GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
301. Otw Duda


__ADS_3

" kenapa Sih Yun??"


" ehmmm...tante...tunggu dulu di kamar atas ya, biar di rapihkan dulu sama Yuna okey?"


" Oh gitu, baiklah....!"


Sansan menurut naik ke atas, memberikan sedikit celah untuk kunto dan kunti.


Di tempat lain Kenzo dan Noah, malah seperti mendapatkan hiburan yang menggelitik, melihat Sansan membuat Yuna ketar-ketir dari Cctv.


setelah Sansan naik, Yuna segera membuka kamar tamu,


" Sayang cepat lari ke kamarmu!"


Ya kamar Robert ada di halaman belakang.


Robert segera berlari dengan masih bertelanjang dada.


akhirnya Yuna bernafas lega,


Yuna segera mengganti bad cover yang basah karena permainannya dengan robert dengan bad cover baru.


" Sialan, merepotkan sekali tante labil itu, dia lebih muda dariku, bergaya seperti orang tua!"


gumam Yuna kesal.


" Yun!"


" Eh Tante...!" Yuna terkejut karena Sansan sudah di belakangnya.


" Kamu nggak suka aku di sini ya??, aku pulang aja kalau gitu Yun!"


" eh tante jangan... Yuna suka kok!"


" tapi kayaknya aku pulang aja Yun, besok aku cari Fahad di luar rumah aja!"


" Loh kenapa?"


" Maaf ya aku adalah tente labil bergaya orang tua, sebaiknya begitu dari pada begaya jadi orang kaya, dengan jeripayah orang lain kan, aku pamit Yun!"


" eh Tan, maaf...!"


" Ya nggak papa...aku aja yang terlalu ingin dianggap baik sama kamu, aku kan memang suka lupa diri kalau aku ini nggak baik tapi pura - pura baik!"


Sansan pun dengan wajah sedihnya karena berpura-pura wafer eh baper segera pergi seakan menjadi orang yang tersakiti.


" Ah gimana ini kalau tante labil itu mengadu pada Fahad!, kenapa tadi aku malah bicara sembarangan tanpa lihat situasi!" pikiran Yuna semakin tidak tenang.


...----------------...


Swiss


Setelah makan kenyang, mereka pun melanjutkan percakapan yang tertunda.


" Mom, pah... sebelumnya Fahad minta maaf terlebih dahulu atas kebodohan Fahad!"


" Tentu, tanpa kata maaf mama, dan Papa, sudah memaafkan kesalahanmu sayang!" Vevey tersenyum.


" Ma, kenapa mama tidak mengatakan tentang Yuna sejak awal??"

__ADS_1


"awalnya juga mama melihat anak itu anak yang baik, tapi mama juga tidak begitu bisa percaya karena itu menyangkut masa depan anak mama!"


" tapi mama tidak mencegah Fahad!"


" Ya, karena mama takut kau tidak percaya pada mama, lalu membenci kami!"


" Fahad akan menceraikan Yuna ma!"


Vevey mengangguk saja, biarkan putranya mengadukan semua kepedihannya.


" Tapi, setelah Fahad membalas perbuatannya!"


" Mama yakin kau bisa mengatasi masalahmu sendiri, itu hakmu dalam menentukan pilihan hidupmu nak, ambilah keputusan yang paling tepat, sehingga kau tidak menyesal untuk yang kedua kali...!"


" iya ma, terimakasih...!"


" Lagian saudaramu juga tidak akan tinggal diam Had!" sambung Hiro.


" Ya, benar sekali, ...kau memiliki banyak saudara, kau tidak akan pernah merasa sendirian!" Vevey menepuk punggung putranya dengan lembut, putranya itu sudah tumbuh semakin dewasa rupanya.


" ma... bolehkah aku ikut membantu mengurus bisnis papa, lebih menyeluruh??"


" Oh, kau mau mengurus bisnis??" Vevey terkejut dengan permintaan putranya, padahal dulu dia tidak ingin masuk dalam dunia bisnis, dia ingin seperti nenek dan pamannya menjadi abdi.


" Apa tidak boleh??"


"tentu saja boleh mama sangat senang, kakakmu ada yang membantu!"


" Jadi boleh??"


" Ya, tapi setelah kau bercerai dengan Yuna, kau boleh memegang kendali bisnis papahmu!"


" Bagus, kau memang membanggakan, papah bangga pada Fahad karena tidak terpuruk oleh keadaan!"


