
setelah Savina mendapatkan rekapan pengeluaran milik Iyus, Savina segera memberitahu Nathan.
" Dia bulan ini hanya 3 kali saja mengeluarkan uang, pertama tarik tunai kedua, di toko perhiasan, dan ketiga di restoran berkelas!" ujar Savina
" Ha??, dia sedang berkencan dengan siapa?,satu hari saja hampir menghabiskan uang 100juta!"
" Minta orang selidiki ke tempat yang Iyus datangi, minta rekaman Cctv hari itu sayang, aku harap wanita itu bukan Yohana, aku tidak menyukai anak itu!" Ujar Savina Was-was.
" Ya, kau istirahatlah aku akan minta tolong pada Gery!"
" Ya sayang terimakasih!"
Savina pun segera masuk ke kamarnya, dan Nathan segera menghubungi Gerry untuk hal itu.
...----------------...
Sementara Sasha sedang mencoba baju pengantinnya di temani Hiro dan Vevey.
" Kakak, bagaimana menurutmu...?" Sasha menunjukkan pada Vevey gaun yang di pakainya.
" wah, Sasa kau masih seperti dulu...!"
" Kakak jangan meledekku!"
" Tidak itu sangat cocok untukmu, cepat tunjukan pada Priamu!"
" Tidak-tidak aku malu....!"
" Aih ..cepat!" Vevey mendorong Sasha keluar ruang ganti.
" Chiko lihat wanitamu!" Mendorong Sasha ada Chiko.
Chiko dengan sigap menangkap Sasha yang kehilangan keseimbangan.
" Hati - hati ....!"
Sasha menunduk malu..
" Biarku lihat secantik apa calon pengantin ku!"
Sasha perlahan mengangkat wajahnya menghadap Chiko
Chiko tersenyum sangat lebar, dan sangat terpukau dengan kecantikan Sasha.
" Uwaaaaaaahhh....bisakah kita menikah sekarang??"
" Hahahahhaha....ada yang tidak sabar!" Sahut Hiro.
Vevey menarik Sasha lagi...
" Tidak bisa masih beberapa hari lagi ,sabar sabar!"
" Aih baiklah sabar...sabar....!"
Chiko segera kembali duduk bersama Hiro.
" wah, kau pasti sangat gugup beberapa hari ini?"
" Ehmmm antara percaya dan tidak percaya!"
" Sudah jangan dipikirkan ... semoga semua berjalan lancar Chiko!"
" Terimakasih abang ...!"
" Hemmm....kakak, bagaimana dengan hidangan nanti?" Tanya Sasha.
" oh, itu...sudah di urus Cindy, makanya beberapa hari ini anak itu sangat sibuk tidak ada waktu menyapa orang tua nya!"
" Kasihan Cindy ya...!"
" Tak apa, anak itu di bantu Fahad kok...mereka sangat senang bisa berkontribusi di pernikahan kalian!"
" aku sangat merepotkan bukan kak?"
" Mana ada, kami sangat menyayangimu Sasha, sesama saudara harus saling merepotkan!"
" kakak aku sayang padamu...!" Sasha memeluk erat Vevey!" meski Sasha tidak mengingat kenangan tentangnya namun hatinya slalu merasa sangat dekat dengan Vevey, begitu juga dengan Savina dan Nathan.
" Aku juga, ingat Sasha kau adik kesayangan kami, kau harus bahagia, jangan pikirkan semua yang sudah berlalu, kau harus behagia saja sudah cukup bagi kami!"
" iya kakak, aku akan bahagia ...!"
" Hmm, Chiko adalah orang yang lebih tepat dari orang lain...!"
" kan tidak ada orang lain lagi hanya Chiko saja...!"
" Iya benar, hanya Chiko saja...jadilah istri yang baik untuknya...!"
" Iya kakak...!"
" Hem....!" Vevey tersenyum melihat senyum bahagia Sasha namun juga sangat khawatir untuk ke depannya, namun mau bagaimana lagi, karena Sasha masih dalam tahap pemulihan, ini adalah cara yang tidak baik untuk yang terbaik.
" Kakak apa masih ada lagi?"
" Tidak itu tadi yang terakhir, kau bisa pulang dan beristirahat!"
" baik... terimakasih kakak!"
Sasha dan Chiko pun segera kembali ke kediamannya.
...----------------...
" Fahad, kau jemput kakak - kakakmu gih...!" Pinta Suhail pada Fahad.
