GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
453. Menerima


__ADS_3

Sandy mengirim pesan pada Yohana untuk bertemu.


karena Yohana sudah mendapatkan data orang-orangnya.


mereka bertemu di kamar hotel, seakan-akan mereka sedang berkencan .


" Hana..."


" tuan ...." Yohana memeluk Sandi dan memasukan flashdisk ke kantong Sandy.


" Hana kau malam ini sangat mempesona, apa kau sengaja berdandan seperti ini untukku??"


" tentu saja tuan, hari ini...tolong lebih galak dari sebelumnya tuan,..."


" Jadi kau suka cara kasar ??, baiklah..." Sandy merobek gaun Hana lalu mendorong Hana ke ranjang dengan kasar.


" ahhhh ...tuan aku suka caramu , lebih kasar lagi..."


Sandy melepaskan ikat pinggangnya, lalu memecut ke paha Hana.


" aaahhhh lebih keras tuan...itu sangat menantang!"


" Rasakan ini lacur..."


" ya tuan tolong beri aku kata-kata kasar!!!"


" Kau *****!!!"


" Cukup uncle, mereka sudah pergi..." Julius melepas jaketnya dan menutupkan pada tubuh Hana.


" terimakasih Yus..."


Julius melemparkan obat pada Hana,


" cepat obat i lukamu..."


Sandy memberikan data itu pada Julius,


" Uncle Aku pergi dulu!"


" oke..."


Julius pun segera pergi


" Hanna itu pasti sangat sakit kan???"


" tidak tuan, bahkan ayahku memukulku lebih keras lagi dari ini..."


" kau apa perlu ku antar ke rumah sakit, itu kau pasti akan sulit jalan selama 3 hari..."


" tuan maaf merepotkan anda..."


" tidak apa-apa..."


Sandy menggendong Hana dan segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan pada lukanya.


" Tuan, anda sudah bisa pulang, nanti sopirku menjemput ku!!"


" baiklah, hubungi aku jika terjadi sesuatu..."


" terimakasih tuan.."


" ya aku pulang dulu..." Sandy pun segera keluar dari rumah sakit.


tapi Sandy merasa ada seseorang yang mengikutinya.


Sandy tetap berjalan perlahan,...sampai akan memasuki parkiran.


" Keluar atau ku bunuh kau !!!" tegas Sandy.


"heheheheheh maaf..."


Sandy terbelalak... ternyata Tiara yang mengikutinya.


" Oh Tiara??, kau bagaimana bisa sampai sini??"


" Hehehe, tadi Tiara ambil obat untuk adik...terus lihat om menggendong Yohana.."


" Tiara kau jangan salah paham tentang aku dan Yohana...!"


" jika memang ada hubungan, Tiara juga tidak apa-apa kok om..."


" Tiara....aku antar pulang..."


" tidak om, aku naik ojek saja..."


" kita satu arah ..."


Sandy, segera merangkul Tiara masuk ke dalam mobil.


mereka pun melaju menuju kediaman Pratama.

__ADS_1


" Aku dan Yohana memang ada hubungan..."


" hah?? lalu kenapa om mengatakan suka padaku???"


" dengarkan, hubungan ku dan dia itu tidak seperti aku dan kamu!"


" lah tapi aku melihat Om begitu mesra!"


" Bukankah aku sudah berjanji akan mengungkap dan memberikan keadilan untukmu??"


" benar itu tapi. .."


" Yohana adalah kunci kita untuk membongkar semua kejahatan yang tertutup rapat... Yohana sedang bekerja sama dengan aku dan Julius..."


" jadi begitu....lalu kenapa Yohana di bawa ke rumah sakit??"


" Ah, itu kita harus berakting sebaik mungkin, aku menyambuknya dengan sabukku...karna Yohana slalu di awasi oleh orang dari ayahnya!"


" seperti itu...maaf om...sudah salah paham..."


" tidak apa-apa...jadi kapan ya kau akan memberikan aku jawabannya??"


" ah ...itu...."


" Tiara, aku janji aku akan menanggung semua keluargamu...kedua adikmu aku akan menanggung biaya hidupnya sampai mereka dapat menghidupi diri mereka sendiri!"


" Tapi om ..."


" Jangan menunggu jatuh cinta, itu bisa kita mulai setelah kita menikah...kau memiliki Nathan yang menjamin sertifikat baikku, jika aku suatu saat nanti menyakitimu kau bisa meminta pamanmu menghajarku!!"


" apa itu akan baik-baik saja nantinya??"


" Nanti aku akan memindah alihkan seluruh kekayaanku padamu, meski aku tidak sekaya pamanmu..."


" Om, sungguh mau menjadikan Tiara ini istri??"


" Sungguh-sungguh...!!!!"


