GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
450. Membujuk


__ADS_3

" Tak tersisa??"


" Sudah kan sudah selesai, aku mengatasi semua dengan tuntas tanpa meninggalkan tunasnya di masa depan!"


" Benar Yang Mulia, itu benar...."


ujar Dans membetulkan.


" Kau jangan pikirkan itu, Julia sudah di ruangan sebelah dengan Sansan!" ujar Zayan menghibur Alfred yang masih sangat syok itu.


wajah Alfred langsung berubah lagi, terlihat dia tersenyum senang.


Selamat untung ada Julia, jika tidak aku bisa ditahan di sini untuk menjadi orangnya berdalih hukuman ringan untukku, hoh jika itu terjadi maka Natali keburu kabur dengan pria lain.


dalam hati Zayn.


" Dans panggil mereka ke sini..."


perintah Alfred senang.


" Baik..."


Dans pun segera memanggil Julia dan juga Sansan ke tempat tinggal Rajanya.


Alfred menggendong putranya, bersiap untuk menunjukan putranya pada Julia.


" Yang Mulia, kami datang!" ujar Dans.


" Masuk..."


ketiganya pun masuk, Alfred sangat senang bisa melihat Julia yang semakin cantik itu.


" Apa kabar Juli dan Sansan..." sambil sengaja memperlihatkan bayi dalam gendongannya.


" Baik..." jawab Sansan...


" Aku jug....ooooooomoooo anak siapa ini Abang??" Julia langsung mendekati Alfred yang menimang putranya.


Sansan memberikan kode pada Alfred.


" Dia putraku Juli...aku mendapatkannya dari hasil IVF...lihat aku punya putraku meski aku tidak memiliki seorang istri di sampingku...lihat Juli dia sangat tampan bukan??"


" Dia sangat menggemaskan, boleh aku menggendongnya abang??"


" tentu saja...!" Alfred dengan senang hati memberikan putranya pada Julia.


" Julia, aku membawamu ke sini, karena alasan ini, tolong kau berikan nama untuk putra mahkota ini, karena Raja tidak bisa memberikan nama yang cocok untuk putra mahkota...!"


" Kenapa aku??, aku tidak berani..."


" Dia terlahir untuk tidak memiliki Ibu Julia, maukah kau berbaik hati memberikan nama pada Putra mahkota ku??"


" tidak memiliki ibu??, bagaimana bisa??"


" ini kesepakatan yang kita buat, apa kau mengerti Juli??"


" Aku tidak mengerti, tapi aku akan mencoba mengerti, biarkan aku berpikir sejenak untuk memberikan nama pada bayi tampan ini..."


setelah berpikir lama akhirnya Julia menemukan nama yang menurutnya cocok untuk putra mahkota.


" Tobby Volker, artinya pemimpin pelindung rakyat!"

__ADS_1


" Terimakasih Julia...sudah memberikan nama untuk putraku...dia punya nama sekarang, Tobby Volker ..."


" Hah?? apa setuju begitu saja ??" Julia terkejut karena Alfred tidak ada penolakan sedikit pun dan langsung setuju


" Tapi Yang Mulia, kau membawa seorang Putra mahkota, tapi tida ada ibunya apa rakyatmu akan percaya??, itu darah dagingmu??" ujar Sansan.


" percaya tidak percaya mereka harus percaya!"


" Tapi putra mahkota harus memiliki identitas yang jelas bukan??"


" Benar San, benar..." Alea yang tiba-tiba datang .


" Loh kakak..."


" hehehez maaf tadi aku pulang istirahat sebentar,lalu kepala pelayan mengatakan kau sudah tiba, aku langsung kembali!"


" oh ya kakak... istirahat saja jika lelah ..."


" Tidak, aku setuju dengan pertanyaanmu, bagaimana jika kau Julia, menjadi ibu dari Putra mahkota!"


" aku??"


" kakak jangan sembarangan!"


" loeh siapa?, buka begitu kan kau mengatakan pada rakyatmu jika kau dengan ratu bercerai katakan saja setelah bercerai mantan ratumu mengandung anakmu??"


" hah?? apa??????" Julia dan Alfred terkejut mereka masuk dalam rencana Sansan dan Alea.


" Ya kan hanya biar anakmu ada identitas bahwa dia adalah anak dari permaisuri....itu jelas ...!"


" tapi bagaimana jika anak ini dewasa dan mencari Julia kak??"


" Julia, anak ini sangat kasihan ... aku tahu rasanya tumbuh tanpa pengawasan orang tua... bagaimana jika kau menganggapnya anakmu...mengakui saja anak itu...kau masih bisa menjalani hidupmu dengan bebas...!"


