
" Dia sendiri tanpa penjagaan?"
" Ya, dia datang dari Indonesia Seorang diri!"
" Kenapa bibi membiarkannya, dia masih di bawah umur pula...!"
" Bukankah Julia juga sempat menjuarai bela diri?"
" Ya, tapi ini bukan tempat yang mudah untuknya bermain...!"
" Apa kau ingin aku mengatur orang untuk menjaganya diam-diam??"
" Ehmmm...ya pastikan dia slalu dalam keadaan baik!"
" Bagaimana jika aku yang akan menjaganya?"
" Kau...!"
"Ayolah...Martin beri temanmu kesempatan...!"
" Kau keras kepala...!"
" Hmmm...bolehkan??"
" Ya sudah aku titipkan Julia padamu...!, awas jika sampai dia terluka sedikit!"
" Beres bos...!"
"kalau begitu aku kembali ke tempat Renata dulu...!"
" Jika kau mau masuk lewat samping kiri, di sana halaman belakang, kau bisa lewat sana untuk masuk diam-diam!"
" Kau, benar - benar mengerikan... !"
" Aku juga memastika. adikmu baik broooh...!"
" Ya sudah aku duluan!" Martin segera meninggalkan Sahabatnya si Aka itu.
Akan mencari tempat tinggal yang dekat dengan Julia.
Julia pun keluar ke supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan untuk dia makan sehari - hari, karena ternyata makanan di negara itu tidak cocok di lidahnya.
Aka berjalan mendahului Julia,
boookkkkk....
Aka sengaja menjatuhkan dompetnya di depan Julia, dengan segera Julia mengambil dompet itu dan berlari mengejar Aka.
" Permisi...tuan...tuan...!"
" Oh ya??"
" Ini milik anda...!" menyodorkan,namun aka tidak langsung menerimanya, aka meraba-raba sakunya, baru Aka tersenyum lebar.
" Oh nona... terimaksih banyak...!" mengambil dompet dari tangan Julia.
" Sama-sama tuan...!"
" Nona, biar saya yang bayar belanjaan anda sebagai ucapan terimakasih!"
" Tidak perlu tuan, permisi...!"
Julia segera menuju kasir.
Aka masih setia berdiri dibelakang Julia,
Saat semua sudah selesai dihitung, Julia meraba-raba tasnya, dengan ekspresi terkejut Julia segera membongkar tasnya.
" Ada apa nona??"
__ADS_1
" Kenapa dompet ku hilang??" masih mencari - cari.
" Sudah biar saya bayar lebih dulu nona, karena dibelakang sudah mengantri banyak!"
Mau tidak mau Julia pun mengangguk pasrah, setelah selesai di bayar mereka segera keluar dari supermarket.
" Tuan, mungkin dompet saya tertinggal di penginapan...!"
" Mari saya antar nona...!"
Aka pun mengantar Julia, sampai ke rumahnya.
" Tuan tunggulah sebentar saya akan cari dompet saya dulu...!" Julia sedang segera berlari masuk dengan buru-buru.
Aka hanya tersenyum, sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya,
Hehehe ...maaf Julia...
dalam hati Aka.
Aka melempar dompet Julia di depan pintunya.
setelah menunggu beberapa lama, Julia pun keluar.
" Tuan, sepertinya dompet saya hilang, bisakah saya meminta norek anda ,saya transfer sekarang...!"
" Nona tidak usah begitu sungkan, sesama turis di sini saya mengerti kesusahan anda...tak menyangka kita satu wilayah, saya berada di utara sana!" menunjuk tempat tinggalnya.
" Oh, tuan juga menghadiri undangan bisnis??"
" Saya hanya menemani teman saya nona, saya bosan jalan-jalan dan niat hati ingin mencari makanan yang cocok dilidah, tapi ternyata tidak ada yang cocok!"
" Wah, sama Tuan, kalau begitu bagaimana jika sebagai ucapan terimakasih saya buatkan makanan untuk anda, tapi saya orang Indonesia, anda orang Malaysia kah...??"
" Tidak saya juga sama dengan anda... hanya saja saya terbiasa dengan bahasa melayu...!"
" Oh, apa anda bekerja di Malaysia??"
" Oh itu memang dekat dengan Malaysia...ayo tuan masuklah...!"
" Saya tunggu di luar saja...nona...!"
" oh kalau begitu aku akan memasak di halaman luar...!" Julia Segera berjalan masuk namun saat di pintu dia menemukan dompetnya.
