
Negara M...
" Anak - anak ini adalah tempat tinggal kalian, ayo masuk!"
" ehem...ehem...!" yuki ternyata sudah menunggu di depan pintu dengan pandangan tajam dan membuat sebagian anak-anak merasa takut.
" Bibi...dia adalah anak-anak angkat Tasya, yang aku ceritakan padamu!'
" Anak itu sungguh tidak tahu di untung, bagaimana bisa dia membawa banyak orang ke rumahku?, mana dia??"
" Paman, apa bibi itu marah??" Tanya Geo
" Tidak, dia sangat senang karena rumahnya semakin ramai!" ujar Dai
" Oh... Syukurlah...!"
ceritanya mereka kan berbeda bahasa begitu.
" Bibi jangan terlalu ketat dengan anak-anak, mereka setelah beberapa waktu belajar fi bawah bimbinganmu akan ku kirim ke negara kami...!"
" Ya sudah kau atur ruangan untuk mereka sendiri!"
" Bibi tenang saja, semua urusan finansial anak - anak dari kebutuhan, makan ,minum ,pakaian dan semua apapun keperluan mereka sudah ditanggung Tasya di sini, lihat nominal ini...!"
" Ini akun bank ghoibnya, sepenuhnya untuk kebutuhan anak-anak selama beberapa tahun!"
" Apa dia kira angka segitu bisa menghidupi 7 anak ini??"
" Ya, jika kurang dia masih ada cadangan yang ku pegang, aku juga akan memberikan uangku jika kita, yang diinginkan Tasya , anak-anak ini tumbuh menjadi orang yang hebat!"
" Dia mengurus diri sendiri saja sulit,bergaya ingin menghidupi anak orang!'
" Bibi...bibi kenapa selalu berkata berbeda dengan isi hatimu,??"
" Huuuuu...sok tahu...aku mengatakan yang sebenarnya!"
" Paman, paman ...!'
" Ya Geoo ada apa??"
" Ibu memintaku mrmberikan resep ini untuk ibu angkatnya!" memberikan lembaran pada Dai!"
" Apa ibu memberikan pesan??"
" Ya, itu resep obat untuk Lily dan seseorang yang ingin di sembuhkan oleh ibu di sini, Lily dengan dosis 1 dan seseorang yang di sini dengan dosis ke 3 hanya itu!"
" Baiklah, terima kasih Geo kau ajak saudaramu beristirahat di kamar kalian, jalanlah lurus belok kanan, terus ke kiri itu ada ruangan paling besar kaliam bisa tinggal di sana, kaliam bisa mengaturnya sendiri??'
"Bisa - bisa !"Geo segera mengajak saudaranya ke ruangan yang fi beritahu Dai.
" Bibi...ini resep dari Tasya untuk Fathia, dan satu anak angkat Lily, dosis yang ketiga untuk Fathia yang pertama untuk Lily!'
" Oh anak yang mana yang buta??'
" Yang paling kecil tadi...!"
" Apa pemakaian juga di tulis di sini??"
" Ya coba baca dulu bibi...aku pasrahkan anak-anak untukmu, aku lapor dulu pada tuan Kenzo, di mana dia??"
" Dia seharian tidak keluar kamar, Tasya itu kenapa selalu membuat tuan sedih!"
" Bibi, ini juga kesepakatan antara Tasya dan Tuan, semoga Tasya segera kembali!"
" Ya benar, ...ya sudah melapor sana!"
Dai pun segera menuju ke kamar Kenzo
" Tuan, anda melamun??'
" Apa anak-anak sampai dengan selamat semua??"
__ADS_1
" Ya tuan...!"
" Kerja bagus Dai...aku akan membantu Tasya menjaga mereka di sini...kau bisa kembali ke sisi Tasya!"
" Tuan, Tasya tidak akan goyah untuk mencintai anda, jangan terlalu dipikirkan!'
" Iya, aku tahu apa yang harus aku lakukan, kau bisa pergi!"
" Baik...!"
Dai pun segera kembali ke negara F, sesuai perintah Kenzo.
Kenzo segera beranjak dari duduknya, dan segera keluar ruangan.
" Yuki, di mana anak-anak??'
" Mereka di ruangan paling besar tuan!"
" Oke...!" Kenzo segera menuju ruangan anak - anak
terlihat anak - anak itu bekerja sama membersihkan ruangan mereka ,mereka Berbagi tugas dengan baik kecuali satu anak duduk di kursi berdiam diri dengan pandangan kosong.
" Siapa yang mengajari kalian rajin seperti ini??"
" Paman siapa?? apa kenal dengan ibu kami??'
" Aku adalah pria yang mencintai ibumu, dan di Cintai ibumu!'
" Oh berarti kau paman Ayah kami??" Tanya Jessi.
" Ibu kita kenapa di kelilingi pria - pria tampan ya??" ujar Bee tersenyum - senyum sendiri.
" Akulah yang paling tampan, mulai sekarang panggil aku ayah kenzo..!"
" Ayah, ayah kita ada 2 ya...? Sahut Kiki....!"
