
" Kakak, minuman ini tidak bermerk...apa kakak membuatnya sendiri??"
" heheh...iya, apa kau menyukainya??"
" Rasanya enak sakali kau sangat baik dalam meracik minuman!"
" Syukurlah banyak yang menyukai minumanku!"
" Kakak, aku boleh memesan 200 botol??"
" Hahahaha, kau ini jangan bercanda!"
" Serius...aku tuh tidak bercanda!"
" sungguh??, untuk apa??"
" Ehmmm, kakak jika setuju, aku beri uang satu juta!, besok tolong datang ke sini pukul 8 pagi aku akan mengambilnya!"
" Apa kau percaya padaku?, bagaimana jika aku tidak datang!"
" Ya, tak apa...heheh, ini uangnya !" Julius memberikan uang satu juta pada Fathia.
" Kau anak baik, siapa namamu?"
Tadi kau bahkan mengutukku, sekarang kau mengatakan aku baik, aku tidak tahu harus merasa senang atau sedih sekarang.
" Namaku, Ju...ju..ju...jupri ya Jupri...!"
" oh Juprik..baiklah...Juprik, besok kita ketemu di sini pukul 8 pagi ya!"
Anjiiirrr, dia panggil Juprinya mantep banget, benar - benar tukang lawak.
" Yayayaa....sampai jumpa besok!"
Julius segera pergi dan kembali ke rumahnya.
Ternyata keluarganya sudah berkumpul,
" Kembarankuuu...kau kemana saja??" Tanya Julia.
" Biasalah, ketemu teman lama!"
" Julius, sini peluk mommy, kemarin kita belum sempat menyapa karena mommy sangat sibuk!" ujar Savina memeluk putra kecilnya.
" Mommy, masih mengingatku??"
Tanya Julius.
" Hey, anak kurang ajar, bagaimana bisa kau mengatakan hal itu pada mommy mu!" Nathan mengomel.
" Suamiku, putramu hanya bercanda!"
" Bercanda apa?, dia sengaja!"
" Haduh kalian ini, kenapa sangat keras satu sama lain?"
" Siapa yang keras?, dia kemarin pulang bahkan tidak menyapaku, malah membanting pintu sangat keras!"
"maaf ...!" Ujar Julius seketika membuat semuanya tak percaya.
" Apa ?, aku tidak mendengarnya!" ujar Nathan tak percaya
" Maaf Daddy maafkan Julius, karena tidak sopan, apakah menyapa daddy sekarang belum terlambat?"
" Hahahahah" semua orang tertawa
" Belum lah!" Ujar Nathan agak gengsi.
" Daddy, sudah kembali lebih dulu ya?, apa keadaan laut aman daddy??" ujar Julius
" Hahahahah!, kau ini kenapa bertanya seperti itu, Daddy adalah raja lautan tentu saja pasti aman!" sahut Putra tertawa.
Nathan, sangat terharu dengan perubahan sikap putranya itu, matanya berkaca-kaca.
" Ini baru Putra Daddy yang Luar biasa, selamat atas kelulusan mu nak!, Daddy sangat bangga!" Nathan memeluk putranya yang paling bontot itu.
" Uuhhhh Kiyowo....!" Julia sangat gemas dengan suasana yang tak biasa itu.
" Terimakasih Daddy...!"
__ADS_1
" Ku harap kau mengakui Daddymu yang hebat ini dihadapan wanita yang kau sukai itu, agar kau tidak ditolak!"
" Hahahhaha, benar kau juga harus mengakui mommy mu ini juga, bagaimana bisa kau sampai tidak mengakui kami keluarga hanya untuk wanita itu Iyus!" sambung Savina.
" Wah, kembaranku kau tidak boleh durhaka pada orang tua!"
" aku juga sangat heran pada iyus, dia bagaimana bisa malu memiliki orang tua yang mampu, orang lain mungkin sebaliknya!"
sahut Putra.
" Wanita itu, sangat menyukai pria yang mandiri Daddy, mommy!" Sambung suhail.
" Oh begitu....tapi kau masih terlalu muda putraku, kau harus lebih hebat dari ayah, pasti baru bisa menakhlukan wanita itu!"
Nathan berbangga diri, Savina hanya menggeleng kepala.
" Daddy dan Mommy kenapa, menanyaiku masalah wanita, kenapa tidak menanyai Suhail soal Wanita, aku rasa Suhail sudah cukup hebat dan umur untuk menikah!"ujar Julius.
" Uhuuuuk.uhuuuuikkkk...!" Suhail terkejut sampai tersedak.
" aduh - aduh, makanmu bagaimana sih nak, pelan - pelan!" Savina menepuk punggung Suhail .
" Benar juga, aku sampai lupa aku sudah memiliki putra yang sudah matang 2, apa kalian tidak ada niatan menikah??"
tanya Nathan penasaran dengan. kedua putranya yang sangat anteng dan patuh.
" Heheeh, Putra masih ingin fokus pada karir Daddy!, coba tanya Suhail!" melempar pada orang lain agar selamat.
" Kenapa kalian berdua memojokkan ku??"
" tidak, loe...kau tinggal jawab saja pertanyaan Daddy Suhail!" ujar Julius.
" Yus, Suhail itu juga abangmu!, kau tidak boleh tidak sopan!" Savina menasehati dengan lembut .
