
" Kalian apa baik-baik saja???"
" kami hanya luka ringan Than, ...jangan khawatir!"
" syukurlah, kasus ini akan segera selesai ...aku akan melihat isi micro ini..."
" Dari mana kau dapat??"
" Aku menemukan seorang wanita, di plafon bangunan, di sana ada banyak wanita tergeletak aku menolong yang masih hidup, dan dia memberikan aku ini..."
" siapa wanita itu dad?? " tanya Julius
" Mana ku tahu..."
" Dad apa kau menemukan Yohana??"
" Yohana siapa??"
" Yohana itu yang dulu mengejar abang suhail, masak Daddy lupa??!"
" selain mommy mu, bagi Daddy semua wajah wanita lain tampak bluur di mata Daddy!'
" Daddy, ... jangan - jangan yang Daddy tolong itu Yohana!'
" tidak tahu, tapi dia tidak tertolong!"
" Apa??" Sandy dan Julius terkejut
mereka segera bangkit
" Di mana dia Than??"tanya Sandy
" Tenda 12..."
Sandy yang terluka di kaki itu segera berlari keluar, begitu juga dengan Julius.
mereka berdua berlari ke tenda 12
" mana wanita yang dibawa Laksmana??"
"Di sana!" petugas medis menunjuk jenazah yang sudah di tutupi kain putih itu.
Julius segera menghampiri dan langsung menarik kain yang menutup.
Sandy langsung jatuh berlutut di dekat jenazah itu
Julius mengepalkan tangan dengan sangat keras.
memang itu Yohana, keduanya sangat terpukul dengan kematian Yohana.
" Maafkan aku Hana, aku tidak menepati janjiku padamu!" Ujar Sandy merasa sangat sedih karena gagal memberikan apa yang dia inginkan.
Yohana...maafkan aku...maafkan aku...
dalam hati Julius.
Bagi Julius Yohana adalah wanita unik yang pernah dia temui, Yohana bisa membuat hati Julius bergetar dan jatuh Cinta, Tapi juga bisa membuat hati Julius Bergetar karna membencinya, dan sekarang Yohana membuat hatinya bergetar karena kepergiannya.
" Kalian sudah berusaha...dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan... sekarang kalian istirahat, aku akan membantu memberikan pemakaman yang layak untuk Yohana!"
" Daddy..."
" Apa???"
" Bisakah dia di makamkan di pemakaman keluarga kita Dad??"
" tidak mungkin Julius!!!, dia tidak ada hubungan dengan keluarga Pratama...!!!!"
" Dad... sekarang kau pemegang keputusan dalam keluarga Pratama, dia sudah membantu kita membongkar semua kejahatan yang menimpa keluarga kita!"
" Baiklah...!!" Nathan pun menyetujui permintaan Putranya yang super keras kepala itu.
Julius tersenyum senang
" Yohana, setidaknya aku bisa memberikan peristirahatan yang aman dan nyaman untukmu, Om Bram dan Om Jovan akan menjagamu di sana!" ujar Julius lirih
" Sudah cepat istirahat!!, aku mau menjemput Aina dan Tiara!"
" dad ikut...!" ujar Julius
__ADS_1
" Aku juga!"
sahut Sandy.
" Kalian hanya ingin mendapatkan simpati dari mereka, lagu lama!!" ujar Nathan
" Ayolah...than..." Sandy membujuk
sementara Julius sudah masuk lebih dulu ke dalam mobil Daddynya.
" ayo dad....!" teriak Julius.
Nathan mau tak mau mengikuti keinginan mereka .
setelah sampai, Julius bermaksud ingin langsung turun tapi Nathan mengunci pintu mobilnya.
" Dad..buka...!" pinta Julius.
Nathan mengabaikan putranya, dia menelpon anak buahnya .
" aku sudah di depan gerbang, bawa dengan mobil yang ada...!"
" Lah Daddy kok nggak semobil dengan kita?"
" apa kau mau membawa mereka dalam bahaya??, memangnya kalian sudah yakin aman??"
" Benar kata Daddymu biarkan mereka di mobil terpisah dengan kita!" ujar Sandy
" Ya..." akhirnya mereka pun kembali ke kediaman Pratama dengan selamat.
Julius dan Sandy turun dari mobil...
Nathan membantu Sandy berjalan, sementara
" Iyus , Uncle..." Aina terkejut dengan keadaan keduanya.
" om... Julius??" sahut Tiara tak kalah terkejut.
" hehehe tidak apa-apa, kalian istirahat lah...!" ujar Sandy dengan gaya sok kerennya.
Nathan menendang luka Sandy ringan
" ah, benar kau baik-baik saja, buktinya bisa marah-marah!!"
ujar Nathan santai.
