GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
338.Yang slalu di salah pahami


__ADS_3

Yuna pun tiba di gerbang Kediaman Pratama yang cukup besar itu.


Penjaga itu menghadang Yuna untuk masuk.


" Nona,...anda tidak di perbolehkan masuk tanpa ijin!"


" pak...saya mantan istri Fahad, saya sedang ada perlu, tolong lihat betapa sa...sa...."


bruuuuukkk


Yuna berpura-pura pingsan.


penjaga itu pun kebingungan harus bagaimana dengan mengurusinya.


" Mbak Zara, di luar gerbang ada yang mengaku sebagai mantan istri tuan muda, dan dia pingsan bagaimana ini??"


" Aduh, sebentar aku sampaikan pesan pada tuan muda"


" Baik!"


mbak Zara berlari ke ruang baca milik Jovan yang kini di pakai oleh Fahad untuk belajar dan bekerja.


tok tok tok...


" Masuk!"


" Tuan, di depan gerbang ada wanita yang mengaku sebagai mantan istri anda, dan pingsan"


" Ya mbak terimakasih, biarkan saja...katakan pada penjaga untuk membicarakannya , kunci gerbang dan kembali ke pos dalam!"


" Baik!"


mbak Zara pun segera menelpon kembali' penjaga depan dan memberitahu perintah Tuan mudanya.


penjaga itu pun segera mengunci pintu utama itu dan pergi masuk ke dalam.


melihat tidak ada respon apapun Yuna membuka mata dan melihat ke arah pos yang sudah kosong, Yuna segera berdiri dan berkata kasar.


" Brengsekkkk!!!"


sambil menendang gerbang besar itu dengan kakinya karena kesal.


sementara Fahad tersenyum puas melihatnya di Cctv.


" Wanita ****** ini menodai gerbang utamaku, dan mengotori jalan kediaman ini!"


Fahad segera mengambil ponselnya dan menghubungi om kesayangannya yaitu Kenzo tanpa melihat jam .


" ehmmm, kau mengganggu rutinitas malamku Fahad, apa yang kau perlukan??"


" maaf om, apa belum *******?, aku akan menutup telponnya!" Fahad menahan tawanya.


" Katakan apa maumu??"


" lagian om, kalau masih asik bermain jangan hiraukan telponku!"


" Besok aku tidak akan menghiraukanmu!"


" jangan - jangan aku bercanda"


" ach sayang, sebentar....cepat katakan kau membuatku Frustasi...!!"


" Om, tolong ganti gerbang utamaku, dan tolong minta seseorang mengganti aspalnya ya!"


" astaga Fahad kau menggangguku hanya untuk hal itu??, apa tidak bisa di katakan besok pagi!!!" ujar Kenzo emosi.


" Terimakasih om, aku sudahi dulu!"


tuuuuuuuuutttttttttt....Fahad segera mematikan panggilannya.


" Hah, 2 orang itu bergairah setiap hari, membuat orang iri saja!" gumam Fahad kembali mengecek Cctv nya, rupanya Yuna sudah tidak ada lagi di sana.


" Manusia satu itu memang tidan tahu malu, tapi apa tujuannya??" Fahad mencoba menebak namun otaknya terlalu malas memikirkan makhluk astral satu itu, dan kembali fokus pada pekerjaannya.


...----------------...

__ADS_1


Pagi hari,


semua orang terkejut dengan pembongkaran dan pengaspalan jalan utama kediaman Pratama itu.


" Suara berisik apa itu??" Ujar Incess yang terbangun dari tidurnya sampai tidak melihat jika Putra tidur di sampingnya.


Incess keluar kamar, ternyata semua orang terbangun dan segera memghambur keluar melihat kebisingan di luar.


begitu juga kediaman Selatan juga menghambur keluar.


Mbak Zara dan Aina pun juga keluar.


mereka segera menuju jalan utama


" apa ini???" tanya Nathan terkejut.


" siapa yang menyuruh kalian menghancurkan gerbang ??, ini apa lagi kenapa tiba-tiba di aspal??" ujar Chiko.


mereka heboh mempertanyakan pada para pekerja.


" maaf tuan, tapi kami dapat perintah dari tuan Kenzo untuk memperbarui jalan utama dan gerbang utama sepagi mungkin!" ujar pengawas yang mengawasi pekerjaan itu.


" oh oh oh...Ada apa dengan Kenzo, aku akan menelponnya!"


Nathan segera menghubungi Kenzo,


" Ya kak...."


" Kenzo apa yang kau lakukan dengan jalan utama dan gerbang utama ini??"


" tanyakan saja pada keponakanmu yang tampan itu kak ...!"


tuuuuuuuuutttttttttt


mematikan panggilannya secara sepihak.


" Hei kenapa dia malah emosi??"


" apa jawaban Kenzo??"


" apa sih ada apa, kenapa ini maksudnya ulah Fahad??"


" Aina, di mana Fahad??"


" Masih di ruang kerja paman"


" Aku akan meminta penjelasan anak itu, kenapa dia ini semakin ke sini semakin tidak masuk akal??" Nathan segera masuk kekediaman tengah dan menuju ruang baca Jovan.


" Fahad!!!"


" Oh paman ada apa??"


" Itu apa maksudnya di luar sana??"


" Apa paman??"


"Apa??, kenapa jalan kita di aspal?? gerbang utama di ganti??"


