GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
31. Anak Durjana


__ADS_3

" Bagaimana dengan Fahad??"


" biasa aja bang, pasti juga tidak beda jauh lah dengan kalian!"


" Eh, tunggu!, sebenarnya kalian merasa asing nggak sih sama Sansan?" tanya Julius tiba-tiba


" Aku sih iya!" jawab Fahad.


" Aku juga merasa dia berbeda!" sambung Martin.


" Aku tidak dekat dengan Sansan, tapi memang seperti itu bukan dia juga!" Sambung Suhail.


" Kita tidak boleh menyimpulkan tuduhan tanpa adanya bukti loe!" sahut Cindy.


" kenapa tidak di tes DNA saja langsung?" tanya Aina yang juga merasa kejanggalan yang sama


" Bisa saja sih, namun ini memang keputusan yang bijak yang di ambil orang tua kita, jika itu memang benar Sansan kita, biarkan semua mengalir apa adanya saja, dan jika itu palsu kita bisa melihat motif dari semua itu, kenapa ada Sansan palsu, ya berdoa saja jika itu asli!"


" Ya, dia mengalami banyak insiden dan terlunta - lunta semala 7 tahun lebih dia pasti melihat kejadian menyeramkan yang menimpanya, saat itu, dia mungkin memiliki trauma yang mendalam, dan sebagian memori nya hilang, yang membuatnya sangat berubah!"


" Ya kita hanya bertugas memberikan perhatian terbaik, dan tetap mengawasi!" ujar Putra.


" Aku memiliki teman Psikolog ,nanti akan ku ajak ke sini dah...untuk membantu Sansan itu!" ujar Suhail.


" Uhuk, siapa itu?" tanya Cindy.


" Iya, aku sering melihat mu membonceng seorang wanita siapa dia??" tanya Martin penasaran.


" hanya teman!" jawab Julius malu - malu.


" Ah, Julius sangat cekatan soal Wanita, aduh nasib kami masih menjomblo !"


ujar Putra.


" Hmmm, tapi tolong bantu aku, karna aku berbohong soal identitas dan keluarga ku!"


" Haaaaa? paaaaaaa????" semua terkejut.


" Dia satu - satunya orang yang mau menerima ku dalam pertemanan tanpa memandang siapa aku,dia benar-benar tulus, jadi jika nanti ku ajak ke sini bilang saja kalian ini temanku, atau apalah gitu!"


" Haduh, tidak seharusnya kau menjalin hubungan dengan kebohongan!"


tegas Suhail.


" Aku tidak meminta pendapat mu!" sahut Julius sangat sensitif pada Suhail ini.


" Yus, abang itu benar, sebaiknya kau jujur pada temanmu!" sambung Julia.


" Siapa sih wanita itu, kok aku jadi penasaran, sampek segitunya loe Julius kau ini!" Fahad jadi penasaran.


" Ya besok akan ku bawa ke sini!, agar kalian tidak Penasaran!"


" Wah, aku pingin lihat dia secantik apa!" Aina tidak sabaran.


Ya begitulah, namanya juga saudara gimana sih pas ngumpul, apalagi mereka memliki kesibukan masing - masing.


Dan 2 Hari kemudian.


" Kak Hana,...!"


" hmmmm...!"


" Jadi, temanku ini punya saudara!"


" Ya?"


" Cerita nya, saudaranya ini korban kecelakaan 7 tahun yang lalu dan hilang juga selama 7 tahun, dan pada akhirnya kita menemukannya kembali!"


" wah, hebat itu!"

__ADS_1


" Tapi, kami merasa sangat asing dengannya, dan dia sangat berbeda sifat dan karakternya!"


" Hemmm, kenapa tidak dibawak ke dokter dulu, dia mengalami cedera tidak atau apa begitu!"


" Keluarga ku, eh maksudnya Keluarga temanku tidak ingin gegabah karna jika itu benar dia maka keluarga temanku ini tidak ingin memaksakan dia mengingat sesuatu yang membuatnya menderita!"


" Oh paham, paham...aku akan mencoba membantu sedikit , karena aku juga masih belajar!"


" Sungguh???"


" Tentu, kita kan bukan orang lain, hari ini aku Free kita ke sana!"


" Okey, ...ayo naik kak!"


" Oh??, motormu ganti lagi??" tanya Hana.


" Heheh, pinjam ini punya temanku Fahad!"


" Aduh, temanmu baik dan kaya semua ya?"


" Hehehehe, iya mereka tidak memilih dalam berteman!"


Abang Suhail kan di sini, masak iya aku mau pake motornya,dikira tak tahu diri nanti, tapi emang juga, kalau dia tidak ada aku juga pakai


dalam hati Julius.


