
Rutan Utara
" Kau Cikho?"
" Hmmm, ...!"
" apa kau ingin membebaskanku?"
" Ya, ...tapi pura - puralah, mati...!"
" Tak masalah, tapi apa kau yakin membebaskanku, aku pemberontak negara!"
" Ku beri tanggung jawab atas kematian bos Bram!"
" Bramm mati???"
" Kau belum dengar??"
" Aku hanya mendengar kecelakaan itu saja, tidak mendengar jika Bram mati!" Zelene sangat terkejut.
" Bukan hanya Bos Bram, tapi juga Tuan Jovan !"
" Kak Jovan juga mati???"
" Hmmm!"
" Kalian kenapa tidak menjaga mereka dengan baik, bagaimana bisa semua ini terjadi?, kau tidak bercanda kan Chiko?"
" Nyawa tuanku apa harus ku buat candaan?"
" Lalu bagaimana dengan anak dan istrinya??"
" Istrinya hilang ingatan, dan putrinya belum di temukan!"
" Kalian sungguh tidak becuusss...!, cepat keluarkan aku dari sini!"
" Ada syaratnya!"
" Apa??"
" Kau harus memimpin Black Dragon !"
" Apa lagi ini????"
" Aku sudah membicarakan ini pada Laksmana!"
" Lalu apa gunanya kau!"
" Aku sudah mengabdi pada negara, aku hanya bisa menjadi Backingan saja!"
" Baiklah, biarkan aku yang membalas perbuatan orang-orang jahat ini!"
" Sungguh kau bersedia?"
" Ya, ...!"
" Namun ,kita memiliki kelompok gabungan yang di pimpin oleh Kenzo, kelompok Aogiri...!"
" Aku tahu Aogiri, mereka dari negara Jepang, dan jaringan mereka luas meski di negaranya Aogiri tidak legal, namun di luar cukup berpengaruh!"
" Ah, kau juga tahu, jika begitu...ini kau makan pil ini, nadimu akan berhenti selama 3 jam, jika kau sudah dinyatakan meninggal aku akan mengambilmu, apa kau percaya padaku?"
"hmmm...!"
" Kalau begitu, aku pergi dulu!, kau pikirkan saja dengan matang sebelum kau menelannya!"
Chiko pun segera pergi, dan menemui Kenzo.
" Chiko, apa Zelene setuju?"
" Entahlah...kita tunggu saja!"
" Hmmm, .... bagaimana kabar Sasha?"
" Kenapa kau malah tidak mau mengunjunginya?"
" Nanti saja jika kalian sudah pulang dari rumah sakit!"
" Kenapa begitu?"
" Istriku, ....sangat sulit ditebak!"
" Benar juga, bukankah kau akan menceraikannya?"
" Tentu, pertama - tama aku harus mengamankan paman dan Bibiku dulu!"
" Ah, itu aku bisa membantumu!"
" Apa yang bisa Panglima bantu??"
__ADS_1
" Biarkan mereka tinggal di kediaman keluarga angkatku!"
" Ha??"
" Di sana aman, karna sangat terisolasi dari dunia luar!"
" apa kau sungguh tidak bercanda?"
" Untuk apa bercanda??"
" Ah, benar juga!, jika begitu aku harus membujuk paman dan Bibiku dulu, maukah mereka meninggalkan Jepang!"
" Hmm, atur saja!, bagaimana dengan orang tua Sansan Palsu, apa sudah ketemu?"
" Belum...!"
" Ku rasa istrimu juga tidak bodoh!"
" Iya dia sangat mengerikan, ...harus hati - hati menghadapi dia!"
" Pelan - pelan saja, ...!"
" Rasanya juga ingin cepat berpisah namun, banyak hal yang harus di pertimbangkan!"
" Seharusnya kau mulai mencari kelemahan mertuamu terlebih dahulu!"
" Iya, aku sudah ke sana ke sini, mencari titik lemahnya namun sangat sulit!"
" Hmmm, aku akan menjaga Nyonyaku sampai ingatannya kembali!"
" maksud mu??"
" Dia pasti akan membenciku, saat dia tahu selama ini aku berpura-pura!"
" aku tidak yakin dia membencimu!"
" Lalu??"
" Hmmm, marah mungkin iya!"
" Saat dia marah kau harus slalu ada di sampingnya, dengan begitu mungkin nyonya akan membuka hati untukmu!"
" Apa maksudmu Chiko?"
" Bukankah kau sudah menunggunya selama ini??"
" Aku tidak layak untuknya!"
" Chiko,...!"
" Apa?, sudahlah sementara ini aku akan menjaganya, aku tahu batasannya Kenzo!, kau yang akan memilikinya seutuhnya!"
" Apa kau kira Sasha akan menerimaku?"
" Aku juga tidak yakin, namun jika kau berusaha slalu di sampingnya, dan menemaninya tidak ada kata tidak mungkin kan?, nyatanya kak Hirosan bisa bersama kak Vevey!"
" Terimakasih Chiko, lalu bagaimana denganmu?"
" Aku kenapa?, jangan pikirkan aku, pikirkan kebahagiaan Sasha saja!"
" Hmmm....!" Kenzo merasa senang karena masih ada kesempatan,meski dia harus bersabar lagi.
