
Dan hari pernikahan Putra pun tiba.
Semua keluarga datang, ke Pesta pernikahan yang cukup megah itu.
Sansan datang bersama dengan Kenzo dan Lily.
Suhail bersama dengan Calon istrinya, Fathia.
Cindy bersama Fahad dan juga Aina begitu juga dengan Vevey dan Hirosan.
semua keluarga Pratama berkumpul kecuali Julius.
Putra sudah berada di altar lebih dulu, menanti calon pengantinnya tiba, hati Putra sudah jedag jedug tak karuan, dia was-was bagaimana jika Incess kabur, dan berubah pikiran.
" Boy...tenanglah boy...!" ujar Nathan menenangkan Putranya.
" Dad, bagaimana jika menantumu kabur...!"
" Itu deritamu boy, hahahaha!"
" Oh Dad tidak lucu!"
" Siapa suruh kau mengerjainya!" sahut Savina.
" Abang, apa kau benar-benar gugup??" Goda Julia.
Setengah jam menunggu dengan gelisah, akhirnya klakson mobil pengantin pun terdengar , hati Putra langsung lega .
terlihat Derry keluar lebih dulu dari mobil, disusul dengan Incess yang benar -benar terlihat seperti Princess, sangat cantik seperti boneka Berbie, semua mata tertuju pada pengantin wanita .
" Kakak iparku ini toh??" Gumam Suhail juga terpesona oleh kecantikan kakak iparnya, pantas saja Abangnya mau menerima perjodohan ini.
" Pasti sangat cantik ya Suhail??" tanya Fathia.
" Tapi masih sangat cantik Fathia di mataku!"
ujar Suhail mengusap kepala Fathia.
Sementara Sansan dan Sasha tanpa sengaja kompak bersuit dengan keras menggoda pengantin wanita yang lewat.
Sansan dan Sasha pun saling berpandangan karena melakukan hal seperti itu dengan kompak tanpa sengaja.
Chiko dan Kenzo hanya tersenyum.
" akhirnya abang menikah!" ujar Fahad
" abang Putra sangat tampan ya Had!" Sahut Cindy.
" Iya mereka sangat keren...!"
" Aduh, mereka seperti di dongeng pangeran dan putri versi nyata...!"
sambung Aina.
Dan sampailah Incess ke atas pelaminan, Incess hanya menunduk tidak berani memandang wajah calon suaminya.
Saat nama Putra di sebut untuk mengucapkan sumpahnya, baru Incess menoleh ke arah pria yang bersanding dengannya itu.
oh betapa terkejutnya Incess melihat Putra bersanding dengannya di pelaminan, sampai Incess menggosok -nggosok matanya seakan tak percaya, jangan-jangan dia sedang berhalusinasi.
bagaimana bisa abang Putra ada di sini??
apa doaku semalam terkabul?
dalam hati Incess.
Keluarga Nathan tertawa melihat tingkah mempelai wanita,...
" Princess Hans.... princess Hans...!"
" Oh yaya....ya mau bersedia - bersedia!"
Hahahaha semua tamu tertawa...
Incess masih melihat wajah Putra lekat-lekat, kalau benar saja dia berhalusinasi.
__ADS_1
Sampai tanpa di sadari oleh Incess, mereka sudah sah, menjadi pasangan suami-isteri.
" Huuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaa" semua bersorak gembira.
" Cium...ciummm...ciummmm..."
Putra tersenyum sangat puas, karena Incess akhirnya resmi menjadi istrinya, Putra memakaikan cincin yang di design oleh Sasha ke jari manis Incess .
" Benar - benar indah di jarimu istriku...kau sekarang adalah istriku, ingat istriku...!"
Betapa tampannya putra, dengan dengan seragam perwira nya, gagah dan sangat menyihir Incess, ciuman manis itu dilabuhkan Putra dengan sukses pada bibir Incess yang hanyut dan pasrah pada ketampanan suaminya itu.
Incess berharap jika memang ini halusinasi maka biarkan dia berhalusinasi terus menerus.
sorakan gembira dan tepuk tangan bahagia pun terdengar, lanjut dengan tradisi sangkur pora mereka jalani , dan lanjutan-lanjutan acara yang sudah tersusun.
setelah acara selesai, acara bersantai keluarga moment mengabadikan berfoto dan ucapan-ucapan selamat pun juga hampir selesai sebagian tamu undangan sudah pulang kini tinggal keluarga inti saja.
" Selamat atas pernikahan tuan muda tertua di keluarga Pratama, maaf karena terlambat, pesawat kami salah lepas landas!"
Semua keluarga Pratama terkejut dengan kehadiran Alfred namun sebagian juga bingung karena tidak mengenal Alfred.
" Maaf anda siapa??" ujar Putra yang tak tahu rupa raja negara F.
" Yang Mulia???" Julia mendekati Alfred
" Julia, kau semakin cantik!" puji Alfred tanpa malu.
"Hei, Raja Gila...kau benar-benar datang??" sahut Sansan dari jarak cukup jauh.
" Ya tentu saja, ...apa kabar nona Tasya, kau terlihat sangat baik!"
" terus saja ...!"
" Ehmm...!" Alfred mengangguk.