" Loe??, tadi tidak ada loe....! apa aku yang tidak begitu memperhatikan?" Julia mengambil dompetnya dan membuka.
Udara di sini sangat dingin, tapi dompet ini sepertinya baru terjatuh, jika terjatuh dari tadi pasti sudah sangat dingin.
dalam hati Julia merasa janggal.
Namun Julia tidak terlalu memikirkannya, dia segera masuk mengambil beberapa perlengkapan memasakannya dan juga bahan-bahan makanannya
"Tuan, maaf bisakah bantu saya membawa meja di dalam keluar??" ujar Julia.
" Oh baik...!" dengan segera mengeluarkan meja yang ada di dalam.
" Apa lagi yang bisa saya bantu nona??"
" sudah, anda hanya perlu duduk saja... menunggu masakan saya selesai...!"
" Saya jadi tidak enak bagaimana jika saya, membantu anda??"
" boleh...apa yang bisa anda lakukan tuan??"
"Nona, bolehkah saya tahu nama anda?"
" iaa...panggil saja iaaa...!"
Julia tidak pernah memberitahu nama aslinya pada orang yang baru dikenalnya.
__ADS_1
" Ah, nona iaa...anda bisa memanggil sayaa Aa...!"
" Ha??? kenapa nama panggilan kita sama - sama huruf vocal... Tuan Aa...baiklah!"
" apa andan suka sayur??"
" sangat suka nona Iaa...!"
" Hemmm...saya tidak makan nasi banyak tuan, saya sangat suka salad sayur dan beberapa daging panggang atau seafood!"
" anda menjaga penampilan rupanya...!"
" sebenarnya lebih ke hidup sehat saja, tapi dapat bonus penampilan!"
" Memang wanita Genius...saya tidak begitu suka sayur, tapi saya akan coba makan...!"
" Tenang saja tuan, saya akan masak banyak makanan untuk anda...bisakah anda membantu saya memotong daging seperti ini, saya akan mengolah sayurnya dulu...!"
" Tentu saja...!" Aka segera mengambil alih memotong daging sesuai yang di contohkan Julia.
setelah bersibuk satu jam lebih,makanan pun selesai mereka menata dengan sangat rapi di meja.
" Wah, anda sangat pandai memasak nona...pantas saja anda mendapatkan undangan dari Raja...!"
" Memasak itu hobby saya Tuan apalagi membuat Kue...!"
" Hobie yang menghasilkan...saya sangat terkesan pada anda yang masih sangat muda!"
" Terimakasih atas sanjungannya,mari kita makan tuan...!"
" Ah, baik...!" Mereka berdua makan sambil mengobrol cukup banyak.
" Nona maaf karena saya terlalu rakus karena masakan anda tidak bisa ditoleransi untuk makan sedikit!"
" Itu saya justru sangat senang tuan, terimakasih karena menghargai masakan saya dengan menghabiskannya!, oh ya apa anda ini anggota??"
" Oh?? ehmm tidak nona...!"
" Oh saya kira, karna cara makan anda sama seperti abang dan daddy saya heheh...!"
" oh bukan bukan saya hanya rakyat jelata!"
sambil membantu membereskan.
" aih...Jelata!"
" Heheh...saya pernah makan masakan jawa di resto cukup terkenal, masakan anda tidak jauh beda dengan masakan resto itu...!"
" Hahahhaha tentu saja dia sepupu saya Tuan...!"
" Oh benarkah ??" Pura-pura terkejut.
" sebenarnya dia yang mendapat undangan namun sepupu saya ada kendala yang harus ditangani, makanya saya yang datang untuk memenuhi undangan ini Tuan...!"
" ah begitu...sudah takdir anda untuk datang ke sini dan bertemu saya..., oh ya nona karena hari hampir gelap saya mohon undur diri, takutnya teman saya mencari-cari saya!"
" Oke tuan hati-hati dijalan ya... terimakasih atas kebaikan anda!"
" Saya juga nona, jika begitu saya pergi!" Aka segera pergi dengan kilat.
Julia menghirup dalam-dalam udara seketika itu, lalu Julia segera masuk ke dalam dia mengambil dompetnya kembali dan mencium dompet itu.
" Wangi yang sama, sebenarnya siapa Tuan Aa ini??, dia memiliki motif apa???"
Gumam Julia berpikir.
Maklum yea boook anaknya Jhonatan gitu Loeh jadi dia itu tidak mudah di bohongi gitu loe....
Bersambung yea
__ADS_1
like dan komen jangan lupa