
Di Jepang.
" Dai...apa yang kau buat sehingga sudah hampir dua hari Sansan tidak bangun sama sekali??"
" anu tuan, sepertinya saya kebanyak memeberikan Chamomile dan Akar Valerian, itu bahan untuk membuat obat tidur, hehehhe....!"
" Lalu apa dia baik-baik saja??"
Dai mengecek nadi Sansan...
" Aman, tuan ...!"
" Baiklah, tolong jaga dia aku ada urusan penting, jika dia bangun segera hubungi aku!"
"Siap....!" Kenzo pun segera pergi karena dia harus segera menyelesaikan urusannya di sini lalu pergi ke +62 .
...----------------...
Mansion Alexcey
" Fahad, apa yang kau pikirkan??"
" Oh maaf nona...!"
" Antar aku ke tempat les sekarang!"
" Baik...!"
" awas saja sampai aku melihatmu melamun lagi!" tegas Diana ketus
" Baik maafkan saya!"
Fahad terganggu dengan seseorang yang sering mengunjungi Yuna, yang di sebut kerabat jauh itu, akhir-akhir ini sangat sering mengunjungi Yuna, namun Fahad mencoba mempercayai Yuna meski pikirannya suka sekali berpikir yang tidak-tidak.
Sudahlah mereka adalah kerabat, sudah semestinya mereka saling menjaga silaturahmi.
dalam hati Fahad mencoba menenangkan hati dan pikirannya.
" Fahad, kau mau membawaku ke mana??, tempat Lesnya sudah lewat!"
" Oh benarkah!?" Fahad melihat sekeliling ternyata dia sudah jauh dari tempat Les nonanya.
" Kau ini kenapa sih???"
" Maafkan aku nona ,banyak pikiran yang menggangguku!"
" Tidak sempat sudah terlambat!"
" Maafkan saya nona, tapi kenapa nona tidak memberitahu saya sejak tadi??"
" aku sudah memanggilmu tapi kau tidak menjawab!, apa kau bertengkar dengan pacarmu??, tetaplah profesional!"
" Ah bukan nona...saya baik - baik saja dengan pacar saya...!"
" Sudahlah jalan-jalan saja, aku akan bolos hari ini !"
" Maafkan saya nona Saya berjanji akan lebih profesional!"
" Baiklah, ini kesempatan terakhirmu, jika kau melakukannya lagi...kau bisa mengundurkan diri!"
" Terimakasih nona, kita mau kemana sekarang?''
" Kemana saja, kemana saat kau biasanya menghilangkan suntukmu??"
" ke hutan nona!"
" What???"
" Saya suka berburu...!"
" Apa itu menyenangkan??"
" Tentu saja, apa nona mau ke sana??"
" Baiklah ayo ke sana!"
" Baik...ke rumah saya dulu nona, mengambil peralatan untuk berburu..!"
" Ehmmm...!"
mereka segera putar balik, menuju kediaman Fahad untuk mengambil peralatan berburu.
" Apa ini rumahmu??"
" Benar...maaf nona rumah saya tidak seluas milik anda silahkan masuk!"
Diana mengekor Fahad masuk ke dalam perumahannya.
" Ini perumahan kan??"
" Benar, silahkan duduk nona !"
" Kenapa rumahmu tampak berbeda sendiri??"
" Saya merenovasinya sendiri!"
"Kau cukup multitalenta, aku suka suasana ini, sangat nyaman...kau bisa bantu merenovasi kamarku lain waktu!"
" Tentu saja nona, minggu depan saya kan sudah di sana, di luar jam kerja saya akan merenovasi kamar nona!"
__ADS_1
" oke!"
"saya berganti pakaian dulu...oh ya, nona juga seharusnya berganti pakaian, masak iya ke hutan mau pakai Dress?"
"aku tidak punya pakaian untuk berburu,kita nanti beli ya,beli di mana??"
" Oh ya nanti mampir ke toko langganan saya!"