" Kau brengsek!!"
" Hahahah Tiara kau lihat sendiri dia sangat energik, pulanglah bundamu pasti khawatir!" ujar Nathan.
" Baik paman!" Tiara pun segera berlari menuju kediaman selatan.
Sementara Julius meringis memegangi luka nya,
" Ai...sakit sekali... aku tidak ingin membuat mommy bersedih, aku istirahat di tempatmu ya??!!"
" Ayo..." Aina pun menuntun perlahan Julius yang terluka dan membawanya ke kamarnya.
" aku harus bagaimana Yus??"
" Kau hanya harus tetap menjagaku saja di sini!"
" Baik!!!"
" Tapi aku lapar Ai..."
" aku minta mbak Zara masak dulu ya..."
Aina segera berlari keluar mencari mbak Zara.
sementara Sandy dan juga Nathan masih berdebat terus.
" Kau ini ribet kali, lihat putramu malah sudah masuk ke kamar Aina!"
" Hah??, anak itu!!!" Nathan melepaskan tangannya yang memapah Sandy hingga sandy kehilangan keseimbangannya dan jatuh.
Broooooikkkkk
Nathab berlari keluar rumah meninggalkan Sandy yang terjatuh ke lantai.
__ADS_1
" Nathan kau bajingann, lihat bagaimana aku menghajarmu setelah aku sembuh, kau keparat Nathan!"
" agggghhh sakit sekali..."
" Loh ko San??, ada apa??" tanya Savina yang kebetulan mau ke dapur.
" ah, tidak apa-apa hanya kecelakaan kecil..."
" oh bagaimana bisa terjadi biar aku bantu bangun!"
" tidak tidak jangan pedulikan aku !"
" ayolah, kita keluarga aku bantu ya!" Savina segera membantu Sandy berdiri.
" sebenarnya tadinya tidak parah, aku memaksa untuk lari sehingga jahitannya terbuka lagi dan sakit sekali..."
" lain kali hati-hati saat berkendara Koh!"
" Loh, aku sedang menjalankan misi dengan Julius...!"
" sebentar lagi sampai Koh...eh apa dengan Julius??"
" Dia juga terluka, di lengan dan pundak!, dia bersama Aina!"
" Apa??" Savina langsung melepaskan tangannya dan berlari langsung ke kediaman tengan.
Dan terjadi lagi..
Sandy terjatuh lagi dan kakinya membentur meja.
" Bajiiiingan....kalian pasangan brengsek!!!!" teriak Sandy karena sangat sakit di jatuhkan 2 kali tanpa berperasaan.
" kalian satu keluarga ini benar - benar membuatku darting..."
Incess yang kaget segera keluar,
" loeh uncle??, kenapa klesotan di bawah Uncle???" tanya Incess bingung.
" Apa kau tak lihat kakiku hampir dibuat cacat oleh kedua mertuamu??!!, masih tanya kenapa??" ujar Sandy sangat kesal.
" Huaaaaaaaaa...hiks hiks hiks hiks... uncle jahat membentak Incess huhuhuhu huaaaaaaaaaaaa aku mau menelpon suamiku!!!" Incess menangis sambil berlari masuk ke kamar.
" Oh astaga, aku harus segera menikah dan pergi dari sini.. mereka sangat menyebalkan!!"
gumam Sandy berusaha meraih sofa untuk membantunya berdiri.
" Loh ...uncle??" Suhail yang baru tiba langsung membantu Sandy untuk duduk.
" Hah, kau yang beda dari yang lain suhail
...tolong Panggil Dokter lukaku terbuka lagi..."
" baik!" Suhail segera memanggil dokter pribadinya
Dan segera mendapatkan penanganan lagi, di jahit lagi.
" Letnan, Ini sudah jahitan ketiga, sebenarnya lukanya tidak parah, anda berhati -hatilah sedikit!!"
" kau kira aku tidak hati-hati, ....sudah pergilah bikin emosi saja!"
" baik, Jendral, saya permisi !"
"maafkan Letnan san dok, dan terimakasih!"
" tidak apa-apa, orang sakit temperamen nya memang tidak teratur, maklum..." dokter pribadi Suhail pun pergi.
" Uncle, apa mau ke kamar??"
" aku mau ke tempat Chiko saja...!"
" ah??"
" biar Tiara merawatku, ...di sini aku takut terluka lagi .."
" Ah baik aku ambil kursi roda dulu dikediaman tengah Uncle!"
" terimakasih jendral!"
Akhirnya Sandy bernafas lega setidaknya ada yang benar dalam membantunya.
__ADS_1