
Kediaman Pratama.
" Iyus, bangun...!" Aina yang terbiasa bangun di pagi buta pun membangunkan Iyus yang masih memeluknya erat.
" Ehmmm, Ai...aku masih ingin memelukmu lebih lama sayang...!"
" Iyus,...!"
" Ai, kau kan bosnya...percayakan saja pada karyawanmu...!"
" Iyus, tapi aku terbiasa mandi jam segini...!"
" Sama, aku juga terbiasa mandi di pagi buta, sebelum alarm berbunyi untuk berbaris...!"
" kalau begitu ayo mandi...!"
" Mandi bersama maksudnya??" Iyus langsung terduduk.
" Ihhhh menyebalkan, ...tidaklah...!'
" Ai, ayo kita berpelukan lebih lama, mungkin aku akan segera kembali ke asrama minggu ini...!"
" Benarkah??" Aina terlihat kecewa.
" Ehmm, jangan membuat wajah seperti itu sayang...aku harus cepat menyelesaikan semuanya dan kita akan segera menikah...!"
" Aku merasa itu akan menjadi penantian panjang, setelah apa yang kita lalui baru - baru ini, aku merasa sangat bahagia karena kau ada di sampingku...!"
" Aku juga sangat bahagia Ai...tapi kita harus membuktikan pada Pak tua itu...!"
" Eh, itu kan pamanku kenapa kau bilang begitu??" tak terima.
" Dia memang sudah berumur Ai...!"
"kenapa kau sangat kesal pada Paman??"
" Entahlah,,, melihatnya saja membuatku kesal...!"
" Kalian harus baik-baik lah...!"
" Ehmmm jika nanti dia tidak menentang pernikahan kita aku akan baik padanya!"
" Kau sangat keras kepala...!"
" Itulah yang aku turuni dari pak tua itu...!"
Iyus menempelkan kepalanya di perut Aina, dan tanganya memeluk erat pinggang Aina.
" Aku juga ingin punya anak kembar nantinya, seperti aku dan Julia, sepasang anak kembar sudah cukup untuk mengisi rumah kecil kita!"
" ihhhh jangan membuatku malu...!"
mencubit pipi Iyus dengan gemas .
" Apa kau tidak mau??"
" Ma..mauulah...!"
" ahhhh aku tidak sabar dengan hal itu, membayangkannya saja aku sudah sangat gembira...!"
Iyus segera duduk dan mendekatkan wajahnya pada wajah Aina.
" Iyus....!"
" Aina saat bangun tidur kau sangat cantik dan Sexy...!"
" Aina....OMG kalian sedang apa??" Cindy yang baru datang dan terkejut melihat adegan absur Aina dan Iyus.
Dueeeeeeennggggg...
Cindy langsung menempeleng kepala Iyus
" Hei anak sialan, kau terlalu berani!"
" Aggggggghhhh, Cindy kau ini pria atau wanita ?, kasar sekali...!"
" Aina kau pasti sangat ketakutan, kakak akan melindungimu dari bocah sialan ini...!"
" Kakak, jangan....Iyus tidak melakukan apapun padaku dari semalam...!"
Dueeeeeeennggggg...
" Apa semalam, kau sangat kurang ajar Iyus, aku akan mengatakan pada paman, tentang perilakumu!"
" Kakak, kakak jangan sungguh tidak ada yang terjadi pada kami semalam kami hanya tidur bersama tidak ada hal lain...!"
__ADS_1
Cindy memegangi keningnya
" Aina, Kenapa kau membiarkan seorang pria tidur diranjangmu??"
" Kakak, tapi dia Iyus...bukankah kita sedari kecil juga sering tidur bersama??"
" Ya Cindy kau tenang saja, aku tahu batasanku kok!"
" Hmmmm, ya sudahlah terserah kalian...!"
Seorang pria dan wanita yang memiliki perasaan berada di satu ranjang, tidak terjadi apapun apakah itu benar??
eh tunggu kenapa aku menjadi mengingat Martin,
hemmm aku dulu juga melakukan hal yang sama dan tidak terjadi apapun, mungkin Iyus juga begitu..
hah...aku masih belum melupakannya
dalam hati Cindy.
raut wajah Cindy berubah menjadi suram
" oke lanjutkan aku sangat lelah...!"
Cindy segera kembali ke kamarnya.
" Ada apa dengannya?? sepertinya dia sedang dalam suasana tidak baik...!"
gumam Julius.
" Ehmmm... bagaimana ini Iyus...??" ketakutan.
" Apanya sayang, jangan pikirkan apapun, kita memang tidak melakukan apapun kan?, jangan khawatir mandilah dan siap-siap berangkat, aku akan mandi di rumahku, setelah itu aku antar kerja dan mencari Hubert untuk meminta maaf!"
" Kau sungguh meminta maaf?"
" Aku seorang pria tidak akan menarik kata-kata ku...sampai jumpa nanti...!"
" Hmmmm....!"
Iyus pun segera kembali, dan Aina pun bergegas mandi.
