
Di kamar Fahad...
" Diana apa kau tahu, semenjak kita menyatu, aku tidak pernah melupakanmu..."
Diana terdiam dalam pelukan erat si bucin alias Fahad.
" untungnya kau tidak mau menjadi simpananku heheh..."
"Diana..."
" Iya....?"
" Kenapa kau tidak merayuku??, saat aku masih menjadi pengawalmu??"
" tidak berani, karena kau sangat mencintai mantan istrimu!"
" sudah, lupakan saja...aku tidak mau mengingatnya lagi..."
" iya..."
" Apa kau takut denganku Anna??"
" ya...kau sangat menakutiku...aku mendengar dari tante kecil, jika kau menyiksa mantan istri mu dengan kejam...!"
" apa kau mau bertemu dengannya??"
" tidak!!"
" Bagus, jangan pernah mencoba menemuinya, kau akan menyesal melihat keadaannya!"
" apa benar - benar mengerikan??"
"Yaaaa... Anna, jangan pernah menghianatiku Anna...aku tidak akan bisa memaafkanmu...!"
Anna mengeratkan pelukannya, Anna memang masih mencintai Fahad, apalagi Nora sangat mirip dengan Fahad, yang membuatnya tidak bisa melupakan Fahad sama sekali.
"aku hanya ingin membesarkan anak-anak dengan baik, aku tidak memiliki ambisi apapun, aku ingin memiliki kehidupan yang damai, bahagia bersama dengan orang yang aku sayangi!"
" Anna,... terimakasih karena sudah menerima ku apa adanya!"
Fahad mengangkut dagu Anna ke atas dan mencium bibir manis yang sangat dirindukannya itu.
" Anna jangan pergi lagi..."
" Ya..."
Mereka kembali melanjutkan cumbuan mereka, karena memang mereka saling merindukan satu sama lain.
Hasrat Fahad pun kian memuncak, ya namanya juga pria normal, apalagi sudah berpuasa cukup lama.
Tok tok tok
" Dhiren menangis, jika sudah setengah jalan cepat selesaikan, jika belum mulai tahanlah dulu!" teriak Kenzo dari luar.
" Dhiren menangis " Anna segera merapikan bajunya dan segera berlari membuka pintu.
" Tuan, berikan Dhiren...."
" Ya, ...Nora masih tidur....kau kenyangkan Dhiren dulu sampai pulas, baru bapaknya!"
Kenzo pun segera kembali ke kamar anak-anak.
" Oh anak ini mengganggu sekali, benar - benar ya kau ini..." ujar Fahad gemas pada Dhiren.
Anna membelakangi Fahad dan menyusui Dhiren.
Fahad mengangkat tubuh Anna bersandarkan padanya, Fahad memeluk Anna yang sedang menyusui Dhiren dari belakang.
" Anna, apa kau sungguh tidak keberatan, membesarkan Dhiren??"
" Jika saja kau juga memiliki anak dengan mantan istrimu aku akan membesarkannya dengan sepenuh hatiku!"
__ADS_1
" Ehmm Dhiren adalah hidupku , seperti kau dan Nora, aku sangat menyayanginya...!"
" Dia putra kita...!" ujar Anna.
" Anna betapa beruntungnya aku, aku tidak akan melepaskanmu apapun yang terjadi..."
" Saat itu aku terkejut kau masih menyimpan foto kita, dan kau jadikan Wallpaper di layar utamamu!"
" Ya, itu adalah penawar rinduku padamu...!"
Anna tersenyum, ternyata dia juga sangat berarti di hati Fahad.
" Pejamkan matamu, kau pastilah...aku akan menjaga kalian...!"
Anna pun segera memejamkan matanya, karena memang sangat lelah.
...----------------...
Di Swiss...
Vevey, dan Hiro memberikan perawatan terbaik untuk Putri tertuanya itu.
Fannan, juga setia mendaping Cindy, bahkan Fannan melakukan penguduran diri dari pekerjaannya untuk Cindy.
" Fannan, apa kau sudah dapat pekerjaan di sini??"
" Belum Tante..."
" kenapa kau keras kepala??, kau sampe menjadi pengangguran untuk bisa menjaga Cindy...!"
" tak apa tante, sambil menjaga Cindy, Fannan akan mencari peluang untuk menghasilkan uang ..."
" Baiklah, anak muda...jika kau membutuhkan apa-apa jangan pernah sungkan...!" ujar Hiro.
Sebenarnya Vevey dan Hiro ingin menawarkan pekerjaan untuk Fannan tapi takut Fannan tersinggung, apalagi Fannan juga termasuk orang hebat, demi putrinya Fannan melepaskan kerja kerasnya.
terdengar suara bell berbunyi,
" Oh siapa itu??"
" Noah???, kau Noah kan??"
" Ya tuan, saya datang atas perintah Tuan Ken!"
" Masuk...!"
Noah pun masuk ke dalam,
" Loh Noah??" Vevey terkejut.