" Ehmmm..."


" Mau tidak??"


" Mau...."


ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttt


suara rem mendadak


tin tinnnnnnnnn. terdengar suara klakson dari belakang, Sandy segera menepi.


" oh ya....maafkan aku...aku terkejut dengan jawabanmu!"


" maafkan aku karena mengejutkan om"


" eh itu bukan salahmu, Tiara kau yakin mau menikah denganku..."


" mau...aku sudah lelah berpikir om...otakku sudah tidak sampai berpikir banyak, tapi ayah dan bunda sudah menanggung biaya kuliahku ..."


" tidak masalah, aku akan membantu kau untuk cepat lulus, aku akan menjadi tutormu..."


" tapi aku tidak mau lanjut S2 om..."


" Sudah S1 sudah cukup, untuk menjadi istri ku...."


" sungguh om??"


" tidak kuliah juga tidak apa-apa yang penting dia menurut padaku...jadi hari ini kita resmi jadi pasangan kan??"


" Iya Om..."


" Ok, aku akan membicarakan pada pamanmu tentang hubungan kita...!"


" Ya...om..." Tiara menunduk malu.


sampailah mereka ke kediaman Pratama,


" Tiara, masuklah dulu berikan obat itu pada adikmu, aku menemui pamanmu dulu ya!"


" Ya om..."


Sandy segera berlari menuju kediaman Nathan.


" Nathan, Nathan....Nathan...eh Nyonya Laksmana di mana suami anda??"


" Ah...ada di halaman belakang Koh..."


" ok terimakasih!" Sandy segera berlari ke halaman belakang.


terlihat Nathan sedang berolahraga di halaman belakang.


" Than......"

__ADS_1


Sandy melompat ke punggung Nathan


" Setan mana yang meminta gendong??, cepat turun!!!"


" Than, aku akan menikah Than!!!"


mengeratkan pelukannya.


" omong kosong, siapa yang mau??"


" Tiara, Tiara, mau menikah denganku...!!"


" apa secepat, itu??, kau pasti mengancamnya!!"


" heh temanmu ini tidaks seburuk itu hahahahs sebentar lagi kau akan jadi paman mertuaku!"


" Turu. kau!" melempar sandi dari tubuhnya.


" Ah kau ini...."


" kau ini, dia masih kuliah jangan buru-buru!"


" aku harus buru-buru, Aku akan mengurus berkas dan langsung ku daftarkan ke kua!"


" Bujang lapuk ini terlalu gercep!!!"


" sebelum negara api menyerang Than...."


" terserahmu...jangan lupa buat perjanjian bila mana nanti kau semena-mena pada ponakanku, kau harus bunuh diri..."


" apa?? apa harus bunuh diri???"


" lalu??"


" aku pindahkan saja hartaku untuknya!"


" ya boleh...jangan sampai sisa...jika kau menyakitinya kau harus menjadi gelandangan!"


" ya siap Laksmana!, kalau begitu aku istirahat dulu!!!"


" hem..." Sandy segera istirahat sementara Nathan masih berolahraga dia juga masih tidak yakin dengan keputusan Tiara, Nathan pun memutukan untuk menemui Tiara, menanyakan langsung perihal tersebut


" Sa...di mana Tiara??"


" oh ada di kamar kak, aku panggil "


" aku ingin berbicara 4 mata pada Tiara "


" oh masuk aja ke kamarnya kak..."


" Baik..." Nathan pun segera menuju kamar Tiara.


tok tok tok tok...


" Ra...ini paman Nathan, paman mau bicara boleh masuk???"


ceklek...


pintu pun terbuka...


" Paman..."


" paman masuk ya..."


"ya Paman..."


" Ra apa kau benar - benar mau menikah dengan Sandy???"


" iya paman....!"


" apa itu maumu sendiri?, atau Sandy memaksa!"


" ini semua Tiara yang mau, ..."


" apa alasanmu??"


" om San cukup baik dan perhatian...pada Tiara..."


" hanya itu??"


" Karena Tiara tidak mungkin merepotkan keluarga ini terus paman..."


" apa yang kau bicarakan, kau sudah di anggap bagian dari kami jangan mengatakan itu...!"


" iya paman benar, tapi ini sudah keputusan Tiara..."


" oke kalau begitu...paman lega karena tidak ada paksaan dari Sandy...!"


" tidak paman..."


" oke kalau begitu paman tidan mengganggu Tiara istirahat, selamat malam!"

__ADS_1


Nathan pun segera keluar lalu berpamitan pada Sasha untuk kembali.


Nathan memilih untuk tidak memberitahu siapa pun sampai sementara ini sampai Sandy benar - benar memberikan surat perjanjian itu .


__ADS_2