GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
9. Membangkitkan Semangat


__ADS_3

" Aku Hirosan!"


" Ah....Hirosan yang dibidang Fashion itu??"


" Ya...!"


" Oh Hiro, kami sedang tidak baik, mungkin kami tidak bisa menjamumu dengan baik!"


" Hiro, turut berduka sedalam - dalamnya kak, maaf Hiro baru mendengarnya!"


" Oh ya begini, Hiro kan teman Baik Vevey, ini sudah hampir 3minggu Vevey tidak makan dengan baik, tolong bantu Vevey untuk bangkit Hiro, kita sudah mencoba berbagai macam Cara namun dia tidak mau bangkit!"


" Ah, Hiro juga tidak yakin bisa, tapi Hiro akan berusaha!"


" Ayo ku antar ke kamarnya!"


Savina mengantar Hiro ke kamar Vevey


terlihat Vevey, duduk di tepi ranjang memandang ke arah jendala sambil memeluk Baju Jovan yang belum dicuci.


" Cindy, biarkan uncle Hiro mencobanya!"


" Iya bibi!" Cindy dan Savina pun keluar...


Sudah berapa tahun kita Tidak bertemu, sudah berapa tahun aku tidak mendengar kabarmu, meski begitu aku slalu mendoakan agar kau slalu tersenyum bahagia ....


dalam hati Hirosan.


Hirosan berada di depan Vevey, pandanganya kosong, wajahnya pucat, bibirnya sangat Keri ng, kedua kantong matanya menghitam


" bukan, bukan ini yang mau kulihat Vevey...bukan ini,...Bukan!" Hirosan meneteskan air matanya.


Dia masih sangat mencintai wanita Dihadapannya itu, Hirosan sudah mencoba segalanya untuk melupakan cintanya itu, namun sampai sekarang tidak bisa.


" Kau tahu, kau sangat cantik saat tersenyum, aku tidak pernah bisa melupakan senyuman mu itu!"


Vevey masih hanyut dalam kepedihan, dia tidak menyadari kehadiran Hirosan yang berada tepat dihadapannya.


". Aku slalu ingin kau bahagia Vevey...!"


Meskipun itu bukan karna aku...


dalam hati Hirosan.


Hirosan menarik nafas dalam...


" vevey...!" Hiro mengoyak tubuh Vevey.


" Lihat aku, jangan diam saja!"


" Hiks hiks hiks hiks...suamiku masih hidup, dia masih bekerja, dia terlalu sibuk dia belum bisa pulang!" ujar Vevey Lemas .


Vevey sudah tidak bisa menangis lagi, ...


mendengar perkataan Vevey, hati Hirosan bak disayat pisau tajam.


" Iya, Kak Jovan masih sangat sibuk dengan, berbagai urusan dia tidak pulang!" Ujar Hiro ,Hiro sangat mengerti hati Vevey masih tidak bisa menerima semua yang terjadi.

__ADS_1


" Kau percaya jika suamiku masih hidup?" Vevey segera menegakan duduknya, terlihat jelas dimatanya yang mengharapkan setitik harapan yang tidak mungkin terjadi.


" Yah, aku percaya!" ujar Hiro menahan air Matanya.


" Hiroooooo, itu kau???" Vevey baru menyadarinya.


" Ya, ini aku....!"


" Apa yang membawamu ke sini?, kau juga ingin mengucap kata duka untukku?"


" hmmm, tidak...aku datang karna rindu pada kalian!" terpaksa Hiro berbohong.


" Sungguh,???"


" Ya sungguh!"


" Kau memang temanku, semua orang datang, mengucapkan kata duka!, aku sangat sesak nafas mendengarnya, rasanya leherku tercekik setiap hari! aku tidak bisa bernafas Hiro, aku.., huhuhuhu mereka bilang aku harus ikhlas, aku harus merelakan kepergian suamiku, huhuhu, tidak hanya suamiku Bram juga, mereka membuatku menderita dengan kata bela sungkawa itu!, aku masih yakin suamiku dan Bram sedang dalam perjalanan bisnis seperti biasa!, Sasha hanya tidurkan?, dia sangat malas akhir - akhir ini, apalagi anaknya sangat nakal pasti dia sedang bersembunyi...!"


" Iya, Sasa dan putrinya sama - sama nakal Rupanya!"


" Benar, mereka membuat keributan setiap hari, aku sampai pusing dibuatnya!"


" Ya kau lebih baik pusing setiap hari Bukan?"