" Nanti Fahad belajar lebih dalam lagi ya!, papa akan mengirimkan orang untuk mengajarimu perihal berbisnis!"


" Ya pah, terimakasih...!"


" Sudah pukul 2 pagi, kalian pasti mengantuk kan??, tidurlah!"


" Ya moms, besok jam 8 pagi Fahad kembali ya!"


" kenapa buru-buru??, mama masih rindu padamu, kakakmu juga sekarang sukit dihubungi, kalian semua sibuk!"


" Mama juga sibuk loeh...!"


" iya juga sih hehehehe... baiklah jika besok mau pulang juga tak apa-apa segera urus dengan baik prahara rumah tanggamu, jadi duda juga tidak masalah, dulu mama dapat papahmu juga duda, duda berkualitas, jadilah duda berkualitas, biar dapat kayak mama ini!, hihihi..."


" kasihan papa hiro dapat janda !" ledek Fahad pada mamanya.


" anak kurang ajar...!"


" Hahahah, ih Fahad mamamu biar janda tapi masih mantap kali, jangan sembarang kamu!" sahut Hiro sambil merangkul istri tercintanya, meskipun Vevey Janda tapi Vevey adalah cinta pada pandangan pertamanya seorang Hirosan.


Fahad dan Dai terbahak sambil menggeleng kepala, setidaknya itu sedikit menghibur dan melumasa luka pada hatinya yang sangat dalam.


...----------------...


ruang kerja Kenzo

__ADS_1


" Om, gimana aksiku??"


" Kau memang paling hebat membuat lawan kelimpungan!" Kenzo meraih pinggang Sansan memeluk dengan gemas.


" itu masih pemanasan saja loe om, itu belum sansan Gas!!"


" tahu, tahu sayang, kita cuma sedikit memberi serangan mental saja, selebihnya biar Fahad yang menghabisi!"


" Iya, om...tapi om Sansan suka sama Anggita om, dia pintar meski masih sangat polos!"


" Jangan di ambil, biarkan dia tetap menjadi orang kepercayaan Fahad!"


" Om mau menjodohkan Anggita dengan Fahad??"


" Fahad tidak akan mudah jatuh cinta lagi sayang, dia sudah sangat tersia-siakan dan habis-habisan oleh Yuna, mana mungkin dia mudah percaya untuk menaruh hatinya lagi pada seorang wanita!"


" Oh begitu om??"


" Yalah...terus bagaimana dengan si Kunto om??, bisnis apa yang dia geluti??"


" Oh itu hanya perusahaan logistik,aku akan membuka jalan untuk Fahad, menggulung perusahaannya!"


" Wah itu akan cukup menarik...kapan Fahad pulang??"


" paling besok, aku akan minta Dai membawanya kesini dulu, untuk membicarakan rencana menghabisi dua makhluk astral itu sayang, kita kan hanya membantu biar Fahad yang memutuskan!"


" Aduh, jika itu Sansan...aku sudah akan mencincang habis keduanya!"


" Hahahah, kejam sekali sayang...!"


" Awas ya om, kalau om selingkuh, hufffft...aku akan membuat kepala dan kaki om terpisah!"


" Ya kan sudah terpisah sayang , kalau jadi satu ya gimana jalannya hahahaha"


" Ih nyebelin kau om!!" mencubit perut Kenzo


" Aoooo... nakal apa minta dihukum!"


" Hukum aku om, hukum aku!, hehehehe" Sansan memeluk Kenzo dengan erat.


" Abangmu mau pulang kan??"


" Iya abang Suhail si Jendral berdarah dingin hohoho!"


" berdarah dingin?? kulkas kali!"


" Diakan bertugas di gunung Sumantri di papua barat!"


" hahahahahaah...oh ya itu bersalju ya, Setiap tahunnya, es yang menyelimuti Gunung Sumantri terus meleleh akibat pemanasan globalkan, Tidak menutup kemungkinan gletser tersebut akan menghilang 10 – 15 tahun lagi!"


" Ya susah kalau urusan global warming om, hahahaha...kita salah satunya!"


" iya ya...ehmmm oh ya masalah Cindy juga cukup berat sayang...!"


" Iya om, biar masalah Fahad dulu, baru kita ke Cindy, kita nggak bisa mengurusi semua bersamaan lah!"


" Iya Tante kecil..., Muach"


Kenzo mengecup bibir Sansan gemas, kini dirinya dan Sansan berasa menjadi orang tua untuk saudara-saudaranya.

__ADS_1


__ADS_2