GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
379. Teracuni Julia dan Tasya


__ADS_3

Di kediaman tengah.


" Julia bukan begitu gendongnya aduh awas kecengklak..." Tasya sudah pening dibuat oleh Julia yang entah kenapa sepulang dari Jepang agak keblinger.


" hehehe, Tasya...tenang saja aku bisa kok aku ini sudah berpengalaman..."


" pengalaman apa??, Nora ini anak Fahad, jika sampai ada apa-apa kita akan di cekek sampai mati..."


" Huft...coba saja kalau berani"


" Wah, kau ini mau mencoba, nasib seperti Yuna rupanya, aku tahu kau sedang sakit hati bukan??"


" Tidak!" Julia menyangkalnya.


" kenapa kau tidak memilih raja saja???"


" tidak..."


" Julia, pria itu banyak kenapa kau tidak mencoba move on??"tanya Anna.


" Anna, kau tahu pria banyak, tapi kenapa kau masih memilih Fahad??" Julia bertanya balik pada Anna.


" Ya, Karena aku yang jatuh cinta padanya dulu, meski aku tahu dia sudah memiliki seorang kekasih..."


" begitu yang aku rasakan Anna..."


" Ryu baik, karna itu dia menerima kembali mantan kekasihnya tanpa menyelidiki, apa yang sebenarnya terjadi selama 2 tahun ini..."


ujar Tasya.


" Lupakan aku sedang tidak mau membicarakannya..."


" Julia, Cindy juga begitu, dia memendamnya, sekarang dia tak mampu menampung dan tak bisa menerima akhirnya dia menjadi seperti ini, kau seharusnya tidak mengikuti jejak Cindy!" ujar Tasya mengingatkan.


" Ya aku bisa apa, sih Sya?? kan kita nggak bisa memaksakan hati seseorang!"


" Ya coba lupakan dulu ,kalau dia takdirmu dia akan kembali padamu Julia..."


" aku akan fokus pada karir saja,..."


" Ya itu lebih baik, oh ya Sya...Raja sedang proses mencetak putra mahkota hehehehe..."


" apa??, bagaimana kau tahu??"


" Tahulah, dia akan melakukan IVF...untuk mendapatkan putra...di negara H.."


" Dia benar-benar tidak mau menikah lagi??"


" Ya...dia sudah mentok dan lelah jatuh cinta katanya, sekarang dia menuruti permintaan kakaknya untuk memikirkan keturunan!"


" Apa kau yang memberikan ide??"


" Ya, ....heheh"


tapi Tasya tidak mengatakan jika Alfred berhubungan langsung dengan seorang wanita, karna Alfred sendiri juga tidak tahu, Tasya juga tidak akan memberitahu siapapun.


" Ya bagus setidaknya, dia mau memikirkan keturunannya!"


" Apa itu dari lubuk hatimu Julia??"

__ADS_1


" ha??, iyalah....aku tidak ada perasaan apapun pada raja ,aku hanya menganggapnya abang saja..."


" hemmm, baiklah..."


" Nona di luar ada seseorang bernama Aka, ingin bertemu tuan Kenzo..." ujar Mbak Zara


" tapi suamiku belum pulang mbak..."


" Aka??" Julia merasa tidak asing dengan nama itu.


" Kau kenal???, aku juga tidak asing dengan nama ini..."


"tidak tahu, coba kau temui dulu sya??" mungkin hal penting..."


" Mbak suruh masuk saja mbak, ..."


mbak Zara pun segera membawa Aka masuk.


" Oh... dia teman Martin bukan??" ujar Tasya mengingat saat melihat Aka masuk.


" ha??, ya dia yang pura-pura mencoba mendekati ku itu kan" sahut Julia yang baru ingat.


" Ah, hallo...heheheh" Aka hanya meringis karena pertemuannya dengan Julia yang tidak sengaja.


" Duduklah..." pinta Tasya pada Aka.


" Maaf mengganggu waktunya, apa Kak Kenzo tidak di rumah...??"


" tidak ada, apa tidak memiliki kontaknya??"


" Itu dia aku tidak punya, ini mengenai beberapa properti milik Dhiren, karena beberapa di berikan pada Kak Kenzo untuk dikelola, sesuai perintah Fahad...jadi saya harus membicarakan dengan jelas..."


" Baik" Zurra segera mengambil dan memberikan pada Aka.


" Oh ya terimakasih...kalau begitu saya langsung, saya permisi semuanya!"