" Segeralah akhiri urusanmu dengan istrimu itu, jika paman bibimu bersedia cepat beri tahu aku!"
" Hemmm...aku akan ke Jepang besok, namun sebelum itu aku ingin ke negara B!"
" kau mau menemui simpananmu?"
" Siapa bilang simpananku, aku tidak menyentuhnya, dia seumuran Sansan, dan sangat Genius!"
" Jika kau menyukai wanita lain, jangan mendekati Sasha!"
" apa yang kau katakan Chiko?"
"kau sangat jelas menyukai anak itu, setiap kali berhubungan dengan anak itu kau slalu terlihat berbeda,dan lagi kau sepertinya sangat memanjakanya!, jangan sampai dia melewati batasanya jika kau tidak menyukainya kau harus tegas, jangan sampai nanti kau menyakiti nyonyaku!"
" Aku tahu, kau tidak usah khawatir!"
" Hmmm, aku harus menjemput Sansan dan kembali ke rumah sakit!"
" Okey, ini aku bawa makanan kesukaan Sasha, tolong berikan!"
"Kau sungguh tidak ingin memberikanya Sendiri?"
" Tidak, kau saja yang memberikannya!"
" Baiklah, aku wakili istriku berterimakasih,hehe!"
" Kau, suami yang baik, sudah sana pergi!"
__ADS_1
"Bye...!"
Chiko pun segera pergi menjemput Sansan palsu ke sekolah.
Sekolah, Sansan...
" kenapa dengan jidatmu?" tanya Chiko
" Tidak ayah, tidak apa - apa!, Sansan tidak hati - hati saat berjalan!"
" Kau sangat ceroboh, kau harus belajar menjadi Sansan yang asli, dia ceroboh tapi sangat pintar menjaga diri!"
" Maaf ayah, aku akan berlajar lagi, Ayah kenapa saudara - saudara Sansan, yang seumuran dan di bawah umur Sansan tapi mereka kenapa sudah masuk pendidikan kepolisian, dan mereka kan seharusnya masih belajar seperti ku!"
" Mereka Lompat kelas, Cindy di usia 16 tahun sudah menjadi pemegang seluruh resto papahnya!"
" Wah, ...!"
" Mereka anak yang di luar batas , makanya kau itu sudah ketahuan dari awal, karna Sansan yang memiliki kecerdasan di atas saudara - saudaranya!"
" Jadi mereka semua sudah tahu,jika aku palsu?"
" Hemmmm,....!"
" Tapi kenapa mereka masih sangat baik pada orang palsu ini?"
" anak Genius, itu slalu memikirkan akibatnya terlebih dahulu sebelum bertindak, mereka juga tahu kesulitanmu!"
" Mereka sudah, kaya dari lahir, genius, baik hati, tidak sombong dan memiliki toleransi yang baik, keren sekali...!"
" Hmmm..., itu tidak lepas dari didikan keluarga pastinya!"
" Dan lagi ayah, mereka sangat sederhana, aku tidak pernah melihat mereka menghamburkan uang seperti anak orang kaya pada umumnya!"
" jangan kau bandingkan keluarga Pratama dengan keluarga lainnya!"
" meskipun aku palsu, aku juga termasuk beruntung ,bolehkah Sansan palsu ini menikmati kepalsuan ini sampai Sansan asli kembali??"
" Ya, silahkan asalkan kau bekerja sama dengan baik!"
" Ya Ayah, oh ya... ayah bagaimana denga orang tua ku?"
" Maaf Sansan, aku belum bisa menemukannya, tapi kami masih mencarinya!"
"Aku tidak yakin mereka baik - baik saja Ayah!"
" Berdoalah yang terbaik untuk keluargamu!"
" Iya ayah,...!"
" Kau ke ruangan Crist dulu lah, obati lukamu jangan membuat bundamu khawatir!"
" Baik ayah!" Sansan segera menuju ruanga Crist, untuk mengobati lukannya, seperti yang dikatakan Chiko.
Agar Bundanya tidak merasa sangat khawatir,
" Tante, bolehkan aku minta kotak obat?"
" Sansan, siapa yang melukaimu?"
" Tidak tanten, ini karena jatuh!"
" Kau bisa membohongi orang lain, tapi tidak dengan tante,ini luka pukulan!"
" hiks hiks hiks....!"
" Apa kau mendapatkan pembullyan di sekolahmu?"
" Tante, jangan katakan pada bunda dan ayah ya!"
" Kau harus mengadu pada gurumu!"
" Iya besok Sansan akan melapor!"
" hemmm, aku tahu kau bukan Sansan Asli, jika itu Sansan asli dia tidak akan mudah ditindas, jika itu dia, dia malah akan menjadi pelaku utama penindas!"
" Oh, apa Sansan yang asli seperti itu?"
" Ya, kalian sangat bertolak belakang, tapi tak apa... sementara ini tetaplah menjadi Sansan yang baik!"
" Ya Tante!"
" Sudah selesai...!"
"terimakasih tante, terimakasih juga karena sudah sangat baik, meskipun Sansan ini palsu!"
" Sama - sama, kau anak yang baik, kenapa aku tidak boleh baik!"
Sansan tersenyum dan segera pergi meninggalkan ruangan Crist dan Lidya.
__ADS_1