GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
474. Putri kecil mengurus bayi


__ADS_3

" Abang kau sungguh - sungguh ingin ke negaraku??"


" kenapa tidak??"


"abang....mommy sangat keras kepala, itu akan sia-sia..."


" tidak ada hal sia-sia..."


" Yang Mulia, semua sudah siap..."


"okey, ayo ibu Tobby kita kembali ke kampung halaman mu!"


Julia, mau tidak mau mengikuti Alfred, mereka pun segera terbang ke negara Julia bersama Tobby.


" Yuka, kau nanti akan bertemu dengan Ami dan juga Yizan..."


" saya sudah lama tidak bertemu dengan mereka nyonya..."


" apa kau juga ingin bebas seperti mereka??" tanya Julia.


" tidak, saya punya keluarga yang juga hidup di dalam istana, kami hanya akan mengabdi di istana..."


" oh siapa saja ??"


" Ibu saya adalah orang yang menjaga Yang Mulia dari kecil hingga sekarang!"


" pantas saja kau sangat patuh dengan Yang Mulia, kau tidak mudah di bujuk olehku...kau berada di pihak Yang Mulia!"


" saya sangat patuh pada anda nyonya..."


" Aku tahu, tapi kau sangat pro pada yang mulia!"


" hehehe...maafkan saya nyonya..."


" tapi aku belum pernah melihat ibumu di mana dia??, dan lalu ayahmu??, apa kau juga mempunyai saudara..."


" punya, punya ...Dans adalah abang saya...!"


" oh astaga...pantas kalian sangat kompak ya...!"


" ayahmu??"


" heheheh, ayah saya adalah kepala pelayan istanah..."


" OMG...pantas pantas....tapi kenapa kau mau melayaniku ??"


" karena anda adalah kesayangan Yang Mulia nyonya..."


" apa dulu Sansan juga begini??"


" tidak...nyonya Sansan sangat berbeda, dia memilih sendiri orang -orangnya, dia tidak mau di atur oleh Raja hehehe...Dan nyonya Sansan sangat sulit dilayani, kami sangat takut padanya... karena hanya dia yang berani melanggar peraturan di istana!"


" pfffffffft....hahaha apa saudaraku itu pernah menyinggung kalian???"


" hehehe, meskipun nyonya suka melanggar aturan, tapi dia tidak pernah melibatkan kami yang tidak bersalah, dia tetap menghargai kami, yang paling banyak justru nyonya Sansan menyinggung Yang Mulia..."


" hahahahaha, ...lalu apa yang di lakukan Yang Mulia??"


" Yang Mulia, adalah aturan, tapi tidak bisa menangani nyonya Sansan, terpaksa membiarkan nyonya Sansan berbuat semaunya..."


" hahahahaha, jadi kau tahu kan yang dewi menyembuhkan itu Sansan bukan aku!??"


" kami seistana tau semuanya, tapi kami tidak akan membocorkan keluar!!"

__ADS_1


" Bagaimana dengan Tobby??"


" Tobby adalah putra anda dengan Yang Mulia,,,karna anda yang saat itu menggantikan nyonya Sansan..."


" apa itu tidak masalah??"


" tidak masalah, karna itu hak raja memilih siapa ibu Putra mahkota!"


Jadi mereka tahunya aku benar - benar ibu kandung Tobby keluarga kerajaan sangat hebat dalam menyembunyikan rahasia.


dalam hati Julia.


" Nyonya kita akan mendarat..."


" Yuka, apa kau juga bisa berkelahi??"


" hehehe, bisalah nyonya...kakak saya adalah tutor saya..."


" aku dengan abang-abang angkat dan tiriku akur sekali, tapi dengan saudara kembarku berkelahi terus...kau sangat akur dengan kakakmu??"


" tentu saja, dia dan ayahku adalah pria yang paling tulus menyayangi Yuka nyonya...."


" aku sangat iri ..."


"nyonya punya latar belakang yang hebat kenapa iri dengan anak pelayan??"


" ini masalahnya pelayan kerajaan keles Yuka!"


" Juli, kita sudah sampai..." Alfred mendekati Julia untuk membantu mengambil Alih Tobby.


" Biar tobby denganku..." ketus Julia, tidak tahu kenapa Julia menjadi ketus sekarang, tapi itu lebih baik untuk Alfred, karna tandanya Julia bisa menjadi diri sendiri dan tidak sungkan lagi dengan dirinya.


" Baiklah..."


ternyata Alfred membawa Oleh-oleh banyak untuk keluarga Julia, Alfred membawa 2 tas besar kanan kiri punggung dan depan, Yuka membawa 2 koper, lalu Dans membawa beberapa perlengkapan Tobby dan juga Julia, hanya Julia yang ringan membawa Tobbby.


mereka tiba pukul enam pagi, dan segera menuju ke kediaman Pratama.


