GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
371. SadBoy


__ADS_3

" Ya sudah, aku akan menyiapkan kendaraan untukmu menemui Fahad ..."


Julia dan 2 sejolinya pun pergi ke tempat Fahad.


" Bapak Fahad, selamat ya..." Julia memeluk saudaranya itu karena sangat senang .


" Oh Julia, kau sudah semakin tinggi sekarang!"


Fahad membalas pelukan Julia dengan hangat.


" Hai nona Jul..." Sapa Yuda.


" Hai...."


" Oh iya Nona Jul, dapat salam dari tuan Aka..."


" Aka siapa??"


" oh bukan siapa-siapa...loh di mana Yang Mulia??"


" hah??, memang dia harus di sini??"


" Lah, kan semua ini kerja sama dengan Yang Mulia Jul..."


" Aku pikir tidak, aku memintanya tidak mengantarku!"


" Dia kenapa begitu menurut padamu, Julia...ayolah jangan seperti anak kecil lagi kita sudah dewasa, jika kau tak mau atau tidak suka dengan Yang Mulia, jangan begitu ketara...."


" Bukannya aku tidak suka, aku hanya agak risih saja, aku kan bukan ratu yang sebenarnya, kenapa slalu memaksaku seakan-akan aku ini ratunya!"


" Had, itu masalah internal nona Jul, kita tidak bisa ikut campur, aku akan menjemput Yang Mulia. ..."


" baiklah..."


Yuda pun segera pergi ke instana.


" Lagian kenapa dia harus di jemput, manja sekali!"


ujar Julia .


" Apa kau sangat menyukai Ryu???"


" apa??"

__ADS_1


" Julia, belajarlah dari pengalamanku, jangan tertarik begitu saja dengan kelembutan seseorang... kadang yang tampak lembut itu dalamnya penuh dengan racun, dan yang tampak beracun terkadang bisa menjadi obat, aku tak bermaksud mencampuri urusan pribadimu itu hakmu dalam memilih, jangan sampai kau terluka, kau adalah satu-satunya anak perempuan di keluargamu...."


" terimakasih Fahad, aku tahu kau sangat peduli denganku, aku akan mengingatnya..."


" ehmmm, kau cukup bijak, ... lihatlah kakakku tertua Julia, dia terlalu penggila bekerja, juga termasuk wanita bijak,dia tidak banyak memiliki teman,tak ada ruang untuk berkeluh kesah, sekali dia jatuh cinta dia benar-benar sangat over memberikan perasaannya, sekarang dia malah terbunuh oleh cinta dalamnya, sekarang hatinya sekarat, dia tidak bisa mengendalikan emosinya dan menjadi seperti sekarang...depresi berat ,aku tidak terima jika orang mengatakan dia Gila, tapi dia bahkan slalu menyakiti dirinya sendiri,saat Dhiren masih dalam kandungan dia juga menyakiti Dhiren...Aku tidak tahu kenapa setelah papah pergi semua menjadi tidak terkendali, ...."


" Fahad, terimakasih sudah mengkhawatirkan saudaramu ini, kau juga mengalami hal tidak menyenangkan soal cinta, tapi kau bisa melaluinya dengan baik, kau mendapatkan wanita baik dan anak yang cantik, Tuhan slalu menyimpan misteri di balik penderitaan kita bukan??, aku yakin suatu hari nanti Cindy akan kembali menjadi Cindy yang luar biasa..."


" Ya benar, aku harap kau tidak perlu mengalami penderitaan cinta...kau menemukan orang yang tepat, dan membahagiakanmu seumur hidupmu"


" Aamiin, terimakasih atas doamu saudaraku..."


"tapi memang tak dapat ku pungkiri, cinta Martin begitu besar untuk kakakku, sepertinya dia sudah berpikir jauh sebelum bertindak, dia mungkin berpikir jika keluarga ku tidak menerimanya, dia akan tetap membawa kakakku, dan tetap memberikan kehidupan layak untuk kakakku dan juga anaknya, dia meninggalkan banyak kekayaan untuk kakakku dan Dhiren, saat dia masih hidup aku sangat membencinya karena kesalahannya, tapis setelah dia tiada aku sangat mengerti bagaimana menjadi dirinya, aku mencintainya dan menyukainya setelah dia tiada ..!"


" Yah begitu memang hidup Had..."


"Ya benar, hehehe ... oh Kau tidak pulang???"


" Nanti, ...aku meminta kak putra dan incess datang ke sini...untuk bulan madu, aku sedang mencari tempat untuk keduanya!"


" Oh ya??, ... itu bagus...di dekat dermaga ada sebuah penginapan sederhana dan sangat tradisional, di sana mungkin lebih cocok..."


" oh benarkah, bisakah kau membantuku memesan tempat itu??"


" Mungkin 2 hari lagi..."


