
" Teriak apa Aina aku sudah memakai baju...!"
" Ih menyebalkan...kau itu kenapa sangat fulgar??"
" Aina...kau harus bertanggung jawab, karena sudah melihatnya, ...!"
" Aku tidak melecehkanmu, bagaimana aku harus bertanggung jawab?, tidak mau...!"
" Wah, Aina aku akan bilang pada Tante dan om jika kau sengaja mengintipku...!"
" Siapa yang mengintip??"
" Buktinya kau datang masuk ke kamarku, hayo...ada CCTV nya loe...!"
" huhuhuhu...Iyus kau jahat...aku datang ke sini untuk memastikan kau makan dengan baik atau tidak!, tapi kau malah menuduhku mengintip huhuhu...!" Aina menangis tersedu-sedu.
" Maaf, maaf Aina aku hanya bercanda, jangan menangis aku tidaks sungguh - sungguh minta tanggung jawabmu, baiklah aku salah maafkan aku!" Iyus benar - benar merasa bersalah pada Aina.
" Huhuhu...kenapa kau suka sekali menindasku?"
Iyus segera memeluk Aina karena tidak tahan karena menangis.
" Aku hanya bercanda ,jangan menangis lagi ya!"
Aina segera mengusap Air matanya,
" Lalu bagaimana dengan rekaman Cctv nya?"
Iyus menahan tawanya,
" Nanti aku akan hapus, tenanglah!"
Padahal Cctv hanya pajangan saja hihihi di dalam hati Iyus.
" Terimakasih Iyus...!"
" Aina ada perlu apa?"
" 2hari ini aku tidak melihatmu, bagaimana kau makan?"
" Kan ada abang Go food!"
" Benarkah?, apa sekarang kau sudah makan?"
" Belum makan..aku baru selesai mandi kan!"
" Kenapa kau kembali ke rumahmu?"
" Tak apa...Aina...ingin kembali saja!"
" Ayo kembali ke rumah tengah, kau tidak perlu pesan go food lagi...!"
" Aku ingin makan masakan Aina boleh?"
" Aina tidak pandai masak, selama ini kan Kak Cindy yang mengurus kami!"
" Kalau begitu bantu aku masak!"
" Ya, boleh...hari ini Aina masih libur kok!"
Iyus menarik wajah Aina mendekat,
" Aaaaaaapa yang kau lakukan??"
" Melihat lukamu apakah sudah membaik, rupanya imun tubuhmu sangat bagus, sudah membaik!'
" Oh....!"
" Oh apa? apa kau kecewa aku tidak menciummu??"
" Heiii apa maksudnya??
" Tidak, ...ayo kita masak!" Iyus menarik tangan Aina menuju dapur.
Iyus segera membuka pintu kulkas...
" Wah, lengkap sekali isi kulkasmu!"
" Tentu saja ini bibimu yang slalu memenuhinya, Aina mau makan apa??"
" Apa kau bisa masak?"
" Tentu saja aku adalah suami idaman ,tentu bisa masak!"
" Hahaha... baiklah aku sangat menyukai Chiken stick, apa suami idaman bisa membuatnya?"
" Oh aku suami idamanmu??"
__ADS_1
" Mana ada, aku hanya mengikutimu!"
" Hihi...masak sih?, begitu aku juga tidak keberatan!"
" Apa sih....ayo cepat masak!" mengalihkan topik.
"Baik, kita cari ayam fillet dulu...di mana ya???"
" Aku bantu cari apa Yus??"
" Ambil tepung Chiken instan di lemari itu, telur, ambilkan bubuk merica dan bubuk bawang putih!"
Aina segera membuka lemari di hadapannya, segera mengambil tepung instan,
" Mana sih yang namanya Lada??"
" Ada tulisannya lah ...!"
" Iya botolnya ada, tapi isinya habis...!"
" Ya sudah ambil yang butiran saja adakan??'
" Oh ya ada ...!"
Aina mengambil semua bahan yang di minta Iyus dan menaruhnya di meja.
" Terimakasih sayang...!" Ujar Iyus menggoda.
" Apaan sih!" malu - malu.
Iyus menahan tawanya melihat ekspresi Aina.
" Aina kau mau sayur apa ambil saja di kulkas bawah, kalau aku buat steak suka pakai brokoli dan jagung untuk sayurnya.
" Aku suka wortel dan kentang Yus!"
" Ambillah, kentangnya ada di ujung sana!"
menunjuk rak yang penuh dengan umbi-umbian.
Aina mengambil wortel, jagung,brokoli, kemudian menuju Rak mengambil 2 buah yang dianggapnya kentang.
" Sudah...!"
" Terimakasih Aina, bisa bantu Sisir jagungnya??"
" Bagus, aku mau mengurus ayamnya dulu, tolong sisir jagungnya ya!"
" Oke....!" Aina pergi ke ruang tamu, menuju arah meja kaca , dengan sangat percaya diri Aina mengambil sisir yang ada di meja kaca tersebut,lalu kembali ke dapur.
