GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
47. menentukan titik perencanaan


__ADS_3

Di ruangan Crist


Hari Pertemuan Keluarga Pratama itu pun tiba.


" Chiko?, kenapa kau mengumpulkan kami di sini?" tanya Savina.


" Iya Chiko, kenapa tidak dirumah kita saja?"


sambung Vevey.


" Heheh, maaf ya membuat semuanya repot hari ini, kita tunggu Kenzo dulu!"


" Aku sudah tiba!" Kenzo yang baru tiba.


" Maaf, aku juga baru datang!" Nathan yang juga baru tiba.


Semua keluarga Pratama berkumpul kecuali Putra, suhail dan Fahad,


sementara Sansan dan mbok yem memang tidak diperkenanankan hadir.


" Hnmm, karna sudah berkumpul, mari kita mulai...pertama - tama Chiko minta maaf pada kalian, jika memang tindakan chiko ini tidak benar, jadi sebenarnya Sasha...!"


" Sasha kenapa??" Nathan bertanya dengan nada tinggi.


" Hmmm, dia sudah bangun dari koma beberapa bulan yang lalu!"


" Apa???" Semua keluarga yang belum tahu sangat terkejut dan bahagia.


" Kau menyembunyikan dari kami pasti karna ada alasannya kan?, dimana dia aku ingin bertemu!" ujar Vevey sangat tidak sabaran


" Hmmm, sebentar dan permasalahannya adalah Sasha hilang ingatan, dan mengira Chiko sebagai Suaminya!"


sahut Kenzo


" Apa???" semua terkejut kecuali, Cindy, Martin, dan juga pasti dengan Crist dan Lidya.


" Untuk itu maaf untuk semuanya biar Cindy bantu jelaskan, jadi saat tante bangun , Cindy dan bang Martin ada saat itu, ini semua memang untuk kebaikan Tante mengingat sampai sekarang dalang dibalik kasus ini kan belum juga ketemu, maka kami sepakat merahasiakan kabar baik ini, dan untuk soal paman Chiko menjadi suaminya, biar om crist yang menjelaskan!"


" Ya, karna Sasha memiliki banyak sekali luka dan cidera yang cukup serius, apalagi pada kepalanya ya, kebohongan ini memang tidak baik, namun kita harus membuatnya bersamangat untuk memulihkan tubuhnya dulu, jika memang benar-benar sudah membaik, maka kita bisa membantunya perlahan mengembalikan ingatannya!"


" Dan lalu jika kalian bertanya kenapa harus Chiko?, karna saat Sasha membuka mata, Chikolah yang dia lihat, dan Sasha masih mengingat sedikit kenangan tentang Chiko, sebenarnya Chiko ingin meminta Kenzo saja , namun anak - anak mempertimbangkan lagi adanya istri Kenzo!" " sambung Lidya


" Maaf om Kenzo, bukanya kami tidak memikirkan perasaan om Ken pada Tante!"


ujar Cindy yang sebenarnya tak enak hati.


" Tidak kalian melakukannya penuh dengan pertimbangan, lagian perasaanku pada Sasha juga hanya sepihak saja,kenapa kalian merasa tidak enak padaku?"


" Hehehe, nanti jika ingatan Sasha sudah kembali, kau masih belum terlambat mengejarnya!" sahut Nathan.


" Kak, Nathan, apa yang kau bicarakan?"


" kau dan Hirosan kan sama, dan itu kenapa aku mengizinkan Vevey bersama Hiro, ya karna Hirosan adalah orang yang tepat, meski Jovan tidak akan pernah tergantikan, tapi sayangnya kau sudah punya istri itu loe Ken, permasalahannya!"


" Kalian kenapa sih??, yang terpenting adalah Sasha sudah sembuh saja!, jangan memikirkan perasaanku heheh!"


" Aiiih baiklah, jadi kapan kita bisa bertemu dengan Sasha???"


" Eh sebentar paman, aku sangat bingung saat di tanya silsilah keluarga kita oleh tante, kan Paman Chiko paman kami, dan paman menjadi suami tante, lah gimna itu?"


" Hahahahah, iya juga ya?, ya kalian bilang sajalah jika kalian memanggil Chiko paman karna sudah terbiasa, karna Chiko posisinya sementara menggantikan Bram kan,. jadi Chiko adalah om kalian sebenarnya, posisi Chiko di Pratama sebagai paman kalian di hapus dulu!"


" Baik paman Nathan!"


" Hmmm, jika memang sudah boleh pulang maka kita harus merenovasi semuanya, kita simpan semua hal yang berbau Bram, sampai dia benar-benar dikatakan sudah membaik, dan perlahan kita bantu Sasha mengembalikan ingatannya!"


" Sementara Sasha masih berlatih berjalan, setelah itu masih harus mengikuti beberapa terapi, pemeliharaan dan pemeriksaan yang sangat rutin, maka belum bisa di bawa pulang, namun kalian bisa mengunjungi nya satu persatu agar tidak memberatkan ingatannya yang masih sangat lamban merespon sesuatu!"


ujar Crist


" Baiklah, kita buat Jadwal berkunjung saja, setiap hari bergilir!" Nathan memberikan usulan.


" Boleh, ...!"


" Ya setuju!"

__ADS_1


" Dan jangan katakan apa pun saat merenovasi rumah Sasha ya!" Nathan mengingatkan.


" Iya, tenang saja , aku akan mengurus masalah rumah Sasha, itu kecil untukku!" Sahut Kenzo.


" Sekarang, saatnya memastikan Sansan yang ini palsu atau asli!, yo Kenzo kau juga harus terlibat dalam hal ini!"