Mereka pun segera menuju Kediaman Pratama,


Julius mengajak Hana masuk ke dalam kediaman Vevey .


semua ada di situ kecuali Putra dan Suhail.


Dikenalkan lah Hana pada saudara - saudara Julius yang di akui sebagai teman itu.


" Nah, ini adalah Sansan kak!"


" Oh hallo Sansan,...!"


Hari itu hanya Say Hello saja ,pada Sansan Hana tidak bisa masuk begitu saja untuk menanyakan banyak hal.


Dari situ semua mengenal Hana dengan sangat baik, karna Hana ini memang anak yang Hambel gitu, namun di tengah obrolan - obrolan seru , Suhail datang membawa banyak camilan, karna tahu jika Julius akan membawa temannya .


" Ayo makan, aku beli banyak makanan loe...!"


Suhail meletakkan semua makanannya di Meja, kemudia melihat ke Arah Hana.


" Suhail????"


"Yohana!!!"


" Lah ,kalian kenal??" Tanya Martin.


" Hmmm, teman saat di bimbel dulu!" Jawab Suhail.


" Oh, kau juga sebagian teman dari Julius??" Tanya Hana.


" Oh???" Suhail melihat ke arah Julius


terlihat Julius pasrah saja,dengan jawaban yang akan di berikan pada Hana.


" Ya, dia temanku!" Jawab Suhail


" Hmmm, begitu... dunia sempit sekali ya, sekarang kau kerja atau kuliah?" tanya Hana.


" Hmmm, aku masuk militer !"


" Uwahhhhh Keren sekali, sejak kapan?, sudah luluskah?"


" Hmmm, sudah heheh!" Suhail jadi serba tidak enak dengan Julius karna wajahnya sudah memancarkan aura - aura negatif.

__ADS_1


" Wah, hebat sekali!, Julius kenapa kau tidak mengikuti jejak temanmu ini!"


" Apa hebatnya dia??" jawab Julius Sinis.


" Anak - anak, tahu kontak mobil mama nggak, sih??, mama lupa taruh!" Savina yang tiba - tiba datang .


Julius sudah gelagapan,


Semua meliha ke arah Julius...


" Aduh, sulit ini!" Gumam Cindy.


" Lah kok pada diam kenapa??" Savina bingung dengan keheningan ya ada.


" suhail??"


" Ya mom??, Suhail tidak tahu tapi akan Suhail bantu carikan!"


" Julia??"


" Yeaaaa tidak tahu moms!"


" Julius??"


" Ya Tante!"


" Apa??" Savina terkejut.


" Mommy, ayo Suhail Carikan!" Suhail


menarik mommy nya keluar.


" Woooo kalian pada kenapa?"tanya Hana bingung karena mereka seperti takut mengungkap sesuatu.


" Hehehehhehehehehehehe!" Semua merenges bersama.


" Tidak apa - apa ayo kita lanjut makan!"ujar Cindy .


Julius bernafas lega,


" Suhail, mereka itu pada kenapa sih?" tanya Savina yang pura - pura tidak tahu.


" Hehehe, gadis di sebelah Julius adalah orang yang sedang dekat dengan Julius mom, tapi Julius tidak mengatakan identitasnya yang sebenarnya!"


" Astaga, durhaka sekali anakku itu!, orang biasa malu mengakui orang tuannya karna miskin, lah ini kebalikkannya!"


Savina memegangi kepalanya.


" Tapi gadis itu sangat baik kok, mom!"


" kau beru pertama kali bertemu, Suhail!"


" Dia teman bimbel Suhail mom, dia teman yang baik selama Suhail mengenalnya!"


" Ah,, mommy khawatir jika gadis itu akan marah karena dibohongi Julius, dia sangat mirip sekali dengan Daddy mu!"


" Nyatanya Mommy juga mau sama Daddy!"


" Ah, dasar anak nakal...lalu bagaimana dengan Suhail?, apa tidak ada wanita yang dekat?"


" Heheheh, Suhail masih fokus pada apa yang Suhail impikan!"


" Baiklah, bagaimana nyamannya saja nak!, mommy berharap kau tidak pernah menyia-nyiakan wanita yang tulus mencintaimu!"


" Tentu saja, aku tidak akan mengulangi kesalahan papah!"


" Hmmm anak mommy, ah di situ rupanya kontaknya!,ya sudah mommy berangkat dulu ya!, kau bisa bergabung dengan saudara - saudara mu!"


" baik mommy hati - hati dijalan!"

__ADS_1


Savina pun pergi dan Suhail kembali bergabung dengan yang lainnya.


like besok lagi....


__ADS_2