GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
329. Saingan


__ADS_3

" Om, Tuan Ryu sudah tiba...ayo jemput


ke bandara!" ujar Sansan pada Kenzo yang sedang bermain dengan Lily.


" Oooooooooooooooommmmmm!" teriak Sansan karena Kenzo tidak mendengarnya.


" Heiii apa sayang???"


" Ayah ibu mengajak menjemput seseorang di bandara!"


" Siapa??"


" Tuan Ryu...!"


" Oh ayok....!"


Kenzo segera beranjak berdiri dan menggendong Lily.


" Lily sudah bisa berjalan, kenapa digendong Mulu??!"


" Dia akan lelah mengikuti langkah kita sayang!"


" Tak apa ayah, aku berjalan saja!"


" Tidak tidak, putri ayah biar ayah gendong...!"


" Om aku juga mau digendong!"


" Kau sudah besar bagaimana bisa kau meminta gendong??"


" Biasanya juga di gendong, sekarang ada Lilly jadi aku tidak penting lagi!"


Kenzo memegangi keningnya,


" Ayah Lily jalan saja, Ayah gendong Ibu!"


" Oh Lily...kau sangat pengertian!"


" Tidak Lily...biar ayah gendong ibu dibelakang!, ayo sayang naik!" Sansan segera melompat ke punggung Kenzo dengan semangat.


"Lily, ayah itu milik ibu ...jangan berusaha merebutnya!, weeekkkk!"


" Astaga sayang jangan mengatakan seperti itu, akan membuat Lily sedih, ...!"


" Lily tidak sedih ayah...Lily tahu Ibu hanya bercanda!"


" Hahahah Lily memang pintar, tapi Ibu juga serius, pokoknya kasih sayang ayah 90% untuk ibu 10 % untuk anak-anaknya!"


" hahaha, iya ibu....!" Lily malah terbahak mendengar ucapan Sansan.


" Lily, ibumu adalah manusia pencemburu berat, tolong dimaklumi ya!"


" Ya ayah, Lily akan bahagia jika ayah dan ibu bahagia!"


" Oh anak manisku sayang....ibu mencintaimu, muuach!"Sansan mengecup pipi Lily gemas.


mereka pun segera menuju Bandara untuk menjemput Ryu.


...----------------...


Kediaman Fathia


setelah menjemput Ryu Sansan dan Kenzo segera membawa Ryu ke kediaman Fathia< ternyata Fathia sudah bersama Suhail.


" Suhail, apa kau tidur di sini??" tanya Kenzo.


" Hehehe... Di rumah terlalu ramai om, ada adik ipar, Raja itu ...Suhail tidak terlalu suka keramaian!"


" Yang penting jangan aneh-aneh!"


" Tidak, Fathia memintaku tidur di sini!"


" Pfffffffffffttttttttt.....!" Sansan menertawakan Suhail.


" Oh ya, Suhail, Fathia ini adalah Tuan Ryu !"


" Oh ini Panglima muda yang di bicarakan nona Tasya!"


" Ya tuan...benar sekali....!"


" Tak di sangka keluarga nona Tasya cukup menarik!"


" Anda terlalu menyanjung tuan...!"


" Oh itu benar...apakah saya boleh memeriksa nona Fathia??"


" Silahkan tuan...!" Suhail mempersilahkan Ryu untuk memeriksa keadaan Fathia.


Setelah di periksa dengan keseluruhan, Ryu pun manggut - manggut.

__ADS_1


" Bagaimana tuan??" Tanya Suhail.


" 3 hari lagi bisa dilakukan pembersihan, dan operasinya ... Mulai hari ini lakukan perawatan dan persiapan ,di mana saya bisa melakukannya??"


" Ada, di rumah sakit kerabat kami tuan!" sahut Sansan.


" Nona, anda tahu persiapan yang saya maksud jadi bisakah anda membantu saya untuk perawatan nona Fathia??"


" Tentu saja tuan...!"


" Hemmm kalau begitu tolong carikan saya hotel terdekat dengan rumah sakit itu nona!, saya ingin istirahat karena lelah!"


Sansan tiba-tiba terkikik,


" hihihi...!"


" Apa yang kau tertawakan Sayang??" tanya Kenzo.


" Ehmmm...tuan Ryu...jangan di hotel,kediaman Pratama cukup luas untuk memberi tempat untuk istirahat anda!"


" San....??" Ujar Kenzo yang tahu akal jahil kekasih nakalnya itu.


" Abang Suhail...bawa Tuan Ryu ke kediamanmu....di sana bibi bisa menyiapkan semua untuk tuan Ryu dengan baik!"


" Oh jangan itu akan merepotkan!"


Astaga Sansan benar -benar suka mencari masalah.


dalam hati Suhail.


" Tuan Ryu mari saya ajak ke rumah saya, di sana anda bisa beristirahat dengan nyaman!"


" Itu akan merepotkan, biarkan saja saya di hotel!"


" Tenang saja, tidak repot sama sekali!"


" Benar tuan, Abangku akan membawamu kembali, saya akan mengurus perawatan Fathia!"


" Ah, baiklah.... terimakasih!" Ryu pun di bawa pulang oleh Suhail.


Sansan bisa-bisanya dia mencari saingan untuk Raja F itu, anak nakal sekali.


dalam hati Suhail.


" Wah menakjubkan kediaman anda tuan!" Ryu terkesima dengan kediaman Pratama yang cukup menganggumkan.


" Aih, benar -benar keluarga yang rendah hati!"


" heheheh, mari tuan silahkan masuk...maaf jika kurang nyaman!"


" Selamat siang, semua...!" Sapa Suhail


menyapa semua keluarganya yang sedang duduk di ruang tamu.


" Oh Suhail, loe siapa ini??" Tanya Savina.


