GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
42. Menjadi Suami


__ADS_3

Setelah melakukan CT scan dan pemeriksaan lebih mendetail.lainya


" Bagaimana??' tanya Chiko


Crist menggeleng...


" Sasha mengalami Retrograde amnesia ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari peristiwa lupa biasa,Dan pasti peristiwa menyakitkan,namun juga tergantung juga kita coba lihat dulu lebih lanjut!"


" Apakah bisa sembuh?"


" ehmmm, kita akan usahakan dengan terapi, namun sebelum itu, kita lebih utamakan ke Fisik dulu, karna dia banyak melakukan operasi juga, ah...semoga semua baik - baik!"


" Paman, sebaiknya paman menjadi om Bram dulu!"


" Mana bolehlah, nyonya akan marah jika tahu aku berbohong!, dan lagi itu memang tidak baik!"


" Panglima, yang dikatakan Cindy masuk akal!"


" Biar Kenzo saja, aku tidak berani Crist!"


" Paman, apa harus menunggu om Kenzo dulu, yang kembalinya belum pasti?"


" iya paman, Paman kan bisa tambah Cuti lagi, sampai Tante Membaik!" Sahut Martin


" Biar ku pikirkan dulu, aku sangat takut!"


" Takut apa?, ini demi kebaikan tante!"Cindy meyakinkan


" Lalu aku bagaimana?"


" Paman, bukankah ingin tante cepat sembuh?"


" Tentu saja, Coba aku akan hubungi Kenzo dulu...jika dia bisa kenapa tidak?" Merogoh ponselnya.


Martin memegang lengan Chiko,


" Paman, jangan tempatkan Tante dalam masalah, kasihan tante...!"


" bukan begitu, Kenzo dia sangat menyukai nyonya... Kenzo teman SMA nya juga, dia mengatakan padaku bahwa dia sangat menyayangi Nyonya dan Sansan!"


" Kami juga tahu soal itu paman!"


" iya kami tahu itu, namun jika om kenzo menjadi suami pura - pura tante, bagaimana dengan istri om Kenzo?"


" Ah, aku melupakan itu! astaga ...."


" kita merahasiakan nya kan juga untuk menghindari istri om kenzo ,paman sendiri yang melarang!" Cindy sangat gemas pada pamannya itu .


" Hmm, aku sangat tidak siap hati untuk membohongi nyonya"


" Jadi, tolong rawat Tante sampai benar-benar membaik!"


" Baiklah, demi kesembuhan nyonya!"


" hmmm, belajarlah manggil sayang atau istriku, agar tante tidak bingung!"


" Iya iya, kalian ini ... cerewet sekali!"


" Ya sudah temani tante sana, kami mau kembali bekerja!" Cindy menarik Martin melangkah pergi.


" Sebenarnya juga bisa memberi tahu lebih awal!"


"Hmm, namun jika tante tahu pasti dia tidak ingin sembuh, kita tahu bagaimana sifat keras kepalanya itu, semoga ini semua berakhir baik!"


" iya itu bang, kita hanya bisa berdoa, tapi nanti jika tante menanyakan Sasha bagaimana ,kita kan harus merahasiakan ini sampai tante benar - benar sembuh!"


" itu Paman bisa mengatasi nanti !"


" Mmm baiklah jika begitu aku tenang!"


Martin puj segera mengantar Cindy kembali ke Resto.


Chiko, memasuki ruangan dengan sedikit gemetaran, dia benar-benar takut,


Bos Bram, maafkan saya sungguh...tolong jangan mengutuk saya di sana ,ku mohon ini demi perkembangan kesehatan nyonya, astaga aku sungguh sangat takut, lebih baik kembali ke medan perang saja, dari pada begini.


" Su su a miku!"


" Ha??, ah ya ya!" Chiko masih gemetaran.


" ke ke napa ka - u?"

__ADS_1


Tidak aku harus berani, aku bukan pengecut, apapun resikonya, meskipun bos Bram mengutukku menjadi kecoak terbang, aku harus berani menanggungnya, Chiko kau bisa ayolah...ini bukan kejahatan, Bos Bram akan mengerti .


Chiko mencoba menguatkan hati dan pikiran.


Crist yang di belakangnya menahan tawa, melihat Panglima yang bernyali Ciut dihadapan Wanita.


Kesetiaannya, membuatnya gila, pufffttt


sudah aku pergi dulu, saja lama - lama sakit perutku menahan tawa


dalam hati Crist.


" Sasha sudah bisa sedikit makan, dan bantu dia meminum obat dan vitaminnya!"


" Oh, ok Crist terimakasih!"


" Ya, ...!" Crist pun berlalu pergi, barulah di depan pintu crist tertawa meski masih menahan suaranya agar teedengar pelan.


" nyo, ah istriku...apa masih ada yang di rasa tidak nyaman?" pandangan Chiko terlihat gelisah, jantung nya berdebar sangat kencang.


Sasha perlahan mengangkat kedua tanganya, yang masih sangat kaku itu.


