
Melda perlahan mulai berubah, yang tadinya berjalan menunduk tidak percaya diri, kini sudah berjalan tegak dan banyak tersenyum.
" Kau sudah berubah Mel..." Ujar Sasha merasa senang dengan perubahan Melda.
" ini berkat anak dan keponakan anda Nyonya..."
" itu karena kerja kerasmu juga yang paling penting..."
" Iya nyonya..."
" Apa Noah, baik padamu?? dan juga Melvin??"
" Melvin sangat lengket pada Noah, nyonyah... sekarang dia jarang bersama saya, dia lebih menyukai Ayah barunya..."
" jadi Noah tidak memperhatikanmu???"
" heheh, Melda sudah sangat bersyukur karena tuan noah mau menganggap dan mendidik Melvin seperti anak kandungnya sendiri...."
" ah, iya...tidak apa-apa mungkin masih butuh proses..."
" hehehe..."
" oh ya, 3 Minggu lagi Suhail dan Fathia akan menikah ,kau di undang juga kan??"
" iya nyonya...tapi saya belum mempersiapkan hadiah untuk jendral dan juga nona Fathia..."
" Nanti pergi cari denganku ya saat senggang..."
" TeSha ... sekarang semenjak ada Melda dan Melvin Tesha sering kesini ya???"
" kau tahu apa tiap hari aku juga slalu ke sini Karena Lister pasti ingin bermain dengan anak-anakmu, dan di tambah ada Melvin...."
" Ehmm, Melda sudah banyak berubah ya??" ujar Fahad melihat banyak perubahan pada Melda.
" kau tidak boleh memuji wanita lain di depan istrimu Fahad...!"
" aku tidak memuji, Te...astaga sayang kau jangan salah paham ya..."
" Ibu aku pulang...." Melvin yang baru pulang sekolah berlari menghampiri ibunya.
" Hai boy... sekarang semangat sekolah ya??"
" Ya karena ayah Noah slalu mendampingi Melvin !"
" ayah Noah???"
" Bapaka kerja lembur terus sampai tidak tahu jika Melvin sudah punya ayah..."
" bukankah kau menganggap aku juga papahmu Vin??" tanya Fahad.
" benar, awalnya...tapi sekarang sudah ada ayah Noah, dia slalu ada untuk Melvin, saat Melvin di ganggu di sekolah Ayah datang memarahi anak-anak nakal itu, sekarang teman-teman tahu jika Melvin punya ayah, mereka tidak mengatakan Melvin anak haram lagi..."
Melda yang mendengarnya berkaca-kaca.
" Kau melupakan papahmu saat ada yang lebih baik Melvin..."
" Ya, maafkan Melvin...kata ibu kita tidak boleh serakah, cukup ayah Noah saja untuk Melvin...oh ya..." Melvin berlari menghampiri Dhiren dan Nora yang sedang bermain dengan Lister.
" Dhiren Nora, aku kembalikan papahmu, aku terima kasih sekali ya..." ujar Melvin lalu berlari memeluk kaki Noah.
__ADS_1
semua orang tertawa melihat kelucuan Melvin .
Noah sangat senang karena Melvin tidak mengecewakannya, anak itu cukup pandai dan mudah di nasehati.
" Noah, dia sangat menyayangimu...kau tidak bisa mengecewakan ibunya!"
ujar Fahad
" ah, tidak tuan...tidak jangan pikirkan saya, saya sudah senang tuan mau menjaga Noah..." Melda terlihat salah tingkah dan wajahnya memerah .
" Tuan jangan menggoda ibu dari anak saya!" ujar Noah dengan tenang dengan wajah pokernya.
" uhuuuuuaaaaaaaa...." semua bersorak gembira membuat Melda semakin salah tingkah, mungkin saat ini Melda baru merasakan yang namanya dihargai oleh seorang pria.
" Dari mana kau belajar kata-kata itu Noah...?, sudahlah aku tidak akan menggoda lagi..."
Fahad sangat kenal Noah sejak kecil, dia, Sansan dan di tambah lagi Dai, ketiganya jika bersama akan terlihat bobrok dan kekanak-kanakan, tapi kalau terpisah begini dia benar - benar seperti seorang pria berwibawa.
Hah sudahlah kenapa aku harus memikirkan Noah??, Dia menjaga image nya berati juga ada insting dengan Melda, dia juga tidak pernah dekat dengan perempuan, dan sekarang dekat pun dapat paket Combo, sepertinya nasibnya tidak jauh dengan om Geryy.
dalam hati Fahad.
...----------------...
" Uncle San, apa yang kau lakukan di sini??" tanya Julius heran.
