
" Bibi kau membuat Tasya takut!"
" Apa??, apa kau takut pada bibi anak manis??"
" tidak Bibi, tidak sama sekali...!"
" Katakan pada Bibi, jika kau siap memberikan bibi seorang Cucu...!"
" Ya, Tasya bersedia...!"
" Ah, anak manis baik, Kenzo memang tidak salah memilihmu menjadi istrinya....!"
" Tasya, kau serius??" Kenzo seakan tak percaya.
" Ya, apa aku ini seorang pembohong ??"
" Tentu tidak...!"
Kau adalah pembohong handal... dalam hati Kenzo gemas.
" Sudah ayo makan, setelah itu kalian istirahat...!"
Sansan dan Kenzo pun segera menyantap makanan yang disiapkan oleh Yinsuan.
setelah selesai menyantap dan mengonbrol cukup puas, mereka segera istirahat.
" Sayang apa kau yakin tidak ingin menunda momongan dulu??"
" Ya...!"
" Sungguh???"
" Ya, ....!"
" Aku sangat senang...!" Kenzo segera menggendong Sansan dan membawanya ke atas ranjang.
" Om, om...tidak sekarang juga kan??"
" Oh kau mau sekarang??" Kenzo menggoda Sansan.
" tidaaaaaaaaaakkkkkkkkk....!"
" Tenanglah sayang, aku masih bisa menunggu, ayo kita istirahat!" Kenzo meraih tubuh Sansan ke dalam pelukannya.
Sansan tersenyum mengembang
" Akhirnya aku ketemu bibi dan paman mertua...!"
" Hehehe...kau sangat senang??"
" Ya akhirnya aku bisa dekat dengan keluargamu...!"
" Hemmmm, gadis nakal...ayo tidur oh ya besok aku di minta ikut untuk melamar Pacar Fahad...!"
" Oh ya ??"
" Fahad juga memintaku mengajakmu, ada hal yang ingin dia bicarakan padamu...!"
" Apa itu??"
" Aku juga tidak tahu sekarang tidur saja...!"
" Hmmm" Sansan segera memejamkan matanya begitu juga dengan Kenzo.
...----------------...
Esok hari...
Nathan, Hiro, Chiko dan Kenzo sudah siap untuk pergi ke rumah Yuna.
" Apa Vevey tidak ikut??" tanya Nathan
Hiro menggeleng,
" Katanya melamar tidak perlu banyak-banyak orang cukup perwakilan saja...!"
" Lah di mana Fahad?"
"Di sini...di sini....." Fahad berlari sambil merapikan jas nya.
" Ayo paman, om....!"
ajak Fahad bersemangat.
" wah kau sangat bersemangat!" ujar Chiko.
" Om ken di mana Sansan...!"
" Ada di dalam mobil, karena dia perempuan sendiri!"
" Aku ikut mobil om saja ya, biar bisa berbincang dengan Sansan...!"
__ADS_1
" Oke, ayo berangkat!"
mereka pun segera berangkat
" Sansan, kau pindah belakang aku mau bicara padamu!"
" Sudah aku di sini saja, katakan saja Fahad!"
" Sansan, ku dengar kau sangat ahli dalam pengobatan, bisakah kau menyembuhkan Yuna??"
" Aku tidak bisa memutuskan, aku tidak sembarangan mengobati orang Fahad!"
" Apa ? tapi dia adalah calon istriku, dia bukan sembarang orang dia akan jadi keluarga kita...!"
"hmmm nanti setelah bertemu baru aku putuskan!" ujar Sansan datar.
" Ok...!"
setelah menempuh 1 jam perjalanan akhirnya sampailah ke kediaman Yuna.
" Fahad, apa kau belum mengabari keluarga Yuna?"
" Sudah paman...!"
" kenapa tidak ada yang menyambut??" tanya Nathan heran.
Ya benar saja rumah Yuna malah tertutup rapat, Nathan yang sudah berpengalaman sangat terkejut, dengan model keluarga Yuna yang tidak ada persiapan.
tok tok tok...
Fahad mengetuk pintu rumah Yuna
Kenzo memegang tangan Sansan dengan erat keduanya saling bertatapan, Sansan dan Kenzo saling memahami isi kepala masing-masing.
Tok tok tok...
" Apa kau yakin sudah memberitahu mereka??" Tanya Hirosan
" Sudah pah...!"
Tok tok tok...
ceklek...
pintu pun terbuka, terlihat ibu Yuna masih menggunakan daster dan belum mandi.
" I....buuu??" Fahad sangat terkejut melihat calon ibu mertuanya yang terlihat bangun tidur.
" Nak, tunggu ibu mandi dan bangunkan Yuna dulu!"
teriak dari dalam.
" Apa-apaan sih Fahad??,ini lamaran macam apa??, kok mereka masih bangun tidur??" tegas Kenzo kesal.
" Tahu Fahad, mana ada kita di suruh menunggu di luar??" sambung Sansan kesal.
