
" Julius kau ini bagaimana bisa malu-malu, mangsa sudah pasrah malah kau malu-maluin" gumam Julius lirih .
Julius pun keluar sebentar untuk menenangkan hatinya .
" Heh...kau ini pengantin baru kenapa malah keluar kandang???"
" uncle ...??"
" Kau bertengkar??"
" tidak uncle, aku malah tidak karuan ada di dalam..."
" lah ini bocah kenapa malah kebalik, kemarin tuh pas waktu kencan siapa yang ngajak ke Villa, aku kira kau ini udah pro..."
" apanya yang pro...aku belum menyentuh Aina sampai ke sana Uncle...aku tidur memeluknya saja udah bahagia..."
" hah??, serius?? udah di depan mata nggak kamu apa-apa in??"
" iyalah ...lah gimana, Daddy aja galak..."
" hahahahaha, balik sana.... tidak baik meninggalkan istri di malam pertama boy ..."
"sebentar uncle, aku ingin bernafas "
" memangnya nggak napas di dalam??"
" napaslah uncle..."
" ya sudah udah halal, di sikat ajalah...kewajibanmu itu Boy ...kenapa malah lari??"
" Kebawa sama Daddy malahan uncle ..."
" kau bukanya menentang keras??, kau bukanya tidak pernah takut pada Daddymu??!"
" iya kalau untuk hal yang lainya, tapi masalah Aina Aku malah takut sama Daddy..."
" Cepat masuk, Aina akan sedih kalau tahu kau pergi meninggalkannya di malam pengantin kau tidak menghargainya..."
" iya Uncle, aku masuk dulu..."
Julius pun segera masuk ke dalam kamar Aina.
ternyata Aina sudah selesai mandi, dan duduk menunggu di atas ranjang dengan pakaian seksinya.
" kenapa pergi??"
" aku sedang mencari udara segar sayang...maaf, gantian aku yang mandi ya..."
" ehmmm"
Ada apa dengan iyus ini, kenapa menghindarimu terus, apa dia menyesal menikahiku??
dalam hati Aina merasa sedih.
Setelah selesai mandi Julius segera menghampiri Aina yang terlihat tampak sedih.
" Ada apa Ai??"
" kenapa kau menghindariku di malam pertama??"
" itu karena aku sangat malu..."
" malu, kita kan sudah menikah??, apa kau menyesal menikahi ku Iyus??"
" Jangan mengatakan itu aku sangat bahagia Aina...tapi jujur aku tidak tahu apa yang harus di lakukan di malam pertama!"
sambil menggaruk kepala.
" apa kau sedang pura-pura??"
" tidak...kau tahu aku tidak berpengalaman, pengalaman jatuh cinta saja hanya 2 kali yang pertama di tolak dan kedua denganmu, selama ini kan kita tidak melewati batas ,itu karena aku tidak mengerti Aina..."
" ha???"
__ADS_1
Aina sangat terkejut, memang benar Julius masih terlalu muda tapi seharusnya cukup tahu jika ingin menikah itu dia seharusnya sudah mengerti tapi Aina tidak menyangka, jika Iyus begitu polos.
" kau tidak sedang mengerjaiku kan??"
" Ai...beri aku waktu ya...aku sungguh tidak mengerti... terkadang aku hanya sok-sokan saja di depan orang lain...."
" pfffffffft..."
Aina menertawakan Julius.
" jangan menertawaiku..."
" kalau begitu biar aku yang mengajarimu !"
" Aina kau??"
" aku kan sering melihat drama asia, terkadang ada yang tidak di sensor, jadi aku mengerti teorinya..."
" Hah??, kau tidak melihat film porno kan ??, apa istriku ini terlalu mesum diam-diam!"
" aku tidak mesum... aku kan lihat drama, kadang itu tidak di sensor..."
" kalau begitu Ai, tolong bimbing aku..."
" Kalau begitu Iyus harus menurut ya??'
Aina menjatuhkan tubuh Iyus ke ranjang, dan menindihnya.
Aina mulai membuka kancing baju suaminya, Aina benar - benar tampak Sexy terlihat dari bawah,
" Ai...kau sexy sekali..." jantungnya berdegup kencang.
" tentu saja makannya kan Iyus jatuh hati padaku...."
