
Di pagi buta...
Alfred sudah siap dengan samarannya dan juga Dans.
keduanya sudah menunggu di gerbang utama.
" Yang Mulia anda ada pertemuan jam 9 pagi, saya harap anda tidak absen lagi!"
" ayolah Dans...jangan seperti itu, aku sungguh ingin mengejar Julia, dan mengawasinya!"
" Biar saya saja Yang Mulia, anda tetap di istana!"
" Tidak, pokoknya aku mau mengikutinya diam-diam!"
" Tapi ini terlalu pagi Yang Mulia!"
" Aku tidak mau kelewatan, biar saka menunggu di sini sampai dia keluar!"
" huh... baiklah Yang Mulia!"
sungguh berat menjadi Dans, ...
" Oh ya Dans, bagaimana apa Sansan sudah memberitahu maunya??"
" kata Nona, sementara ini belum membutuhkan apa-apa!"
" oh....begitu ya sudah...tak apa-apa,berarti dalam kata lain dia masih ingin melihat seberapa keras aku berusaha!"
" Bisa jadi Yang Mulia!"
mereka berbincang sampai matahari muncul,,,
tak lama mobil yang di tumpangi Julia pun keluar.
Alfred memintanya untuk mengikuti perlahan, Julia tidak mau di antar sebenarnya tapi Alfred memaksanya.
akhirnya Julia mau dan harus dengan mobil biasa saja, jika tidak dia tidak mau.
akhirnya Alfred membeli mobil biasa untuk Julia.
Mobil Julia berhenti di pasar tradisional,
mereka segera turun dan berjalan-jalan senang di pasar.
keduanya mencoba makanan pinggiran, membeli beberapa pernak-pernik cukup banyak, semua yang Julia suka, Julia beli, begitu juga Anggita.
" Yang Mulia, calon ratu kita sangat merakyat, dia suka menghabiskan uang di pasar, jika itu nona Sansan dia akan sebaliknya menghasilkan uang banyak hehehe!"
" Ohya, benar Julia ini sengaja membeli untuk membantu perputaran dagang rakyatku, dia hanya membeli di tempat yang sepi, dan jika itu Sansan, bukan pasar ini yang jadi sasarannya tapi di ibukota dan targetnya adalah pedagang besar, bukan pedagang kecil seperti ini!"
" Keduanya sangat berbeda dengan keunikan masing-masing!"
" Nona Sansan saat di sini, hampir membuat semua pejabat nakal, jatuh miskin...aku penasaran apa yang akan di lakukan Nona Julia di sini??"
" Nona ,nona cantik, apa kalian ingin kami temani jalan???"
tiba-tiba ada gerombolan pemuda yang mendekati Julia dan juga Anggita...
" tolong jangan menghalangi jalan kami!' ketus Julia
" Hei galak sekali rupanya, tenang saja, ayahku adalah pejabat di sini, jika kau mau aku bisa membelikan apa yang kalian mau, asal ikut dengan kami!"
__ADS_1
" tapi saya masih mampu membelinya sendiri, terimakasih ayo Anggita!"
" Hey, kau jangan sok jual mahal, bagaimana bisa kau menolak penawaranku??"
" Kalian cepat seret temannya, tidak ada yang boleh menolakku!"
" tidak lepaskan!" Anggita berusaha meronta agar terlepas.
Alfred segera berlari menghampiri gerombolan pemuda itu.
namun rupanya Julia bisa mengatasi dirinya sendiri.
Dengan gerakan tiba-tiba, Pemuda itu terbanting ke tanah, Julia langsung menendang orang-orang yang memegangi Anggita.
" Dans maju, cari tahu, mereka anak dari pejabat mana???"
Dans segera mendekat segerombolan pemuda itu, dan menghajar mereka dengan babak belur lalu pergi sebelum ketahuan oleh Julia.
" Eh loh kok hilang, ,,??" gumam Julia
" Nona, kita kembali saja yuk!, Anggita takut!"
"tenang saja aku akan tetap menjagamu!"
" seharusnya aku yang menjaga anda nona!"
" Sudah lupakan,,,ayo lanjut hanya orang - orang manja mau mau mencari masalah denganku!" ujar Julia tidak takut.
" Tapi siapa yang menolong kita tadi??"
" siapa lagi, bukankah dari postur tubuhnya jelas itu pengawal pribadi Yang Mulia??"
" Ha???"
" sudah tidak usah kamu cari, abaikan saja, terserah mereka mau yang penting tidak mangganggu kesenangan kita!"
" Oh baiklah....!"
" Lalu kakak Fahad kemana ya??"
" Dia pasti juga jalan-jalan, yang jelas membuka usaha itu harus menguasai tempatnya, dia sedang mempelajari budaya negara F lebih dulu!"
" apa akan lama di sini??"
" Pastinya, Fahad sekarang tidak pernah sembarangan mengambil keputusan, dia sangat berhati-hati sekali, tapi baguslah!"
