GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
413. Ketulusan


__ADS_3

Cindy pun sudah bangun,...Fanya pun bertemu dengan Cindy.


" Cindy, ini kakak...kenapa kau lama tidak mengunjungi kakak, kakak sangat kesepian karena kau tidak pernah mengunjungi kakak lagi..."


Cindy langsung memeluk Fanya dengan sangat erat


" Syukurlah kau masih mengingat kakak, Cindy ayo kakak bantu membersihkan tubuhmu..." Cindy pun mengangguk patuh.


Vevey dan Hirosan semakin lega melihat Cindy begitu tenang dan sedikit ada keceriaan melihat kedatangan Fanya.


Vevey dan Hiro pun memberikan waktu untuk Fanya dan Cindy .


setelah Fanya membantu Cindy mandi , lalu Fanya memakaikan baju buatanya pada Cindy.


" Lihat kakak membuatkanmu baju rajut, ayo pakai...kakak tahu pasti ukuran tubuhmu..."


" lihat kau sangat cantik, kita akan bersama mulai sekarang, kakak akan sangat senang karena Cindy mau bersama kami, Fanan dan kakak akan slalu ada untukmu...jangan takut ya!"


Cindy kini menampakan Senyumnya meskipun sebentar.


" Adikku apa kau mau makan, cemilan yang kakak buat...lihat kakak bawa banyak..."


segera menyuapkan cemilan pada bibir Cindy.


Cindy mengunyahnya dan tersenyum lagi, dia teringat jika Fanya belajar membuat cemilan untuknya sampai menghabiskan uangnya untuk membeli bahan yang baru setiap kali gagal.


" Kak...." panggil Cindy lirih dengan lemah


" iya sayang kakak ada untuk Cindy..."


Kisah Fanya dan Cindy hampir sama dia kehilangan orang terkasihnya, itu kenapa Fanya tak pernah mau keluar selangkah pun dari tempat tinggalnya, meski dia mengurung diri dirumah dia masih mau berinteraksi dengan dunia luar, dan ini pertama kalinya Fanya keluar dari rumah, ke Swiss untuk Cindy.


Fanya tahu bagaimana menjadi Cindy, Fanya akan menerapkan beberapa terapi untuk menyembuhkan Cindy.


" jika kau masih enggan berbicara, jangan berbicara...tetaplah diam jika itu yang paling nyaman...kau tahu kakak sangat takut untuk keluar rumah, saat mendengar kabarmu, rasanya kakak ingin berlari segera padamu, tapi kakiku seperti ada yang memegangi erat, dan berat untuk melangkah keluar rumah,


kakak sangat sedih karena tidak bisa melawan ketakutan kakak, tapi kakak meyakinkan diri sampai berbulan bulan, akhirnya kakak bisa melawan ketakutan kakak Cindy..."


Cindy tersenyum lebar sekarang...


" Cindy, aku tahu kau hanya ingin menutup dirimu, kau itu tidak sakit, hanya masih belum menerima semuanya, Oh ya kau tahu adikku sangat menyukaimu Cindy, dia sampai mengundurkan diri dari jabatan hanya untuk bisa slalu menjagamu, orang tuamu sudah setuju jika Fannan akan menikahimu, tapi aku tidak setuju...aku buru-buru ke sini untukmu..."


terlihat Cindy menundukkan pandangannya,


" apa kau sedih karena aku tidak menyetujuinya??, Fannan sudah sangat mentok sukanya sama kamu, dia juga tidak akan menikah dengan wanita mana pun jika tidak denganmu, biar saja dia jomblo seumur hidup seperti aku...!"

__ADS_1


Cindy terdiam,


tapi Fanya tersenyum, karena sepertinya Cindy juga mengharapkan pernikahan itu


" Aku tidak setuju itu bukan karena aku tidak suka padamu atau membenci Cindy... karena Cindy tidak memutuskan sendiri pernikahan ini, bagaimana bisa aku setuju ...kau di paksa...aku takut kau tidak bahagia... tidak apa-apa Cindy, Fannan pria yang masuk akal, dia akan menerima keputusanmu apapun itu...dia akan tetap di dekatmu meski kau tidak menginginkan pernikahan ini...Dia pria yang menyedihkan bukan heheheh...tapi tidak apa-apa mungkin. kami kakak adik ditakdirkan untuk menjomblo seumur hidup..."


Cindy melihat ke wajah Fanya, wajah itu sangat mirip dengan Fannan, Mereka seperti kembar seperti Julia dan Julius.


" apa Cindy??, apa kau juga mau menerima Fannan??, jangan terpaksa karena tidak enak hati denganku ya..."


Fanya adalah satu-satunya teman yang di miliki oleh Cindy.


" Ah, aku ingin kau menjawab, tapi aku lupa aku juga yang memintamu untuk diam jika itu lebih nyaman...hehehe...jangan bahas lagi, pokoknya selagi kau tidak mau, tidak masalah..."


