GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
192. Undangan


__ADS_3

" Anak - anak...ayo naik mobil...!"


" Paman, siapa namamu?"


" Aku Dai, apa kau masih tidak percaya?"


" Ya, lihat Ktpnya...!" Ujar Geo


" aih, anak - anak ini tidak mudah dihadapi, dia dididik oleh siluman rubah langsung!" Gumam Dai kesal.


" Ini KTP paman ..apa sudah percaya??" menunjukkan ktp .


" Oh baik, ayo saudara-saudara ku masuk mobil!" ujar Geo , mereka pun segera masuk ke dalam.


Lalu mereka menuju pelabuhan, karna jalur aman adalah melewati lautan.


...----------------...


Keesokan harinya,


Di altar umum.


Terlihat semua rakyat negara F berkumpul memenuhi jalanan menghadap ke altar umu istana, mereka membawa banyak hadiah untuk sang Ahli pengobatan, sebagai ucapan terima kasih pada ahli pengobatan itu.


" Panjang umur Yang Mulia...!" semua serempak memberi hormat pada Raja yang berdiri gagah di Altar.


" Wahai Rakyat tercintaku, hari ini aku memenuhi permintaan kalian, Nona ahli Pengobatan ayo sapa rakyat tercinta ku ini!"


Tasya segera maju ke depan, Rakyat langsung heboh melihat Tasya yang berdiri sangat anggun dengan pakaian yang sangat elegan berdiri di samping sang Raja.


" Wah, lihat betapa serasinya mereka!"


" Oh ...mereka seperti raja dan ratu di cerita dongeng!"


" Nona, saya sebagai wakil rakyat mengucapkan terimakasih atas upaya yang anda lakukan pada kami, rakyat membawa banyak hadiah untuk anda mohon di terima walau itu tidak seberapa, dan sapalah mereka agar mereka senang!" ujar seseorang yang menjadi wakil berbicara.


" Haloo semua, selamat pagi...aku bersyukur karena kalian terlihat sangat sehat hari ini, aku terima ucapan terimakasih kalian, dan tidak akan menolak hadiah kalian...aku tidak tega membuat kalian kecewa, jadi saya juga mengungkapkan terimakasih untuk kalian semua...!"


" Wah, hadiah kita di terima!"


mereka sangat senang karna sang ahli pengobatan mau menerima hadiahnya.


" Kalian bisa masuk menaruh hadiah dan kembali, ingat tertib!" ujar penunggu gerbang, mereka segera masuk dengan rapi dan sesuai urutan.


" Oh Rakyatku...ada satu hal yang ingin aku sampaikan, Sang Ahli obat ini adalah Calon permaisuri kalian, yang mungkin sebagian merasa bahwa calon ratu kalian membawa pertanda buruk!'


" Apa jadi dia calon ratu kita??"


" Wah, kita sudah salang sangka pada calon ratu!"


ibu Harit yang juga datang pun terkejut, karna dia memaki calon ratu di hadapannya langsung.


" Apa , apa...?"


" Kau kenapa??'


" Itu, aku memaki ratu di depannya saat dia mengobati ku!, matilah aku...!"


" Apa dia marah??"


" Tidak, dia malah membantuku memaki dirinya sendiri...!"


" Dia gadis cantik dan baik hati, bagaimana bisa kita mengira dia membawa petaka!"


Semua Rakyat pun berlutut meminta maaf pada Tasya dengan serempak.


Tasya sangat terkejut,


" Kenapa kau mengungkapkan identitas ku??" ujar Tasya kesal pada Rajanya.


" Itu bukan rahasia publik , jangan biarkan rakyat ku lama-lama berlutut ratuku!"


" Ah menyebalkan!" Tasya mencoba mengendalikan amarahnya.

__ADS_1


" Kalian tidak bersalah ayo berdiri...jika tidak aku akan sedih....!" semua orang segera bangkit berdiri.


" Kalau begitu cukup sampai di sini, terimakasih atas hadiah kalian, aku sangat senang... semoga selalu diberikan kesehatan!" Tasya pun segera undur diri.


"Nona, apa anda lelah??" Ujar Ami mengekor dari belakang .


" Ya sedikit, ternyata berdiri di depan banyak orang itu cukup deg degan ya...?"


" Ah...Nona jika nanti kau menjadi ratu hal seperti itu akan sering terjadi ,anda harus selalu mendampingi Raja kemana pun pergi!"


" Ahz itu tidak akan terjadi ami, aku lelah ingin istirahat!"


" Baik saya akan rapikan tempat anda lebih dulu.


...----------------...


Paviliun Raja.


" Raja, Nona mendapatkan banyak sekali hadiah , sampai Paviliunnya tidak muat untuk menaruh semua hadiah dadi Rakyat!'


" Apa dia senang??'


" Nona terlihat senang dengan yang di dapatnya!"


" Syukurlah... karena kita bisa melewati kesulitan ini, kita akan mengundang beberapa negara untuk semua para pebisnis di penjuru dunia untuk datang di negara kita!"