" Mmm...!"
Fahad pun bergegas berganti pakaian, dan mengambil peralatan berburunya.
" Nona, ayo kita berangkat...!"
Diana sangat terkejut dengan penampilan Fahad menggunakan satu set pakaian Camo, sepatu boots camo, serba loreng, Fahad tampak berbeda dengan pakaian formal sebagai bodyguard.
" Nona...!" menyadarkan Diana dalam lamunan.
" Oh ayo...!"
" Nona, naik motor saja mau??"
" Baik... tak masalah...!"
" takutnya mobilnya nanti lecet kalau masuk ke hutan!"
" Ya aku akan mengikuti caramu kali ini..!"
" Baik, pakai helmnya dulu kita ke toko membeli pakaian untuk anda!"
menyerahkan helm pada Diana.
" Hmmm,...!"
Diana kesusahan membuka mengait helmnya dia tidak pernah naik motor apalagi memakai helm dia tidak tahu caranya.
" Pffftttt...!" Fahad mengambil kembali helm itu memakaikan ke kepala Diana.
" Maaf nona,...!"
Klik...
Fahad mengunci pengait helmnya.
Fahad memarkirkan mobilnya, dan mengambil motor ninjannya.
" apa tinggi sekali motormu bagaimana aku naiknya!"
" Langsung pijakan kaki kiri nona kepijakan, dan segera duduk, pegangan erat ya nona...mohon maaf sebelumnya!"
Fahad segera menghidupkan mesin motornya suara knalpot motornya menggelegar,
ngreeeeeeenggg....
Fahad memasukan gigi dan mulai menarik gas.
ngeeekkk
Diana yang tidak pegangan dengan benar hampir jatuh kebelakang, Fahad dengan cekatan menarik tangan Diana dan menaruhnya di pinggangnya
" Fahad kau mau mencelakaiku??" Diana menceletuk dengan ketus, padahal tampilan Diana sangat anggun bak seorang putri, namun mulutnya sangat tajam dan sering menyakiti telinga.
" Heheh mana mungkin, saya di bayar untuk menjaga anda nona..., ayo pegangan!"
" Oh nona bisa gendong tas senjata ini di sisi kanan??" Diana menerima tas itu dan menyelipkan ke lengan kanannya.
" sekarang anda bisa berpegangan dengan nyaman!"
Diana ragu berpegang pada pinggang Fahad, itu pasti akan menempel pada Fahad.
" Nona jangan salahkan aku jika anda jatuh!"
ngreeeeng...
situasi sama terjadi, Diana segera memeluk erat pinggang Fahad agar tidak jatuh.
" Fahad kau sengaja!!!" Diana sangat marah namun di tahannya karena motor Fahad melaju cukup kencang.
Sialan Fahad apa ini caramu menjaga anak orang?
Oh Tuhan, ...ini lebih menakutkan dari pada bunuh diri.
dalam hati Diana.
Diana memejamkan matanya sepanjang perjalanan ,itu lebih menakutkan dari pembulian yang ia dapatkan, air matanya menagalir cukup deras.
Ciiiiittttt...
" Sudah sampai nona...!"
tangan Diana masih memegang erat pinggang Fahad.
Melihat tangan Diana gemetaran Fahad tertawa
" Hahahahah....nona apa kau takut??"
perlahan melepas tangan Diana.
" Nona apa kita pulang saja??, anda sepertinya sedang tidak baik!"
__ADS_1
" Breeeengsek, lihat saja aku akan mengulitimu!"
" pffft ayo nona...!" Fahad melangkah mendahului Diana.
" Fahad berennnsekkk bagaimana aku turunya???!!!" teriak Diana sangat kesal.
" Pffffffft, astaga aku lupa, nona tidak terlalu tinggi ...!" Fahad segera mengangangkat pinggang Diana menurunkan dari motor.
" Ini bagaimana melepasnya??"
Fahad segera melepas pengikat helm itu, lalu menggandeng Diana masuk.