Cindy menyandarkan kepalanya di pundak Fanya, entah rasanya begitu nyaman bersandar dengan seseorang yang sangat memahami hatinya.


" Lupakan semua yang tidak menyenangkan, ayo bahagiakan diri kita sendiri Cindy..."


" Kak...."


" Yayayaya kakak akan sabar menunggu kau berbicara perlahan...."


" Cindy...."


" ehmm???"


" Mau??, mauuu apa??"


Fanya banyak berbicara dia tidak tahu Cindy kali ini mengiyakan yang mana.


" ehmmm, apa kau mau menikah dengan Fannan??, eh atau ingin bahagia??"


Cindy berusaha untuk menjawab namun bibirnya sangat berat untuk tergerak.


Fanya masih bersabar menanti Cindy untuk menjawab.


" Sangat sulit ya, kalau begitu lihat jari kakak, ini untuk pertanyaan pertama, kau mau dengan adikku, ini jari kedua apa kau mau bahagia melupakan hal yang menyakitimu???"


Fanya menunjukkan 2 Jari perdamaian.


" ayo pilih jarinya jika kau sulit menjawab!!!" pinta Fanya.


Cindy menangkap kedua jari itu , yang berarti Cindy ingin keduanya.


" OMG...!!!!, Cindy...aku sangat bahagia dengan keputusanmu...tapi ingat jangan terpaksa..."

__ADS_1


Cindy mengangguk, Fanya langsung memeluk Cindy berurai air mata, akhirnya Fannan tidak Jomblo lagi.


" tenang saja, kau tidak perlu mencintai siapapun, kau akan dicintai semua orang yang ada disekitarmu, kakak akan memberikan Cinta yang luar biasa padamu..."


tok tok tok...


" Kak, saatnya Cindy makan siang biar aku menyuapinya!"


" Oh oke, ...Cindy makan yang banyak ya, aku akan berbicara dengan kedua orang tuamu, ..."


Fanya pun segera keluar dan bergabung dengan Vevey dan juga Hiro yang sedang mengobrol dengan kedua keponakannya.


" Oh nona Fanya, ...apa Cindy mau berbicara denganmu??"


" hanya sedikit saja nyonya, tapi aku sudah banyak bicara dengannya dan dia mau menikah dengan Fannan..."


" oh sungguh itu bagus, syukurlah...aku sebagai ibunya sangat gagal karena bahkan dia tidak mau berbicara denganku, aku sangat sedih akan hal itu, tapi dengan Fannan dan nona Fanya, dia ada keceriaan di matanya meski hanya sedikit tapi itu membuat kami sangat lega ..."


" nyonya anda bahkan juga pernah diposisi Cindy, jika anda bisa mengikuti alurnya, anda juga bisa membuatnya sedikit demi sedikit berbicara,..."


" aku takut salah berbicara dan membuatnya teringat hal yang tidak ingin dia ingat, ...aku takut dia semakin terluka nona..."


" itu dia yang membuat kita tidak bisa masuk mengikuti alur pikiranya, karena keraguan itu, kita harus membuat dia mendengarkan semua ucapan kita dengan yakin jangan ragu-ragu...kita bisa mengendalikannya dengan tarik ulur, seakan tidak memaksa namun kita sedikit memberi tekanan atau cara untuk mendapatkan jawabannya!"


" oh begitu rupanya,..."


" Iya, nyonya lalu kapan kita akan mengurus pernikahan mereka??'


" Kapanpun karena Cindy juga setuju maka tidak perlu berlama-lama!"


" kalau begitu beri waktu 2 minggu lagi ya Nyonya...saya akan mempersiapkan semuanya dengan Fannan ,tolong biar semuanya kami dari pihak laki-laki untuk mempersingkat semua !"


" baiklah, terimakasih nona Fanya, kami akan menyerahkan semuanya , pasrah saja pada keluarga pria!"


" tentu saja, saya akan dengan sangat senang hati sekali..."


" Tapi, nona....apa anda tahu story' putri saya??"


tanya Vevey agak khawatir.


" Tahu, sekali...Cindy memiliki seorang anak diluar pernikahan bukan??, saat ini anak Cindy di rawat oleh adiknya bersama istrinya!"


" Apa itu tidak masalah??, karna saya tidak mau menutupi fakta ini pada calon besan saya, agar tidak ada permasalahan di masa depan!"


" Nyonya, meski Cindy adalah anak sambung anda, tapi anda sangat menyayanginya, saya sangat terkesan dengan anda, tentu saja itu bukan masalah besar, jika Cindy sudah bisa menerima putranya, kami juga akan menerimanya seperti itu adalah anak Cindy dengan Fanan..."

__ADS_1


Vevey pun bercucuran air mata, tak menyangka jika Fannan kakaknya sangat tulus menerima Cindy apa adanya.


__ADS_2