
" Ma...sini Nora...Dhiren sangat senang mendengar kau datang!"
" Oh benarkah ??, aku tidak sabar bertemu..." Nora pun diambil alih lagi oleh Fahad.
"Di mana kakak??"
tanya Fahad.
" Di tempat tadi..."
" oh ..."
" Sayang ayo kita menemui jagoan kita!" ujar Vevey semangat.
Fahad pun segera menghampiri Fanan dan Kakannya
" Bang, kau bisa ajak pulang kakak dulu!"
" tapi...??"
" santai aja bang, sebentar lagi biar om Kris datang untuk mengambil alih Dhiren untuk di rawat di rumah!"
" Mas... pulang!" ujar Cindy masih menunduk.
" Baiklah, kita pulang...Had, tolong ya dan maafkan kekacauan yang telah terjadi..."
" hmmm ..."
Cindy segera pergi begitu saja, Fannan dan Fanya mengikuti.
Fahad merasa lega karena untuk sementara kakaknya tidak mengacau.
" Maafkan aku kak, ini demi kebaikan Dhiren..."
" Had...bawa sini Nora...kau bisa menemani Dhiren...aku akan membawanya pulang...lebih dulu..."
" Sansan...om Kenzo..."
" Ya...bawa sini..." Kenzo mengambil Nora yang tertidur.
" San, om...apa aku ini sangat egois??"
" Ya kau sangat egois Had...tapi baiknya begini!" ujar Kenzo.
" hem...Cindy memang ibu kandungnya, tapi jangan melepaskan pengasuhan pada Cindy Had..." sambung Sansan
" Cindy mengurus diri sendiri masih belum maximal, dan juga dia tidak tahu lebih baik dari kau dan Anna..."
" benar kata suamiku, dan takutnya jika nanti Cindy memiliki anaknya sendiri dengan Fannan, dia tidak bisa berlaku adil seperti kau dan anna membesarkan Dhiren dan Nora,
aku tahu Fannan itu baik, tapi dia terlalu lemah dengan Cindy..."
" ternyata bukan hanya aku yang berpikir sepeti itu..."
" Kau urus Dhiren, kami menunggu kalian pulang!"
" Ya om Sansan.. terimakasih!"
Kenzo dan Sansan membawa pulang Nora lebih dulu dan menunggu kepulangan Dhiren.
keluarga Nathan pun juga menanti kepulangan Dhiren begitu juga Sasha, mereka semua berkumpul di kediaman tengah.
setelah menunggu 2 jam Akhirnya Dhiren kembali di bawah penangan Kris.
" syukurlah Dhiren baik-baik saja..." ujar Savina merasa lega.
" Kenapa Cindy begitu ceroboh???" Nathan sangat keheranan.
" Jangan menyalahkan Cindy, bagaimana pun dia itu ibunya ..."
__ADS_1
" tapi sayang, tidak harus gegabah, anak umur 17 tahun juga akan sangat terkejut tiba-tiba ada seseorang datang mengaku ibunya dan membawanya pergi...!"
" Ma...pa... sepertinya Fahad Dan Anna akan membawa Dhiren tinggal di luar negeri..." ujar Fahad.
" Fahad, kau juga tidak boleh gegabah!" tegas Vevey.
" Benar Fahad, kau tidak bisa menjauhkan Dhiren dari Cindy begitu..."
" Tapi bagaimana jika hal ini terjadi lagi??"
" Fahad lupakan saja kejadian ini, mama akan tinggal di sini mulai sekarang akan membantu menjaga Dhiren dan Nora..."
" apa urusan mama sudah selesai??"
" Belum, sudah seperti ini mama tidak bisa melihat anak-anak mama terpecah belah, kalian lebih penting!"
" ehm..."
" Sudah anggap saja angin lalu, jika Cindy datang biarkan...sambut saja bagaimana pun ini rumahnya ini kita adalah keluarganya, dan Dhiren putranya, dia juga sudah sangat cukup menderita selama ini, itu mungkin emosionalnya seorang ibu....nanti dia akan mengerti dengan perlahan ..."
" Ma Jujur Fahad tidak pernah ingin mengembalikan Dhiren pada kakak...apapun alasannya Dhiren akan tetap bersama kami ma...!"
Vevey memegangi kepalanya,
" Masalah eksternal hampir tuntas, sekarang datang masalah internal..."
" Fahad, Paman tahu bagaimana perasaanmu, ..."
" Paman, Dhiren sangat baik-baik saja dengan kami...biarkan begini, tidak masalah kakak berkunjung setiap hari bermain bersama dengan Dhiren tapi jangan membawanya pergi..."
" Sudah kita fokus pemulihan Dhiren dulu, sementara ini juga Cindy pasti tidak akan membawanya, ...nanti jika Dhiren sudah membaik di bicarakan lagi bersama Cindy..."