" Oh ya maaf paman, tengah malam Yuna datang dan memegang gerbang utama kita dan dia pingsan di jalan utama itu, aku merasa sangat jijik jika harus melewati gerbang dan jalan utama karena sudah di sentuhnya!"


" Apa??" Nathan tercengang dengan jawaban keponakannya itu, itu sangat konyol untuk Nathan.


" Fahad, kau tidak perlu seperti itu nak..."


" paman aku sangat membeci barangku di sentuh oleh wanita kotor itu, sangat menjijikan!" ekspresi Fahad berubah cukup sangat kesal dan tertekan.


" Oh baiklah...paman mengerti, paman akan memberitahu yang lain" Nathan pun keluar dengan memegangi pelipis kepalanya.


" Jovan, aku tak habis pikir dengan anak-anakmu, bagaimana ini ??, aku sangat kasihan pada istrimu!" Gumam Nathan merasa sangat sedih dengan apa yang menimpa keponakannya itu.


Nathan segera memberitahu semuanya pada mereka, mereka pun memahami, dan terpaksa mereka harus menggunakan pintu darurat untuk keluar masuk sementara waktunya.


" Suamiku, apa yang kau pikirkan??"


"Sayang, aku merasa gagal menjadi paman mereka, ..."

__ADS_1


" Apa kau sedang memikirkan Cindy dan juga Fahad??"


" Ya, dia juga anak-anak kita sayang, Vevey sangat sibuk dengan pekerjaan, sampai melupakan anak-anak mereka,...aku juga tidak bisa menyalahkan Vevey, dia hampir depresi saat kehilangan Jovan, dia bisa bangkit dan tertawa itu aku sangat bahagia, tapi sekarang Cindy dan Fahad juga bermasalah...!"


" Sayang, mungkin Vevey akan terkejut dengan keadaan Cindy yang hamil diluar nikah apalagi itu anak Martin, mungkin dia akan marah tapi itu tidak akan berlangsung lama karena Cindy sudah mengandung!"


" Itu mungkin bisa seperti itu, tapi aku lebih khawatir dengan Fahad,..."


" apa yang kau khawatirkan??, dia laki-laki dia tidak rugi apapun mungki hanya beberapa uang saja!'


" Sayang, apa kau tidak memperhatikan mental anak itu??, dia seperti sangat fobia dengan seorang wanita bukan??"


" Dia hanya sangat membenci Yuna, kau jangan berpikir berlebihan ya...aku yakin dia tidak seperti apa yang kau pikirkan!"


" benarkah??, aku khawatir dia tidak mau menikah lagi sayang..."


" Ayolah, keponakanmu tidak sepengecut itu, mungkin saat ini tidak, siapa tahu suatu saat nanti dia membuka hatinya lagi...!"


" Benar juga..."


" Kau harus tenang ya..."


" Ya sayang terimakasih!"


" kembalilah tidur, bahkan matahari belum muncul sempurna "


" aku mau mandi saja, setelah itu mau min kopi!"


" baik aku buatkan kopi untukmu"


Nathan kembali ke kamarnya, dan Savina menuju dapur.


Incess pun kembali ke kamarnya,


" Lah??, abang kenapa aku tidak tahu jika abang sudah pulang??" Incess segera naik keranjang perlahan agar tidak membangunkan Putra yang tertidur.


Incesss memandangi wajah tampan suaminya itu, betapa bahagianya dia mendapatkan pangeran tampan yang gagah itu menjadi suaminya,


dia akan menyesal jika sungguh - sungguh kabur dan menolak pernikahan itu.


" Suara heboh begitu tidak membangunkanmu, apa kau sangat kelelahan??" gumam Incess memandangi Putra dari jarak dekat.


" Ya, dan suara heboh itu mengalahkan keberadaanku di sampingmu!" Putra membuka matanya.


" Hhaaaaaaa??" Incess terkejut melompat kebelakang, dan terjungkal kebelakang, Kaki Incess yang satu masih tersangkut di atas ranjang.


" Sayang kau suka sekali jatuh dari ranjang, ap a itu sangat menyenangkan??" ujar Putra yang melihat saja dari atas ranjang.


" aahhh, kenapa kau tidak mengambil gambarku sekalian lalu kau posting ke media sosial baru menolong ku untuk berdiri???" ujar Incess kesal.


" Itu ide bagus,..." Putra segera mengambil ponselnya dan melakukan apa yang dikatakan istrinya.


" sialan pria tampan memang sangat menyebalkan!!!!" Incess berusaha untuk bangkit tapi sepertinya pinggangnya terkilir.


" oogghhh.... sakitttttttttttttt!" teriak Incesss


" Sayang kenapa??" Putra melempar ponselnya dan segera menghampiri istrinya.


" huhuhu, apa aku akan cacat??" ujar Incess merengek dan merintih kesakitan.


" Aku bantu ayo pelan!"


" Accch, pelan kau memegang bagian yang sakit!!!!"


" Maaf, maaf ,maaf iya aku akan pelan-pelan"


Putra dengan hati-hati memindahkan istrinya ke ranjang.


" Hehehe, tuan Ryu...mohon maklum mereka pengantin baru!" Ujar Nathan yang sedang mengopi dan mengobrol dengan Ryu di taman belakang kebetulan tempat duduk mereka di samping jendela kamar Putra.


Ryu tersenyum dan mengangguk, ...


setelah suara bising proyek dadakan sekarang suara pengantin baru yang meresahkan telinga.


Nathan pun mengajak pindah ke lantai 2, karna tidak enak hati.

__ADS_1


__ADS_2