
Setelah 3 hari berada di kediaman Kenzo, Incess pun sudah membaik dan semakin lincah.
" Tante kecil, kenapa Abang tidak menjemputku???"
" Dia pasti banyak pekerjaan yang harus di selesaikan!, untuk saat ini kami sangat mengandalkan abang, Karna Blackdragon dan Aogiri sedang fokus pada perihal lain...jadi maaf mengganggu waktu pengantin baru!'
" Tak apa tante kecil, aku sangat bangga karena abang, sangat tidak mudah melupakan kebaikan orang lain!"
" Oh, Incess kau cukup bijak!"
" Tante, abang itu kadang lembut kadang juga kejam, bagaimana aku bisa membuatnya terus lembut padaku???"
" Oh ya aku beritahu kau...kau harus bisa memuaskannya di ranjang Incess, jangan banyak berpikir kau siap atau tidak kau sudah resmi menjadi istrinya,jadi gass saja, lakukan semuanya dengan ikhlas hati tentunya jangan terpaksa!"
" Tapi itu agak menakutkan Tante...katanya kan sakit!"
" memang sakit Incess tapi lama-lama enak kok hohoho...!"
" Pokoknya jangan biarkan dia tidak puas, kau harus bisa menjadi satu-satunya tempat untuk bersarangnya hehehe..."
Incess terdiam berpikir,
" Kau tidak usah pusing memikirkan bagaimana caranya, kita semua memiliki nafsu dan naluri dalam berhubungan intim, ikuti saja nalurimu, buat suami tergila-gila padamu di ranjang!"
" aku merinding rasanya tan...!"
" Hehehehe, tenang saja aku, punya ramuan khusus untukmu, ini aman meskipun belum ada BPOM ny tapi tenang saja tidak ada efek samping, hihihi...!"
" Ini untuk apa Tan??"
" Agar kau tidak gugup saat melakukan malam pertama, kau belum melakukannya kan??"
" kenapa tante tahu??"
" Tahulah, pria itu kalau denganmu puas dia akan memperlakukanmu sangat baik, nempel terus kayak perangko, jika kalian sudah melakukannya Abang tidak akan membuangmu di sini!"
" Ini di minum kapan??"
" 5 menit sebelum kalian tempur, tapi kau harus siap stamina yang kuat ya, dia seorang militer, tenaganya pasti seperti kuda liar, dan lagi dia tidak akan puas hanya sekali tempur, itu bisa 5 sampai 10 x dalam semalam...dengan durasi yang cukup lama!"
" Apa??, tante kok tahu??"
" Hei, om Kenzo meskipun dia bukan Anggota,tapi fisiknya terlatih sangat kuat, om ken dengan ku sangat brutal, kami bisa melakukannya 7- 10 kali sehari...!"
Incess menelan ludahnya
" Hussstttt...sayang jangan menakuti Incess!" Kenzo yang turun dari tangga.
Sansan berlari menghampiri Kenzo, dan bergelantung manja.
Incess melihat betapa sepasang insan itu sangat romantis.
selama tinggal di sana Incess sudah merekam beberapa trik yang dilakukan oleh Sansan pada Kenzo, Incess sangat heran kenapa om Kenzo yang sangat garang itu berubah menjadi sangat lembut saat berinteraksi dengan Sansan, luar biasa sekali Sansan ini.
ting tong....
" Siapa itu??"
tak lama Putra masuk, masih dengan seragamnya.
" Oh Putra apa kau datang untuk menjemput istrimu??" tanya Kenzo.
" saya mau melapor om ...!"
" Ohya duduklah...!"
" Tian baru-baru ini menghubungi mantan istri Fahad...lalu??"
" Saya hanya melihat Tian, untuk Juno, hanya sekali saat itu di hotel, tapi aku kehilangan jejak!"
" Hemm, baik...sudahi tugasmu Putra, perbanyak waktumu dengan istrimu!"
Putra baru beralih pandangan ke Istrinya
" Istriku apa kau sudah tahu kesalahanmu??"
" Ya abang, Incess percaya pada abang, dan tidak akan melakukan hal konyol dan berbahaya lagi!"
" Ehmmm, oh ya om apa rumah dinasku sudah selesai di renovasi??"
" Sudah, Incess meminta pekerjaan kilat, semua sesuai permintaannya!"
" Baik, setelah ini aku transfer ya om!"
__ADS_1
" Simpanlah, anggap itu hadiah pernikahanmu!"
" Tapi om??"
" Anggaplah impas dengan misimu!"
" Terimakasih om...!"
" Sudah bawa istrimu pulang sana bang..." ujar Sansan
" Istriku, kau mau pulang apa betah di sini??"
" Aku mau pulang abang..."
" Om Ken, Sansan terimakasih sudah merawat Incess untukku...kalau begitu kami pamit!"
mereke berdua pun segera pergi dari kediaman Kenzo.
Sansan dan Kenzo pun saling berpandangan,
" kenapa rasanya ada yang kurang beberapa hari ini ya sayang??"
tanya Kenzo berpikir.
" Benar om, aku juga ingin menanyakan hal yang sama...!"
mereka berdua berpikir keras tentang hal yang kurang itu apa.
Drrrrrrr drrrrtttt...
panggilan Video call dari Bibi Yinsuan.