Anggita dan Julia benar - benar menikmati hari mereka dengan sangat gembira.
" Yang Mulia apa kita akan mengikuti nona sampai kembali??"
" Ya, sepertinya aku tidak perlu khawatir tentangnya...dia anak seorang Laksamana, kita kembali saja!"
Alfred pun memutuskan kembali.
" Nona sepertinya Yang Mulia sudah tidak mengikuti kita lagi!"
" baguslah..."
" Nona bolehkah saya bertanya??"
" Apa nggit??"
__ADS_1
" Nona lebih memilih Tuan Ryu atau Yang Mulia???"
" hei apa yang kau bicarakan??, kenapa aku harus memilih??"
" sepertinya Yang Mulia sangat menyukai anda,...apa anda tidak tahu??"
" Tidak tahu Nggit, aku sedang tidak ingin memikirkan cinta, aku ingin menikmati masa mudaku, setelah aku bekerja keras aku juga ingin menikmati semua jeripayah ku!"
" memangnya kalau mengenal cinta tidak bisa menikmati jeripayah nona??"
" Hahahaja, anak bodoh ini, kenapa kau sangat ingin tahu rencana kedepanku??"
" heheh, penasaran nona...tapi kalau nona tidak mau berbagi juga tak apa!"
" oke aku akan ceritakan padamu mengingat kau adalah orang dekat sepupuku,Ya untuk Ryu aku sedikit tertarik karena aku bisa membicarakan semua hal begitu luas, dia juga orang biasa , jadi dekat dengan orang seperti itu lebih nyaman saja, tapi aku tidak mengembangkan perasaanku dengan jauh,aku baru mengenalnya sebentar, jika dengan Yang Mulia dia sungguh pria yang baik, bijaksana, dan juga konyol, benar-benar pria yang bisa meratukan seseorang, tapi aku tidak beraniat menjalin hubungan dekat dengannya, sebatas ini saja, aku seorang wanita, keputusanku dalam mencari seseorang pendamping itu tidak bisa sembarangan, karena masa depan anak-anakku tergantung pada keputusan yang ku ambil di masa mudaku....!"
"Nona anda sangat bijaksana...!"
" Tapi memang takdir siapa yang tahu, terkadang kita sudah berhati - hati tapi tetap tidak bisa menghindari!"
" Nona saya semakin mengaggumi keluarga Pratama sungguh menarik!"
" Apa yang menarik??, coba kau katakan padaku!"
" Seperti tante kecil dia seseorang yang begitu pemberani, dia bisa dikatakan penuh siasat dalam keadaan apapun, dan juga sangat genius dalam pengobatan, lalu saya mengenal Nona Cindy, wajahnya sangat jutek, tapi dia memiliki gaya berbicara yang membuat orang lain nyaman, dia sangat baik hati, lalu dengan nona Aina, dia sedikit memiliki aura berbeda dari yang lain, lemah lembut, sangat sopan, tapi cukup tekun dalam suatu hal, dan dia tidak pandai berbohong, lalu dengan anda...anda terlihat sangat elegan, tenang, tapi bisa melakukan banyak hal, dan terlalu bijaksana untuk menjadi seorang wanita, ahhhhhh kalian sangat hebat!" ujar Anggita mengaggumi.
" oh ya??, apa yang kau katakan tepat, itu semua hal yang baik.... coba katakan pasti ada hal buruk dari kami yang kau lihat!"
" Apa??"
" Katakan !!!"
" apa boleh, membicarakan keburukan orang lain nona??"
" Tidak apa-apa, nanti bertobat saja kamu setelahnya hahahah!"
" ih nona...tapi kalau boleh mengatakannya, untuk tante Sansan, dia sangat ceroboh dan pembuat onar!"
" ya, benar lalu kalau Cindy??"
" Dia sangat bucin, takutnya itu akan merusak akal sehatnya!"
" Wah benar, lalu bagaimana dengan Aina??"
" Dia sangat mudah dibohongi"
" hahahahah, ya lalu aku??"
" nona, tidak berperasaan untuk masalah hati"
"hahahha, apa?????"
" maaf jika itu salah, tapi nona sangat tahu jika Yang Mulia menyukai anda, mungkin tuan Ryu juga tapi nona seakan pura-pura tidak tahu,jadi mereka menganggap bahwa anda masih terlalu dini untuk memahami, padahal anda sudah tahu hal itu...!"
" Anggita, ...kau kau..."
" Maaf, maafkan aku nona jika sembarangan "
" Tidak, aku tahu kenapa Fahad sangat percaya padamu!, kau memang harus di asah lagi, Fahad pasti melihat sesuatu yang menarik darimu!"
" Ha???"
__ADS_1
" Sudah lupakan, kita lanjut belanja dan pulang!, aku hampir lupa tuan putri kan datang hari ini, ayo belikan dia sesuatu juga!"
mereka segera memuaskan jalan-jalannya dan segera kembali ke Istana.