GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
188 , Mencari Jalan Lain


__ADS_3

" Apa maksudnya??"


" Aku akan keluar dari sini dengan usahaku sendiri, ...!"


" Apa kau tidak setuju dengan rencana Tuan??"


" Itu alasan keduaku Dai, karena racun itu berefek, maka jangan pernah mencobanya pada anak-anak, meskipun itu hanya anak angkatku!"


" Aku akan membuat racun yang tidak berefek , Tasya ayo kita pergi bersama!"


" Rencana kalian adalah ingin menghentikan kerja jantung selama beberapa jam, itu kejam sekali...apa kau sudah mencobanya??, apa itu sungguh bisa bekerja dengan baik, jangan menjadikan anak-anak ini kelinci percobaan, aku memohon pada raja untuk mengampuni mereka , bagaimana bisa kalian membuat rencana sekejam itu pada anak-anak, hanya karena ingin aku bisa keluar dari negara ini...jika terjadi apa - apa pada mereka, pasti kalian akan berkata begini, kami memang berjanji membawa mereka keluar tapi tidak berjanji dalam keadaan hidup!"


" Tasya...kau salah paham...kami tidak akan menyakiti anak-anak!"


" Aku , aku juga sangat kejam...padahal rakyat tidak bersalah, bagaimana bisa aku menggunakan mereka untuk kepentingan pribadiku, aku ternyata sama kejamnya dengan orang -orang yang mencelai keluarga ku!"


" Baiklah, aku tidak akan berdebat denganmu saat ini, akan aku bicarakan ini pada Tuan...!" Dai pun segera pergi Dai tidak akan mendebat sahabatnya yang sedang dalam keadaan tidak stabil itu.


Tasya terus menerus berdiam di depan jendela kamarnya, dia menyesali perbuatannya yang sangat tercela itu.


" Nona...Yang Mulia berkunjung...!"


Tasya tidak merespon laporan anak buahnya,


" Apa dia tidur??" Tanya Alfred khawatir.


" Tidak Yang Mulia, nona sedari tadi melamun terus !"


Alfred pun segera masuk ke dalam, terlihat Tasya bersandar pada jendela.


"Tasya...apa yang kau pikirkan??"


" Oh yang mulia, tidak ada....!"


" apa kau sudah memiliki penawarnya??, berapa pun harganya biar aku yang menanggung...!"


" Bagaimana jika aku meminta seluruh harta yang anda miliki Yang Mulia??" Tanya Tasya lirih.


" Acc...sudah cukupkah??, aku juga bisa menjadi budakmu...jika kau mau!"


Tasya tersenyum mendengar perkataan sanga Raja.


" Aku tidak butuh budak yang bahkan mandi saja harus di mandikan, berganti baju saja harus digantikan, anda kira menjadi budak itu mudah Yang Mulia??, apalagi mengurus diri sendiri saja anda tidak bisa bagaimana menjadi budak saya!"

__ADS_1


" Kata-katamu sangat menusuk ke hati...!"


" Benar, saya juga baru tercerahkan, dari anda lahir ke dunia ini, anda diurus dengan baik tanpa kekurangan apapun sampai sekarang anda juga tidak kekurangan apapun, bagaimana anda tahu rasanya menjadi kami , bagaimana anda tahu keinginan kami yang hanya rakyat jelata ini Yang Mulia, jika kami ingin sesuatu pasti harus memenuhi kesepakatan, jika tidak maka tidak ada harapan bagi kami untuk menggapai apa yang ingin kami gapai...!"


" Tasya, menjadi Raja juga kau kira mudah??, dari kecil aku di urus oleh ibu asuh, bahkan ibuku sendiri tidak bisa aku sentuh meskipun itu hanya mencium tangannya, aku hanya mendapatkan 3x pelukan dalam hidupku, saat aku lahir, saat aku diangkat menjadi putra mahkota, saat aku menikah, aku sangat iri dengan anak-anak diluar sana bisa dipeluk di cium kapanpun saat mereka butuh pelukan, tapi tidak denganku, bahkan dengan saudara sendiri kami harus saling menjatuhkan dan membunuh...kau kira aku juga mau menjadi Raja?,jika aku bisa memilih dari orang tua mana aku terlahir maka aku akan memilih terlahir dari keluarga biasa saja yang penuh dengan kasih sayang bukan aturan!"