" Oke nanti aku akan bantu pesan..."


setelah itu Alfred pun tiba dengan Yuda dan Dans, mereka melakukan peresmian usaha Fahad di sana, semua berjalan lancar sesuai dengan yang di harapkan.


Fahad memang tidak bisa diremehkan, dengan sekejab dia dapat mengambil minat orang - orang untuk slalu berkunjung di restoran yang baru di bukannya itu, Yuda dan Fahad memang berjodoh dalam. menjalankan bisnis keduanya slalu berjalan searah, dan benar-benar seperti Jovan dan Bram,di masanya slalu tidak puas dalam satu hal, slalu ingin mencoba hal baru, slalu mau belajar, dan slalu mensejahterahkan semua orang - orangnya, Fahad memang satu-satunya anak laki-laki yang bisa di andalkan dalam keluarga perjalanan hidupnya sangat mirip dengan mendiang papahnya.


" Julia, sepertinya aku harus meminjam Yuzan dan juga Ami, apa boleh...??" tanya Fahad.


Julia melihat pada 2 sejolinya...


" Tanya pada mereka sendiri Had!"


" nona, nona bolehkah saya meminta bantuan kalian??"


siapa yang bisa menolak ketampanan bapak beranak 2 itu, Yuzan dan Ami mengiyakan begitu saja.


" Baiknya... terimakasih sebelumnya, Jul aku pinjam ya..."

__ADS_1


" Ya selagi mereka mau Had..."


Kini kedua sejoli itu membantu Fahad,dengan segala kesibukan, karena memang Yuzan dan Ami adalah orang pribumi di sana,jadi lebih efisien.


" Juli, jalan-jalan yuk...aku sudah menyamar sekarang, kau tidak perlu khawatir jika tidak nyaman..." ajak Alfred.


" Ya bang..." Julia pun segera memakai maskernya mereka berdua berjalan-jalan di sekitar restoran baru milik Fahad, karena Fahad memilih di area yang cenderung menengah ke bawah, cukup ramai dan menyenangkan, melihat' kesibukan rakyat menengah kebawah, yang berlalu-lalang dengan aktivitas mereka masing-masing.


" Terkadang aku ingin terlahir menjadi mereka..."


" Syukuri saja apa yang abang miliki, bukankah itu sangat diimpikan mereka??"


" hemmm, aku juga tidak tahu seberapa sulit mereka, tapi mereka memiliki waktu yang bebas, bisa kemana pun, melakukan apapun, sederhana, tapi mereka juga tidak tahu sesulit apa menjadi diriku, seberat apa menjadi seorang raja, memiliki satu orang yang dicintainya saja sangat sulit untukku,.."


" Jalani saja bagaimana jalannya bang, bukankah hidup kita sudah memiliki garis masing - masing?, aku juga seperti itu saat ini..."


" Juli, jika aku bukan seorang raja, apakah kau mau menerima ku??"


Julia memandang ke arah Alfred, Alfred menundukan pandanganya, tidak tahu kenapa slalu seperti itu saat Julia memandangnya .


" sebenarnya Juli,sudah menyadari perasaan abang sejak lama,maaf abang ... sepertinya Juli tidak bisa menerima perasaan abang..."


Alfred mengepalkan tangannya...


dia berpikir, apakah dia akan mengalah lagi?, apakah sungguh Juli ini lebih memilih Ryu?.


" Apa kau menyukai Ryu??"


" tidak tahu juga abang, tapi Julia sangat nyaman saat bersama Ryu..."


" hem ...semoga kau mendapatkan kebahagiaanmu Juli, jika kau tidak bahagia kau bisa mencariku, kapanpun kau mau..."


" Jangan berkata seperti itu, ..."


" Ehmmm lalu aku harus bagaimana, karena aku juga tidak ingin jatuh cinta lagi, karena sudah ketiga kalinya aku tidak bisa bersama dengan orang yang ku sayangi...aku akan melihatmu dari sini, jika kau tidak dapat meraih kebahagiaanmu, kau bisa datang padaku, aku akan membantumu untuk meraihnya..."


" Abang ...kau...."


" Aku tidak ingin memaksa, aku tahu aku bisa saja membuatmu menjadi milikku secara paksa, tapi bukan itu yang aku inginkan..."


"???" Julia tak menyangka jika Alfred adalah pria yang cukup lembut.


" Aku juga ingin dicintai, aku juga ingin terbalaskan mencintai secara sepihak itu sangat melelahkan, ...tapi aku juga tidak bisa jatuh cinta lagi, sepertinya aku ini raja yang dikutuk, aku pernah membuat larangan menikah, sekarang malah aku yang kesulitan dalam mewujudkan pernikahan dengan orang yang aku sukai ...ini karma .."

__ADS_1


Julia sangat merasa kasihan dengan Alfred, benar -benar raja Sadboy, tapi Julia juga tidak bisa berbuat apapun karena Julia tidak memiliki perasaan pada sang Raja .


__ADS_2