" Oh kenapa bang?"
" Kita cari hadiah untuk tante dan om kita!" sahut Putra.
__ADS_1
" Ehmmm, aku telpon dulu ya...!"
" Okey....!"
Fahad pun segera menghubungi kakaknya Cindy terlebih dahulu.
" Gimana??" tanya Suhail.
" kakak akan datang sebentar lagi, dengan temannya!"
" Cindy punya teman??" Putra terkejut.
" Apa salahnya bang!" Ujar Julia.
" Tidak apa-apa!"
" Kalau begitu kau jemput Aina!" pinta Suhail.
" Oh, itu aku masih mau membereskan sesuatu dulu, Iyus kau jemput kakakku dulu ya, biar cepat, nanti kalau aku yang jemput dan masih membereskan di garasi maka akan lama!"
" Oh sana Yus jemput Aina!"
pinta Putra.
" Yayaya...!" Iyus segera pergi menjemput Aina tanpa mengeluh sedikitpun.
" Iyus tumben gak ngomel?" tanya Julia heran.
" Ya, baguslah...dia mendengarkan apa kata Daddy!" sahut Putra.
" Benar juga ....Iyus sudah mulai berubah !"
" Syukurlah!" Sambung Suhail.
Sementara Fahad hanya nyengir saja.
" Fahad...bukankah kau mau beberes?" Tanya Julia.
" Ehmmm ya lupa, aku ke dalam dulu ,nanti panggil aku jika sudah pada kumpul!"
Fahad lari masuk ke dalam.
" Kita ada berdelapan dengan teman Cindy, mau naik mobil siapa?"
" Lihat dulu nanti mobil banyak, kan ada Mercedes-Benz V-Class punya Suhail, hihihi!" Sahut Putra.
" Ya sudah aku siapkan mobilku dulu!"
Tinnntinnnnn....
datang mobil Toyota Vellfire
" Oh, siapa yang datang??"
Cindy segera menurunkan Kaca Jendelanya.
" Kalian menunggu lama??" tanya Cindy.
"Ahhh, baik....!" Cindy segera turun, dari mobil diikuti oleh seseorang yang mengemudi mobil Toyota Vellfire.
" Waaaaaaah, siapa Cindy?" Tanya Putra.
" Dia teman Cindy abang, kenalkan namanya Fannan, mas ini sepupuku...semua kenalkan, ini namanya Abang Putra, ini Suhail, dan Ini Julia mereka abang adik dari Iyus....!"
" Ah, senang berkenalan dengan semua, apa saya mengganggu waktu kalian??"
" Tidak bang, santai saja...apa sedang cuti??"
" Sudah absen lalu ke sini heheheh!"
" wah enak sekali hahahah!" ujar Putra
Ciiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttt Iyus pun datang
bersama Aina.
" Ayo sudah lengkap, panggil Fahad!" pinta Putra
" Aku siapkan mobilku dulu kalau begitu!"
" Naik mobil saya saja cukup kan??" sambung Fanan.
" Cukup - cukup!"
Fannan pun membuka pintu mobilnya
" Silahkan!" Fannan mempersilahkan masuk.
" Aku belakang sajalah...!" Iyus menarik Aina ikut duduk bersamanya.
semua melihat keheranan,
" ayo siapa dulu capat!" Ujar Fahad mengalihkan pemikiran para saudaranya, dirinya menarik Suhail duduk bersamanya.
" Abang sama Fahad ya!" ujar Fahad
Dan julia pun duduk bersama Putra.
" okey, apa sudah aman?" tanya Fannan lembut.
" Sudah bang, bisa jalan!" jawab Putra.
" Okey, mau kemana kita?"
" Ke HM aja bang!" Sahut Julia..
" Oke kita meluncur...!"
__ADS_1
mereka pun segera menuju ke tempat yang mereka tuju.
" Julia, kau tahu apa yang di sukai Tante??" tanya putra.
" Tante sangat menyukai perhiasan dan uang, jika lita kita memberi uang kurang pas rasanya!"
" Lalu apa semua harus membelikan perhiasan?"
" Tidak juga, Tante adalah pemilik toko perhiasan terbesar ke tiga di sini, dia mau apa saja tinggal ambil saja bukan?'
" Lalu apa?"
" Hadiah itu banyak abang putra, bisa belikan mereka sepasang piyama dari sutra, bisa selimut terbaik, dia juga suka memasak belikan set alat masak terbaik dan lain-lain!" sahut Cindy.
