
Sandy mengirim pesan pada Yohana untuk bertemu.
karena Yohana sudah mendapatkan data orang-orangnya.
mereka bertemu di kamar hotel, seakan-akan mereka sedang berkencan .
" Hana..."
" tuan ...." Yohana memeluk Sandi dan memasukan flashdisk ke kantong Sandy.
" Hana kau malam ini sangat mempesona, apa kau sengaja berdandan seperti ini untukku??"
" tentu saja tuan, hari ini...tolong lebih galak dari sebelumnya tuan,..."
" Jadi kau suka cara kasar ??, baiklah..." Sandy merobek gaun Hana lalu mendorong Hana ke ranjang dengan kasar.
" ahhhh ...tuan aku suka caramu , lebih kasar lagi..."
Sandy melepaskan ikat pinggangnya, lalu memecut ke paha Hana.
" aaahhhh lebih keras tuan...itu sangat menantang!"
" Rasakan ini lacur..."
" ya tuan tolong beri aku kata-kata kasar!!!"
" Kau *****!!!"
" Cukup uncle, mereka sudah pergi..." Julius melepas jaketnya dan menutupkan pada tubuh Hana.
" terimakasih Yus..."
Julius melemparkan obat pada Hana,
" cepat obat i lukamu..."
Sandy memberikan data itu pada Julius,
" Uncle Aku pergi dulu!"
" oke..."
Julius pun segera pergi
" Hanna itu pasti sangat sakit kan???"
" tidak tuan, bahkan ayahku memukulku lebih keras lagi dari ini..."
" kau apa perlu ku antar ke rumah sakit, itu kau pasti akan sulit jalan selama 3 hari..."
" tuan maaf merepotkan anda..."
" tidak apa-apa..."
Sandy menggendong Hana dan segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan pada lukanya.
" Tuan, anda sudah bisa pulang, nanti sopirku menjemput ku!!"
" baiklah, hubungi aku jika terjadi sesuatu..."
" terimakasih tuan.."
" ya aku pulang dulu..." Sandy pun segera keluar dari rumah sakit.
tapi Sandy merasa ada seseorang yang mengikutinya.
Sandy tetap berjalan perlahan,...sampai akan memasuki parkiran.
" Keluar atau ku bunuh kau !!!" tegas Sandy.
"heheheheheh maaf..."
Sandy terbelalak... ternyata Tiara yang mengikutinya.
" Oh Tiara??, kau bagaimana bisa sampai sini??"
" Hehehe, tadi Tiara ambil obat untuk adik...terus lihat om menggendong Yohana.."
" Tiara kau jangan salah paham tentang aku dan Yohana...!"
" jika memang ada hubungan, Tiara juga tidak apa-apa kok om..."
" Tiara....aku antar pulang..."
" tidak om, aku naik ojek saja..."
" kita satu arah ..."
Sandy, segera merangkul Tiara masuk ke dalam mobil.
mereka pun melaju menuju kediaman Pratama.
__ADS_1
" Aku dan Yohana memang ada hubungan..."
" hah?? lalu kenapa om mengatakan suka padaku???"
" dengarkan, hubungan ku dan dia itu tidak seperti aku dan kamu!"
" lah tapi aku melihat Om begitu mesra!"
" Bukankah aku sudah berjanji akan mengungkap dan memberikan keadilan untukmu??"
" benar itu tapi. .."
" Yohana adalah kunci kita untuk membongkar semua kejahatan yang tertutup rapat... Yohana sedang bekerja sama dengan aku dan Julius..."
" jadi begitu....lalu kenapa Yohana di bawa ke rumah sakit??"
" Ah, itu kita harus berakting sebaik mungkin, aku menyambuknya dengan sabukku...karna Yohana slalu di awasi oleh orang dari ayahnya!"
" seperti itu...maaf om...sudah salah paham..."
" tidak apa-apa...jadi kapan ya kau akan memberikan aku jawabannya??"
" ah ...itu...."
" Tiara, aku janji aku akan menanggung semua keluargamu...kedua adikmu aku akan menanggung biaya hidupnya sampai mereka dapat menghidupi diri mereka sendiri!"
" Tapi om ..."
" Jangan menunggu jatuh cinta, itu bisa kita mulai setelah kita menikah...kau memiliki Nathan yang menjamin sertifikat baikku, jika aku suatu saat nanti menyakitimu kau bisa meminta pamanmu menghajarku!!"
" apa itu akan baik-baik saja nantinya??"
" Nanti aku akan memindah alihkan seluruh kekayaanku padamu, meski aku tidak sekaya pamanmu..."
" Om, sungguh mau menjadikan Tiara ini istri??"
" Sungguh-sungguh...!!!!"