Aina dengan polosnya menyisir jagung yang sudah dibuka bajunya, karena Aina tahu jagung juga memiliki rambut,maka hal yang dilakukannya pasti benar dan akan mendapat apresiasi dari Iyus.
" Iyus, kenapa jagungnya harus di sisir??, apa itu mempengaruhi cita rasanya nanti?"
" Tentu saja, karna dengan di sisir, bumbunya akan mudah meresap dan cepat matang!"
" Oh ..baiklah...kita hanya butuh 1 jagung saja kan?"
" Ya, kan hanya untuk pelengkap...tapi kalau kau sangat menyukainya ambilah satu lagi!"
" Tidak , satu saja... kira-kira berapa lama jagungnya di sisir?"
"Berapa lama??" Iyus bingung dengan pertanyaan Aina ,Iyus segera melihat ke arah Aina.
Jengjreng....
terlihat Aina menyisir rambut - rambut jagung bak menyisiri rambut Barbie dengan perlahan.
" Aina apa yang kau lakukan??"
" Aku sedang menyisir jagung seperti yang kau minta!"
Iyus tak bisa berkata -kata lagi, mau heran tapi itu Aina.
" Ada apa, kenapa kau melihat ku begitu?" masih tetap menyisir.
" buahahahahahahahh...hahahahahhaahahaa"
Iyus tertawa sangat keras.
" Kau kenapa sih??"
" Ya benar apa yang kau lakukan tidak salah Aina, aku yang salah memberi perintah!" Iyus segera mengambil pisau dan mendekati Aina.
Iyus mengambil sisir ditangan Aina, dan menggantinya dengan pisau,
" Tapi menyisir yang ku maksud pakai pisau Aina, ada - ada saja kamu ini ..., apa begini kau bisa lakukan?" ujar Iyus dengan sabar.
__ADS_1
" Ohhhhhhhh ya ampun...di potong toh?? hihihi kenapa bilang di sisir?, bahasmu aneh -aneh saja sih hihihihi...!"
Aina malu sendiri.
" Iya ,maaf ya...aku yang salah bicara!" Iyus mengalah saja, karena dia tahu begitulah Aina.
" tidak apa-apa, Aina juga sering salah bicara!" sahut Aina tanpa dosa.
Iyus rasanya sangat gemas pada Aina, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
" Aku akan membuat bumbu dulu...!"
Iyus segera mengambil bahan bumbu.
Astaga, dia tidak bisa membedakan butiran merica dan ketumbar
dalam hati Iyus.
Iyus segera mengambil butiran merica yang benar setelah itu membuat bumbu.
" Iyus, wortel, jagung brokoli sudah, apalagi?"
" Kentangnya, bisa di kupas??"
" Bisa..."
" Bagus...aku akan menggoreng ayamnya dulu!"
beberapa menit kemudian
" Iyus, sudah selesai...!"
" Tolong kau cuci dan potong-potong sesuai selera!"
" Baik...!"
" Sudah selesai...apa lagi?"
" tunggu Air mendidih nanti rebus bergantian ya!"
" Oke...!"
Aina melakukan dengan sempurna, setelah semua selesai di rebus ,di tiriskan oleh Aina.
Iyus memanasi Hotplate di dalam oven.
setelah menunggu beberapa menit, Iyus segera mengeluarkan Hotplate itu, kemudian menata chiken yang sudah digorengnya.
" Mana sayurannya Aina?"
" Ini....!" memberikan
Iyus menata dengan sangat rapi,
" Eh, ini apa Aina??, kok begini teksturnya??"
" Itu kentangkan...!"
" Kentang??, kok warnanya begini??" Iyus mencicipi sedikit.
kemudian melihat ke arah Aina,
"Aina... ini ubii....kau salah ambil ya??"
" Oh ya??, aku kira di sana semua adalah kentang,tapi beda jenisnya...!" jawab Aina super polosnya.
Haduh, saat dia begini kenapa sangat menggemaskan, rasanya ingin aku gigit
dalam hati Iyus.
" Tidak apa-apa, aku akan memakannya, aku akan rebuskan untukmu!"
" Ehmm maaf Iyus aku tidak membantumu dengan benar!" merasa sangat bersalah
" Santai saja, karena aku bisa kau andalkan..., kau tunggu saja di meja makan, aku akan menyelesaikan untukmu!"
" Oh ya baik!" Aina menurut saja dari pada membantu tapi tidak tepat.s
Iyus terkikik sendiri di dalam dapur, mengingat kekonyolan Aina yang super menggemaskan .
" Ayo makanan sudah siap...!" Iyus membawa makanan yang sudah siap di makan itu ke meja makan.
melihat Iyus yang berbadan kekar menggunakan Apron membuat Aina tersenyum.
Dia sangat menyebalkan, tapi sangat sabar menghadapi aku yang super lemot ini, aku tidak tahu perasaan ku padanya seperti apa, namun sekarang yang aku sadari, dia tidak bisa dikatakan baik, tapi dia sangat tulus, dia yang sangat cuek dan bermulut pedas, namun dia sangat sabar dan slalu melakukan semuanya dengan tidak dibuat -buat.
dalam hati Aina.
__ADS_1