" Ah, aku bingung mau beli apa?" ujar Putra.
" Aina kau mau belikan tante apa??" tanya Iyus.
" Aina tidak tahu...!" menggeleng kepala.
" Oh sama...!"
" Hmmm kita bertuju, kita tentukan saja mau beli apa lalu berpencar mencarinya setelah menemukan kita kumpul di sini lagi!" ujar Putra
" Ya begitu lebih baik!"
" Aku mau beli set peralatan dapur saja!" Sahut Cindy.
" Aku akan mebelikan Jam tangan Couple saja!". Sahut Putra.
"aku akan belikan Set piyama sajalah yang Couple, uangku sepertinya hanya cukup untuk itu!" Sahut Iyus.
" Aku sudah tf kok uang jajan mu!" Ujar Suhail membisikan di telinga Iyus.
Iyus segera mengecek saldonya.
" Waaaaaaahhhhhhhhh... terimakasih!" Iyus tersenyum lebar melihat nominalnya sudah bertambah.
" Kau kenapa Yus?" Tanya Aina keheranan.
" Aina kau mau beli apa katakan padaku sekarang, aku akan belikan!"
" Haaaa???" semuanya semakin heran.
" Oh sekarang kalian sudah menjadi satu kubu??" Tanya Fannan yang melihat adanya benih-benih di mata Iyus.
" Iya abang asuh... ya kan Aina??"
" Tidak hari ini Iyus lupa membawakan Aina makan siang!" ujar Aina kesal
" Haaaaaaaaaaaaaa?" semua tambah keheranan
" Maaf kita kan sedang mencari hadiah untuk Tante... !"
" Oh yayaya, ya sudah...besok jangan lupa Ya!"
" Oke Janji!" Mengusap kepala Aina dengan lembut.
" Uhuk -uhuk...kalian ada apa kenapa sedekat ini??" Tanya Julia heran.
" Itu bagus Julia...Iyus sudah berubah!" Sahut Putra
" Hemmm adikku memang keren, nanti abang tambah lagi deh Uang jajannya!" ujar Suhail merasa senang
" Abang pilih kasih!" Julia tidak terima.
" Julia kau lupa ya kata Daddy, kita harus saling tolong menolong!"
" Apanya yang tolong menolong?? itu kalian terlalu memanjakan Iyus, seharusnya aku ,aku satu-satunya adik perempuan kalian!" Julia sangat kesal pada abang - abangnya.
" He, kalian malu lah ada mas Fannan malah ribut begitu!" Sambung Cindy.
" Huaaaa Cindy aku di aniaya...!" Julia memeluk Cindy meminta dukungan.
" Sudah - sudah jangan merengek kau sudah besar, abang Putra dan Suhail juga tidak boleh begitu, Julia dan Julius adalah adik kembar kalian, kalau satu di beri satu juga iya, jika tidak tidak semua juga!"
" Ya, maafkan abang Julia, abang kirim uang jajan untukmu ya!" ujar Putra segera mentransfer.
" Ya maafkan Abang juga, sekarang juga abang Tf deh!"
sambung Suhail.
" Yeaaaa terima kasih abang....!"
memeluk kedua abangnya.
" Maaf ya mas melihat drama seperti ini!"
" Tidak apa-apa kalian sangat mengasihi satu sama lain, aku senang melihatnya!"
" ayo sekarang tentukan hadiah kalian agar tidak sama...lalu cepat membeli dan kita cari tempat makan!" ujar Cindy
" Aku mau belikan Tas edisi terbaru sajalah !" Sahut Fahad.
" Aku mau belikan sepatu saja kalau begitu!" sahut Suhail.
" aku sudah beli kok di Samarinda, Aina dan Iyus apa?"
" Aku apa ya??, aku belikan tante emas batangan sajalah!" ujar Iyus berubah pikiran.
" Aku apa ya?" Aina masih berpikir
" Aina,belikan piyama couple saja ayo kita cari, aku lihat ada di sana tadi , baik kita kesana ya, nanti kumpul di food court saja ok!" menggandeng Aina pergi.
Semua masih merasa aneh dengan Iyus dan Aina.
" Sudah-sudah kita berpencar!" Ujar Fahad
__ADS_1
" Yayayayay!"
Akhirnya mereka berpencar dengan tujuan mereka masing-masing.