GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
98. Misi sukses


__ADS_3

" Yang Mulia anda istirahatlah, besok anda harus berperan dengan baik agar semuanya lekas selesai!"


" Ya kau benar aku akan tidur sekarang!"


Alfred segera merebahkan tubuhnya, lalu memejamkan matanya.


Di saat Sang Raja terlelap, Dai dan Tasya, mulai beraksi mereka keluar untuk menyebar gosip - gosip di tempat hiburan malam, kemudian ke pasar, dan tempat - tempat tongkrongan.


Keesokan harinya tersiarlah perbincangan dari mulut kemulut, sampai teedengar dalam orang isatana.


" apa??, mereka berani menggosipkanku ?"


" Benar pangeran, mereka bilang Pangeran lah yang berencana meracuni Raja!"


" Berani-beraninya mereka orang rendahan berbicara sembarangan tentangku!"


" Bagaimana ini pangeran??"


" Mereka yang berani membicarakan hal buruk tentang ku bunuh!!!"


" tapi...!"


" Tidak ada tapi - tapian, cari sampai tuntas siapa yang berani menyebarkan gosip itu!"


" Pangeran!"


" Kenapa Tejo??"


" tapi sebagian rakyat banyak yang mengapresiasi tindakan anda, tidak semua mengatakan buruk tentang anda!"


" Jadi aku harus terlihat kejam di mata publik??"


" Bukan begitu, anggap saja mereka hanya angin lalu saja, dan itu hanya gosip tidak berdasar!"


" Tidak bisa ini akan mengancam pangeran di masa depan!" sahut Asisten pangeran tidak setuju.


" Tapi raja sudah sekarat, itu tidak mungkin lagi untuk mengurus negara? karna seorang raja tidak bisa meninggalkan tahtanya begitu lama!"


" benar aku setuju dengan Tejo, segera saja eksekusi adikku tercinta itu, dia akan berterima kasih padaku karena bisa menyatukannya dengan istrinya!"


" Tapi Pangeran!"


" Diamlah, William...kita harus cepat mengambil kesempatan!"


" baik Pangeran!"


Firasat ku sangat tidak baik, ah semoga saja ini hanya aku yang terlalu khawatir.


" Tejo siap melaksanakan perintah Pangeran!"


" Segera lakukan semuanya bersama dokter itu!"


" Baik Pangeran!"


Tejo pun segera menemui Dokter yang akan menyuntikan cairan berbahaya pada sang Raja.


" Dokter, pangeran meminta mu untuk segera menyutikan cairan itu pada raja!" Ujar Tejo dengan tegas.


namun tubuh dokter itu gemetaran hebat,


" Sebentar beri saya wakut saya sedikit ketakutan!" Ujar dokter itu mondar - mandir.


Dokter itu sangat kebingungan,


" Aku mau ke kamar kecil dulu!"


" Cepat Dokter!"


Dokter itu segera berlari ke kamar kecil.


Dai segera muncul,


" Dai, kau lihat apakah ini aman?" tanya Tasya


Dai segera mencium bau cairan itu.


" Sialan...ini racun!"


" Bukankah ini tidak berbau??" Tanya Tasya


" hanya ahli racun yang bisa tahu!"

__ADS_1


" tenang saja, aku sudah menyiapkan ini?" Tasya mengeluarkan Cairan berwarna sama.


" Kapan kau menyiapkannya?"


" Semalam, setelah bergosip tetangga, hahaha!"


" bukankah kau tidur??"


" Ya, saat kau tidur aku terbangun dan membuat ramuan ini...!"


" Apa efeknya??"


" Hanya gatal - gatal saja , tapi setelah satu minggu setelah pemakaian!"


" Kau itu ahli obat, bukan racun, sejak kapan kau belajar membuat obat macam ini??"


" aku harus menguasai semuanyalah!"


" Hmmm, kau berani sekali membuat Raja gatal - gatal...!"


" Biar kayak lagu gatal - gatal hahahhaha!"


Ceklekkk...


Dai segera pergi,


" Dokter lama sekali??"


" Maaf Tejo, aku agak gugup...!"


" Sekarang kau di posisi siapa??"


" Tentu saja Raja!"


" Kenapa harus gugup??"


" Heheh, aku takut semua tidak sesuai rencana!"


" Sudah ayo cepat,... pangeran sudah menunggu!"


Mereka segera menuju ruangan di mana Raja di rawat,


" Kalian lama sekali??"


" Kau periksa dulu!"


" Baik Pangeran!"


" Bagaimana?"


" Denyutnya semakin tak beraturan dan melemah pangeran!"


" Lakukan!!" Dokter itu dengan tangan gemetaran mulai menyuntikan cairan itu pada sang Raja.


setelah Pangeran melihat dengan mata kepala sendiri dokter itu menyuntikan cairan pada Raja, Pangeran pun bergegas meninggalkan ruangan Raja dengan diikuti asistennya.


Pangeran Albert mengumpulkan semua orang yang memihaknya, mengumpulkan para menteri yang mendukungnya, untuk bersiap pergantian Tahta, setelah Raja di kabarkan meninggal dunia, semua para pendukung Pangeran berkumpul dengan suka cita ,mereka akan merasa di merdeka karena akan berakhirnya larangan menikah setelah raja Tiada.


mereka berbincang-bincang akan rencana mendatangnya jika Raja teraneh itu sudah tiada.


Sudah 2 jam berlalu, namun kabar yang ditunggu pun tidak kunjung datang, semua orang yang berkumpul mulai mempertanyakan pada pangeran.