" Berikan 1 undangan dari keluarga Pratama!'


" Baik Yang Mulia....!"


" Jika mereka ingin melebarkan sayapnya di sini beri lahan...!"


" Baik,...!"


" Dan jika, keluarga pratama ikut...berikan dia pelayanan VIP... dan beri undangan untuk mengunjungi Istana!"


" Apa ini rencana untuk mempertemukan mereka??"


" Kita lihat nanti bagaimana...!" Ujar Alfred.


Aku ingin lihat pertunjukan menarik


dalam hati Alfred.


...----------------...


Kediaman Pratama.


" Apa itu sayang??" Tanya hiro pada istrinya


" Undangan dari Raja, untuk para pebisnis besar di segala penjuru!"


" Ah, aku tidak bisa hadir di sana... bagaimana kalau kau saja!"


" Aku juga tidak bisa akhir -akhir ini banyak sekali permintaan partai besar!"


" Hmmm coba kau berikan pada Cindy....!" Ujar Hirosan.


" Ya, baiklah ...!" Vevey segera ke kamar putri tertuanya.


" Oh ma...ada apa??"


" Sudah mau berangkat nak??"


" Yaz ma ,agak siang nih!"


" Coba kau baca undangan ini... barang kali tertarik!" memberikan undangan pada Cindy


Cindy segera membuka dan membacanya.


" Ma, Cindy tidak bisa ma...banyak kendala di resto cabang, Cindy harus kroscek langsung ke cabang untuk menyelesaikannya!"


" Ehmmm sayang sekali...ini kesempatan besar, tapi ya sudah tidak apa-apa !"

__ADS_1


" Ma, coba berikan pada bibi saja...!"


" Oh ya, kenapa mama melupakan bibimu ya!"


" Nah iya, bibi mungkin bisa...!"


" Ya sudah mama ke sana sekarang,keburu mereka berangkat kerja!"


Vevey segera ke kediaman Utara.


" Kakak...kakak...!" Vevey menekan bel pintu.


" Oh, Tante cari mommy, masuk saja mommy baru memasak!"


" Oh baiklah, aku masuk ya...!"


" Tante duduk dulu aku panggilkan mommy...!"


" oh ya...!" Vevey pun duduk di ruang tamu, dan tak lama Savina pun keluar.


" vey pagi sekali??"


" Heheh kakak...apa aku mengganggumu?"


" tidak sudah selesai juga kok, ada apa Vey??"


" Ini kakak...aku ada undangan barang kali kakak minat...!"


" Apa ini??"


" Itu undangan untuk para pebisnis besar di negara F...!"


" Apa negara F??, bukankah Sansan di sana?"


" Oh ya benar....itu benar kenapa aku baru mengingatnya!"


" Tapi aku tidak bisa ke sana, ...!"


" Kenapa kakak??, aku kan tidak pandai berbahasa asing!"


" Kan kita bisa mencari juru bicara untuk itu!"


" Kakak, juga sangat repot akhir - akhir ini Vey, bagaimana ya...ini juga kesempatan baik untuk melihat Sansan apakah dia baik-baik saja...!"


" Iya kita sudah sangat repot ya, rasanya aku juga ingin ke sana namun aku sudah menerima pesanan partai besar untuk perhiasan!"


"suamimu??, Cindy??"


" Hiro tidak bisa, dia akan ke Rusia besok!, Cindy ada kendala di Cabangnya harus segera diselesaikan!"


" Hmmm, kita sepertinya tidak bisa menerima undangan ini...!"


" Mom, biar Julia yang berangkat, biarkan Julia mencoba keluar dari Zona aman!"


" Ah???, Julia apa kau yakin Sayang??'


" Tentu saja, ini kesempatan Julia mencari pengalaman, dan juga kesempatan bertemu dengan Sansan!"


" Oh putri ku sudah tumbuh besar rupanya!"


" Julia, mengusai 7 bahasa dan dia pandai berbicara dengan baik, mungkin ini memang jalannya untuk melebarkan sayapnya!"ujar Vevey.


" Tantei, mommy... Julia juga harus berkembang pesat seperti kalian!"


" Bisnis kecilmu itu juga sudah sangat luar biasa Julia, Tante sangat bangga kau memiliki kemampuan yang hebat di usia muda!'


" Cindy lebih hebat dari Julia tante...!'


" Iya anak itu menuruni darah papahnya , baiklah jika begitu undangan ini untuk Julia, semoga julia mendapatkan apa yang Julia inginkan!"


" Ambillah Julia, kejarlah cita - citamu setinggi-tingginya nak, jangan mau kalah dengan abang-abangmu...!"


" Ya mom, Julia akan berusaha lebih keras!"

__ADS_1


Julia mengambil undangan itu dengan sangat gembira.


Aku harus bisa mengepakan sayapku lebih lebar lagi dalam hati Julia.


__ADS_2