GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
460 . Tunggu mama nak...


__ADS_3

sesampainya di kediaman Fannan


" Cindy, apa kau tidak merasa bersalah pada adik-adikmu??"


" aku hanya mengambil putraku, aku salah di mana mas??"


mereka pun turun dari mobil dan masuk,ke dalam rumah.


" Kalian sudah pu..... Tidak...tidak....Cindy kembalikan anak ini pada Adikmu...Kembalikan sekarang...!"


tegas Fanya yang terkejut.


" kak, dia anakku....apa kakak tidak bisa menerimanya??" ujar Cindy.


" ini demi kebaikan anak ini, karena aku sangat peduli padanya!"


" hiks hiks...apa semua orang hanya mau membela mereka, aku adalah ibu kandungnya, bagaimana pun aku sudah sangat lama...tidak menemui putraku kak...hiks hiks..."


" hah... sudahlah..." Fanya tidak mau terlalu ikut campur perihal itu.


Cindy menidurkan Dhiren di ranjangnya oh betapa bahagianya dia akhirnya bisa bersama dengan putranya.


Fanya pun berbicara 4 mata dengan adiknya


" Nan, ini tidak baik, tidak seperti itu caramu, anak itu masih asing dengan ibunya, dan juga dirimu, kenapa langsung membawanya kemari,dan lagi yang sudah membesarkannya pasti akan terasa terpuruk.. seharusnya pelan-pelan... jangan langsung ambil, anak itu butuh adaptasi pengenalan dulu, kalian jahat sekali, kalian juga tidak banyak tahu tentang anak itu bagaimana jika terjadi sesuatu Nan...!"


" kak, aku tahu ini agak kelewatan tapi kau tahu, bagaimana aku berusaha membuat Cindy kembali seperti ini, aku tidak ingin dia depresi lagi, dia sudah bisa menerima Dhire. itu sebuah perubahan besar kan???"


" Tapi tidak perlu buru-buru kan, anak itu akan tetap baik dan aman dengan adik Cindy, kalian dekatlah dulu ambil hatinya baru memberikan pengertian...ini salah menurut kakak!"


Fannan terdiam tak bisa berkata lagi karena semua yang di ucapkan kakaknya benar.


" Maaaaas....massssss..."


" Sana temui istrimu..."


" Iya sayang...ada apa??"


" belikan semua keperluan Dhiren dong mas, susu yang paling baik, semua baju ganti, dan juga mainan mas....untuk Dhiren jika menangis kita bisa menenangkan nanti..."


" Baiklah..."


Fannan pun segera pergi membelikan semua keperluan Dhiren.


Cindy kembali menemani anaknya, sambil memperhatikan rupa anaknya yang sangat mirip dengan Martin, Cindy menangis teringat Martin tapi, dia sekarang sudah lebih bisa menerima, dan sekarang dia sudah berkumpul dengan putranya yang sempat dia terlantarkan dan pernah dia sakit.


" maafkan mama sayang, mama sudah sangat jahat padamu... biar kan mama menebus semua kesalahan mama mulai hari ini..."


Dhiren terbangun karena mendengar suara Cindy menangis, dia sangat terkejut melihat tempatnya sangat asing, aroma yang tidak falimliar, dan langsung terkejut melihat Cindy di sampingnya.


Dhiren langsung menangis kencang sekencang-kencangnya.


" Aaaaaaagggg amaaaaa apaaaaaaaaaaaaa oaaaaaaaaaahhhhh....oyaaaaaa...amaaaa...."


Dhiren mencari kedua orang tua dan saudaranya.


" Sayang ini mama nak...ini mama di sini, ini mama yang sebenarnya, mama sayang Dhiren ...."


" Idakkkkkkkkkk.....aaagggggggggggghhh egiiiii egiiiii ammmaaaaaa...apaaaaa....oyaaaa"


Dhiren menangis jungkir jempalik sampai terjatuh dari ranjang, Dhiren meronta-ronta, setiap kali Cindy ingin menyentuhnya Dhiren akan menendang. memukul agar Cindy tidak menyentuhnya.

__ADS_1


mendengar tangisan Dhiren Fanya segera berlari masuk ke kamar Cindy,


" OMG, kau apakan Cindy... kepalanya berdarah!"


" dia mengamuk dan jatuh terbentur kak, hik hiks...tapi tidak mau ku tolong..."


Fanya dengan cekatan menggendong Dhiren yang keningnya berdarah, Dhiren meronta-ronta tak karuan tangissnya benar - benar menyayat hati orang yang mendengarnya


" Cindy panggil dokter cepat!!"


" yayaya..."


Cindy segera memamggil dokter untuk Dhiren, Cindy menangis rasanya hatinya sangat hancur karena anaknya tidak menginginkannya.


" loh kenapa ??"


Fannan yang baru datang...