" Kakak, apa kau baik-baik saja??"
" Baik kok Aina, ini bekalmu, ini untuk Iyus dan sahabatmu...!"
" Iya Aina hati-hati...!"
" Kakak bukankah sebentar lagi kakak ulang tahun??
" Ah benarkah? kakak malah lupa hehehe...!"
" Kakak kita buat pesta sederhana yuk...!"
" ah???kita kan tidak pernah mengadakan pesta, hanya berbagi pada sesama saja...!"
" iya kita berbagi yuk kak ,sambil ngumpul bersama, aku akan membuat bunga mawar dari uang kertas, kita bagi makan juga!"
" Okelah...!"
" Baik, aku akan mengaturnya untuk kakak , kakak aku berangkat dulu...!"
" Hati-hati!"
Aina pun segera keluar, ternyata Iyus sudah siap dengan mobil milik Suhail.
" Ayo sayang, kita cari Hubert!"
" Ya, ..." Aina tersenyum merekah karena kekasihnya sangat gantleman.
" Ai, telpon dia, tanyakan di mana!"
" Baik...!"
Aina segera menelepon Hubert,
tak lama telponnya pun terangkat
" Hallo nona...!"
" Tuan, apa anda sudah pulang??"
" Ini sedang berkemas, ada apa nona??"
" Bisakah, kita bertemu sebentar?"
__ADS_1
" Tentu, Dimana??"
" Di depan rumah sakit saja tuan...!"
" Oh baik, ...!"
Saya sedang dalam perjalanan...!"
" Baik...!"
panggilan pun berakhir,
" Iyus aku meminta bertemu di depan rumah sakit...!"
" Oke, Aina...bolehkah aku meminta satu hal??"
" Apa??"
" Setelah aku meminta maaf blockir nomer Hubert!"
" Baik...!" Aina mengiyakan permintaan Julius, Aina tidak ingin melihat Iyus marah lagi, karena itu sangat menakutkan untuknya.
Iyus pun tersenyum puas mendengar jawaban Aina.
Di depan Rumah sakit
" Di sini saja ya??"
" Ehmm...oh itu dia sayang...!" Aina menunjuk ke arah Hubert yang berdiri sendiri sambil memainkan ponselnya.
" Tuan ....!"
" Oh nona....!" Hubert tersenyum lembut namun segera memudar melihat pria yang bertubuh kekar di usia sangat muda berada di belakang Aina.
" Tuan maaf membuatmu menunggu...!"
" Tidak masalah,...!"
" Hei Hubert, maafkan aku karena sudah 2x memukulmu, aku sangat kekanakan, bisakah kau memaafkanku??"
Hubert terkejut melihat pria yang sangat songong itu tiba-tiba meminta maaf.
" Ah, tak apa tuan...santai saja...!"
" aku tahu kau memang baik, karena sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, aku pamit...!"
" Ha??"
" Ayo sayang, kita kembali...!"
" Tuan hati-hati di jalan...!" Aina melambaikan tangan dan segera mengejar Iyus yang berjalan sangat cepat, dan masuk mobil.
Hubert hanya bisa memandangi kepergian mereka, dia mengira jika hubungan keduanya hanya sebentas saudara, ternyata itu diluar ekspektasinya.
Hubert segara kembali masuk ke dalam rumah sakit.
...----------------...
Fahad membuka m-banking nya melihat jumlah nominal yang ada pada rekeningnya.
" Ini sudah sangat cukup bukan untuk menikahi Yuna...?" Gumamnya begitu sangat bahagia.
tapi Fahad teringat pamannya untuk menikahi Yuna jika dia sudah bisa berjalan,
" Tidak, itu akan menyakiti Yuna...aku akan menikahinya dengan segera...meskipun itu sangat sederhana tapi setidaknya Yuna tahu, Fahad mencintainya apa adanya...!"
Fahad sudah tidak bisa menunda lagi keinginannnya, Dia akan membicarakan rencananya pada keluarganya terlebih dahulu, jika mereka setuju, baru akan mengabari Yuna, setelah itu meminta ijin Cuti pada tuannya, lalu dia akan mengumpulkan uang lagi untuk mengobati Yuna pada Sansan.
" Oke rencana yang bagus...!"
Fahad merebahkan tubuhnya.
Cekling...
Fahad mengambil, ponselnya ternyata itu dari kakaknya Aina.
" Fahad 3 hari lagi kak Cindy ulang tahun, kami akan berkumpul lalu membagikan beberapa kotak makanan dan uang, bisakah luangkan waktumu??"
" Tentu saja, aku akan meminta cuti 2 hari...!"
" Bagus, kalau begitu selamat beristirahat!"
"Ya kakak juga ya...!"
Fahad segera meletakkan ponselnya kembali,
__ADS_1
" Okelah momentnya pas bangetlah sekalian aku ingin menyampaikan keinginanku!"
Fahad pun segera memejamkan matanya, dia akan meminta izin cuti besok pada tuannya.