"???????" Chiko bingung dengan maksud Sasha.


" apa tanganmu sakit??"


" Pe pe peluk.."


" Apaaaaa???" Chiko terkejut


ah yang tadi itu spontan saja, ini jadi aku malah sangat takut dalam hati Chiko.


" Hiks ,...hiks...!" Sasha tiba - tiba menangis


" Oh Tuhan, tolong sampaikan maafku pada bos Bram!" Gumam Chiko lirih.


Chiko segera memeluk Sasha...


" Maafkan aku ya, maafkan aku tidak bisa menjaga kalian!" ucap Chiko


" Hiks hiks hiks...!"


" Sekarang kau belajar makan sedikit, dan minum vitaminnya, kita pelan - pelan saja ya, pasti kau lekas membaik!"


" Hiks hiks hiks...!"


" Sayang, apa putri kita baik - baik saja?"


" Hmmm, dia baik...!"


" Kenapa dia tidak datang menjenguk bundanya?"


" hmmm, dia juga ingin menjenguk,namun dia harus menyelesaikan pendidikannya yang tertinggal, jika kau ingin segera bertemu dengan putrimu, maka kau harus cepat sembuh total, maka kau bisa pulang dan bertemu dengannya!"


" Hmmm...!" Sasha mengangguk.


"Banyak hal yang kau harus tahu dan itu, kau hanya bisa tahu jika kau sudah membaik!"


" Baik!"


" Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttttt...!"


" Ya Tuhan!" Chiko terkejut mendengar suara kentut yang sangat keras.


" Hahaha, maaf aku sepertinya ingin Buang air besar!"


" Oh , aku akan panggilkan perawat!"


" Tidak, usah...kan ada kau!"


" Ah???, tidak tidak itu tugas perawat!"


Chiko sangat panik.


" apa kau jijik padaku?"


" Mana mungkin, hanya saja...!"


" Kau pasti sangat terbebani memiliki istri yang lumpuh!"


" Oh, bukan begitu, baiklah...aku bawa ke toilet!" mengambil infus dari tiang.

__ADS_1


" pegang dulu yang tinggi!" memberikan infus pada Sasha, lalu Chiko menggendong Sasha masuk ke toilet lalu mendudukkan di closed


Saat Chiko akan mengambil alih infusnya, Sasha memegang dengan kencang.


" Berikan padaku istriku!"


Sasha menunjuk celananya.


" Kenapa?"


" Aku tidak bisa menurunkan celanaku!"


" Apa??, aku kah yang harus menurunkan?"


" kau tidak mau??, apa jangan - jangan sudah tidak mau padaku?"


" ah, baik - baik!"


Ya Tuhan, di kepalaku terlihat jelas wajah bos Bram yang ingin menghajarku, oke chiko tenang - tenang.


Chiko memejamkan matanya dan menurunkan celana Sasha.


" Apa sudah?" tanya Chiko dengan mata terpejam.


" hmmm, kau bisa membawa tiangnya ke sini, dan kau bisa menunggu di luar!"


dengan segera chiko mengambil tiang kemudian menggantungkan infus pada tiang dan segera keluar dan menutup pintu.


" Ahhhhhhh....aku bisa gila jika begini terus!" Chiko mengatur nafasnya dan mengelus dada.


" aku harus memanggil suster khusus untuk menjaganya 24 jam , dari pada aku gila!"


Chiko segera mengambil ponselnya dan menghubungi Crist,


" Ada apa Panglima?"


" Gila, crist aku minta perawat untuk nyonya sekarang juga!"


" Yayayay!"


panggilan pun berakhir,


tak lama seorang perawat pun tiba,


" Sayang, aku panggilkan perawat biarkan dia membantu, aku angkat telpon penting sebentar!"


" Ya!" jawab Sasha datar.


" Sus tolong, bantu ya!, jika sudah selesai panggil saya, saya yang akan menggendongnya nanti!"


" Baik tuan!"


perawat itu masuk ke dalam toilet


Tak lama, perawat itu keluar...


" Tuan, nyonya sudah selesai...aku juga sudah membantu nyonya membasuh tubuhnya!"


" Tap...!"


" Okey, terimakasih Sus..." Chiko segera masuk ke toilet.


" aaaagggghh!" Chiko menutup pintunya lagi.


" Sus kenapa belum di kasih baju??" wajah Chiko sangat merah.


" Iya tuan, saya akan ambilkan baju yang baru dulu, karna tadi terburu-buru katanya darurat, saya ambil dulu!"perawat itu segera keluar


Benar - benar aku bisa gila ...


ah dia pasti kedinginan...


Chiko segera mengambil selimut di ranjang,


Chiko memejamkan matanya dan membuka pintu lalu melemparnya ke Sasha.


" Pakai ini dulu ya biar tidak dingin!"


lalu menutup pintu lagi.


Dia benar-benar suami kurang ajar!!!

__ADS_1


dalam hati Sasha sangat kesal.


Perawat itu segera kembali, dan segera masuk ke dalam toilet.


__ADS_2