GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
45. terlambat selangkah


__ADS_3

" Suamiku kau sudah pulang?"


" Hmm....!"


" Apa yang kau bawa?"


" Ini kesukaanmu kan?, cake lumer strawberry!"


"wahhhhh....!" Sasha sangat senang,dia berpikir bahwa suaminya sangat mengerti dirinya .


" Paman, karna paman sudah datang bolehkah, Martin pamit?"


" Loe kemana, ayo kita makan kue bersama!" ajak Sasha.


" Aku harus menjemput Cindy tante, lain kali ya?"


" Oh, begitu?, makasih Martin hati - hati di jalan!"


" sama - sama tante, sampai jumpa!"


" Martin!"


" Ya paman??"


" Paman ada 2 tiket bioskop nih, dapat dari teman paman!, paman tidak pernah ke bioskop, jadi ajaklah Pacarmu menonton!"


" Paman aku tidak punya pacar!"


" Oh ya lupa, Cindy juga suka nonton kan, ajak sana!"


" Oh, baik paman terimakasih" Martin seger meninggalkan rumah sakit.


" Apa yang kalian obrolkan seharian?"


" Banyak, dan Martin menunjukkan foto putri kita!"


" oh ya??"


" Hmmm, tapi dia tidak mirip denganmu!"


" Heheh, iya kah?, lalu anak siapa ya dia?" tanya Chiko menggoda.


" Anak kitalah!"


" Iya, dia putri kita, ayo makanlah pelan - pelan..!"


menyuapi Sasha dengan sabar.


" Selama 7 tahun lebih apa sungguh suamiku tidak mendekati wanita lain?"


" Hahahah, mayoritas orang-orang di sekitar ku kan pria sayang?"


" Syukurlah, aku tenang...tapi kenapa aku slalu merasa ada yang kurang yang??"


" Hmmm, jangan pikirkan hal seperti itu saat ini, kau akan menemukan apa yang kau cari jika kau sembuh, dan saat kau benar-benar tolong jangan pernah membenciku, aku melakukannya untuk kebaikan semuanya, dan tentunya untukmu dan Sansan!"


" Apa suamiku melakukan kesalahan besar?"


" Kesalahan terbesar ku adalah, tidak bisa menjaga kalian dengan baik, untuk kesalahan yang lain, semoga kau bisa mengerti dan memaafkan!"


" Jika banyak hal yang akan sangat menyakitkan untuk diingat, sebaiknya aku tidak mengingatnya, aku bahagia saat ini!"


" Hmmm...kau harus slalu bahagia!"


"Tentu saja, asalkan suamiku bersamaku!"


Selama hampir beberapa bulan penuh Chiko menemani Sasha, dalam proses pemilihannya, karna tekat untuk sembuh benar - benar kuat, proses pemulihan itu berbuah hasil.


" Sekarang aku sudah bisa jalan meski masih satu , dua langkah saja!"


" Kau memang wanita hebat!"


" Semua berkat mu!"


" Tidak, semua berkat usaha kerasmu sendiri sayang!"


" Jika aku sudah bisa berjalan, benar - benar apa aku boleh bertemu putriku?"


" Hmmm...boleh sekali sayang!"


Drrrrrt Drrrrrrt Drrrrrt


Ponsel Chiko berdering...


" Kenzo??"


" Kenzo siapa ?, kenapa kau terkejut?"


" nanti aku beritahu, aku angkat telpon dulu ya sayang?"


" Hmmm!"


Chiko berjalan keluar sambil mengangkat telepon Kenzo.

__ADS_1


" Kenzo???, seperti tidak asing!"


Gumam Sasha.


" Kenzo, kenapa baru mengaktifkan ponsel??"


" Sorry Chiko, Hp ku hilang, aku harus mengurus semuanya cukup lama!, ini aku berada di jepang!"


" Apa kau baik-baik saja???"


" Aku baik, bagaimana denganmu?"


" Aku juga sangat baik, dan lagi aku punya kabar bahagia untukmu!"


" Apa itu?"


" nyonya Sasha sudah sadar, sekarang dia sudah belajar berjalan!"


" Sungguh???, akhirnya dia bangun,aku kembali sekarang!" Kenzo sangat bahagia.


" Kenzo,...!"


" Ya??"


" Tapi, aku baru memberitahu padamu saja!"


" Kau gila??, bagaimana bisa kabar baik ini tidak kau beritahu pada yang lain??"


" ceritanya panjang Kenzo, aku juga tidak ingin seperti ini, bahkan nyonya menganggapku suaminya!"


" Gillaaaaaaaaaaa!!!, kau kenapa mengacau seperti ini Chiko?, kau memanfaatkan Sasha yang hilang ingatan?"


" Mana mungkin!, kau yang gila!, aku juga terpaksa, siapa yang mau membohonginya?,saat dia baru bangun aku menelepon mu, tapi telpon mu tidak bisa dihubungi!, lalu apa yang akan kau lakukan jika kau di posisiku??"


" apa hanya aku yang tahu Sasha sudah siuman?"


" Cindy dan Martin juga tahu, karena saat itu mereka sedang di sini!, kau bisa menanyakan semua kronologinya pada mereka, dan ini memang keputusan yang ku ambil, menjadi suaminya, aku sangat tahu kau masih sangat menyukai nyonyaku, tapi Kenzo, apa istrimu akan diam saja ?"


" ahhhhhhhh, wanita itu apa masih tinggal di sana?"


" Masih, bahkan dia slalu mendampingi nona Sansan, sebaiknya kau urus istrimu saja , karna aku tidak akan memberitahu siapa pun jika nyonyaku belum benar-benar sembuh!"


