
" Kata Mimoto aku harus banyak mengampuni anak itu, tapi anak ini ternyata sangat pandai menyesuaikan diri, bagaimana dia bersikap, jika raja tidak tertarik dengan anak semenarik ini, raja benar -benar bodoh sekali!"
" Apa putri, berniat menjadikan anak ini selir raja?"
" Tidak, anak ini tidak akan pernah bisa di jangkau oleh Raja, dia seperti burung liar!"
" Ah,... bagaimana bisa raja tidak bisa menjangkaunya putri, raja memiliki kuasa apapun yang diingini raja pasti akan mudah didapatkan!"
" Heheh, tidak dengan anak ini Biyu...!"
" Kita hanya bisa melihatnya dulu putri, siapa yang tidak tergiur dengan kehidupan yang mewah!"
" Hahahah, Biyu...aku berani bertaruh jika anak ini seperti yang kau pikirkan maka kau akan ku hadiahi 50 batang emas!"
" Apa??, saya tidak memiliki apa - apa untuk bertaruh putri!"
" Hehehe, ya sudah jangan meremehkan orang lain!"
" Baik, putri...maafkan hamba!"
" ah ...tidak aku hanya bercanda, setiap orang memiliki pandangannya sendiri!"
Aku tidak sabar, ingin melihat Raja berhadapan dengan anak ini.
dalam hati Putri Alina.
Di tempat mencuci...
" Hei, bukankah sudahku bilang jangan mencuci di pagi hari !'
" Diamlah, aku tidak bodoh...hanya karena kau senior berani sekali menindas orang baru!"
" dasar tidak tahu di untung!, terserah!"
Tasya, tetap mencuci baju tanpa mempedulikan para seniornya yang menjulidtinya.
Dia bekerja dengan baik, mencuci menjemur melipat baju dengan sangat baik, dan pekerjaannya sangat rapi, dan dia juga menambahkan pewangi hasil racikannya sendiri.
Tasya, tidak memiliki teman satu pun, semua orang tidak ada yang peduli padanya jadi apa - apa dia sendiri, tidak membaur dengan yang lain.
Paviliun Raja ...
" Siapa yang mencuci pakaianku??"
" Buruh Cuci pastinya raja!"
" Ya tahu, masak tukang kebun!"
" Maaf Raja saya akan mencari tahunya ,apa ada masalah dengan pakaiannya?"
" Iya masalah besar!, coba kau cari tahu!"
" Baik, ...!" Pengawal pribadi raja pun segera ke tempat cuci baju.
" Oh, Tuan pengawal Raja...ada angin apa anda menginjakkan kaki di sini??"
ujar Bibi senior berlagak ganjen.
" Tolong mundurlah!!"
" Ah, baik, baik!"
" Bisa kau panggil seseorang yang mencuci baju Raja, akhir - akhir ini?"
" oh??, apa ada masalah?"
"Ya masalah!"
__ADS_1
Ah, jika begitu aku harus menyodorkan anak aneh itu untuk bertanggung jawab pada raja, namun jika dia bermasalah kita pasti juga akan dihukum.
" Tuan pengawal, maaf itu mungkin karena pekerjaan anak baru, apakah tidak bisa Raja mengampuninya?"
" Tidak, Raja menyuruhku membawanya!"
" Tapi, kami sungguh tidak tahu menahu, kami sudah mengarahkan semua sesuai peraturan di sini,jika dia melakukan kesalahan, itu jangan bawa - bawa kami, karna anak itu sangat aneh, dan tidak manusiawi!, kami mengasingkannya!"
" Itu tergantung raja, kau bawa anak itu ke paviliun Raja!" Pengawal Raja pun segera pergi.
" Bagaimana???"
" Rupanya yang mencuci anak baru, kata senior di sana dan anak itu sangat aneh dan tidak manusiawi katanya, jadi mereka mengasingkan anak baru itu!, mereka juga mengatakan sudah mengajari dengan baik namun jika anak itu membuat kesalahan mereka meminta untuk tidak dilibatkan!"
" hahahah, mereka itu sangat mendominasi!"
" Raja, orang dari Buruh Cuci sudah datang!" penjaga memberitahu Raja.
" Suruh masuk!"
" silahkan masuk!"
" Sanah masuk, bagaimana pun yang terjadi kau tidak boleh melibatkan kami!!!, ingat! bilang kita tidak saling kenal!"
mendorong masuk Tasya.
" Selamat siang Raja, saya memberi hormat!"
Raja dan pengawalnya kebingungan saling memandang.
" Lancang!!!"