Tasya terdiam mendengar cerita sang Raja yang ternyata lebih menyedihkan darinya.


" Bukankah orang hebat memang mengalami proses yang tidak mudah?"


" ehmm... aku kira menjadi raja maka aku bisa mendapatkan apa pun, ternyata tidak, mendapatkan hatimu lebih sulit dari pada mengokohkan tahtahku Tasya!"


" Yang Mulia, aku akan menyembuhkan rakyatmu besok...tolong sediakan tempat dan


pinjamkan beberapa prajurit mu untuk membawa pasien satu persatu ke tempat pengobatan, dalam sehari aku hanya mampu mengobati 50 orang, minta para petinggimu mengatur giliran pengobatan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan!" Tasya langsung mengalihkan topik pembicaraan.


" Baik- baik... jika begitu aku akan mengadakan pertemuan dengan para petinggi!"


Alfred segera keluar dari ruangan Tasya.


Haduh, Kenapa aku bisa jatuh hati pada wanita yang sangat kejam ini??


dalam hati Alfred.


" Tidak apa,Ami...panggilkan anak-anak untukku!"


" Baik, Nona!"


Anak-anak pun segera datang,


" Ibu, ada apa??'


" Aku akan meminta bantuan kalian bertiga, seperti biasa besok, hanya saja kita akan bekerja di luar Istana!"


"Benarkah??, sungguh??"


" Benarlah, kalian siapkan apa yang harus kalian bawa untuk besok , kaliam mengerti?"


" Mengerti ibu...!"


" Lalu bagaimana dengan kami ibu??" Tanya salah satu dari anak berempat sisanya .


" Kalian jaga Lily ya...kami akan sangat sibuk sekali, karna Lily yang paling kecil,kalian harus menjaganya, untuk makan dan minum aku serahkan pada Yiza, untuk mandi berganti pakaian aku tugaskan pada Moon, dan Kiki bagian memberikan salep pada Lily dan mengatur waktu tidur Lily, karena ibu dan ketiga kakak kalian akan sangat sibuk mungkin selama satu bulan lebih....!'

__ADS_1


" Ibu katanya kami di suruh memilih 2 pilihan,kenapa ibu malah repot sekali sekarang?" Tanya Kiki.


" Oh...itu tetap berlaku, jadi kalian harus segera memberitahu ibu jika sudah lewat 3 hari, namun kita akan pikirkan kelanjutannya setelah wabah ini dapat diatasi!"


" Kami mengerti ibu!'


" Sekarang kerjakan tugas kalian masing-masing!"


" Ya...!" mereka bergegas untuk menyelesaikan tugas mereka dengan baik.


...----------------...


Paviliun selir ke 7


" Tuan, Tasya memintaku untuk membawamu kembali ke negara M...!"


" Baik kita kembali...!" Ujar Kenzo lirih.


" Anda tidak ingin meyakinkan Tasya sekali lagi Tuan??"


" Aku tahu dia kecewa karena rencanaku, dan seperti aku memang tidak bisa membantunya, dia sangat keras kepala...aku tidak bisa membuatnya lebih kesal lagi padaku, lihatlah betapa Raja itu slalu menghargai keputusan Tasya, aku juga tidak mau kalah!"


" Oh...baiklah...saya akan aturkan seseorang untuk membawa anda kembali ke negara M, dan bolehkah saya tetap di sini!"


" Ehmmm, bukankah kalian tak terpisahkan??, jaga dia untukku Dai, aku akan fokus mencari Sansan!"


" Apa??"


" Kenapa terkejut??"


" Heheh tidak, tuan...bolehkah saya bertanya ?"


" Tanyakan!"


" Jika anda mengetahui kebenaran seseorang yang dekat dengan anda dan itu hal yang mungkin bisa membuat anda kesal, apa yang akan anda lakukan?'


" Tergantung seberapa Fatal itu, kenapa?? apa ada hal yang aku tidak tahu??'


" Hehe tidak Tuan...saya akan atur orang untuk mengawal anda sekarang!"


" Hemmm...!"


Dai pun bergegas pergi.

__ADS_1


Hmmm apa yang di sembunyikan Dai, kenapa terlihat aneh??, apa itu tentang Tasya??, hah...aku akan pikirkan lagi nanti saat sampai di negara M, Karena gadis kecil ini memintaku pulang, maka aku akan menurut dalam hati Kenzo .


__ADS_2