
" Kalian sedang membicarakan apa sangat serius!" ujar Alfred memasuki ruangan Tasya.
" Hormat Yang Mulia!" Semua memberi hormat pada Alfred
Alfred mengusap satu persatu kepala anak - anak itu dengan lembut.
" Panggil aku ayah angkat mulai sekarang, dan dia adalah ibu angkat kalian!"
anak-anak itu terdiam tidak berani dan segera berlari bersembunyi dibelakang Tasya
" Hei, apa aku semenakutkan itu??" Tanya Alfred.
" Pfffffffffffttttttttt....!" Tasya menertawakan Alfred.
" Kau tertawa?"
" Ingatlah Yang Mulia anda adalah seorang raja, aura seorang Raja sangat kuat siapa yang berani memanggil anda Ayah angkat??, sedangkan anda belum memiliki putra mahkota!"
" Aih, tapi aku benar-benar tulus pada mereka!"
" Mereka butuh waktu untuk memahami semuanya pelan - pelan yang mulia, karena mereka terlanjur memiliki pandangan buruk tentang Raja karena kesalahan orang tuanya!"
" Hemm...benar juga...baiklah lalu aku harus bagaimana agar mereka mengubah pandangan mereka??"
" anak - anak, Raja tidak berniat jahat pada kalian, ayo kalian satu persatu pegang tangan Raja kalian... kalian akan tahu apakah Raja ini baik atau jahat!"
" Kakak apa tidak apa-apa?, bukankah kami tidak boleh menyentuh sehelai rambut raja, bagaimana kita boleh menyentuhnya!"
Tasya menarik salah satu dari mereka dan meletakkan ditangan Alfred.
Anak itu terlihat sangat ketakutan, namun rasa takutnya sirna Saat Alfred mengusap tangan kecil itu dengan ibu jarinya dengan sangat lembut, seorang anak kecil sangat peka dengan sentuhan kasih sayang, seketika anak itu tersenyum pada Alfred karena mendapat kehangatan yang tersalur dari usapan lembut sang Raja, dan seketika anak itu hinggap di kaki Alfred memeluk dengan erat.
" Raja aku tahu kenapa semua orang tidak bisa menyentuhmu, karena tubuhmu sangat hangat dan nyaman, jika semua orang menyentuhmu kau pasti akan kelelahan!" Ujar anak kecil itu
Anak - anak yang lain segera berlari memeluk bagian tubuh Alfred yang bisa mereka raih untuk di peluk, semua mendapatkan bagian masing-masing hanya tinggal anak yang buta itu meraba- raba mencari keberadaan Alfred dengan berjalan hati-hati, Alfred segera meraih anak itu dan menggendongnya, lalu mendekapnya dengan penuh kasih sayang.
" Apa kau Raja kami?" Anak 4 tahun itu bertanya sambil mengeratkan pelukannya
" Kalian mau aku menjadi Raja atau Ayah kalian??"
" Aku ingin memiliki ayah seorang raja, agar tidak menderita lagi dikemudian hari!"
" Dikabulkan!" Ujar Alfred tersenyum
Tasya pun ikut tersenyum bahagia dengan suasana indah dan mengharukan itu
" Raja boleh kami memanggil Ayah Raja??"
ujar anak 6 tahun itu girang.
" Tidak boleh!"
" Oh, seketika anak itu murung!"
" Jika kalian memanggilku Ayah Raja, maka yang akan datang adalah Ayahku, apa kalian mau Ayahku yang sudah meninggal itu bangkit lagi?"
" Tidak tidak mauuuu!" anak itu ketakutan
" hahahha maka dari itu Panggil Ayah saja oke!"
" Ya Ayah... terimakasih!"
" Sama- sama!"
" Pfffftttttt receh sekali bercandanya!" Gumam Tasya .
" Lihat ibu kalian sangat senang...!" Ujar Alfred menunjuk pada Tasya.
" Tidak aku kakak mereka, aku terlalu muda menjadi ibu mereka!"
" siapa yang bercita-cita mau mengangkat mereka menjadi anak, kau baru sehari saja sudah berubah pikiran, kau mengecewakan mereka!"
Tasya melihat raut wajah sedih pada anak - anak itu.
" Bukan ,bukan itu maksud kakak...kakak masih sangat muda bagaimana bisa di panggil ibu??"
" Jadi kakak tidak mau menjadi ibu kami?, padahal kami sangat senang bisa memiliki keluarga lengkap lagi!"
" Kalian tidak begitu... maksud kakak...!"
" Apa salahnya mengiyakan??, bukankah itu hanya panggilan??, bagaimana bisa kau lebih kejam dari aku??"
__ADS_1
" Baiklah kalian bisa memanggil ku ibu!"
" Yea....!" Anak - anak itu bersorak kegirangan.
" Cepat peluk ibu kalian!"
" Yaaaaaaaa...!" Anak - anak itu berlari untuk memeluk Tasya, namun Tasya sengaja berlari menggoda anak - anak itu,
Tawa canda riang suara anak - anak itu memenuhi paviliun Tasya yang biasanya hening seperti tak berpenghuni.
" Baru kali ini, aku melihat wajah baginda Raja sangat bahagia!" Gumam Dans yang ikut merasakan kebahagiaan itu.
" Nona, begitu penuh kasih Wajar saja jika Baginda sangat mengistimewakannya, namun sayangnya Nona tidak luluh sama sekali dengan ketulusan Baginda !"
" Karena hatinya sudah terikat dengan orang lain, dan Tasya orang yang setia...!"
" Kasihan sekali, yang satu tidak bisa bersama dengan orang yang di cintai nya, dan yang satu lagi, cintanya bertepuk sebelah tangan!" ujar Ami merasa sangat sedih.