Julius langsung menarik tengkuk Aina dan langsung ******* bibir Aina dengan bergairah.
mereka berdua mulai bercumbu, mengikuti naluri hasrat membara mereka,
Aina berinisiatif menurunkan celana Julius,
mata Aina sangat terkejut melihat senjata pamungkas itu begitu gagah menantang, wajah Julius langsung memerah, Aina hampi menjerit melihatnya tapi dia tahan.
mereka berdua menjadi canggung,Aina langsung ngeblank apa yang harus dilakukannya sekarang.
" Ai apa hanya seperti itu saja??" tanya Julius, karena rasanya kok tidak seenak yang orang -orang ceritakan.
dengan tangan gemetar Aina menyentuh senjata Julius.
Wah Julius rasanya mau terbang, merasakan sentuhan Aina, tapi Julius menginginkan lebih.
" apa begitu saja??"
" Iyus aku malu!" Aina menutupi wajahnya karena malu, Julius menaikan lagi celananya.
" haduh sepertinya aku harus belajar dulu Aina, aku tidak tega melihat wajah terpaksamu!"
" aku tidak terpaksa aku hanya bingung saja dan malu , karna biasanya laki-laki yang memulainya"
" begitu...??"
Julius menarik Aina ke dalam pelukannya,
"sudah hari ini kita sudah lelah, kita tidur saja, besok saat sudah mendingan dan pikiran rileks, kita belajar bersama..."
" tapi.... masak kita melewati malam pertama??'
" itu bisa kapan saja, kita sudah suami istri sayang, pelan-pelan saja...oke..."
" iya...aku juga masih takut sebenarnya katanya itu sakit..."
" benarkah??, kata Fahad itu sangat enak..."
" Aku juga tidak tahu bagi laki-laki, tapi untuk perempuan, kata Sansan dan juga Anna itu sakit, tapi enak..."
__ADS_1
" hahahahaha...hahahahah jadi sakit apa enak??"
" iya sakit tapi enak..."
" muaaach..." Julius mencium pipi Aina.
" Tidur yuk Ai...aku sungguh lelah...."
" Iya Aina juga sangat lelah memakai adat jawa agak pegel..."
Julius pun segera memeluk istrinya, dan mereka pun memejamkan mata, memang karena sudah sangat lelah.
keesokan paginya...
waktunya sarapan, mereka pun segera sarapan bersama.
" Yus...semalam belum sempat ya??" Goda Fahad
" Diam kau !!"
" hihihihi, apa jangan-jangan kau tidak tahu caranya??"
" Sayang jangan menggoda lagi..."
" heheheheh...iya deh, ayo sarapan aku yang masak ini khusus kalian!"
" wah makasih Iyus..."
" sama-sama kakakku sayang..."
" Hari ini aku akan membawa kakakmu pindah, ke rumah ku..."
" Kenapa secepat itu??, jangan buru-buru kali Yus....ajak juga tinggal di rumah paman dan bibi dulu...bukan begitu Aturannya??"
" di rumah terlalu ramai, kan Had...lagian juga dekat nggak terlalu jauh 40 menitan..."
" ya jauhlah...."
" iya...kan aku cari yang tidak jauh dari sekolah Joven...dan toko kakakmu..."
" eh la??, Joven kemana??" Fahad baru sadar.
" sama big mom dan big dad lah..."
" oh kirain kamu tinggal sama Yuna!"
" nggak, Daddy sama mommy sangat perhatian sama Joven...jadi kami tidak khawatir!"
" Haih...jadi bulan madu kau titipkan anak kalian itu pada kakek neneknya??"
" iyalah kan Joven sekolah, masak harus bolos baru juga 1 bulan sekolah..."
" hei baiklah, nanti aku antar kalian ya, pulang ke rumah kalian aku mau lihat seberapa mampu kau menghidupi kakakku..."
" Fahad jangan seperti itu..."
ujar Aina.
" memang aku hanya mampu membelikan gubuk sederhana saja untuk kakakmu Had, dia juga tidak keberatan..."
" iya...aku hanya ingin lihat tidak mengejekmulah kau ini baper sekali, bahkan aku dulu semua mencicil hahahahah...ah sudahlah jangan membahas yang lalu, sekarang aku sudah bahagia dengan Anna"
"iya iya yang bahagia...kita juga bahagia kan Ai??"
" iya dong..."
" heheeh Had panggi aku abang ya??"
" Sudi..."
" ahahahahahahahah"
semua tertawa, setelah mereka selesai sarapan, Julius pun bersiap - siap untuk ke rumah barunya tapi sebelum itu dia berpamitan dulu pada kedua orangtuanya.
__ADS_1