
" Dad, mom...."
" Apa Putra???"
" Mom...Apa dokter Ryu masih di sini??" tanya Putra.
" Daddy mengajaknya di lantai atas, lagian kalian itu terlalu heboh...!"
" mom, bukan seperti itu aku harus meminta bantuan Dokter Ryu!" Putra segera menaiki tangga.
" Dok....dokkk..."
" Oh Putra, kau kenapa??"
" Incess , Incess...."
" ada apa????"
" Dokter ayo ke kamarku sekarang!"
menarik tangan dokter Ryu dengan segera turun .
Nathan juga mengikuti dengan panik dan penuh tanya apa yang terjadi.
" Dok, pinggang istriku sepertinya terkilir dia sangat kesakitan...."
" Bagaimana bisa itu terjadi??" Ryu segera menghampiri Incess yang merengek kesakitan itu.
" Putra kau ini keterlaluan, dia memang istrimu, tapi juga jangan terlalu kasar,!"
" Dad, tidak bukan begitu..."
" Tuan komandan, saya minta izin memeriksa istri anda!"
" Yayaya tolong dokter!"
" ada apa kenapa??" Savina yang datang
" Tenang sayang, dokter Ryu sedang memeriksa menantu kita!"
Dokter Ryu pun segera memberikan resep pada Putra,
" Minta ini pada nona Sansan tuan komandan, lain kali gunakan posisi yang wajar agar tidak terkilir!" Dokter Ryu menepuk pundak Putra.
" Kau ini keterlaluan...!" ujar Savina kesal pada Putranya.
Putra hanya menunduk, dan segera pergi ke tempat Sansan untuk mendapatkan obat yang di sarankan dokter Ryu.
lagian mau menjelaskan bagaimana, tetap saja pasti mereka tidak percaya,dari pada membuang waktu, sebaiknya dia segera mengambil obat dari Sansan agar istrinya lekas membaik.
" Oh menantuku maafkan putra, ya sayang.." Savina tak tega melihat menantu mungilnya itu
" Bukan salah abang mom, ini karena Incess tidak hati-hati...!"
" Kau masih membelanya, jangan membelanya...!"
"Jika nyeri pinggang sampai ke kaki kanan, langsung tidur miring ke kiri dengan kaki sedikit menekuk nona...!" Ryu membantu Incesss dengan posisi aman.
" Tidak jauh kan??, rumah Sansan dari sini???"
" Tidak paling 8 menit,...!"
" oh baiklah, sebaiknya bawa Sansan juga, saya harus ke rumah sakit sekarang untuk melihat keadaan Nona Fathia!"
" Baik dokter, terimakasih, tapi apa tidak sarapan dulu??'
" Tidak nyonya terimakasih!"
" Dokter hati-hati dijalan!"
ujar Nathan.
setelah Ryu pergi Nathan dan Savina menjaga Incess sampai Putra kembali.
" Mom, Dad...kakak ipar kenapa lagi??" tanya Julia yang juga khawatir.
" Dia hanya terkilir Jul, sarapan dulu dengan Ami dan Yuzan lalu berangkat ke toko!"
" Ya mom, kak lekas sembuh ya!"
Incess hanya mengangguk, karena menahan rasa sakit di pinggangnya.
Putra pun tiba bersama Sansan yang masih bau iler, dipaksa Putra ikut ke rumah.
" Astaga, San....!"
" Bibi...apasih yang terjadi, Sansan belum mandi sudah ditarik -tarik ke sini!"
" Ini Incess terkilir...!"
" What kok bisa???"
__ADS_1
" Oh, parah abang ini...jangan aneh-aneh makanya, yang wajar saja...!"
Sansan menghampiri Incess .
" semuanya tolong keluar dulu, aku akan mengurus inces...10 menit saja...!"
Semuanya pun segera keluar.
" Incess, jangan tegang percaya padaku, rileks rileks, oh ya... katanya kau mau honeymoon ,mau ke mana??" Sansan mengajak Incess berbincang agar dia rileks dan tidak tegang.
" aku ingin ke negara F , tapi aku tidak tahu abang mau atau tidak!"
" eh kok tiba-tiba ke sana??"
" Ya, Julia dan sepupu anda akan ke sana, jadi aku penasaran!"
" oh di sana sangat menyenangkan, kau tidak akan menyesal...!"
kreeeeeeeeekkkkkk..
" Aggggggggggggghhhhh "
" sudah selesai... ini minumlah obat ini, dan oleskan ini pada bagian yang masih nyeri 2 hari akan sembuh!"
" Hah?? 2 hari???"
" Ya ada apa??"
"Cepat sekali??"
" Ya ,begitu ...oke aku harus kembali aku belum mandi dan mengurus anakku, semoga honeymoon mu menyenangkan!"
" Terimakasih....!".
" Sama-sama!"
Sansan pun segera berpamitan dan di antar oleh ajudan Pamannya pulang.
" Bagaimana sayang...??"
" Hebat, sekali tarik langsung lega rasanya!"
" Syukurlah...!"
" Ini obat yang harus ku minum dan oles katanya dalam 2 hari aku akan segera membaik.
" Biar mommy yang racikan!"