"pfffft kau bersin keluar deh anak ini...siapa tadi namanya Tobby Volker...?"


" Ya...hallo baby Tobby kau harus memanggilku bibi mulai sekarang!"


" kau tidak setua itu San....??" ujar Alea


" tidak apa-apa...jika dia memanggilku Tante lalu memanggilku paman kan tidak singkron kak!"


" aih ...baiklah terserahmu, San kakak ada sesuatu yang ingin kakak bicarakan,bisakah kau ikut kakak sebentar??"


" Boleh, Jul aku bicara sebentar dengan kakak!"


" oke...." mereka sengaja berkomplot meninggalkan Julia dan juga Alfred.


" Abang, ...kenapa kau tidak menikahi ibunya??, bagaimana pun dia butuh ibu..."


" Aku memang kejam Julia, bahkan aku juga tumbuh tanpa ibu..."


" kau tidak kejam,...tapi keterlaluan..."


" aku harap kau mau membantuku, karena saat itu kau yang diakui oleh rakyat ku..."


" Bukan aku tapi Sansan..."


" tapi yang berdiri bersanding denganku adalah Julia saat itu..."


" Abang,,, rasanya aku tidak pantas menjadi ibu putra mahkota!"

__ADS_1


"Lihat dia tidak menangis di gendonganmu!"


" Ah...benar juga lihat abang dia sangat mirip denganmu, sejak kecil kau sangat tampan ya???"


" apa kau baru menyadarinya??"


" Iya...."


Julia melihat ke arah Alfred,


Deg...


kenapa aku baru sadar jika dia begitu menyilaukan, apakah ini aura seorang duda anak satu?


dalam hati Julia


Julia langsung menundukan pandangannya.


" Kau tidak ada kegiatan apapun Julia??"


" ya ...aku sekarang menjadi pengangguran bang, semuanya ku serahkan pada sepupuku, aku hanya menerima beberapa persen saja perbulan...!"


" oh itu yang disebut pengangguran sukses ya??!"


" hihihi, benar juga ya bang...ah Tobby kakak sangat gemas melihatmu...kau pasti nanti bisa berteman baik dengan keponakan-keponakan kakak hehehe..."


" mereke bisa menjadi saudara, tidak hanya teman baik..."


" Mana boleh abang, Tobby berdarah biru, kami hanya rakyat jelantah!"


" Hah, aku sangat penasaran dengan cara didik di keluarga mu, bukankah jika ayah dan ibumu jika di sini juga setingkat dengan keluarga bangsawan??, kenapa keluargamu itu pandai merendah...tapi itu aku suka...!"


" hemmm aku tidak tahu, kedua orang tuaku slalu menegaskan, tidak boleh mengandalkan nama besar mereka, jika kami ingin mendapatkan nama besar seperti mereka kami harus berusaha dengan kemampuan diri sendiri..."


"Julia, aku ingin kau menjadi ibu Tobby, ...jika kau masih tidak mau denganku, maka hanya jadilah ibunya saja...!"


" Abang..."


Hah,aku tidak tahu harus membujuk Julia bagaimana, jika dia menolak aku tidak akan memaksanya lagi.


dalam hati Alfred.


"cekkk... orang sepertimu kenapa bisa menjadi Raja, aku akan membantumu sekali!"


Zayn tiba-tiba muncul,


" Julia, ... bantulah raja, aku di sini ditugaskan untuk menyingkirkan musuh dalam selimut kau tahu pamannya saja sangat jahat, aku sudah menghabisinya,kerajaan sedang kacau dan sekarang raja memiliki anak laki-laki, kita masih tidak tahu masih ada berapa musuh lagi di sini, berikan identitasmu untuk bayi itu, ini kan pernikahan 2 negara, itu akan membuat bayi itu aman dari rundungan, terlebih mereka akan berpikir panjang saat ingin melukai bayik ini, karena urusannya bukan. internal lagi ,tapi sudah eksternal..."


" tapi kan sudah diumumkan bercerai om??"


" tinggal menikah saja sungguhan Julia...!"


" Apa??"


" ah Julia, kau sangat di cintai rakyatku...mereka akan senang jika aku memiliki putra denganmu !"


" Abang, yang di cintai rakyatmu itu Sansan bukan aku...!!"


" tapi kan yang mereka ingat visualmu!"


" Ah, aku tidak bisa membantu perdebatan kalian, kenapa kisah kalian begitu rumit !"

__ADS_1


Zayan pun segera meninggalkan mereka yang masih berdebat.


__ADS_2