" Baiklah, terimakasih karna sudah menjaga Sashaku!"


" Dia nyonyaku ,tak usah berterimakasih aku akan slalu ada untuknya, tanpa kau minta!"


titttttt


Chiko mematikan ponselnya, entah kenapa hatinya sangat marah saat Kenzo mengatakan Sashaku.


dalam hati Chiko.


...----------------...


Pranggggkkkk, pyaararrrrr, praaaaankkkkk


pyaaaaaaaarrrrrrrr...


"haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaagggggghhhhhhhh"


" Tuan, ada apa?" Mimoto menghampiri Kenzo di kamarnya


" aku sangat marah, kenapa aku tidak ada di sampingnya saat dia terbangun!!!!"


" Tuan, tangan anda terluka!"


" kenapa bukan aku???, aku juga sangat peduli dengannya, kenapa juga aku harus menikah dengan wanita jahat itu!"


" Tuan, ...!"


" Pergilah, aku ingin sendiri!"


" Tapi, tangan..."


" Pergiiii!!!"


" babaik!"


Mimoto pun keluar dari kamar Kenzo,...


" ada apa dengan Tuan Kenzo?, baru tiba sudah marah - marah??"


" Tidak tahu, di mana Tasya?"


" Mencari bahan makanan di hutan!"


" aku akan mencarinya, tangan Tuan terluka, Tasya pasti bisa membujuknya!"


" Tidak usah, dia sudah dekat!" jawab Yuki berlalu.


" Wah, kita tidak hanya dapat sayur, tapi dapat ayam hutan, 3 ekor...heheheh kita pesta besar!" ujar Tasya sangat gembira.


" Nona, Tasya ... anakku, tolong cepat!"

__ADS_1


" papa?, ada apa?"


" Iya ojisan kenapa?"tambah Dai


" Itu, Tuan Kenzo baru tiba!'


" Oh om datang?, aku kesana!" Tasya segera berlari menuju kamar Tamu.


" Ommm, ommm, ommmm...!"


Kenzo terlihat terduduk di lantai dengan pandangan kosong dan darah yang mengalir sangat deras.


" OMG...om...!" Tasya segera menghampiri Kenzo.


" om... om... sadarlah, ayo kita obati lukanya!"


"Sasha!, Sasha!"


" Tasya om, Tasya...bukan Sasha!, aku ambil kotak obat dulu!"


Saat akan beranjak Kenzo menarik Tasya ke dalam pelukannya.


" Om??"


" Maaf Sasha, karna aku tidak slalu berada di sisimu!"


"??????" Tasya segera bangkit dan memegang wajah Kenzo dengan kedua tangannya lalu mendekatkan wajah Kenzo ke wajahnya.


" Lihat dengan Jelas, aku siapa???!!!!" dengan nada tegas.


" Tasya??? ,apa yang kau lakukan???" wajah yang tadi layu tak berdaya kini menjadi garang.


Tasya tidak memperdulikan pertanyaan Kenzo, dia segera berdiri mengambil kotak obat, dan segera mengobati luka Kenzo .


Saat itu Daisuke / Rio pun juga datang namun Daisuke hanya memperhatikan dari sudut pintu.


" Om, apa om sedang kecewa?"


" Aku slalu tertinggal satu langkah dengan orang lain, namun jika aku tepat waktu mungkin juga akan membuatnya menderita!"


" Dia pasti cinta pertama om ya??"


" Bagaimana kau tahu?"


" Menebak saja sih, ...kejar saja om, jika masih ada peluang!"


" tunggu, kau sudah bisa mengatakan Rr??"


" Ya, bagaimana selingkuhan mu ini hebat kan?"


" Hahaha, dasar anak nakal...jangan slalu menyebutmu seorang selingkuhan lagi, kau kan wanita baik - baik!"


" Ya kan om sudah punya istri, dan om masih membiayai hidupku, aku bukan wanita baik, menempel pada suami orang untuk bertahan hidup!"


" Hahaha ,memang kau ini tidak ada baiknya, tapi kenapa aku tidak bisa mengabaikanmu?"


" Hehehe, mungkin di kehidupan lalu aku pernah berbuat kebaikan padamu om!"


"Cetokkkkk!"


" Auuuwwhh, om sakitlah!"


Kenzo menyentil kening Tasya.


" Biar saja!"


" Ouhhhh, teganya kau om...eh omm aku sudah mendapat pengakuan mama loe!"


" Ya aku tahu!"


" Hadiah, hadiah om...terus aku juga banyak melakukan pekerjaan dan banyak hal, berikan aku uang yang banyak om!"


" Heheheh, nanti aku transfer ya!"


" Oke om, om istirahat saja dulu...aku akan memasak!"


" Okey...!"


Tasya segera keluar kamar Kenzo, dan raut Tasya yang tadi sangat gembira kini terlihat Murung....


Daisuke, mendekati Tasya yang sedang melamun.


" Apa yang kau sedihkan?, Tuan Kenzo sangat memanjakanmu!"


" Ah, Dai...tidak bukan itu...aku hanya rindu keluarga ku!"


" Hmmm, aku juga rindu keluarga ku, tapi ya bagaimana lagi, aku tidak bisa melihat mereka!"


" Hmmm, sudah kita memasak saja yuk!"


Tasya dan Daisuke segera memasak ,


Tasya segera mengeksekusi ketiga ayam buruannya, dan Dai yang mencabuti bulu ayam, mereka berdua slalu sangat kompak dalam mengerjakan sesuatu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2