" Ya sudah kau istirahat, ingat Putra jangan membuat kehebohan terus, kasihan istrimu itu loe!"
" Jangan bicara tanpa bukti untuk membela diri!" tegas Nathan.
" Lalu bagaimana?? ah aku punya bukti!"
Putra mengambil ponselnya dan memperlihatkan pada Daddy dan mommy dengan gambar yang di ambilnya saat Incess jatuh..
" Ini dia...!"
" Apa??, ini kau pasti menakutinya sampai jatuh.
" Sudah terserah kalian sajalah!" Putra sudah tidak mau ambil pusing.
" aku mau racik obat ini dulu, ..."
Savina segera ke dapur
" kau jaga istrimu, Daddy mau keluar sebentar!"
" Ya, Dad...!"
Putra menghampiri Incess ...dan duduk di samping Incesss
" Maaf ...!'
" Untuk apa??"
" Semua menyalahkan abang..."
" Tak masalah, seharusnya kau tahu mereka sangat menyayangimu...!"
" Ya, Incess sangat beruntung!"
" Oh ya mereka sangat mengharapkan seorang cucu, bagaimana jika nanti kita bekerja keras untuk membahagiakan mereka!"
Putra sangat pandai mengambil situasi yang tepat.
" Apa abang tidak lihat, pinggangku baru proses pemulihan??"
" Hahahahah...kan 2 hari lagi membaik, tenang saja, aku bisa mengambil cuti lebih panjang lagi, jika aku mau!"
" Hemmm baiklah, ...tunggu aku sembuh ya abang...!"
__ADS_1
" Istri yang baik memang kau ini!" Putra mencium punggung tangan istrinya.
" Apa kau ingin makan sesuatu??"
" Tidak...!"
" Apa kau mau abang membantu mengoleskan ini di pinggangmu??"
" tapi...."
" Apa??, kau malu??, bahkan aku sudah mengoles obat di bokongmu!!"
Wajah Incess langsung memerah....
" Abang kau mesum...!"
" Ini katanya biar cepat membaik dan kita akan segera membuat anak-anak yang lucu untuk daddy dan mommy juga orang tuamu!"
Putra mengangkat baju istrinya dan mengoleskan ke pinggang istrinya, yang sangat mulus itu, Putra mengusap cukup lama sambil menyelam minum air.
" Abang, kau mengambil kesempatan pada pasien??, sungguh terlalu!"
" Hahah, kenapa tubuhmu sangat indah sayang..., salahkan tubuhmu, aku pria normal, tentu saja aku nikmati, lagian kau milikku, aku tidak salah !"
Incess memutar bola matanya malas,
" Kau ini, istrimu masih sakit masih saja mau aneh-aneh!" Savina yang datang dengan mankok obat.
" Mom, lihat aku mengoleskan salep...kalian ini kenapa slalu negatif thinking padaku!"
" Oh maaf sayang, hehehe baiklah Incess cepat di minum ya, lekas membaik...maaf mommy tidak bisa menjagamu, mommy ada janji dengan Client tidak apa kan??"
" Iya mom sudah ada abang juga, terimakasih mom...!"
" ya sayang...mama berangkat ya, muaach" mengecup kening menantunya.
" Abang tidak sarapan??"
" tidak, ...abang mau sarapan kalau kau sarapan!"
" nanti saja, rasanya masih tidak nyaman...!"
" Ya, tidak apa-apa..., sekarang minum obatnya sampai habis no protes!"
" Ya...!" Incess segera menurut meminum obat itu, setelah itu Putra memintanya untuk kembali tidur.
Putra menemani Incess dengan setia.
Di Toko bunga Aina.
krincing....
suara bunyi pintu toko bunga Aina, saat ada pelanggan masuk.
" Selamat datang, di toko kami, apa ada yang bisa kami ban...???, Yuuuuuuuuna??"
" A...aa...aiina..."
" Yun, bagaimana bisa kau babak belur??"
Aina segera menghampiri Yuna yang terhuyung.
" Maaf...." Ujar Yuna tak berdaya
" Apa yang terjadi??"
" Aku, aku menyesal Aina...maafkan aku Aaina...!"
" kau harus di obati, ayo ke dokter dulu...!"
Yuna mengangguk..
Aina segera memesan Gocar, dan membawa Yuna ke rumah sakit terdekat.
setelah mendapatkan perawatan Aina segera menghampiri Yuna.
" Aina...maafkan aku dan terimakasih!"
" Ya, ...Yuna aku tahu semalam kau datang ke rumah...!"
" Benar,...maafkan aku!"
" Ya, karna kau adikku membuat kehebohan!"
" Apa??"
apa dia masih belum move on dari ku??
dalam hati Yuna.
" Ya, kau menyentuh pagar dan jatuh pingsan di jalan utama kami, Pagi buta Fahad mengganti Gerbang dan mengaspal jalan utama kami, jadi agak ribet kita mau keluar masuk!" maklum Aina sangat polos dan jujur jadi tidak bisa berbohong.
__ADS_1
Apa??, sialan bahkan aku merasa lebih menjijikan dari anjingg gila di mata Fahad.
dalam hati Yuna sangat geram.