" Hanya beda beberapa tahun saja mom!"
" Kau bisa memanggil abang pada Abang Putra, kenapa denganku tidak?" Suhail protes.
"Sudahlah, jangan iri kau Suhail, aku sudah mau bicara denganmu itu bukankah hal bagus?"
Nathan Dan Savina hanya menepuk jidat dan mengelus dadanya.
" Baiklah, mumpung kalian berkumpul, besok tolong luangkan waktu kita berkumpul di aula!" Ujar Nathan.
" hemmm 8 pagi!'
" jangan Daddy aku ada janji loh...!" Julius protes.
" Kau bisa menundanya, kan?"
" Tidak bisa Daddy!"
" Ya sudahlah pukul 12 saja saat makan siang, sepertinya itu juga waktu yang tepat untuk yang lain!"
" setuju!" Savina dan Julia serempak
" kalian ibu dan anak kompak sekali!"
" Kami ada janji dengan seseorang Daddy, jadi...itu waktu yang tepat, iyakan mom??"
" Tentu saja putriku, kita tidak bisa mengecewakan pelanggan!"
" Yayayayay....!" Nathan mengangguk paham atas kesibukan istrinya.
" Oh mommy, eh tidak jadi aku akan mengajak Julia berbicara dulu, Julia ikut aku yo!"
" Where??"
saudara kembar itu berjalan keluar
" Ke depannya kita berbisnis yuk!" ajak Julius.
"apa aku tidak salah dengar??"
" aku memiliki teman peracik minuman enak, besok aku akan bawa sampel, untuk toko kecilmu, untuk toko bunda , dan ke resto Cindy!"
" apa kau ini sedang kerasukan hantu??"
" Mana ada hantu yang berani padaku?"
__ADS_1
" Kau memang menakutkan!"
" Sudahlah, besok aku akan bawa minumannya, jika cocok mari kita bekerja sama!"
" Ya Lihat besoklah!" Julia mengiyakan saja ajakan kembarannya itu, meskipun Julia tidak yakin dengan Julius.
Di kediaman Vevey
" Kak Aina, kenapa kak Cindy mengurung diri terus di kamarnya??"
" Aku juga tidak tahu Fahad, kakak aneh sekali, kakak sendiri takut bertanya pada kakak!"
" kemana Bang Martin??"
" Aku juga tidak tahu, mungkin abang sedang menyelesaikan misi yang rumit!"
" Hmmm... sebenarnya pada kenapa sih?, bikin males aja untuk pulang!"
" Eh ada apa??"
" Kemarin Julius ingin memberi kejutan pada Yohana, tapi Yohana ternyata sedang bersama Bang Suhail!"
" Apa???, pantes itu Yohana suruh kakak kasih tahu jika Bang Suhail pulang, maumya apa sih??"
" mereka teman dari SMA sih, tapi sampe sekarang Julius belum memperlihatkan mode war!"
" Kau ingin melihat mereka berperang??, Fahad kau tidak boleh begitu tahu!"
" Lah??, kalau begitu kan aku bisa mencegahnya, kalau diam - diam malah bahaya, masak hanya karena wanita saja mereka bertengkar, ya walaupun memang mereka tidak akur!"
" Iya juga sih, mereka sejak kecil tidak akur!"
" Besok paman meminta kita semua berkumpul di aula apa kau sudah di beritahu?"
" Kakak, kan yang tahu soal itu aku dulu dari Bang Putra!, kakak makin tua makin lemot ah!"
" Oya...lupa lagi !" tanpa bersalah.
" Lagi aja terus, ....!"
" Oh, Fahad saudara- saudaramu sedang mengejar cintanya, lalu kamu bagaimana?, apa kamu menyukai seseorang?"
" Astaga kakak, bukannya kakak sudah tahu??, kenapa tanya lagi??"
" Memang siapa??"
" Itu teman kakak namanya Yuna!, tapi dia kan sudah punya pacar, jadi aku mengurungkan niatku untuk mengejarnya!"
" Oya lupa lagi ya, hehehehe!"
" Aku sudah menghitung kelupaan kakak itu sebanyak 5x awas saja sampai keluar satu kali lagi!" sudah mulai kesal.
" Tapi, bukankah Yuna sudah putus dengan pacarnya?" gumam Aina .
" Apa???"
" Apanya??"
" Siapa yang putus??"
" Yuna...!"
" Benarkah??, sungguh??"
" dia putus jauh hari sebelum kau mengikuti pendidikan!"
" What???, kakak tahu hal itu dan tidak memberitahu Fahad???, kakak kau ini kakakku atau bukan sih??"
" Oh, apa kakak belum memberitahumu?"
" Jika sudah, dia pasti sekarang akan menjadi adik iparmu!"
" Oh ya lupa lagi...!"
" Ya Tuhan kakak, kau ini sekarang sangat menyebalkan sekali!"
" Loe, kenapa jadi menyalahkan kakak??"
" Kakaaaaaaakkkkkkkkkkk!"
__ADS_1
" Kau tidak bisa menyalahkan orang yang lupa Fahad!"
" Huuuuuh, sudahlah aku sedang malas mau keluar dulu, cari angin !" keluar dan menutup pintu kamar dengan sangat keras.