" wah aku tidak sabar bertemu kedua mertuaku!" ujar Alfred dengan percaya diri


karna kata Sansan harus tidak tahu diri untuk mendapatkan Julia.


sampai lah mereka ke kediaman Pratama,


Julia segera turun,dengan Tobby yang berada di gendonganya, lalu Dans Dan Yuka sibuk mengurusi barang-barang banyak, Alfred membawa tas baby dan beberapa botol susu ditanganya.


ternyata Savina baru kembali dari lari pagi bersama suaminya,


" Itu siapa itu???"


ujar Savina melihat ke arah bangunan rumahnya dari gerbang utama.


" apa itu Incess??, masak baru ditinggal lari pagi sudah lahir??" ujar Nathan .


" apa??, sembarangan kau bicara...masak lahiran langsung pulang, kau ini..."


" ehmmm apa mereka salah rumah, mataku ini sudah tua...tidak terlalu kelihatan..."


" hais, iya salah rumah pasti,,,mereka pulang kampung halaman, dan lupa halaman berapa!" keduanya segera berlari dengan buru-buru.


" ehhh masss....mbakkk....kalian siapa??" teriak Savina.


namun Savina dan Nathan terkejut, ternyata itu Putrinya Julia yang sedang menggendong anak.

__ADS_1


" Julia...." Savina langsung memeluk putrinya itu karena sangat rindu dan sangat khawatir.


" ini ini..."


melihat ke arah Tobby yang terlihat sangat nyaman di gendongan putrinya.


" hey, bayi kecil bagaimana bisa kau begitu nyaman di gendongan putriku, dia putriku...." ujar Savina antara gemas dan kesal.


Nathan melihat ke arah Alfred ,yang hilang wibawanya karena membawa tas bayi dan dot susu.


" pffffft... selamat datang Yang Mulia..."


sapa Nathan pada Alfred.


" Terimakasih Laksamana..."


" kenapa kau pulang??" ujar Savina pada putrinya.


" memang Julia tidaj boleh pulang mom??"


" kau lebih memilih mengurus anaknya dari pada perasaan mommy!" menunjuk Alfred.


" ah, maafkan saya nyonya..." Alfred merasa bersalah.


" istriku, biarkan mereka beristirahat mereka baru pulang loeh..."


" Hah, cepat kalian masuk!!!" Savina merangkul putrinya masuk ke dalam, ya meskipun kesal tetap saja tidak bisaan.


" Siapa nama bayik ini??, jangan kira dia anak raja mommy akan memperlakukanya seperti raja!"


" mom ...jangan begitulah tolong...Julia sangat menyukai Tobby!"


" oh namanya Tobby, ayo bawa ke kamarmu..."


mereka pun pergi ke kamar Julia .


Savina langsung mengunci pintu kamar Julia.


" ahahaha...maafkan istriku Yang Mulia, biar saya yang tunjukan kamar untuk kalian beristirahat!" Nathan pun menunjukan 3 kamar kosong untuk mereka beristirahat.


sementara di kamar Julia,


" mom...."


" letakan, letakan bayik itu..."


Julia pun meletakkan Tobby di ranjangnya.


" mom...TObby itu tidak salah mom...tob...." belum selesai bicara, Julia terdiam karena melihat mommy nya langsung mengambil Tobby dan menggendongnya.


" aaaaaaaaa....lucuuuuuuuuuuuuuu" teriak savina Gemas melihat Tobby dengan kulit yang sangat putih bersih, dan pipi merah ,badan Tobby juga sangat Gemoy sekali sangat gemassssss.


" pantas saja kau tidak mau pulang, lihat dia memang mewarisi wajah Raja sialan itu...ehnmmmm ehhemmm mamamamamah .." Tobby dicium-cium gemas oleh Savina.


" mom, jangan mom nanti Tobby nangis..."


" biarkan menangis aku belum pernah melihat anak raja menangis...aku ingin mencubitnya!"


" jangan mom, Cubit Julia saja..."


" tidak mau...."


" momsz jangan digitukan nanti dia kesakitan!"

__ADS_1


" heiiii kau ini berlagak seperti ibu kandungnya,haiiiisssss...kenapa putra mahkota ini sangat menggemaskan, aku jadi tidak tega memisahkan kalian, hay bayi aku akan mengalah jika kau menjadi anak putriku, tapi untuk ayahmu, tidak akan ada kesempatan..."


" oeeeeeeekkk oeeeeeekkkk oeeeeeeekkk" Tobbby menangis keras, dengan sigap Julia mengambil alih Tobby dan menenangkannya, Savina yang melihat putrinya yang masih dianggapnya kecil itu seakan tak percaya putri kecilnya sudah pandai mengurus bayi.


__ADS_2