" Ini Tuan Ryu yang akan menangani Fathia mom...!"


" oh, syukurlah jika Fathia akan segera diobati !"


" tuan Ryu, ini adalah mommy dan daddy ku, ini adalah abang dan kakak ipar saya, lalu ini adalah Raja dari negara F, heheh kebetulan juga tamu kami...!"


". Wah keluarga yang sangat hangat...maaf jika kedatangan saya mengganggu!"


" Tidak tuan, apa anda baru tiba??" tanya Savina yang rupanya sedikit bersemangat menyambut Ryu.


" Ya, saya meminta untuk di antar ke hotel, malah di bawa ke sini oleh tuan Suhail!"


" Oh itu lebih baik, kamar kami cukup banyak, jika anda berkenan anda bisa tinggal di sini!"


" Oh terimakasih nyonya,...maaf jadi merepotkan!"


" Tidak, saya akan menyiapkan kamar untuk anda!" dengan semangat .


Ryu memang sangat tampan dan elegan, apalagi terlihat sangat rendah hati, dan juga seorang dokter.


" Mom...makan siang sudah siap!" ujar Julia yang keluar dengan membawa beberapa masakanya.


" Oke sajikan ,mommy mau membersihkan kamar dulu!"


woooo memang kejailan Sansan berjalan sempurna, Ryu langsung terpesona dengan kecantikan natural Julia, Julia hanya mengenakan dress sederhana dan terikat Apron di tubuh idealnya , rambutnya digelung dengan tusuk konde ke atas, tidak ada riasan di wajahnya tapi sangat cantik.


" Ehem ehem...!" Alfred segera bangkit berjalan menghampiri Julia.


" Julia, katakan padaku jika butuh bantuan!" Alfred mengambil masakan di tangan Julia.


Yuzan dan Ami hanya terkekeh melihat tingkah rajanya yang cemburu.


" Julia ini adalah tuan Ryu, dia yang akan menangani Fathia!"

__ADS_1


" Oh, selamat datang tuan Ryu, saya baru selesai memasak, ayo kita makan bersama!"dengan senyum tipisnya.


Nathan mendekati Suhail,


"Nak katakan, ini bukan idemu kan??" ujar Nathan bertanya.


" Ini ide keponakan Daddy yang nakal!"


" Oh Pantas...ibumu langsung menyukai dokter ini, sepertinya akan ada persaingan !"


" Ah, Daddy kau di pihak mana??"


" Hehehe...Daddy tidak tahu... sepertinya dokter ini juga tidak biasa!" ujar Nathan Lirih.


" Dad, abang...kenapa kalian diam di sana, ajak tamu kalian makan siang!" pinta Julia.


" Oh ya ya...mari mari....!"


Saat makan Alfred melihat dengan wajah kesal karena Ryu tidak berhenti memandangi wajah Julia.


" tuan, apa ini saudara perempuan anda??"


tanya Ryu saat makan.


" Tuan Ryu, di sini tidak boleh berbicara saat makan!"


tegur Alfred dengan wajah datarnya.


" Oh maaf!" Ryu segera melanjutkan makanya sampai selesai.


setelah selesai, Nathan meminta maaf pada Ryu karena lupa tidak memberitahu peraturan saat makan bersama.


" Maaf tuan, saya lupa tidak memberitahu anda!"


" Laksmana, anda tidak perlu minta maaf, seharusnya tuan Ryu tahu jika tidak ada yang berbicara dia juga tidak boleh berbicara!"


sahut Alfred.


Ryu sangat bingung, sebenarnya yang tuan rumah itu, siapa, tapi sepertinya Alfred tidak menyukainya.


" Tuan, apakah saya sudah menyinggung anda??" tanya Ryu pada Alfred.


semua malah di buat canggung oleh Alfred dan Ryu .


"Tuan Ryu...apakah anda ingin istirahat??" tanya Savina.


" Oh benar nyonya...!"


" Julia, tolong antar tuan Ryu ke kamar tengah ya!"


" oh baik mom...!" Julia pun menunjukan kamar pada Ryu


sementara Alfred sangat kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


" Putra, ajak Yang Mulia keluar untuk jalan-jalan!" pinta Nathan.


" Ya Dad, Yang Mulia, anda belum pernah melihat taman belakang kan, mari saya ajak anda melihat ke sana!" ajak Putra yang mengerti situasi yang agak tegang itu .


Alfred mengangguk, dan mengikuti Putra dari belakang.


" Menantuku, ayo istirahat!" Pinta Nathan


Incess yang juga merasa canggung pun segera masuk ke kamar.


" Sayang, aku sudah bilang jangan menunjukkan ketidak sukaanmu pada Yang Mulia!"


" Aku tidak, seperti itu sayang, aku juga tidak membenci Yang Mulia!"


" Tapi sikapmu itu sangat jelas kau mendorong putrimu pada tuan Ryu!"


" Hah, baiklah maafkan aku sayang....!"


" Jangan lakukan lagi...!"


" Iya ndan, siap...!"


" Hmmm....bijaksanalah sayang...ini ulah kepo nakan nakalmu juga, aku akan mencubit pipinya sampai merah!"


" Oh jadi ini ide Sansan??, pantas saja Suhail tiba-tiba membawa orang asing ke rumah, tapi tuan Ryu juga tidak buruk sayang!"


" Aku tahu, kita amati saja dengan baik, jangan mendorong putri kita dengan pilihan kita, putri kita bisa menentukan pilihannya sendiri!"


" Yaya...!"


" Baiklah, aku ada urusan ....aku pergi dulu!"


" Baik, hati-hati !"


Nathan pun bergegas pergi, karena memang masih ada urusan yang harus dia selesaikan.

__ADS_1


__ADS_2