" Laksmana apa kedatangan saya mengganggu??" Tanya Alfred
" Mana mungkin, Putra, dan semua ini adalah Raja dari negara F, beberapa hal membuat kita menjadi mengenal baik Raja ini, Yang Mulia ini Putra dan menantu saya, ini anak kedua saya dan calon istrinya, dan beberapa dari mereka adalah adik dan keponakan saya, semoga anda bisa berbaur dengan baik, ayo silahkan duduk...!"
Melihat Nathan Incess langsung tersadar, lalu melihat ke arah Putra.
" Ahahaha Incess kita akan jelaskan nanti ya, berhubung masih ada tamu!" ujar Nathan nyengir.
" Baik,...!" Incess pun mengangguk
" Laksmana bolehkah saya meminta Julia menemani saya??"
" itu tolong tanyakan pada putri saya sendiri Yang Mulia!"
" Julia, apa kau mau menemaniku??"
"Baik Yang Mulia!" Julia tidak keberatan karena Alfred sangat baik padanya saat dia berada di negara .
Mereka tahu tujuan Alfred jadi membiarkan Julia dan Alfred memiliki waktu dan ruang untuk berbincang, sedangkan yang lain melanjutkan perbincangan masing-masing.
" abang, kau pembohong...!" ujar Incess sangat kesal dengan wajah menunduk.
benar dia itu sudah jatuh cinta dengan Putra, tapi tidak di sangka Putra membodohinya selama ini, Incess sangat lega juga sangak kesal sekali dengan putra, dia seperti orang bodoh yang dipermainkan oleh Putra.
" Incess, jika acara ini selesai kita bisa bicarakan semua oke??!"
Namun Incess hanya diam membisu, Putra pun tidak mendesak Incess karena dia tahu memang itu juga akan membuatnya kesal jika dia diposisi Incess.
" Cin, kenapa kau terlihat gemukan??, apa kau ini hanya makan tidur saja setelah adikmu mengurus semua bisnis papah??"
" Heheh maaf ma... ternyata bersantai cukup enak, Cindy keblabasan!"
" Dasar, bagaimana bisa kau tidak memperhatikan penampilanmu, kau harus diet ...!" ujar Vevey.
" Yayay ma!" Cindy hanya meringis dan keringat dingin menguasai tubuhnya.
Fahad pun mencoba mengalihkan Vevey dengan membahas beberapa masalah pekerjaan sedikit .
hingga acara pun selesai mereka segera kembali ke rumah masing-masing.
__ADS_1
" Yang Mulia, apakah ingin bermalam di gubuk kami??" Tawar Nathan.
"boleh, karena aku sangat lelah!"
" Baik, ...kami akan menyiapkan tempat untuk anda,... Julia temani Raja dulu!"
" Baik dad!"
Savina menarik Nathan masuk ke dalam kamarnya,
" Sayang apa yang kau lakukan??, dia mana bisa tinggal di sini!"
" Ayolah, aku tahu apa yang kau khawatirkan..
jangan begitu sayang...!"
" Ah, aku hany sangat kesal karena di negaranya putriku terluka!"
" Iya, lupakan itu karena itu bukan Raja itu yang melukai putri kita!"
" Hah, tetap saja aku kesal!"
" Sudah-sudah tenanglah...jangan terlalu memperlihatkan ketidak sukaanmu!"
" Iya,...!" Savina pun menurut.
Di kamar Pengantin
" Sayang, ...kenapa kau tidak berganti pakaian??"
" Abang, kau berhutang penjelasan padaku!"
Putra duduk di samping Incess, namun Incess bergeser menjauh, Putra pun mendekat lagi, Incess bergeser lagi,
Gedubraggg....
"Agggghhhh"
Incess terjatuh karena kehabisan tempat duduk di ranjang .
suara teriakan Incess pun terdengar sampai keluar.
" Aih, Putramu sangat tidak sabaran!" ujar Nathan salah paham.
" Itu sama sepertimu!" Sahut Savina.
" Malam belum tiba dia sudah melakukan malam pertama!"
" Hihihi, dia pria sejati rupanya!"
" Aih sebaiknya aku tegur agar tidak keras-keras, mereka terlalu bersemangat!"
"Sudahlah, diganggu itu tidak enak, itu adalah hal wajar !"
" Hah, baiklah, ...aku akan menemani raja itu dulu, sayang tolong siapakan makan malam ya!"
"iya sayang!"
Nathan segera menyusul ke ruang tamu sedang Savina menuju dapur.
" Ah, mohon dimaklumi Yang Mulia pengantin baru!"
" Saya mengerti!"
"itu apa abang bertengkar dengan kakak ipar?" Tanya Julia polos.
" Iya biarkan saja mereka menyelesaikan gulatnya nak, itu urusan rumah tangga abangmu!"
Julia pun mengangguk.
Sementara di dalam kamar
" Sayang apa kau baik-baik saja??"
"Baik-baik saja kepalamu, bokongku sangat sakit, kau sangat sengaja!"
__ADS_1
Putra menahan tawanya dan membantu Incess berdiri.
Sambil meringis kesakitan, Incess berdiri di bantu oleh Putra .