" Doakan saja semoga mereka bahagia dengan jalan Tuhan...semua sudah dalam rencana Tuhan Ami!"
" Benar Tuan Pengawal...!"
...----------------...
Hari persandingan Sasha dan Chiko pun telah tiba, semua keluarga inti dan saudara -saudara dekat pun datang untuk merayakan hari bahagia itu.
" Selamat Ya Chiko Sasha kalian resmi menjadi suami istri!" ujar Vevey pada kedua pengantin.
" terimakasih kakak ini semua berkat susah payah kalian...!"
" mana ada susah kami sangat bersuka cita Sasha!" Sahut Savina.
" Kakak Na...kak Nathan terimakasih juga untuk kalian!"
" Kami melakukan kewajiban kami, jangan seperti orang lain Sasha!" ujar Nathan mengusap lembut kepala Sasha.
Acara itu berlangsung sangat sukses, mereka mengabadikan moment indah itu bersama,
" Papa mama... apa kalian langsung kembali ke korea?"
" Ya, kami masih banyak pekerjaan, kami akan menelponmu nak , maafkan kami tidak bisa berlama-lama di sini!"
" Sudah ayo kita kembali ke dalam cucuku, pestanya sudah selesai tapi keluarga inti masih berkumpul di dalam!"
" Ya nenek...!"
" Mbok Yem apa pestanya sudah selesai?"
" loh Tuan Kenzo???"
".Ya mbok, apa kabar...?"
" Baik... ayo masuk!" ajak Mbok Yem
" Dai, kau tolong letakkan hadianya di tempat nya!" pinta Kenzo
" Baik Tuan!"
" Kakak Rio, boleh Natali bantu??"
" Tidak non, ini berat saya bisa!"
Dai segera masuk ke dalam dan meletakkan hadiah dari Kenzo itu di tempat tumpukan kado.
baru akan duduk, tangan Dai sudah di tarik dan di kerumuni oleh, anak - anak Pratama.
" Apa??" Dai Menaikan satu Alisnya
" Sini - sini... bagaimana kabar sansan??" Bisik Cindy pelan
" Dia jelas baik di sana kalian tidak perlu khawatir, aku akan mencari cara untuk membawanya pulang!"
" oh baiklah, sudah begitu saja...!" mereka bubar kembali.
" Ada apa dengan mereka kak?"
tanya Natali heran.
" Tidak apa-apa, di mana Sansan??"
" kembali ke rumah karena merasa tidak enak badan!"
__ADS_1
" oh, apa parah??"
" Katanya agak sedikit pusing, ini saya mau berpamitan untuk menemani Sansan kak!"
" Baiklah, tolong jaga dia ya!"
" Iya kak, permisi!"
" Wah, cantik sekali Natali ini..." gumam Dai segera duduk dan menikmati makanan yang ada ,dan diam - diam mengambil potret Sasha dan Chiko
" Aku akan mengirim untuknya nanti jika sudah bisa bertukar informasi lagi!" Segera memasukan ponselnya ke dalam kantong .
sementara terlihat Kenzo sedang mengobrol dengan Sasha dan Chiko dan yang lainnya.
" Kenzo mereka bilang Kita adalah sahabat, kenapa kau datang terlambat??"
" Maaf Sa, aku sudah berusaha untuk datang tepat waktu, tapi masih terlambat lagi!"
" Terlambat lagi??, memangnya aku menikah dua kali!"
" Hehehe bercanda, selamat untuk kalian semoga langgeng!"
" Terimakasih Kenzo, di mana istrimu??"
" Aku sudah bercerai!"
" Apa??, kenapa??"
" Kau sudah bercerai??" Nathan seakan tak percaya.
" Ya kak...benar, sudah resmi bercerai!"
" Kenzo aku tidak tahu masalah apa yang kau hadapi semoga kau menemukan pengganti yang lebih baik!"
" Sudah aku sudah ada hanya saja kami sedang tidak bisa bertemu!"
" eh, secepat itu??"
" Sasha, Kenzo dan istrinya itu tidak saling mencintai, karena dijodohkan!"
" ohhh...Kenzo...maafkan aku karena tidak tahu banyak penderitaan mu, sebenarnya akulah sahabat yang tidak baik!"
" Kau sangat baik Sasha, aku mendoakan slalu kebahagiaan mu!"
"Terimakasih, lalu kenapa kau tidak bisa bertemu dengan wanita mu??"
" Ada beberapa masalah, aku sedang mencari jalan keluarnya!"
" Semoga dimudahkan Ken!"
" Ya, semoga!"
terlihat Kenzo sangat sedih , Chiko meremas pundak Kenzo
" Kami tidak akan tinggal diam, kami akan membantumu!"
" Ya Terimakasih Chiko!"
" Benar, kita tidak akan tinggal diam Kenzo tenang saja!" Tambah Nathan
" Benar itu karena kami juga sangat penasaran dengan wanita yang membuatmu bersedih !" Sahut Hiro berpura-pura tidak tahu
" Terimakasih semua , aku merasa sangat lega, hehe jika ku ceritakan aku akan menjadi bahan tertawaan kalian!"
"kenapa begitu?, di manusia kan??"
" Iyalah kak...!"
" Itu dia kenapa menjadi bahan tertawaan!"
" Dia baru akan menginjak umur 17 tahun soalnya!"
" Apaa??" semua terkejut meskipun hanya berpura-pura, kecuali Sasha yang terkejut sungguhan
" Nah kan...!"
" Hahah ya sudah tidak apa-apa...memang kalau jodoh bisa apa kita!"
" Benar, hahahahah"
mereka memanfaatkan moment itu untuk bercanda penuh dengan kehangatan, karena jika tidak ada acara resmi maka semuanya tidak bisa berkumpul.
__ADS_1