"oh buru - buru sekali??, bukankah kau kenal Julia juga??"


" heheh iya, saya masih ada pekerjaan lain...saya permisi..."


Aka pun segera keluar, setelah berpamitan, dia tidak menyangka jika akan bertemu dengan Julia .


" Hufffft... kenapa aku malah seperti orang bodoh bertemu Julia, hah... sudahlah nanti ada waktu untuk menjelaskan semuanya, aku masih harus menyelesaikan pekerjaan ini..."


" Jul, sepertinya Aka suka padamu, dia terlihat salting..." Goda Anna.


" Haih, Anna kau ini sembarangan bicara, aku lempar Nora baru tahu rasa..."


" hiii galaknya...janganlah kau bisa di lempar oleh Fahad ke jabalekat"


" hihihi, mana tega aku...lagian kau ini..."


"tapi aku juga merasa begitu Jul" Sahut Tashya


" Yaelah kalian ini pada napa??, kalau iya juga aku nggak ada urusan... aku nggak ada rasa"


Anna dan Tasya saling berpandangan...


" Lagi nggak tertarik sama percintaan aku, ..."

__ADS_1


" ya..nggak papa Jul, tenang-tenang..."


Anna mencoba menenangkan Julia yang terlihat sangat badmood.


" Kita jalan keluar aja yuk, lama kalia aku tuh nggak belanja, bawa anak-anak juga..." ajak Tasya.


" boleh..." Jawab Julia dan Anna serempak.


" Hmmm aku aja yang traktir bagaimana??, aku diberi kartu ini sama Fahad, tapi aku belum pernah pake..."


" Woooooooo" Julia dan Tasya sangat terkejut karena Anna memegang Blackcard.


" Sialan aku iri sekali, bagaimana bisa Fahad memberikan Blackcard padamu, begitu mudah, hih om Ken saja tidak begitu" ujar Tasya.


" Wah....Fahad sangat mengistimewakanmu Anna, ...."


" untuk merayakannya mari kita belanja mumpung ada Blackcard Fahad..." ujar Tasya bersemangat, kapan lagi bisa mengoret kekayaan sepupunya itu.


" Boleh, ...."


" Ayo..." Julia dan Tasya sangat bersemangat, otak mereka sudah di isi banyak barang - barang yang akan di belinya.


mereka pun segera cus ke Mall terbesar di kota mereka, membeli tas, sepatu, baju, mereka juga membalikan barang untuk Zura Dai dan juga Noah dan mbak Zara, dan juga bibi Anna, lalu membeli baju-baju anak membelikan tas untuk Aina, Savina, Inces, Fathia, Sasya ,mbok Yem, Yuzan,dan juga Ami


setelah itu mereka ke salon dulu untuk perawatan, dengan mengambil paket perawatan seharga 100 juta perorang.


mereka benar -benar bersenang-senang dalam seharian dan menghabiskan uang 3 Digit.


karena hampir semua orang yang baik pada Anna di belikan juga, sampek bapak - bapak penjual bubur keliling langgananya juga di belikan.


belanjaanya tidak cukup dibawa dengan satu mobil mereka terpaksa harus menyewa jasa angkut untuk membawa belanjaanya kembali.


mereka sampai di rumah dengan sangat bahagia dan puas.


sementara di negara F.


Fahad membuka notifikasi dari bank pengeluaran Blackcardnya sudah mencapai 3 digit dalam sehari.


Dia berulang kali melihat dengan jeli angkanya barang kali salah baca.


" Yud, ini berapa??" tanya Fahad pada Yuda


" Emmm 3 digit...woooo...kau menggunakan untuk apa uang itu dalam sehari??"


"apa?? jadi benar 3 digit??"


" iya, kok terkejut??"


Apa yang istriku beli?? sampai menghabiskan uangku sehari sampai 3 digit??, padahal itu pengeluaran ku dalam setahun...


dalam hati Fahad sangat terkejut.


Istrinya tidak pernah keluar, sekali izin keluar dia bisa menghabiskan begitu banyak, Fahad masih menerka-nerka,.


Apa dia membeli mobil??, atau rumah??, atau apa??


Fahad akhirnya mengecek pengeluaran detail dari istrinya.


" Apa??, dia mau membuka toko apa bagaimana??, dia hampir membeli seluruh isi mall!"

__ADS_1


gumam Fahad terkejut.


__ADS_2