"Sssstttttt!" Raja mengode untuk diam.
" Maafkan hamba Raja, jika boleh tahu di manakah letak salah hamba!" Ujar Tasya yang malah memberi hormat pada pengawal raja.
"Apa kau tidak bisa mengenali siapa raja di sini?" tanya Pengawal Raja panggil saja dia Mawar, eh loh kok mawar salah panggil saja dia Dans...
" Tentu saja anda!!"
" Salah, Raja ada di sana!" Memandang pada Alfred yang menahan tawanya.
" Oh??? Whatttt?????, oh Tuhan, oh Raja ampuni hamba, hamba tidak ingin mati sungguh!, mata hamba bermasalah!"
" Sudah berdirilah!"
" Baik,...!" Tasya pun berdiri namun tetap dengan menunduk.
" Siapa namamu?" tanya Raja ramah.
Apa Raja salah makan?, baru kali ini dia menanyakan nama seorang wanita, nama selirnya sendiri saja tidak tahu dalam hati Dans.
" Saya, Tasya...saya baru 1 minggu bekerja di sini Yang mulia!"
" ehmmm, apa kau tahu masalahnya?"
" Hamba tidak mengerti yang mulia!"
" dalam seumur - umur, tidak ada yang berani mengganti pewangi baju ku!, apakah wangi ini kau yang menggantinya?"
" Sebelumnya hamba minta maaf, benar itu saya yang menggantinya yang mulia, jika anda tidak suka maka saya akan menggantinya dengan yang lama!"
" Tidak, aku menyukai wangi ini ... dari mana kau mendapatkan wewangian ini?"
" Saya meraciknya sendiri!"
" apa???"
__ADS_1
" Sungguh?"
" Ya, saya sangat ahli dalam meracik wewangian yang mulia!"
" Oh benarkah?"
" Dari wewangian yang lama, saya mencium aroma, seperti obat Stimulan, namun saya tidak tahu jenisnya, wangian ini membuat orang sukit tidur, dan parahnya akan berhalusinasi tinggi!"
" Apa??"
Dans dan Raja saling menatap.
" setelah, istriku meninggal aku memang sulit tidur, tapi bukan berarti aku percaya dengan apa yang kau bicarakan!"
" jika tidak percaya, hamba juga tidak akan memaksa anda untuk percaya yang mulia, maafkan atas kelancangan hamba!"
Jika dia berbohong,rasanya dia juga sangat tenang matanya pun tidak memperlihatkan bahwa dia sedang berbohong,bahkan dia berbicara dengan menatap tajam mataku.
dalam hati Raja.
" Baiklah, masalah ini tidak aku permasalahkan, karna kau orang baru, tetaplah dengan wewangian ini untuk bajuku, dan kau bisa kembali!"
" Terimakasih atas kemurahan hati yang Mulia saya undur diri.
memberi hormat dan segera meninggalkan Paviliun Raja.
Ah, raja ini selain gila juga sangat bodoh... bagaimana bisa dia tidak menyadari jika ada orang yang jahat padanya.
dalam hati Tasya kesal.
"Yang mulia, apakah saya perlu menyelidiki semua ini?"
" Tidak,...aku tidak ingin mencurigai keluarga ku!"
" Baik Yang Mulia ...!"
Kejadian hari itu berlalu begitu saja....
2 minggu berlalu....
keadaan di istana bagi Tasya masih sangat aman - aman saja.
" Huft...jika aku meracik wewangian itu untuk yang mulia terus menerus sama saja gaji bulanan di sini habis hanya untuk wewangian Yang Mulia saja dong!"
Gumam Tasya di dalam kamarnya.
" Coba besok aku minta pada Yang mulia, sepertinya apa yang di katakan putri Alin dia bukan orang yang kejam!, sudah tidur besok kerja lagi!"
Tasya pun segera memejamkan matanya.
...----------------...
keesokan harinya
" siapa yang melakukan ini?"
" Siapa?, mana kami tahu!, jangan menyalahkan orang lain, jika kerjaan mu tidak baik!"
" Aku sudah mencucinya bersih...tidak mungkin dan kemarin saat mencuci aku tidak menemukan noda merah seperti ini!"
" Bisa saja kau tidak hati - hati membuat pakaian lain luntur!"
" benar, bilang saja tidak mau di hukum, jadi mencari kambing hitam!"
Tasya diserang para seniornya.
Mereka beraninya main kroyokan, kalian kira aku takut, lihat saja bagaimana aku membalas kalian nanti!!!, saat ini aku harus menyelesaikan masalah ini dulu baru balas dendam.
__ADS_1