" Daddy, kata Yohana kemungkinan Sansan yang ini palsu!" ujar Julius.


" Oh ya?, Yohana siapa??" Nathan bingung.


" itu sepertinya wanita yang sedang di dekati putramu sayang!"


sahut Savina.


" pfffffttt, paman kami saja tidak di akui sebagai saudaranya demi dekat dengan Yohan!" Ujar cindy


" Ih, kok kamu Cindy, mommy nya aja di panggil bibi!"


" Hahahahah!" Nathan tertawa.


" Kalian malah meledekku, aku kan sedang mengatakan hal serius!, menyebalkan!"


" Julius, Jika menyukai seorang wanita kau harus menjadi lebih baik dan bisa diandalkan!"


Nathan menasehati anaknya.


" Ya Daddy, nanti Julius pikirkan lagi !"


" Sepertinya Yohana membawa pengaruh positif padamu, ya baguslah itu!"


Nathan merasa lega.


" Cie yang dapat lampu Hijau!"


Julia menggoda kembarannya.


" Sudah ah kalian ini, lalu bagaimana nasib Sansan jika ketahuan palsu?"


" Biarkan saja, sampai kita menemukan Sansan yang asli!" tegas Nathan.


" Ya biar dia mengira semua baik - baik saja, dan tidak curiga!" tambah Kenzo.


" Rencana selanjutnya kita pikirkan nanti!"


ujar Nathan.


" Ya sudah ,begitu sajalah ya...nanti kita atur waktu untuk menemui Sasha!"


" Sebenarnya aku tidak sabar kak!" Ujar Vevey.


" Ya kau besok bisa melihatnya lebih dulu Vey!" Ujar Nathan.


" Asyikkkk... aku akan membawa design perhiasan terbaru untuknya, aku sangat tidak sabar!" Vevey benar - benar terlihat bahagia.


pertemuan itu pun berakhir mereka semua kembali kecuali Kenzo.


" Kau bisa melihatnya hari ini!" Ujar Chiko membukakan pintu kamar Sasha.


" Suamiku, kau sudah kembali?, lihat aku membuatkan sweater untuk...??"


" Anda siapa??" tanya Sasha terkejut.


Kenzo berjalan menghampiri ,Sasha dan memeluk Sasha.


" lepaskan, lepaskan, jangan tidak sopan, pergi , janga membuat suamiku salah paham, tolong lepasakan aku!" Sasha memeberontak.


" Bagaimana, bisa kau melupakan persahabatan kita dari SMA sampai sekarang?, apakah aku sangat tidak penting bagimu, sampai kau tidak mengingat ku?"


" Sahabat??" Sasha berhenti meronta


" Ya,...!"


" Siapa namamu?"


" Kenzo!"

__ADS_1


" Kenzo???"


Sepertinya suamiku pernah berbicang dengan orang yang bernama kenzo, apa benar dia sahabatku?


dalam hati Sasha.


" Lepaskan aku dulu!" pinta Sasha.


Kenzo pun melepaskan pelukannya.


" Kau bilang aku sahabatku, jadi aku pasti tahu nama anakku?, siapa nama anakku?"


" Tsania Steve, nama panggilannya adalah Sansan!!"


" Lalu nama suamiku?"


" Bram!"


" Siapa??"


" Ah Chiko!"


" Ya benar kau memang sahabatku, tapi aku lupa bagaimana kita berteman!, heheh!" Ujar Sasha yang langsung memberikan senyuman ceria nya.


" Kau sangat bahagia sekarang?"


" Ya, Tuhan memberikan ku kesempatan hidup aku harus menggunakannya dengan baik!"


" Hmmm, apa kau bahagia dengan suamimu?"


" Ya, Dia suami yang tak pernah meninggalkan ku, dari aku terbaring selama 7tahun lebih, aku membuka mata dan sampai sekarang dia slalu ada di sampingku!"


" Aku juga turut bahagia atas kebahagiaanmu!"


" Terimakasih, lalu bagaimana denganmu?, apa kau sudah menikah?"


" Hmmm sudah, hampir 8 tahun ini!"


" Sudah berapa anakmu?"


" Tidak kami tidak memiliki anak,...!"


" Oh, aku doakan semoga kau segera mendapatkan anak ya!"


" Hmmm, sepertinya tidak mungkin!"


" Kenapa ?, apa ada masalah dengan kandungan istri mu?"


" Bukan ,tidak seperti itu!"


" Oh??"


" Hmm, aku tidak mencintai istriku!, aku sudah berusaha keras untuk menerima nya, namun aku malah semakin membenci!"


" Kenapa menikah jika tidak saling mencintai!, kalian pandai menyiksa diri!"


" Hmmm, aku sangat menyukai seseorang sampai sekarang!, sayang sekali itu hanya sepihak!"


" Kau dan istrimu sama - sama tidak waras ya?, apakah waktu kalian seluang itu sampai membuang waktu untuk mencintai orang yang tidak mencintai kalian!"


" Kau masih sangat cerewet rupanya, kau meski hilang ingatan sifatmu juga tidak berubah!"


" Kau sebaiknya belajar mencintai istrinmu Kenzo!"


" Sudah ku coba namun tidak bisa!, kan aku sudah mengatakannya!"


" Yah, kalau begitu kau harus melepaskan istrimu!"


" Dia yang tidak mau,...!"


" Wah kalian sepasang suami istri yang keras kepala ya??"


Hemmm, Begitulah aku jika sudah menyukai seseorang.


dalam hati Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2