" Fahad, rasanya mereka tidak memberi keluarga kita muka...!" Nathan juga sangat kesal.
Fahad juga merasa kecewa dengan penyambutan yang seperti tidak niat, padahal Fahad selalu mengingatkan.
" Hemmmm" Chiko mendengus.
Ceklek...
" Maaf Tuan tuan, nona nak Fahad...maafkan sambutan kami yang buruk!" Ibu Yuna membuka lebar pintu rumahnya.
" Ehm..." jawab Nathan yang terlanjur kesal tapi harus di tahannya.
" Ayo - ayo silahkan masuk dan duduk...!"
mereka pun segera masuk ke dalam dan duduk.
" Saya buat minuman dulu!"
" Oh ibu tidak perlu...mari kita ke intinya!" tegas Nathan sangat kesal.
" Oh, baik....Yuna..."
tak lama Yuna pun keluar dengan kursi rodanya.
semua mata tertuju pada gadis yang berada di kursi roda .
mata Sansan mengamati dari ujung rambut sampai ujung kaki Yuna.
"Ck...!" bibir Sansan sedikit mencibir karena merasa tidak puas dengan yang namanya Yuna itu.
" Selamat pagi semua, maaf karena kami malah bangun kesiangan, mendengar akan di lamar saya dan ibu saya tidak bisa tidur memikirkannya...!"
" Kenapa di pikirkan??, bukankah sudah saling mencintai??, seharusnya tidak perlu di pikirkan lagi!" Ujar Tasya cutek
Yuna melihat ke arah Sansan
__ADS_1
" Heheh maafkan saya karena begitulah saya!" Yuna tersenyum ramah.
" Baiklah, intinya saja ya, kami datang untuk mewakili Fahad untuk meminang putri anda bu, jadi kami meminta jawabannya langsung di terima atau tidak...?" Tegas Nathan karena sudah cepat - cepat ingin pulang.
" Bagaimana Yuna??" tanya Ibunya.
" Ya mau..." ujar Yuna tersenyum
Fahad pun langsung senyum merekah.
" Baik, jadi lamaran kami di terima ya...!"
" untuk semuanya dari pihak kami yang menanggung, kalian tidak perlu mengeluarkan sepeserpun uang untuk pernikahan, tentukan saja tanggalnya kita akan segera laksanakan!"
" baik, tuan...!"
" Fahad, sudah ya...intinya sudah jadi tolong beritahu Fahad jika sudah menentukan tanggalnya!"
" Baik tuan..!"
" Kalau begitu kami langsung Ya bu, silahkan tidur lagi...!" Nathan dan yang lain pun segera keluar dari kediaman Yuna.
" Nak Fahad, maaf ya...!"
" Tidak apa-apa bu... yang penting sudah jelas, ibu tolong pilihkan tanggal pernikahan secepatnya ya!"
" Ya nak...!"
" Saya juga pamit dulu..." Fahad segera masuk ke mobil Kenzo.
paman, om dan ayah tirinya sudah melaju pergi lebih dulu.
" Sansan bagaimana??"
" Tidak aku tidak berminat mengobatinya!"
" Kenapa??"
" tidak mau saja Fahad maaf aku tidak bisa membantu...!"
" Sansan tenanglah kalau soal uang aku akan memberikan bayaran yang besar asal Yuna bisa berjalan lagi..."
" aku tidak butuh uangmu...!"
" Berapa sih biayanya??"
" Tidak aku tidak mau...!"
" kau menyebalkan, kau saja mau menyembuhkan Fathia...!"
" Baiklah, aku meminta biaya terapi 1M sekali pertemuan!"
" Apa??" Fahad adalah orang yang paling miskin sekarang di keluarga Pratama, jik itu hanya puluhan juta masih bisa di upayakan tapi jika 1 M satu pertemuan Fahad tidak akan sanggup.
" Kenapa kau tidak merampok ke bank saja??"
" Ya sudah tidak ada tawar menawar!"
" Sansan kenapa kau sangat tega, aku tidak memiliki uang sebanyak itu..!"
" itu bukan urusanku!"
" Apa kau juga meminta bayaran untuk Fathia??"
" Tidak!"
" kenapa? kau tidak menyukai Yuna ??"
" Sayang, kenapa kau terlalu perhitungan??"
Kenzo membelai kepala Sansan
Namun Sansan hanya diam saja.
" Biar aku yang membiayai pengobatan Yuna!" tegas Kenzo
" Tidak mau!" Sansan juga masih keras kepala.
" Fahad, biar om yang membujuk Sansan , jangan di masukan ke hati...sudah sampai rumahmu, kami akan langsung ya!"
" Ya om...!" Fahad pun segera turun dari mobil Kenzo, hatinya sangat sakit, karena penolakan Sansan.
kenapa dengan semua keluarga ku??
kenapa mereka begitu acuh padaku?
apa mereka malu karena Yuna lumpuh?
Dalam hati Fahad
Pikiran Fahad semakin tak karuan, dia tidak mengerti dengan keluarganya saat ini.
__ADS_1