" Dua?? siapa??"
" Tidak, Raja itu tidak pantas menjadi ayah kalian, kalian hanya boleh memanggiku Ayah!"
Mereka berbisik - bisik berdiskusi
" Hei tidak boleh bisik-bisik, di depan umum...!"
" Baiklah kami akan memanggilmu ayah, tapi ayah, kami ada bertujuh, tapi ranjangnya hanya satu, dan ukurannya kecil...!"
" Tenang ayah akan belikan, kalian satu - satu tempat tidur!"
" Ayah beli 4 saja yang tingkat 3 yang satu biasa untuk Lily!"
" Baiklah, katakan apa saja yang kalian butuhkan??'
" Ayah, kami tidak ada perlengkapan mandi, tidak ada lemari, tidak ada baju ganti, tidak ada sandal atau sepatu , dan juga...apalagi ya??"
Anak angkat Tasya 11 12 dengannya, sepertinya kediaman ini akan sangat ramai mulai hari ini...
dalam hati Kenzo.
" Ya baiklah...Geo yang paling besar, kau pilih sendiri kebutuhan saudara saudaramu lewat toko online, ini pilih sekarang!" memberikan ponselnya.
" Ayah apa ini boleh sembarang memilih??"
" Boleh, tapi usahakan yang paling penting dulu oke,setiap anak beli 10 pasang baju, 2 sepatu dan sandal , pilih ranjang tidur sesuai selera, lemari pakaian, dan perlengkapan mandi kalian dll...!"
Kenzo menghampiri Lily yang duduk di pojokan melamun.
" Anak manis, kenapa kau tidak ikut memilih bersama saudaramu??"
" Ayah Lily tidak bisa melihat...!'
" Oh sungguh....maafkan ayah Lily!" Kenzo menggendong Lily yang sangat mungil itu .
__ADS_1
" Kalau begitu biar ayah yang pilihkan nanti untukmu, maafkan Ayah karna tidak tahu!'
" Tak apa ayah...!"
Kenzo mengambil ponsel satunya lagi,
" Lily, suka warna apa??'
" Kata ibu Lily sangat cocok dengan warna Biru ..dan hitam...!"
" Okeh..kalau begitu cari motif doraemon saja, untuk pakaianmu berapa size yang kau pakai??'
" S ayah...!"
" kita beli yang M, ya karena pasti berbeda ukurannya jika di sini...!" Kenzo memesankan sesuai warna yang di katakan Lily.
" Ayah, terimakasih!" Lily memeluk Kenzo dengan erat.
" Iya sama - sama...!" Kenzo membalas pelukan gadis mungil itu.
" Ayah kami sudah selesai membelinya, di toko terdekat saja biar cepat sampai...!"
" Bagus...nanti kita desain sekalian kamar kalian!"
" Begini saja sudah bagus ayah, terimakasih !"
" Oh, baiklah.... ikut kalian saja...Coba perkenalkan nama kalian satu-satu!"
" ini Jessie dan Bee, lalu dia Kiki, sebelahnya moon dan yang itu Yiza!"ujar Geo memperkenalkan saudaranya
" Dan dia Lily kan??"
" benar ayah, benar sekali...ayah sudah tahu kenapa tanya??"
" hehehe bercanda apa tidak boleh?, Besok kalian ikuti kegiatan nenek kalian ya!'
" Nenek ?? apa itu nenek galak tadi??" tanya Jessie.
"Dia tidak galak anak - anak hanya tegas...!'
" Baik...!"
" Ayah apa kami akan sekolah??'
" Jika kalian mau bisa home schooling saja...!"
" Tapi kami boleh keluar kan ayah sesekali??"
" Boleh nak...boleh saja...aku akan memberikan seseorang untuk menjaga kalian saat keluar rumah, memang kalian mau ke mana?"
" Selama ini kan kami hanya ada di dalam istana ayah, kami tidak tahu dunia luar...!"
" Kalau begitu besok ayah ajak kalian jalan-jalan!"
" Horeeeee....!" Mereka serempak kegirangan.
" Kenapa kalian mengikuti ibu kalian, apa kalian tidak takut di culik ??'
" Kami percaya ibu adalah ibu yang baik!" Sahut Jessi penuh dengan keyakinan.
" Aku tidak menyangka diusianya yang masih sangat belia itu dia memiliki kepedulian yang tinggi dengan orang lain...dia memang ibu yang baik, jadi ayah memang tidak salah pilih!"
" Ayah, kenapa tidak membantu ibu keluar dari istana??"
" Iya, ayah ini tidak bisa di andalkan...jadi ibumu meminta ayah menjaga kalian dengan baik di sini...!,kita hanya bisa menunggunya kembali dengan usahanya sendiri!"
Hemmm...
aku bahkan tidak bisa meyakinkannya untuk bisa mengandalkan diriku, anak itu sangat keras kepala, tapi bagaimana lagi...
jika dilawan dia akan semakin tidak bisa dikendalikan.
__ADS_1
dalam hati Kenzo yang sebenarnya sangat gelisah.