" mas Dhiren mengamuk dia jatuh dan terbentur..." ujar Cindy gemetaran.


" kenapa kau tinggalkan...???"


" Dhiren di gendong kakak ipar,...aku sudah memanggil dokter..."


" aku buatkan susu dulu untuknya kau tenangkan diri dulu..."


Dokter pun datang lalu segera mengobati Dhiren dengan penuh extra kesabaran karena Dhiren terus mengamuk tak karuan.


" Sudah bu lukanya jangan ke air dulu ya..."


" ya dok terimakasih..."


" Ya, apa anaknya sedang tantrum, itu wajar tapi harus diawasi dengan baik agar tidak membahayakan dirinya...!"


" kalau begitu saya permisi...."


Dokter pun pergi, Dhiren tangisannya mulai melemah karena kelelahan, Fannan pun memberikan Susu pada Dhiren.


" Kak...apa lukanya parah??"


" tidak, sebaiknya kalian pikirkan kembali untuk mengambil anak ini apa kalian tidak kasihan??"


" itu sudah tenang sepertinya, berikan susu ini kakak pasti dia haus karena menangis begitu lama..."


"kau tidak mendengarkan kakak??"


" bukan begitu kak..."


Fanya memberikan susu pada Dhiren yang sesenggukan, Dhiren pun mulai tenang karena mendapatkan susu.


" sudahlah...kau urus istrimu dulu...aku akan menjaga anak ini..."


" ya kak..."


Fanya.membuang nafas panjang karena merasa kasihan pada Dhiren baru tiba sudah terluka


" Kau terkejut pasti nak...maafkan mamamu dia juga ingin dekat denganmu, tapi caranya salah..."


setelah menghabiskan satu botol Dhiren pun tidur pulas


Fanya menidurkan Dhiren kembali' di ranjang,

__ADS_1


dan menunggunya..


tiba-tiba kulit Dhiren keluar bintik - bintik merah dan sangat panas, Fanya mengecek Suhu tubuh Dhiren, sampai 39°c...


" Mampus ini tidak baik...anak ini kenapa???"


" Fanannnnnnn Fannan siapkan mobil..."


teriak Fanya panik menggendong Dhiren keluar kamar.


" Ada apa?"


" ayi kerumah sakit cepat!!!" teriak Fanya.


Fannan dan Cindy segera sigap, mereka masuk ke mobil, Dhiren tiba-tiba kejang-kejang.


" kakak bagaimana??"


Fanya memiringkan tubuh Dhiren agar lidahnya tidak menutup jalan nafas.


" hitung berapa menit dia kejang!" pinta Fanya, sampailah mereka di rumah sakit terdekat,.Dhiren segera di bawa masuk ke Igd, dan segera mendapatkan penanganan.


Cindy terus-menerus menangis,


sementara di kediaman tengah


Anna tidak bisa tidur ketika tertidur dia akan terbangun, kini matanya sudah sangat bengkak karena terus menangis, Nora juga terus menerus rewel.


" Kenapa bangun tidur saja, Nora biar aku yang urus, kau jangan sampai sakit!" ujar Fahad dengan lembut.


" Suamiku, hatiku sangat gelisah, ayo kita ke rumah kakak ipar, Dhiren pasti mencariku , kasihan jika dia tidak berhenti menangis..."


Air mata Anna sampai kering Rasanya tidak bisa menangis lagi, matanya merah.


" Ini sudah malam sayang, besok kita pergi melihat Dhiren..."


" tidak sekarang saja ...aku tidak bisa tenang..."


" Lihat Nora juga rewel, jangan terus menangis Nora juga bisa merasakan apa yang kau rasakan...!"


derrrrrrrttr drrrrrt...


ponsel Fahad berdering ...


" Sayang pegang Nora sebentar ya aku angkat telpon!" Anna segera mengambil Nora.


Fahad segera mengangkat teleponnya di luar kamar.


" ada apa Bang??"


" Had...kenapa kau tidak memberitahu kami jika Dhiren alergi susu sapi???"


" apa???, bang ini juga kalian mendadak mengambil Dhiren istriku menangis tidak berhenti, aku melupakan itu... sekarang bagaimana dengan Dhiren..."


" Kami di rumah sakit Indah permai..."


Fahad segera menutup telponnya, dia tidak bisa menyalahkan Fannan dan juga kakalnya , karena dia juga salah.


" Sayang pakaikan Nora pakaian hangat kita ke rumah sakit...Dhiren masuk IGD!"


" Apa??" tanpa banyak bertanya Anna segera mengambil jaket untuk Nora mengambil mainan kesukaan Dhiren yaitu pistol kecil yang dibelikan oleh Fahad, saat Cindy membawa Pergi Dhiren Anna terus memeluk mainan kesukaan Dhiren itu.

__ADS_1


" Tunggu mama nak..."


mereka segera menyusul ke rumah sakit dengan buru - buru.


__ADS_2