" Aku akan membantumu, aku tidak ada kerjaan lain selain mengantar jemput Tiara, aku pengangguran loe boy .."
" Uncle, kau suka sekali dengan daun muda,..."
" eh, Daddymu juga dapat daun muda...!"
" tapi ini jauh sekali loe Uncle kau dan Tiara seperti anak dan ayah..."
" Ya tahulah...Daddy yang cerita...hanya saja aku tidak tahu jika uncle sangat giat sampai mau mengurus urusan Tiara!"
" aku sudah berjanji padanya..."
" kalau begitu jangan buang waktu lagi Uncle, kita ke tempat perjuadian, kenapa uncle baru maju sekarang??, jadi aku tidak perlu membawa mereka!" menunjuk 2 rekan perempuannya!"
keduanya hanya meringis,
" Kau takut Aina cemburu,tapi Aina sepertinya bukan wanita yang pencemburu dia akan tetap percaya padamu meskipun kamu berbohong padanya!"
" ya tapi aku yang ingin menjaga prasangkanya!"
" Bagus, kau dan Daddymu Sangat mirip!"
" enak saja, siapa yang mirip dia??, aku ya aku!!"
" itu contohnya sama keras kepalanya!"
" Sudah uncle, ayo kita segera bertindak...!"
" Gas... keduanya pun segera menuju ke Casino...!"
" Uncle, jika ingin dilayani pelayanan terbaik kau harus memiliki member VVIP!"
" Hah??, untuk apa??"
__ADS_1
" targetku wanita pemilik Casino ini satu jamnya 10 M hahahahaah"
" Apa-apaan ini??"
" Kau punya membernya??"
" uncle, aku kan baru aktiv uang dari mana mendaftar membernya saja 1 M..."
" Kalau begitu aku daftar!" San segera mendaftarkan diri menjadi pelanggan VVIP.
" Sialan, apa tugas Polisi harus menggunakan uang sebanyak ini??, berapa gajimu Boy??"
" Tidak ada seperempat dari itu Uncle, aku paling miskin di Antara keluagaku!"
" Tidak masalah, setelah misi ini kau pasti akan menaik jabatan...Uncle bantu kau mendapatkan jalan pintas !"
" Jangan katakan itu uncle, aku seperti orang
tidak berguna .."
" Bercanda Boy...kita masuk...!"
mereka memasuki ruangan mereka.
" Ohya... Uncle, Uncle open BO lah anak dari pemilik Casino ini, tapi aku akan pura-pura mabuk...!"
" jadi bagaimana aku harus mengapakan dia??, 10 M hanya satu jam apa yang harus aku lakukan dengannya jika tidak di pakai sayang juga aku membuang uang sebesar itu!"
" apa saja om, cari tahu siapa dia?, dan apa hubungannya dengan pemilik Casino ini, lalu kenapa dia harus menjadi wanita seperti ini??"
" kenapa bukan kau saja??, aku bisa menjaga rahasia agar Aina tidak tahu...!"
" uncle, kita saling kenal, makanya aku menyamar..."
" Hahz jika kenal kenapa tidak kita culik dan tanya langsung ini membuang uangku Boy???"
" untuk hal ini harus dilakukan dari hati ke hati, Uncle tenang saja aku bisa menjaga rahasia !"
" sialan aku diperintah anak ingusan sepertimu, jika bukan anak Nathan kau sudah ku kuliti!"
Sandy segera menekan tombol di dekat mejanya,
pfffffffffffttttttttt ternyata uncle sangat pro dia tahu harus bagaimana di tempat hiburan seperti ini, aku tahu sisi gelap seorang Sandy.
dalam hati Julius.
" Tuan, apa ada yang bisa saya bantu??"
" Aku member baru VVIP, tapi aku tidak tahu pelayanan untuk VVIP apa saja..."
" tuan setiap kunjungan akan mendapatkan Free minuman, jika ingin berjudi anda bisa memilih sendiri lawan anda, ada banyak wanita cantik yang kami miliki, anda bisa meminta mereka menemani anda bermain, dan jika ingin melakukan servis lebih, anda bisa ke lantai atas di sana banyak pilihan dari tarif 20juta sampai 10 M perjam...."
" Aku penasaran dengan 10M perjam..."
" ah bisa saja tuan, Tapi harus reservasi terlebih dahulu..."
" Baiklah... terimakasih, jadi kapan saya bisa memakainya??"
" Saya lihat jadwalnya dulu..."
__ADS_1
" Satu hari ini sudah penuh, jadi besok masih ada 5 jam free anda mau ambil berapa jam tuan??"
mendengar perkataan petugas itu kepala Julius langsung keliyengan, otaknya tidak sampai ke sana.