" Iya itu benar, aku sangat rindu pada mereka, hiks hiks hiks, Hiro...aku sangat merindukan mereka!, Hiks hiks hikz...mereka jahat padaku mereka tega padaku, bagaimana lagi ini?, aku harus bagaimana? huhuhuhuhuhuuuu!"


Hiro menarik Vevey dalam peluknya dan mengusap punggung Vevey perlahan, dia sangat tahu perasaan Vevey saat ini.


" Kau harus makan, agar suamimu dan adik iparmu Bram tidak khawatir padamu, kau harus tetap tersenyum, agar suamimu tahu kau baik - baik saja, suamimu tidak akan senang melihatmu begini!"


" itu benar...!"


" Ya...!"


" Sekarang makanlah aku akan menyuapimu!"


" Aku akan makan sendiri!"


" Kalau begitu aku akan mengambilkannya untukmu!"


Vevey mengangguk Lemas.


Hiro keluar Kamar,


" Hiro bagaimana???, apa Vevey mau makan?"


" Iya, bisa kakak buatkan sup hangat, nasinya yang lemas agar mudah ditelan!"


" Iya iya, aku akan membuatkannya!" Savina segera ke dapur.


" Uncle, terimakasih!" ujar Cindy merasa lega.


" Sama - sama, kau Cindy kan?, kau sudah remaja!, bagaimana keadaan adik - adikmu?"


" Hmmmm...mereka baik uncle!"


" Syukurlah, Cindy uncle turut bersedih dengan apa yang menimpa keluargamu, Cindy sebagai anak pertama harus kuat untuk menopang keluargamu!"

__ADS_1


" Iya uncle, Cindy mengerti, sebentar lagi Cindy juga lulus!, setelah itu Cindy akan menggantikan ayah!"


" Anak pintar, kau juga memiliki uncle, apa pun yang kau butuhkan katakan pada uncle!"


" mengerti uncle terimakasih!, Uncle tolong bantu mama untuk bisa ceria lagi!, Cindy merasa sangat sedih dengan mama yang sekarang, tidak ada yang memperhatikan kami lagi, kami sudah tidak memiliki papah, dan mama sangat terpuruk!, kami merasa benar - benar kehilangan arah!" Cindy mengusap air matanya.


" Bukankah mama mu memiliki 2 adik?"


" Iya, Tante Bela dan Om Bima, mereka hanya bisa cuti Satu minggu, dan kembali lagi ke luar negeri!"


" Ah, ya sudah uncle berjanji akan membuat mama mu tersenyum lagi!"


" Uncle sangat baik!"


" Hiro, ini sudah siap, dan ini vitamin dari Lidya untuk Vevey tolong buat dia meminumnya ya!"


" Baik!!!" Hiro pun segera masuk membawa makanan yang dibuatkan oleh Savina.


" Vevey, saat nya mengisi perut kosongmu!"


Vevey pun duduk tegak, dengan tangan gemetaran Vevey mulai menyendok makanannya.


" Biar aku saja, kali ini aku mohon ijinkan aku menyuapimu!"


Hiro mengambil alih sendok Vevey, dan menyuapi Vevey perlahan.


" Hiro aku sudah kenyang, ...!"


" Baru 3 suap!, okey tak apa ...pelan - pelan , ayo minum vitaminnya, setelah itu tidurlah!"


" tidak aku tidak mau tidur, jika suamiku pulang nanti aku takut tidak melihatnya, dia pasti akan berangkat pagi - pagi buta!"


Hiro seketika terdiam, matanya berkaca - kaca.


" Tenanglah, aku akan berjaga di luar jika suamimu pulang aku akan berlari masuk untuk membangunkanmu!"


" mm mm...terimakasih hiro!"


" Ya,...!" Hiro menyelimuti Vevey.


" Tidurlah, lepaskan semuanya kau hanya perlu beristirahat dengan baik dan cukup, ingatlah Anak - anakmu masih membutuhkanmu!"


Vevey memejamkan matanya, akhirnya Vevey dapat tidur ...


Kau harus kuat, kau harus kembali menjadi Vevey yang aku kagumi seperti dulu, aku sangat tersiksa melihatmu begini...


" Uncle,...apa mama sudah tidur?"


" Ya, Cindy...apa Kenzo juga tinggal di sini?"


" oh, Om Ken dirumah tante Sasha di sebelah kiri rumah ini!"


" kalau begitu aku akan menemuinya dulu, tolong jaga mamamu!"


" Baik uncle!"


Hiro pun segera, pergi ke rumah Sasha...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2