GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
139. Malu - malu


__ADS_3

" Yang Mulia... Dimana Tasya??"


" Kakak kenapa kau ke sini?"


" Aku sangat khawatir padanya!"


" Dia sedang ditangani dokter kau bisa tenang!"


" Baik, semoga semua baik - baik saja!"


" Ya...!"


" Siapa yang tega berbuat jahat padanya?"


" Dia keluarga Fang,...!"


" Keluarga Fang???, berani sekali mereka?"


" Semua karno pria bodoh itu, dia sudah memiliki istri kenapa masih menginginkan wanita lain?'


" apa??, semua ini karena anak Fang?"


" Ya....!"


" Bukankah anak itu terkenal sangat baik dan lembut?, bagaimana bisa?"


" apa kau juga akan diam saja saat suamimu tertarik dengan pria lain?"


" itu, itu...aku juga pasti akan murka...tapi Tasya anak yang baik, pasti dia tidak tahu jika pria yang dia sukai itu sudah beristri,kasihan sekali!"


" Lalu apa yang kau lakukan pada putri Fang?"


" Aku memukulinya di depan ayahnya!"


" Kau tidak boleh melepaskan mereka begitu saja!"


" tentu saja, aku akan membuat mereka menderita lebih dari apa yang di alami Tasya!"


Akhirnya setelah lamanya penanganan dokter pun keluar.


" Dokter bagaimana keadaannya?"


" Dia sempat menelan racun yang mematikan, namun tidak bereaksi pada tubuhnya, bisa jadi dia sudah memakan penawarnya , jadi hanya efeknya hanya kehilangan kesadaran, tidak ada luka dalam, mungkin nona akan segera sadar!"


" Syukurlah!" Alfred dan Alena merasa sangat lega.


Alfred segera masuk ke dalam, dia memegang jari jemari Tasya yang sangat mungil.


" Gadis nakal, bisakah kau tidak membuatku khawatir?, cepatlah bangun dan aku akan melakukan apa yang kau inginkan!"


" Yang Mulia anda tidak boleh berbicara seperti itu, anda adalah Raja!"


" Aku tidak meminta pendapatmu Dans!!"


tegas Alfred.


" wanita jahat, jahat,jahat...!"


" Tasya, tasya...tenanglah kau sudah aman, tidak ada yang bisa menyakitimu!"


Tasya pun terbangun,


" Yang Mulia??"


Tasya terkejut dengan sesosok yang berada dihadapannya.


"Iya Tasya ...kau baru sadar tidurlah kembali, pulihkan tubuhmu!"


" Bagaimana anda bisa menemukan saya Yang Mulia?"


" Tentu saja, aku akan slalu menemukanmu meskipun kau bersembunyi di lubang semut, apa yang sudah di perbuat anak Fang padamu?"


" anak Fang??"


" Bukankah kau berada di tangan Tianxian?, dia adalah putri Fang !"


" ah, benar... benar wanita itu sangat kejam, tubuhku sekarang sudah sangat kotor!"


" Apa maksudmu??"


" Dia meminta seseorang untuk menodai ku!"


" Tenanglah, tubuhmu masih bersih!"


" Sungguh??, aku masih bersih Yang Mulia??"

__ADS_1


" hmmm jangan pikirkan hal lain, kau fokus untuk pemulihan tubuhmu terlebih dahulu!"


" Yang Mulia, bisakah aku menghubungi Dai??"


Alfred terdiam,


" Tidak sekarang,... beristirahat lah...putri akan menemanimu aku pergi dulu!"


" Putri, ada apa dengan raja?"


" dia masih ada tugas yang harus di selesaikan!, Tasya bagaimana kau bisa berakhir seperti ini, apa kau tidak tahu jika pria itu beristri?"


" Saya tahu..!"


" Apa?, apa yang dia janjikan sampai kau mau bersama pria yang sudah bersuami itu?"


" pernikahannya bukan atas maunya, dia juga akan bercerai dengan istrinya!"


" kau tidak boleh merusah rumah tangga orang lain, Tasya apapun alasannya!"


" Hmmm, memang Tasya yang terlalu gelap mata ...Tasya mengerti apa yang harus Tasya lakukan sekarang!"


" Tidak apa-apa, dalam hidup ini kita memang selalu belajar,kau akan menemukan seseorang yang tepat suatu hari nanti!"


" Terimakasih Putri, ...putri sepertinya Yang Mulia tidak akan membiarkan aku menghubungi kakakku!"


" aku tidak bisa berbuat apapun kecuali menjagamu, tapi aku akan membantu sebisaku Tasya, adikku sama keras kepalanya denganmu, kau harus pulih lebih dulu setelah itu pikirkan rencana kedepannya, aku slalu dipihakmu!"


" Terimakasih putri Alena...!"


Putri sangat baik, aku tidak tega membuatnya terlibat masalah denganku, aku harus memulihkan tubuhku lebih dulu baru memikirkan untuk kabur dari sini, sial semua karena Tian memberiku racun tidak jelas itu, untunglah aku punya penawar racun yang slalu aku bawa.


" kau tidurlah...aku akan minta orang dapur memasak untukmu!"


" terimakasih putri!"


Berita bahwa sang raja membawa Tasya kembali ke istana pun mulai menyebar di seluruh istana.


" Apa?, buruh cuci yang mencari masalah dulu itu?"


" Ya, saat aku mengantar makanan ,aku penasaran dan mengintipnya,aku kira siapa wanita yang di bawa raja, ternyata dia adalah perempuan yang dulu bersama kakaknya tukang kebun itu!"


" Jangan sembarang, semua juga tahu jika kakak beradik itu yang menyelamatkan Yang Mulia!"


" Kalau begitu kita tutup mulut saja, dari pada mendapatkan masalah!"