" Baik paman..."
" Ya sudah karena semua sudah baik, maka kita kembali istirahat..."
sementara Vevey dan Hiro memberi nasehat pada Anna dan Juga Fahad.
" Loh Julius...kamu kok nggak pulang??"
tanya Hirosan.
" Dia kan selama beberapa minggu tinggal di sini pah!"
" Oh iya, kau dan Ko San, kan yang membongkar semuanya , pantas saja kita sulit melacak pembunuh bayaran itu, jauh dari kesalahan Martin rupanya institusi Kepolelaan memang banyak menyimpan pemain kotor, semoga tidak ada korban lagi, Nah sekarang Julius dan ko San menjadi incaran dong...!"
ujar Vevey.
" Ma siapa yang berani mengincar anak seorang Laksmana??, untunglah saat menjadi asisten komisaris semua orang tahu dia anak Laksmana, jadi dia bisa ikut andil ambil misi ini..."
" wah abis ini pasti ada yang naik kursi!" ujar Vevey.
" Tante tapi di rasa-rasa enak jadi orang biasa saja, jadi lebih sering bersama Aina!"
" Hadeh...dia juga sebucin Daddy nya..."
" kapan menikah??' tanya Hirosan.
" Aku harus bisa membelikan Aina rumah seisinya lebih dulu....lalu tabunganku harus lebih banyak dari Aina...baru boleh menikahi Aina...tapi tante dan om kan tahu sendiri, gaji polela itu paling tinggi juga berapa???"
" hahahahahahahahahahha" semua tertawa.
" sebenarnya orang tua Aina itu siapa??" ujar Hiro.
" Makanya, seharusnya kan Daddy bantu aku kan ya, kenapa malah Daddy yang membuat Syarat diluar nurul??, eh nalar...."
" Daddymu itu takut kau hanya main-main dengan Aina saja..."
" Apanya main-main om??, Iyus semilyarius sama Aina...ini juga sedang usaha, aku mau investasikan sebagian tabunganku ke Fahad, biar beranak!"
__ADS_1
" OGah...!" tolak Fahad tak berperasaan.
" heheheh" Aina terkekeh.
" Had kau ini kejam..."
" Coba kau investasi ke perusahaan R&B..."
" bukankah itu milik selingkuhan Yuna???"
" Sebentar lagi akan kami Akuisisi ...."
" Oh ya????" ujar Vevey
" Dengan uang siapa dia mendirikan perusahaan itu??, aku harus berterima kasih pada Robert, dia sudah sangat bekerja keras untuk mendirikan perusahaan R&B...!!"
Vevey dan Hirosan saling menatap , mereka sangat kagum pada putranya itu, Fahad bukan hanya tumbuh menjadi kuat dan hebat tapi Fahad tahu bagaimana mengambil kembali apa yang telah di curi orang lain.
" Dia mirip sekali dengan mendiang kak Jovan sayang..."
" benar memang dia putranya,..."
" papa juga mengamati sedikit, R&B sudah termasuk perusahaan besar nomer 2 di jawa!"
" Iya, sudah waktunya menuai hasilnya Pah!" ujar Fahad.
Anna diam-diam tersenyum melihat Suaminya
Suamiku keren abis Ya Tuhan...
dalam Hati Anna.
Anna pernah menyesali kekhilafannya dulu karena merayu Fahad, sampai jatuh ke pelukannya, tapi sekarang dia malah sangat bersyukur, karna Anna sudah mengambil pria hebat dari wanita yang tidak bersyukur itu.
" Anna wajahmu terlihat jelas, kau sangat licik!" ujar Julius.
" ah?? apa aku tidak!"
" itu jelas tertulis di jidatmu sangat besar, Syukurlah Fahad, Pernah berinvestasi Di rahimku..!!!, ayo ngaku...!"
" tidak, tidak..." Anna menutupi jidatnya dan sembunyi di belakang Fahad.
" Hahahahahahahahahahha" semuanya tertawa.
" Julius kau berani menggertak istriku...!"
" tidak aku hanya mengatakan pikirannya!"
" Itu pikiranmu!!"
" Hahahahah sudah - sudah, kalian ini ya...sudah malam juga ayo segera istirahat.."
" Ya ma..."
" Julius....!!"
" ya Tante??"
" awas kamu tidak boleh berinvestasi pada Aina dulu...!"
goda Vevey .
" larangan adalah perintah kata Sansan tante!!, hahahah"
" Aku akan memenggal kepalamu!!" tegas Fahad .
" Ingatlah Fahad kau juga berdosa di masa lalu hahahah, Ai...kabur..." Julius menarik tangan Aina pergi.
Vevey dan Hiro hanya terkekeh melihat tingkah anak-anaknya
__ADS_1