
" Hemmm...Yang Mulia aku harus mengurus anak ini, aku akan mencari cara untuk menyembuhkan matanya!"
" Ami kau bantu Nona membersihkan anak ini !' pinta Alfred.
" Bagaimana dengan anak yang lain Yang Mulia?"
" apa yang ingin kau aku lakukan katakan!"
" Biarkan mereka tinggal bersamaku...!"
" Baik, aku akan membawa mereka ke sini setelah mereka di bersihkan!"
" Aku akan menyiapkan ruang untuk mereka tidur di sebelah kamar mu!"
" Yang Mulia, terimaksih...!"
" Tidak perlu....!"
**Sebenarnya Yang Mulia adalah laki-laki yang baik, tapi sayangnya bukan untukku, aku tidak bisa menerima perasaanya, aku berjanji akan mencarikan perempuan yang tepat untuk Yang Mulia .
dalam hati Tasya**.
...----------------...
Kediaman Pratama.
" Kalian sudah pulang??, di mana Iyus??" Tanya Savina.
" ehm tadi ada kejadian yang kurang mengenakan mom...!" Ujar Julia.
" Apa?, apa yang terjadi pada Iyus?"
" Saat makan kami bertemu Yohana...dan Yohana membuat masalah, dan membuat Iyus marah...!"
" Haduh wanita itu...memang harus di cubit biar tahu rasa!" ujar Nathan kesal.
" Lalu pergi ke mana Iyus??"
" Dia pergi duluan, tapi Aina mengejarnya jadi Mommy tidak usah khawatir!"
" Aina?????"
ujar Nathan terkejut.
" Ya Dad....!"
" Memang kenapa Dad? dengan Aina?"
Tak lama Iyus pun datang,
" Iyus...!"
" Ya....!"
" Kau tidak apa-apa kan?, apa kau dengan Aina??" Tanya Suhail.
" Ya bang, dia mengejarku sampai jatuh dan terluka!"
" Apa parah??" tanya Putra.
" Ya lumayan!"
" Apa sudah diobati?" Tanya Julia.
" Sudah, ...!"
" Iyus kami dengar kau memukul teman Aina, tapi malah kau memukul Aina, apa itu benar?" Tanya Suhail.
" Ya...!"
" Bagaimana bisa kau menyakiti Aina??" Ujar Savina terkejut.
" Iyus mana ada niat, dia tiba-tiba menghalangi dan terpukul dengan keras, lagian juga sembuh!"
" Kau kenapa protek sekali dengan Aina?" tanya Julia keheranan.
" Itu karena...!"
__ADS_1
." Iyus, ikut Daddy keruang Baca!"
" Ha?? baik...Iyus juga ada yang ingin dibicarakan dengan Daddy!"
Iyus pun mengikuti Nathan dari belakang, Savina dan ketiga anaknya segera menempelkan telinga mereka ke pintu.
itu memang sudah kebiasaan mereka menguping.
" Iyus...apa kau menyukai Aina???"
Tanya Nathan to the poin.
Iyus terkejut dengan pertanyaan Daddy nya.
" kenapa terkejut?, jawab!!!" tegas Nathan.
" Ya ...!"
mereka yang menguping sangat terkejut,
kecuali Savina, namun tetap menunjukan ekspresi terkejut.
" Kau tahu kalian bersaudara bukan???"
" Tahu, tapi kami tidak ada hubungan darah!"
" Iyus Daddy tidak akan menyetujuimu!!"
" Daddy, kenapa ??"
" Kenapa dia adalah sepupumu!"
" kita tidak ada hubungan darah Daddy, kenapa tidak mau merestui kami!"
" Iyus, Daddy tidak mau kau menyakitinya, Ibu Aina telah mendonorkan matanya untuk mendiang om Bram!"
" Aku tidak akan menyakiti Aina ayah!"
" Siapa yang tahu, bagaimana kau menyalahkan arti jika kau hanya menyayanginya sebagai saudara bukan sebagai seorang pria dan wanita "
Iyus terdiam sejenak berpikir,
" tidak ayah, aku merasa jika itu berbeda dengan aku menyukai Yohana dulu!"
" Sudah, sebaiknya kau urungkan niatmu itu nak, ini demi kebaikan kalian, Daddy tidak ingin melihat kalian saling menyakiti nantinya karena terburu-buru!"
" Tidak Daddy, Iyus sudah berjanji akan menikahi Aina!"
" Apa????"
" Apa kau anggap Daddymu ini sudah mati??!"
" Dadddy, siapa yang bisa mengendalikan hati, awalnya juga Iyus menentang perasaan Iyus sendiri, namun Iyus malah merasa sangat tersiksa sendiri!"
" Apa Aina memahami perasaanmu, dia anak yang sangat polos, dan kau sangat keras kepala, jika dia terpaksa menikah denganmu karena keegoisanmu , itu namanya kau menindasnya!!!"
Iyus terdiam lagi, memikirkan perkataan Daddynya.
" Tapi Dia setuju menikah denganku Daddy!"
" Kau kira ayah akan setuju???"