" Tuan Fahad lama anda tidak datang!" Sambutan hangat dari pelayan toko, ya toko itu milik ayah tirinya Hirosan.
" Tolong berikan set untuk nona ini...yang terbaik!"
" Tentu saja tuan!, mari nona ikut kami...!"
Toko ini kan untuk kalangan menengah ke atas, dan pelayanan di sini sangat ramah, sepertinya pelayan di sangat menghormati Fahad.
dalam hati Diana.
" kakak, apa Fahad pelanggan setia di sini??"
" Heheh, bisa di bilang begitu nona!"
" berapa harga baju paling murah di sini??"
" Kami hanya menetapkan satu harga, tidak ada yang murah atau mahal...!"
" Apa maksudmu barang - barang di sini limited??"
" Benar nona, coba kenakan yang ini nona, sepertinya ini ukuran yang pas untuk anda!" menyerahkan set baju, sepatu !"
Diana segera masuk ke dalam kamar pas,
Setelah selesai memakai Diana segera keluar.
" Wow nona sangat keren!"
" Berapa harga baju ini, 799$ nona....!"
" Apa???" Diana melongo.
" Itu baru bajunya nona hehe!"
" Sepatunya berapa??"
tanya Diana lirih.
" Hanya 499 $ nona...!" dengan senyuman ramah.
" Hanya???"
ini satu set pakaian dan sepatu satu kali gaji Fahad beserta bonus, gila dia memiliki selera sangat tinggi, ini untukku yang hanya di pakai sekali sangat mahal.
dalam hati Diana, bukannya tidak mampu membayar, hanya menyayangkan saja.
" Nona, mari tunjukan pada Tuan!, anda adalah wanita pertama yang di ajak kemari, anda pasti kekasihnya!"
" Eh apa yang kau bicarakan??"
" Oh maafkan saya karena terlalu banyak bicara!" menggandeng Dian keluar dan menunjukkan pada Fahad.
" Tuan, lihat nona sudah menemukan ukuran yang pas untuknya!"
" Wahh... nona anda sangat berbeda !"
" Tapi ini aku tidak cocok!"
" Ini sudah sangat bagus, nona kiky katakan pada bosmu yang ini aku ambil, aku pergi dulu!"
" baik Tuan...hati - hati di jalan!"
Fahad menarik tangan Diana keluar dari toko.
" Fahad, kita belum bayar...!"
" Sudah nona, aku yang akan bayar!"
" Mana boleh ini sangat mahal...!"
" Tidak itu murah, ini pakaian dengan Safety terbaik untuk berburu...!"
" Apa kepalamu sakit??, sepatu 499 $, baju 799 $, dari mana murahnya??"
Anjay aku lupa, untuk hal itu, dia akan tahu identitasku jika aku tidak mencari alasan yang tepat.
" Mungkin anda salah dengar nona...!"
" Itu hanya, 149$ dan 179$ saja...!"
" Benarkah??, oke mungkin aku salah dengar...aku akan menransfer padamu nanti..!"
" Tidak usah nona, sekarang mau lanjut tidak??"
" Aku sudah begini apa harus pulang??" balik bertanya.
" Oke...kita lanjut!" Fahad baru pertama kali mengajak seorang wanita berburu, Fahad tidak menyangka jika Diana yang akan menemaninya berburu, bukan Yuna.
__ADS_1
Yah, andaikan Yuna memiliki sisi sedikit keras dan pemberani, aku akan mengajaknya berburu, naik gunung, dan berpetualang kemana pun, tapi melihat kondisi Yuna sekarang juga tidak mungkin, tapi jika nanti dia bisa berjalan lagi aku akan mencobanya mengajak naik gunung dulu hehehehe...
dalam hati Fahad yang slalu mengingat kekasihnya meskipun di sampingnya kini ada seseorang yang lebih sangat cantik dari Yuna, namun itu tidak mempengaruhi posisi Yuna di hati Fahad.