" Siapa tahu dia akan menjadi selir di sini, kita akan celaka jika macam - macam padanya!"


Semua orang pun menutup mulutnya demi keselamatan mereka masing-masing.


...----------------...


Kediaman Pratama.


" Panglima, semuanya sudah selesai, tinggal mendaftar ke kantor urusan agama, dan carilah tanggal untuk pesta pernikahanmu!"


" Laksamana, terimakasih atas bantuannya!"


" Tak masalah...kau bicarakan lagi dengan Sasha, setelah kalian sepakat kabari kami, besok kami akan ke Samarinda jika ada apa-apa jangan sungkan!"


" Baik Laksmana!"


"Panggil aku kakak ipar mulai sekarang, apa kau ingin menjadi kakakku lagi??"


" Aku lebih suka menjadi adik iparmu!"


" Hahahaha.... pernikahan ini tidak akan mulus Chiko, kami tidak akan membiarkanmu menanggungnya sendiri!"


" Aku akan menanggung semua resikonya kakak!"


" Bagus...itu baru pria sejati...!"


" Kalau begitu aku kembali ke rumah!"


" hmmm....!" Chiko pun segera kembali ke rumah.


" Istriku ...!'


" Siapa istrimu??"


"Ha???" Chiko sangat terkejut dengan kemarahan Sasha.


Apa dia sudah ingat?


" Kita kan belum menikah...jangan panggil istriku lagi, kau ini menipuku!"

__ADS_1


" Ahhhh...aku kira!"


" Kau kira apa?"


" Tidak, tidak apa - apa....heheheh, lihat jangan marah lagi, surat-suratnya sudah ditanganku, ayo tentukan tanggal pernikahan kita!"


" Sungguh, ayo pilih tanggal secepat mungkin...!" Sasha sangat bersemangat.


" Kau saja yang memilih aku ikut saja!"


" Bulan depan tanggal 7 ya!"


" Siap sayangkuh... besok aku akan mendaftar ke kantor urusan agama, apa kau ingin pesta yang megah??"


" Tidak, anak kita sudah sebesar itu untuk apa mewah - mewah, aku hanya ingin kau memberi kami status yang jelas saja sudah cukup!"


" Baik, lalu maunya bagaimana sayang?'


" Yang penting kita punya buku nikah saja cukup!"


" Tidak ada pesta pernikahan??"


" Tidak, takutnya akan memalukanmu,... apa kata bawahanmu kau menelantarkan anakmu dan ibunya selama ini?, sampai puluhan tahun!"


" Pffffffffffffft.....!" Chiko menahan tawanya.


" Apa yang kau tertawakan?, selama masa pendidikan kan memang tidak boleh menikah kan?, mungkin saat itu kita khilaf dan sampai ada Sansan!"


" Kau dan Sansan tidak pernah memalukanku, tapi karena kau maunya begitu...aku akan ikuti!"


"Ya ..aku maunya begitu saja cukup,...!'


" Hmmm, kau semakin hari semakin membuatku jatuh cinta saja!" Chiko memeluk Sasha dengan erat.


Aku sudah akan menikah, tapi kenapa rasanya ada sesuatu yang mengganjal dalam hatiku ya??


dalam Hati Sasha.


" Kenapa kau melamun?, apa kau berubah pikiran, tidak ingin menikah denganku?"


" oh...tidak...rasanya aku seperti ada yang hilang begitu, tapi aku tidak tahu apa!"


" Hemmm kau kehilangan ingatanmu, pasti karena itu...bukan?"


" hmmm bisa jadi, tapi akhir-akhir ini Sansan sangat pendiam, aku jadi merasa dia bukan Sansanku!"


Ah, ikatan seorang ibu, aku berjanji akan menemukan Sansan.


" Sayang, putri kita sudah beranjak dewasa, mungkim dia sedang ada sedikit masalah, nanti aku akan coba bertanya padanya!"


" Jangan sayang, katamu dia sudah beranjak dewasa, biarkan dia belajar mengatasi permasalahannya sendiri, tapi kita tetap mengawasinya!"


" Baiklah jika begitu, tidurlah...!"


" Bisakah kita tidur sambil berpelukan, kan hanya berpelukan saja?" ujar Sasha merayu.


" Jika lebih aku juga akan bertanggung jawab!"


" Enak saja, nanti kau kabur....!" mencubit perut Chiko


" Ah.,ah, ah, sakit hahahaha mana ada kabur, apa mau kita cari penghulu sekarang?"


" Apa kau tidak ragu padaku, sama sekali?, bagaimana jika Sansan bukan anakmu?, aku juga heran kenapa dia tidak mirip denganmu sama sekali!"


" Dia sangat mirip denganmu, aku tidak akan meragukan anak yang sudah kau kandung dia adalah anakku!"


" Oh sweat...aku mencintaimu...!" Sasha bersandar pada dada bidang Chiko dan memeluknya seperti guling.


" Aku juga...mencintaimu...muaachh...!" Chiko mencium kening Sasha.


Namun Sasha merasakan sesuatu yang bergerak menonjol, seakan ingin keluar.


" Apa itu dasar mesummmm!" Teriak Sasha terkejut.


" Hahahahahaha, abaikan saja sayang...ini adalah respon alami, itu tandanya aku benar-benar sehat bukan?"


" Apanya yang di abaikan?"


Chiko menutup mata Sasha dengan tangannya, dan berbisik di telinga Sasha


" Tenang saja, hanya menunggu bulan depan aku masih sanggup menahannya!"


" Dasar nakal!" Sambil senyum malu-malu dan bersembunyi diketiak Chiko.


Manisnya saat dia malu - malu...

__ADS_1


dalam hati Chiko.


__ADS_2