" Aku tidak mau tahu ayah menyetujuinya atau tidak, aku berjanji 2 tahun lagi akan menikahi Aina!"
" Kau anak pembangkang!, bagaimana bisa aku memiliki anak sepertimu???!"
" Daddy, jika 2 tahun lagi Daddy masih tidak memberikan restu maka, biarkan Tuhan yang merestui kami!"
Ceklekkk..
semua segera berakting pura- pura tidak mendengar Julia dan Savina saling memijat sementara Putra dan Suhail pura - pura mencari mengelap guci -guci.
" Kalian tidak usah berpura-pura, mendengarnya juga lebih bagus!" Iyus segera masuk ke dalam kamarnya.
" pantas saja dia dengan Aina lengket terus!" ujar Julia.
" Mom, apa mommy tidak bisa membujuk Daddy untuk merestui Iyus??"
__ADS_1
" Mommy sudah mencoba berbicara namun Daddy sangat keras kepala!"
" Mommy dan Daddy sudah tahu ya?" Sahut Putra.
" Ya karena Iyus mengeluh tidak ada uang kami penasaran dan mengecek pengeluaran Iyus, Iyus membelikan satu set perhiasan dan mengajak makan di restoran mahal, anak itu tidak akan menyerah !"
" Sejak kapan mereka sangat dekat??" Ujar Julia.
" Entah itu, yang jelas sebelum kita berangkat ke Samarinda Iyus sudah dekat dengan Aina mungkin!"
" Sudah biarkan saja dulu Mom, tidak lihat setelah Iyus kembali apakah masih sama dengan tekatnya atau berubah!"
" Ya, ... bagaimana jika tetap sama?"
" Kami akan membantu mereka !" sahut Julia, Putra dan Suhail serempak.
" Uh ..kalian anak - anak Mommy....!" Memeluk ketiga anaknya
" Kasihan Iyus ya...cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan, lalu sudah bisa move on tidak di restui Daddy!"
" Tak apa, dulu kakek kalian juga menentang Daddymu karena memilih mommy,ini ujian untuk Iyus dan Juga Daddy kalian...!"
" Ehmmm Ya mom!"
" Sudah kalian istirahatlah Mommy akan menghibur Iyus dulu...!"
" Ya mom ,katakan kami mendukungnya!"
" Ya...tenanglah...!" Mereka pun segera beristirahat
Savina mengetuk pintu putra bontotnya itu
Tok tok tok
" Yus, ini mommy...!"
" Masuk mom....!"
Savina pun segera masuk ke kamar putra bontotnya.
" Ada apa ma??"
" Mommy hanya khawatir padamu!"
" Iyus tidak apa-apa, mommy Iyus sungguh - sungguh dengan Aina...kenapa Daddy mengatakan aku akan menyakiti Aina??"
" Jangan menelan semuanya secara mentah-mentah sayang, kalian masih sangat muda, kejarlah masa depan kalian terlebih dahulu, jika memang Aina adalah jodohmu, dia tidak akan diambil siapa pun!"
" Iyus juga tidak terburu-buru mom, Iyus akan menikah dengan Aina 2 tahun lagi...!"
" Dan itu kau belum genap 20 tahun, tunggulah sampai kau benar-benar matang dalam berpikir, menikah itu bukan perkara hanya kau menyukainya saja, kau juga harus menanggung kebahagiaan Aina seumur hidupmu, belum lagi jika nanti kalian memiliki anak, mengurus anak itu juga tidak mudah putraku...!"
" Mom, aku tetap akan menikah dengan Aina!"
" Baiklah, jika nanti kau sudah selesai dengan apa yang kau upayakan kita bisa rundingkan lagi, tiga bersaudaramu berpesan akan mendukungmu!"
" Sungguh mom??"
" Ya, itulah namanya saudara dan Mommy juga akan slalu mendukungmu, tapi apa kau yakin Aina menerimamu?"
" Ehmmmm ya dia berjanji mau menungguku!"
" apa kau membohongi anak itu??"
" Mommy dia mengejarku saat aku kesal, dan dia marah saat tahu aku lari karena Yohana,dan mengatakan jika aku masih menyukai Yohana, bukankah dia itu cemburu pada Iyus??"
" Entahlah, mommy akan menjari jawabannya untukmu nak, sekarang istirahatlah Mommy akan menemui Aina dan melihat keadaannya!"
" Mommy kau tidak boleh mengacamnya untuk menjauh dariku ya?, janji...!"
" Anak bodoh ini, apakah ini adalah drama korea??, sudah istirahatlah Mommy sangat menyayangi Aina, kenapa berbuat seperti itu??"
" Mommy kau yang paling mengerti!" Memeluk Savina dengan erat!"
" Tentu saja...sudah ibu mau ke rumah tengah dulu!"
" Ya, okey!"
__ADS_1
Anak ini sama keras kepalanya dengan Daddynya...dulu aku mau menikahi Daddynya juga karena aku terlalu polos jadi diakal- akali oleh Daddynya, sudah pasti kau ini mengakal-akali Aina... dasar ayah anak ini sama-sama menyebalkan.
dalam hati Aina