dengan sangat marah.
" Nona, kenapa kau memprovokasi selir ketiga?"
" Dai, Dia dulu yang memulai, dia kira hanya terlahir sebagai putri bangsawan lalu bisa melakukan apapun yang dia mau, dan terlalu gila hormat, aku saja yang terlahir dikeluarga Pratama biasa saja, selir ketiga mainnya kurang jauh sih...memangnya hanya dia yang memiliki hak kusus??"
" Nona, Yang Mulia datang!"
" Hmmm masuk saja...ini kan rumahnya!" ujar Julia kesal.
Alfred pun segera masuk ke dalam,
" Raja ada apa??"
" Apa kau menolak permintaan maaf Selir ketiga, dia mengadu padaku sambil menangis!"
" Oh...!"
" Kenapa kau tidak menjawab??"
" Aku malas meladeni drama basi Yang Mulia, kembalilah dan tenangkan selir anda!"
" Julia, aku sudah memperlakukanmu dengan baik, bagaimana bisa kau seperti ini??"
__ADS_1
" Yang Mulia hari ini saya akan keluar dari istana, saya hanya akan membawa Yuzan dan Ami saja... terimakasih atas kebaikan dan kemurahan anda!"
" Julia, aku tahu kau tidak seperti yang dibicarakan selir ketiga, kenapa kau tidak mau menjelaskan padaku, aku akan membelamu!'
" Yang Mulia Sansan sudah pergi meninggalkan anda, lalu kenapa anda masih baik pada saya??, apa karena saya mirip dengan Sansan jadi kebaikan anda itu tidak tulus??, jika aku tidak mirip, apa anda akan memperlakukanku seperti Renata??"
" Apa yang kau katakan, kalian memang hampir mirip, tapi tidak sama...kalian memang sama-sama pemberani, Sansan adalah Sansan dan Julia tetap Julia, ...!"
" Baguslah jika begitu...aku senang karena tidak menjadi bayangan Sansan...!"
" Dia itu hanya satu tidak ada yang sama seperti Dia, jika hanya kemiripan Fisik diluar sana banyak yang hampir mirip dengan Sansan tapi tidak Sama..., kau juga hanya mirip sekilas saja...jadi buang penilaian tidak benar itu...!"
" Lalu tujuan anda apa ke sini sebenarnya, Yang Mulia??"
" Bukankah kau mencari tempat tinggal dekat tokomu??"
" Benar, Yang Mulia...!" sudah senang mendengar
" Yang jelas tidak ada,...!"
" Lalu kenapa kau menempatkan toko ku di sana!" Langsung dibuat emosi
" Kau tidak perlu keluar Istana, tapi akan aku berikan tempat yang di istana..!"
" Tidak, aku di istana tidak bebas keluar masuk, aku seorang pebisnis,mana bisa seperti kucing peliharaan!"
" Dengarkanlah dulu, aku belum selesai bicara...!"
" Ya...!"
" Di sisi tenggara Istana ini, adalah tempat terdekat dari Tokomu, aku akan membuatkan pintu langsung terhubung ke tokomu, kau bisa keluar masuk istana sesukamu, dan akan aku berikan keamanan terbaik untukmu!"
" Itu sama saja aku tidak bebas...!"
" Mau atau tidak??"
" Lalu berapa harga sewanya, kalau di beli juga aku tidak mampu!, hihihi...!"
" Aku tidak menginginkan uang darimu, hanya kau harus menyiapkan makan malam untukku saja, karna pagi sampai siang pasti kau sibuk!"
" Setuju yang Mulia...,yang Mulia itu juka saudaraku datang ke sini apakah boleh masuk ke kediaman tenggara itu??"
" Boleh saja jika itu di area tenggara, tetap akan aku buat pintu khusus, untuk membatasi dan yang bisa masuk ke bagian lain dalam istana hanya kau seorang!"
" Bagaimana dengan Yuzan dan Ami??, aku juga tidak mau ada sembarangan orang masuk ke wilayahku nanti!"
" Yuzan dan Ami boleh, orang istana juga tidak akan bisa menginjkan kaki di tenggara kecuali aku!"
" Ha?????"
" Apa keberatan??"
" Tidak, heheheehehe....!"
" Baiklah, karena kau setuju aku akan mengurusnya!"
"Terimakasih Yang Mulia, oh Ya lalu bagaimana dengan selir ketiga??"
" Kau selesaikan sendiri saja lebih dulu, jika tidak bisa aku akan turun tangan, bukannya aku tidak mau, karena aku percaya Julia bukan wanita yang mudah di tindas...selamat beristirahat!"
Alfred pun segera pergi...
__ADS_1
Julia senyum - senyum sendiri dengan perlakuan Alfred yang begitu baik dan tulus padanya.