GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
189. Sama nakal


__ADS_3

Keesokan harinya,


Jessi, Geo dan Bee...sudah sangat siap dengan peralatan tempur mereka, mereka mengenakan pakaian ala perawat dan Tasya berpakaian biasa.


Saat Tasya dan gerombolannya menginjak kaki keluar istana,


" Tolong Yang Mulia, usir calon permasuri dari sini, dia membawa petaka untuk negeri ini!"


" Ya yang Mulia, anda seharusnya mengangkat selir 7 atau 3 untuk menjadi ratu bukan wanita yang tidak jelas asla - usulnya itu !"


" Benar, mungkin dia adalah mata-mata!'


" Dia ******, bukan mata-mata!"


" Dia tidak tahu malu!'


blablablabla...


semua penduduk mengolok Tasya dengan sangat buruk.


" Kalian bahkan belum melihat calon permaisuri langsung namun sudah menghujat dengan sangat kejam!"


teria Dans kesal.


" Dans...sudahlah...kita sebaiknya fokus menolong rakyat kita!"


" Baik Nona, silahkan masuk!" Membuka pintu mobil untuk Tasya dan ke tiga anaknya.


mereka segera melaju menuju tempat yang sudah di siapkan oleh Alfred.


Setelah menyiapkan beberapa hal yang perlu, barulah di buka, semua di panggil seseuai Urutan yang sudah di atur oleh para pejabat, dengan sangat rapi.


" Apa kau sangat menderita??" Ujar Tasya lembut, setelah selesai memberikan penawar pada Pasiennya.


" Nona kecil, bagaimana bisa anda mengobati kami secepat kilat??" terbangun karena sudah bisa bergerak.


" Mungkin obat yang saya bawa adalah jodo dari wabah ini, nyonya tolong minum ini secara rutin setiap pagi, anda akan merasa lebih bugar nantinya!"


" terimakasih dewa dokter!'


" Ah, jangan panggil aku dewa, aku sama dengan mu..."


" Anda sangat rendah hati nona kecil, andai saja anda menjadi permaisuri, pasti rakyat akan makmur!'


" Hahahah...nyonya suka bercanda!"


" Dokter itu pasti memiliki dedikasi tinggi, saya percaya itu!"


" Hehehe, sayang sekali saya bukan dokter nyonya, hanya mengerti tentang obat-obatan saja!"


" Oh sungguh??, hebat sekali.... jika nona kecil mau ,saya juga punya seorang putra yang bekerja di bagian keamanan di kerajaan!"


" Heheh, saya bukan asli Orang negara ini nyonya, saya akan kembali ke negara asal saya nanti jika urusan di sini sudah selesai!"


" Oh sayang sekali, tapi nona...anda juga berada di istana kan??, jika ada apa-apa anda bisa mencari putra saya, dibagian keamanan barat, nanti saya akan bicara padanya...!"


" Oh nama putra ibu siapa??"


" Nama putra saya Harit...nama nona siapa??"


" Saya Tasya...!"

__ADS_1


" Baiklah nanti saya akan mengabari putra saya untuk selalu membantu nona kecil ini, karena hidup di dalam istana pasti tidak mudah, apalagi calon ratunya mata duitan, dia pasti iri melihat anda lebih baik darinya, pasti dia akan melukai anda, dia sangat tamak, bagaimana bisa dia meminta upah di luar nalar , mentang - mentang calon permasuri, sangat menyebalkan, Raja itu baru saja lepas dari sarang harimau sekarang masuk sarang betina, Raja sangat buta !"


" Hehehehehehhe...iya Raja sepertinya punya kelemahan dalam pandangannya!"


" Iya, aku penasaran seperti apa calon ratu itu sampai raja kehilangan akal sehatnya!"


" Heheheheehe...!'


" Pasti kau sangat menderita tinggal di istana, aku akan meminta Harit benar - benar menjagamu, kau akan aman di sana!"


" Heheheh, iya nyonya...maaf nyonya sepertinya kita harus menyudahi obrolan kita, karena pasien selanjutnya masih ada banyak!'


" Oh maaf ini semua karena Calon permaisuri itu membuatku jadi lupa waktu, kalau begitu terima kasih ya nona kecil terimakasih!"


Akhirnya ibu itu segera meninggalkan ruangan Tasya.


" Haaaaaaaaa...nyali ibu luar biasa!" Gumam Tasya tertawa .


" Ibu kau tidak marah??" tanya Jessie


" Kenapa marah itu kenyataanya!, ayo lanjutkan pekerjaan kita karena kita sangat sibuk!"


"Iya ibu ...!"