"Pangeran, ini sudah sangat lama kenapa belum ada kabar baik datang??"


" Tunggu, Coba William kau lihat apa yang terjadi di istana Selatan!" pinta Albert


" Tidak perlu kakakku tercinta,...aku yang akan membawa berita untuk kalian yang sudah menunggu dengan setia di sini!"


" Waaaahhhhh,. ...!"


Kegaduhan terjadi, karena semua sangat terkejut dengan kehadiran Raja yang selama ini telah dikabarkan sekarat.


" Oooo...ooo...aa..aaa..aaappaaa iii niiii?" Albert sangat Terkejut dengan kedatangan adiknya yang terlihat sangat sehat dan sangat sehat.


" Kakak jangan terkejut?, apa kakak tidak senang melihat ku baik - baik saja??"


" Oooh, aah ,aaa.. te tentu saja kakak senang hanya sedikit terkejut saja !"


" Kalian melihat raja tidak memberi Hormat???" teriak Dans dengan lantang dan Murka.


" Panjang umur Yang Mulia Raja, Tuhan memberkati!" semua orang membungkuk memberi hormat pada Raja, dengan wajah kebingungan dan panik.

__ADS_1


" Kaka, terimakasih sudah menduduki tahtahku selama aku tidak sadarkan diri, adik sangat tidak berguna!"


" Oh, tidak perlu tidak perlu sungkan, hehehe!"


Katanya Dans juga koma, kenapa dia juga tidak terlihat sakit , sama seperti Alfred?


dalam hati Albert kebingungan.


Albert mengamati sekitar Alfred yang juga membawa beberapa orang yang dipercaya , matanya tertuju pada seorang wanita sangat muda bertubuh tegap, dengan perawakan yang sangat indah,


wanita itu memberikan senyuman meledek pada pangeran, seketika Pangeran Albert menyadari jika wanita itu memiliki mata dan bentuk bibir yang sangat sama dengan Tejo.


" Kaaaaauuuuu!!!" Albert seketika terpancing emosi.


" Ada apa kakak??"tanya Alfred


" Dia, dia penghianat!!!"


Albert lepas kendali.


" Pangeran tenanglah!" William menenangkan Albert agar tidak terbongkar.


" Ya Pangeran, saya memberi hormat!" Ujar Tasya dengan isyarat wajah, kena deh!!


Dai pun datang membawa sang dokter....


" Yang Mulia ampuni hamba!"


Albert sudah mulai ketar - ketir...


" Katakan padaku, siapa yang memyuruhmu menyuntikan cairan ini padaku??"


" Itu...itu... pangeran yang meminta hampa Yang Mulia!"


" Bohong, adik jangan percaya pada omong kosong nya, kakak sangat menyayangi mu!"


" benarkah kakak??" sahut putri Alena yang tiba


" Kau???"


" Kenapa kakak tertuaku, tidak bisakah kau menjelaskan semua ini??"


" Pangeran, jangan takut, kami akan berada di pihak anda!, raja ini gila harus dilengserkan!!"


teriak salah seorang menteri.


" Benar - benar...kudeta Raja!"


" semua bersorak meminta Raja turun dari Tahtanya! sambil mengutuk Raja dengan katak - kata yang tidak baik!"


Tak lama munculah sebuah suara yang jelas dengan sangat keras.


Semua tiba - tiba terdiam mendengarkan rekaman yang di putar di depan orang banyak itu, rekaman itu berisi tentang pengakuan Albert yang telah membunuh sang Ratu, untuk mengendalikan Adiknya sebagai raja boneka.


" Bukankah ini suara pangeran Albert dan William ??"


" Lihatlah, yang kalian bela adalah orang yang sudah mencelakai Ratu!!!" teriak Tasya memprovokasi.


" Janga percaya ini adalah tuduhan tidak berdasar!" teriak William.


" Mari kalian buka telinga dan mata kalian, ini adalah hasil dari penyelidikan kami dan ini adalah barang buktinya!"


sekarang terputar video di layar besar, semua adalah perbincangan antara pangeran dan menteri keuangan.


Mereka menyingkirkan ratu, untuk melengserkan Raja, dan tak lupa sang menteri mengajukan syarat membantu pangeran dengan Syarat jika putrinya akan di jadikan permaisuri sehingga sang menteri menyandang gelar mertua Raja.


" Bagaimana bisa???" Pangeran Albert sangat terkejut, begitu juga dengan antek - anteknya.


" Dalam aturan kerajaan, hukuman pemberontakan tidak akan pandang bulu, apalagi menyakiti Raja dan Ratu, hukuman apa yang pantas untuk orang semacam ini??" teriak Alfred dengan penuh kekesalan.


" Hukuman gantung, dalam satu keluarga!" ujar Dans menjawab.


" Adikku jangan bercanda, kakakmu sedang di fitnah, kakak sangat menyayangi mu!"


"Semua orang yang berada di pihak Pangeran Albert akan di hukum sesuai peraturan istana!!" tegas Alfred segera meninggalkan Aula dengam mata yang berkunang - kunang.


Semua membungkuk memohon pengampunan sang Raja, namun Raja mengabaikan para penghianat - penghianat itu.


Tasya terlihat sangat girang bukan main karena tugasnya sudah selesai, dia sudah tidak sabar untuk pergi meninggalkan istana


Namun Dai memberikan kode pada Tasya untuk segera mengikuti Raja.

__ADS_1


dengan wajah terpaksa Tasya segera mengikuti Raja dari belakang.


__ADS_2