" Ehmmm..."
" Mau tidak??"
" Mau...."
ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttt
suara rem mendadak
tin tinnnnnnnnn. terdengar suara klakson dari belakang, Sandy segera menepi.
" oh ya....maafkan aku...aku terkejut dengan jawabanmu!"
" maafkan aku karena mengejutkan om"
" eh itu bukan salahmu, Tiara kau yakin mau menikah denganku..."
" mau...aku sudah lelah berpikir om...otakku sudah tidak sampai berpikir banyak, tapi ayah dan bunda sudah menanggung biaya kuliahku ..."
" tidak masalah, aku akan membantu kau untuk cepat lulus, aku akan menjadi tutormu..."
" tapi aku tidak mau lanjut S2 om..."
" Sudah S1 sudah cukup, untuk menjadi istri ku...."
" sungguh om??"
" tidak kuliah juga tidak apa-apa yang penting dia menurut padaku...jadi hari ini kita resmi jadi pasangan kan??"
" Iya Om..."
" Ok, aku akan membicarakan pada pamanmu tentang hubungan kita...!"
" Ya...om..." Tiara menunduk malu.
sampailah mereka ke kediaman Pratama,
" Tiara, masuklah dulu berikan obat itu pada adikmu, aku menemui pamanmu dulu ya!"
" Ya om..."
Sandy segera berlari menuju kediaman Nathan.
" Nathan, Nathan....Nathan...eh Nyonya Laksmana di mana suami anda??"
" Ah...ada di halaman belakang Koh..."
" ok terimakasih!" Sandy segera berlari ke halaman belakang.
terlihat Nathan sedang berolahraga di halaman belakang.
" Than......"
__ADS_1
Sandy melompat ke punggung Nathan
" Setan mana yang meminta gendong??, cepat turun!!!"
" Than, aku akan menikah Than!!!"
mengeratkan pelukannya.
" omong kosong, siapa yang mau??"
" Tiara, Tiara, mau menikah denganku...!!"
" apa secepat, itu??, kau pasti mengancamnya!!"
" heh temanmu ini tidaks seburuk itu hahahahs sebentar lagi kau akan jadi paman mertuaku!"
" Turu. kau!" melempar sandi dari tubuhnya.
" Ah kau ini...."
" kau ini, dia masih kuliah jangan buru-buru!"
" aku harus buru-buru, Aku akan mengurus berkas dan langsung ku daftarkan ke kua!"
" Bujang lapuk ini terlalu gercep!!!"
" sebelum negara api menyerang Than...."
" terserahmu...jangan lupa buat perjanjian bila mana nanti kau semena-mena pada ponakanku, kau harus bunuh diri..."
" apa?? apa harus bunuh diri???"
" lalu??"
" aku pindahkan saja hartaku untuknya!"
" ya boleh...jangan sampai sisa...jika kau menyakitinya kau harus menjadi gelandangan!"
" ya siap Laksmana!, kalau begitu aku istirahat dulu!!!"
" hem..." Sandy segera istirahat sementara Nathan masih berolahraga dia juga masih tidak yakin dengan keputusan Tiara, Nathan pun memutukan untuk menemui Tiara, menanyakan langsung perihal tersebut
" Sa...di mana Tiara??"
" oh ada di kamar kak, aku panggil "
" aku ingin berbicara 4 mata pada Tiara "
" oh masuk aja ke kamarnya kak..."
" Baik..." Nathan pun segera menuju kamar Tiara.
tok tok tok tok...
" Ra...ini paman Nathan, paman mau bicara boleh masuk???"
ceklek...
pintu pun terbuka...
" Paman..."
" paman masuk ya..."
"ya Paman..."
" Ra apa kau benar - benar mau menikah dengan Sandy???"
" iya paman....!"
" apa itu maumu sendiri?, atau Sandy memaksa!"
" ini semua Tiara yang mau, ..."
" apa alasanmu??"
" om San cukup baik dan perhatian...pada Tiara..."
" hanya itu??"
" Karena Tiara tidak mungkin merepotkan keluarga ini terus paman..."
" apa yang kau bicarakan, kau sudah di anggap bagian dari kami jangan mengatakan itu...!"
" iya paman benar, tapi ini sudah keputusan Tiara..."
" oke kalau begitu...paman lega karena tidak ada paksaan dari Sandy...!"
" tidak paman..."
" oke kalau begitu paman tidan mengganggu Tiara istirahat, selamat malam!"
__ADS_1
Nathan pun segera keluar lalu berpamitan pada Sasha untuk kembali.
Nathan memilih untuk tidak memberitahu siapa pun sampai sementara ini sampai Sandy benar - benar memberikan surat perjanjian itu .