Selama beberapa waktu Tasya sibuk mengobati rakyat ,dan sementara Kenzo sudah kembali ke negara M.


"Tuan anda pulang??"sapa Yuki pada tuannya.


" Yah anda pulang, apa berhasil membawa pulang Sania!"


" Siapa??" Kenzo terkejut.


" Ya, siapa yang kau bicarakan nona ??" sahut Yuki.


" Oh ... dia marah padaku, dan mengatakan akan kembali dengan caranya sendiri !"


" Anak itu kenapa sih, jika tidak membuat masalah, Maafkan Tasya ya Tuan dia masih sangat muda sekali...!"


" Ah, itu hebat Tasya aku mulai hari ini akan mengidolakannya!"


ujar Fathia semangat.


Kenzo hanya menahan tawanya, melihat Fathia.


" Bibi, bagaimana pencarian Sansan apa paman ada mengabarimu??"


" Belum tuan, semoga kita segera menemukan anak itu...!"


" Yah, agar pikiran ku tidak terbelah seperti ini, jika Sansan sudah ketemu aku bisa lebih fokus pada Tasya!" Sambil berjalan memasuki kamarnya.


" Kalau begitu istirahatlah tuan!"


" Ya!"


" Ayo Fathia kita lanjutkan pekerjaan kita!"


" Pufffffffffffffftttttttttt...!" Fathia menahan Tawanya.


" Apa yang kau tertawakan??'


" Hihihi...hanya merasa nyali Tasya sangat luar biasa...!'

__ADS_1


" Dasar anak ini, kau lama - lama di sini kenapa aku merasa kalian ini sama saja!"


" Hihi bibi...tentu saja aku lebih sangat pendiamkan!'


" Heleh ...jika aku tahu kau itu sama dengan Tasya aku akan menyambutmu dengan pancin dan juga teman - temannya!, aku menyesal berlaku lembut padamu!" ujar Yuki berjalan mendahului.


" Bibi...hihi...bibi kenapa bibi suka bicara berbeda dengan hati bibi...!'


" Apa yang kau tahu??"


" Bibi ..bibi di mana??" Fathia meraba- raba mencari keberadaan Yuki.


Yuki menahan tawanya melihat, calon istri Jendral itu.


Haaaahhh... kenapa wanita genius itu identik dengan kenakalannya, anak - anak nakal ini , tapi Tasya itu yang paling tidak bisa dikondisikan...karna mungkin dia masih sangat muda, jika. Fathia ini sudah dewasa jadi bisa mengendalikan kenakalannya .


dalam hati Yuki.


Semenjak kehadiran Tasya dalam hidupnya Yukini semakin ke sini semakin terbuka, dia lebih mudah menerima orang -orang baru untuk berada di sekitarnya, dia menjadi lebih ceria ,lebih lembut dan sudah sedikit bisa di ajak becanda.


" Bibi...aku menemukanmu!" menangkan Yuki


" Aih...kau ini umur berapa Fathia??, ayo kita selesaikan pekerjaan kita!" Menarik Fathia ke dapur .


Mereka. segera menyelesaikan pekerjaan mereka memasak mencuci dll.


...----------------...


Kediaman Pratama selatan.


" Nyonya...apa anda jenuh??" Tanya mbok Yem.


" Kemarin aku mengambil raport Sansan, dia mendapatkan peringkat 3 dari bawah mbok!"


" Ah???" Mbok Yem tidak bisa berkata - kata.


" Aku sepertinya harus mencari guru les untuknya!'


" Biar Nathalie yang mengajarinya nyonya...!'


" Oh ya??, Natali bisakah??"


" Mereka kan sangat dekat nyonya, mungki Natali bisa membantu!"


" Oh baiklah mbok, nanti biar aku sendiri yang minta tolong pada Natali mbok!"


" Iya nyonya...!"


**Nyonya pasti sedih karena nona Sansan palsu, padahal nona Sansan yang asli tanpa belajar pun dia slalu mendapatkan rangking 1.


hufffff...semoga nona Sansan asli baik-baik di luar sana.


dalam hati mbok Yem**.


" Aih... aku malu jika suamiku pulang, dan tahu anaknya tidak baik dalam belajar!"


" Nyonya, setiap anak memiliki kelebihannya masing-masing...anda bisa mensupport nona Sansan dengan apa yang di sukainya!"


" Iya mbok, nanti aku akan bicarakan ini dengan Sansan dan kak Vevey...!"


" Oh, nyonya Vevey tadi baru datang, jika nyonya ingin berbincang maka segera saja, dia sangat sibuk sekali!'

__ADS_1


" Oh ya ...Sansan...Yo ikut bunda ke rumah tengah!" teriak Sasha...


__ADS_2