" Ya nyonya besar..."
" Ayo duduk, apa yang membawamu ke sini Noah???" Tanya Vevey.
" Saya di minta tuan Kenzo menyampaikan Jika Tuan Fahad akan menikah diwaktu dekat!"
" Apaa??, semua terkejut tak terkecuali Fannan.
" Anak ini kenapa lagi??, bukankah dia sangat anti wanita sekarang??, kenapa tiba-tiba mau menikah??" ujar Vevey.
" Siapa wanitanya Noah???" Hiro sangat penasaran.
"Dia adalah putri dari mendiang Tuan Arnold Alexcey..."
" Siapa itu???, kenapa aku tidak tahu" ujar Vevey.
" Arnold Alexcey, bukankah itu orang dari kemiliteran??, yang meninggal karena kecelakaan?" Fannan yang tahu akan hal itu.
" oh, bukankah itu teman kak Nathan sayang?,dan mempekerjakan Fahad menjadi pengawal putrinya!"
"Oh jadi seperti itu, aku kira putraku akan menduda seumur hidupnya!" Vevey tersenyum, jika berhubungan dengan kak Nathan juga sudah pasti wanita baik-baik.
__ADS_1
" Dan satu hal lagi yang perlu saya sampaikan"
" Apa??"
" Cucu anda sekarang 2..."
" Appaaaaaaaa??" Vevey sangat Syokkkkk berat, baru menilai calon menantunya itu baik.
" Kekenapa bisa??,apa dia janda??"
" Saya juga tidak tahu hal itu nyonya, anda bisa menelpon tuan Kenzo sekarang!"
" ini bagaimana ini??" Vevey langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi Kenzo.
" Hallo kak..."
" Kenzo, katakan padaku Ken... kenapa cucu ku bisa dua???"
" Panjang kak jika kau mau tahu!"
" ayolah cerita padaku!"
" baiklah aku akan persingkat, Jadi saat Diana harus meninggalkan negara ini dia di tampung Fahad selama satu minggu di perumahan miliknya, aku tidak tahu drama cinta mereka, setelah Diana tinggal diluar negeri, aku menempatkan orang untuk menjaganya, Diana tidak dekat dengan siapapun dan tiba - tiba melahirkan, kebetulan Dhiren membutuhkan ibu Susu, aku membawa Diana untuk menyusui Dhiren, ya anakmu itu merasa ada ikatan batin dengan anak Diana dan mungkin melakukan tes DNA, dan memang itu anak Fahad!"
" Astaga, dia sudah membuat anak orang menderita, Kenzo..katakan pada Fahad, dia memang harus bertanggung jawab, Kenzo tolong bantu Fahad, maaf slalu merepotkan kau dan Sansan terus...tapi aku tidak bisa menghadiri pernikahan mereka, sampaikan pada menantuku, untuk merawat kedua cucuku dengan baik, jika nanti di sini sudah stabil aku akan segera pulang..."
" Baik kak, bagaimana keadaan Cindy??"
" Kondisinya belum terlalu membaik, masih sulit makan, dia semakin kurus, tapi Fannan slalu mendapingi Cindy...jika dengan Fannan Cindy masih mau mendengarkan!"
" Kak, nanti jika kami ada waktu kami akan berkunjung ke Swiss..."
" Iya Ken..."
" Baik kak, apa kakak ingin melihat cucumu perempuan??"
" iya beralih ke video saja, apa kau sedang bersama cucuku??"
" Ya, ..."
Kenzo mengalihkan ke panggilan Video.
" Nah lihat...."
" Ya Tuhan cantik sekali , lihat sayang cucu kita"
menunjukan pada Hiro dan Fanan.
" Itu fotocopyan Fahad sekali sayang" ujar G
Hiro.
" wah iya, mirip sekali...tidak usah tes DNA orang juga tahu jika itu hasil karya Fahad!" sambung Fannan.
" Di mana Dhiren Ken??"
" Di kamar Fahad... Dhiren di susui Diana, dan Nora di susui Tasya!"
" Ha???"
" Iya Diana tidak biasa menyusui 2 anak sekaligus, tapi Fahad tidak mau jika Nora minum susu formula, jadi Tasya melakukan induksi Laktasi untuk menyusui Nora!"
" Ehmmm...Tasya ini benar - benar anak baik, Ken jaga Tasya dengan baik ya!"
" Iya kak...!"
"aku sangat ingin pulang untuk melihat dan menimang cucu-cucu ku, mereka lucu sekali..."
" Kakak fokus saja dulu dengan Cindy, di sini biar di handle oleh Kenzo dan Tasya..."
" Ya, terimakasih Ken...itu Tasya pasti kecapekan, kasian ..." melihat Tasya terlelap di samping Nora.
__ADS_1
" Ya kak, kalau begitu kami istirahat dulu kak, bye bye..."
Panggilan Video pun berakhir...