" Hallo bi, ada apa??" Kenzo mejawab panggilan Video itu, Sansan menempel pada Kenzo .
" Hei, kalian berdua... bukannya bibi tidak suka Lily di sini, tapi dia menangis karena kalian tidak datang - datang menjemputnya!!"
" Ya Tuhannn....om kenapa kita bisa lupa dengan Lily...??"
" Astaga, bi apa dia menangis??"
" Dia tidak menangis, dia tidak mau makan dan minum...!"
" Kami ke sana bi...!" Kenzo segera menutup telponnya.
Kenzo segera menggandeng Sansan
mereka berdua segera pergi ke tempat paman dan bibi Kenzo.
" Bi, dimana Lily??"
" Di kamar, dia tidak mau keluar, mengunci pintu pula, anak sekecil itu pandai merajuk!"
" Lily...Lily..." Panggil Kenzo .
" Sayangku Lily...." Tambah Sansan keduanya merasa khawatir.
" Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, huaaaaaaaaaaaa" baru terdengar suara tangisan dari dalam.
" Lily bukan pintunya nak...!" teriak Kenzo.
" Huaaaa ayah, Lily tidak bisa membukanya lagi...!"
" Astaga...!"
" Lily menjauh dari pintu jangan berdiri berlawanan dengan pintu, ayah akan mendobraknya!"
" Ayah Lily di dekat jendela...hiks hiks..."
Kenzo segera menendang pintu itu dengan sangat kuat .
bruuuuuooookkkk....
" Lily...!" Kenzo segera menghampiri putri kecilnya itu dan memeluknya.
" Nak, apa kau baik-baik saja sayang...??"
" Hiks hiks hiks, huaaaaa...huhuhu..."
" Lily sini peluk ibu sayang, tak apa-apa menangis saja sepuasmu Sayang!" mengambil dan menggendong lily menepuk punggung Lily dengan perlahan.
" Huaaaaaaaaa...huaaaaa...huaaaa...."
Lily menumpahkan semua air matanya, dia sudah menahan tangisnya cukup lama, saat Kenzo dan Sansan tiba Lily baru bisa menumpahkan semuanya.
__ADS_1
" Ya baik, bagus nak...menangislah sampai lega, maafkan ayah dan ibu, karena tidak tepat waktu menjemputmu, jangan membenci kami ya...!"
" hiks hiks hiks hiks..."
Kenzo memeluk keduanya mencium kepala Lily.
" Ayah dan ibu sudah di sini, jangan sedih lagi putriku!"
Yinsuan langsung berkaca-kaca melihat keharmonisan keluarga itu
" Kalian cepat menikah" ujar Yinsuan berlalu memberi ruang pada ketiganya .
Lily pun mulai tenang dan berhenti menangis,
" Ayah...ibu ...kalian kemana saja???"
" maaf karena ada kesibukan...!"
" Lily kira ayah ibu ingin membuang Lily!"
" Tidak mungkin, jangan berpikir seperti itu sayang...!"
" Lily tidak ingin berpisah dengan kalian...!"
" Iya itu tidak akan terjadi sayang...!"
ujar Sansan.
" Oh ya,Lily belum makan ...kita makan di luar ya?"
" Ya ayah, ...."
" Ayo kita pergi, tapi kita pamit dulu dengan oma dan opaa"
setelah mereka berpamitan mereka pun pergi bersama.
...----------------...
" Had, sudah di tunggu di ruangan VVIP 7..!"
" Kenapa tidak kau saja??"
" Aku ada tugas dari tuan Martin, aku pergi dulu!"
Yuda pun segera pergi begitu saja.
" Sialan, dia yang punya janji kenapa aku yang repot??"
Fahad pun segera masuk ke ruang VVIP 7.
baru masuk, tiba-tiba ada seseorang yang memeluk Fahad dari belakang,
"Tuan, bagaimana jika kita bermain lebih dulu sebelum kita membicarakan bisnis!"
mulai meraba dada bidang Fahad.
" Lepaskan tanganmu, atau kau akan menanggung akibatnya!"
tegas Fahad.
" Ayolah, jangan jual mahal, aku akan memuaskan anda tuan...!"
Fahad langsung menarik dan menghempaskan wanita itu hingga jatuh ke lantai .
" Kau salah orang nona, jika kau masih perawan ,aku akan melayanimu, tapi jika kau sudah di pakai, aku tidak yakin aku akan puas, dan lihatlah aku bukan Yuda!"
wanita itu terkejut bukan main, melihat targetnya berubah wujud, tapi lebih tampan dan berkarisma.
" Siapa kau??"
" Aku Fahad Pratama, jangan menggunakan trik menjijikan untuk bekerja sama dengan perusahaanku, itu tidak akan mungkin!!!"
" Tunggu tuan...!" wanita itu memegangi kaki Fahad, Fahad segera melepaskan diri .
dan menginjak tangan wanita itu dengan kejam.
"tangan kotor itu berani-beraninya menyentuhku!!!"
"aggghhhhhh aggggghhhh ampun tuan ampun...!"
"penjaga seret dia keluar,cari tahu perusahaan mana yang berani mengirim wanita ****** ini kesini, blacklist perusahaan itu dari perusahaan kita!!!"
" Tuan jangan ampuni saya, tolong ampuni saya!!"
__ADS_1
Fahad tak peduli, dia sangat membenci wanita penggoda.