
" Ehmmm...Bunda kau bisa istirahat dan mengurus Callister dulu bersama ayah , aku harus mengurus anak-anak karna Anna sedang sakit!"
" Oh Anna sakit, baiklah...nanti bunda akan melihat Anna..."
" ya..."
Tasya pun segera kembali kekediaman tengah.
" Bagaimana dengan bundamu Sha??" tanya Vevey yang sedang menimang Dhiren.
" ah, sudah baikan dengan ayah bibi...karna anak-anak sudah sufor , setelah Anna membaik aku akan kembali ke kediaman Alexcey bibi...aku juga harus mengurus anak-anakku..."
" iya benar, tidak apa-apa bibi masih di sini kok... sekarang urusan satu selesai,kita bersantai sebentar baru mengurus urusan yang lain...!" ujar Vevey.
" benar, Julia juga masih di sini bisa membantu Anna mengurus bayi....tapi bagaimana denganmu, itu pasti akan sakit jika tidak di susukan...bukan??"ujar Julia.
" ehmmm...nanti aku pompa saja , nanti aku minta orang antar ke sini...sayang juga..."
" Sansan terimakasih ya nak...Sansan sangat membantu kami..."
" apa sih bibi...itu sudah kewajiban kami bukan sebagai keluarga!"
" ehmm....benar juga..."
" Bi aku bikin ramuan untuk Anna dulu, ..."
" oke..."
Sansan dan Dai pun segera meracik beberapa obat untuk di konsumsi oleh Anna.
" Kenapa kau tidak meracik untuk bundamu??" tanya Dai.
" tidak ..."
" kenapa??"
" kan sudah ditangani om Crist dan istrinya, aku hanya anak kemarin sore, aku harus menghargai mereka sebagai senior!'
" ehmmm, begitu..."
" Oh ya, stock bahan sudah habis tolong kau ambil ke Ryu lagi ya Dai..."
" okey, nanti malam aku berangkat...!"
" oh ya... Tiara apa Langsung di suruh pulang??" tanya Sansan.
" iya, dia langsung disuruh pulang oleh tuan Kenzo!"
" kasian sekali Tiara sudah tidak di pakai di buang begitu saja, aku belum mengucapkan terimakasih juga dengannya ..."
" itu bisa kau ucapkan kapan saja..."
" tidaklah, besok jika aku kembali dari sini aku akan mampir ke rumahnya!"
" begitu juga boleh!"
" lalu bagaimana dengan om Zayn???"
" Dia masih berada di sisi Raja kampret, sepertinya raja itu sangat menyukai Om Zayn..."
" oh ya??, pantas dia langsung di berikan rumah oleh Alfred..."
" lalu bagaimana dengan Juno dan Tian??"
" Dia masih dalam pengawasan, oh ya??, di mana Zurra aku tidak melihatnya setelah membeli susu??'
" Dia di masukan ke Blackdragon untuk menyelesaikan misi..."
" kau pasti lega??"
__ADS_1
" Ya lumayan,..kadang juga enak ads dia ,tapi banyak tidak enaknya!'
" kau memang tidak bisa di kekang..."
" kau yang paling tahu Dai..."
" oh ya, bundamu apa akan mengambil alih lagi perusahaan perhiasannya??"
" untuk saat ini mungkin belum karena Lister masih kecil...tapi tidak tahu jika sudah sedikit besar, kau tahu bundaku itu tidak bisa melewatkan sedikit saja rupiah..."
" hahahaha, sangat mirip kalian itu masalah keuangan..."
" Namanya juga anaknya!, huft sudah selesai, Dai tolong kau tulis aturan pakainya, setelah itu berikan pada bapak Fahad...!"
" oke, kau cepat istirahat!"
" emmm terimakasih Dai..."
Tasya pun segera kembali ke kamarnya untu istirahat sementara Suaminya sedang berbicara dengan bibi dan pamannya di ruang tengah.
Tasya merasa sangat lega karena Kenzo benar -benar sudah melepaskan masalalunya,
sebelumnya dia akan sangat khawatir jika Kenzo masih ada rasa dengan bundanya, sungguh akan membagongkan jika dia harus bersaing dengan Bundanya yang luar biasa.
" setelah ini bunda akan kembali menjadi wanita luar biasa lagi..."
gumam Tasya lirih lalu memejamkan matanya, meski dia terlihat sangat bodo amat dan cuek sebenarnya anak ini adalah anak yang paling pemikir , tapi memang tidak nampak dari luar.
...****************...
Di negara F
" Zayan... porselin ini asli atau palsu??" tanya Alfred.
Zayn menimbang-nimbang porselen itu lalu menghirup bau poeselen itu.
" ini Asli, tapi pembuatannya baru satu bulan, dia dibuat oleh tangan yang sama..."
" itu rahasia, tinggal semua tergantung padamu, mau percaya atau tidak!"
" baiklah, aku percaya...oh ya apa kau sudah mengikuti paman ku??"
" sudah..."
"apa yang dia rencanakan??"
" Tidak tahu...!"
" heh, kau ini bagaimana sih??"
" kau hanya meminta ku mengikuti kan??,tidak memata-matainya...?"
" itu benar..tapi aku kira kau tahu maksud ku!"
" Tahu dong ..aku juga hanya bercanda saja, oh ya sebelumnya aku berterima kasih dengan rumah yang kau belikan beserta isinya!"
" tentu itu bukan apa-apa..."
" oh sungguh tahu begitu aku meminta lebih banyak lagi ...aku sangat menyesal!"
" Zayan, menjadi serakah itu tidak baik..."
" aku juga hanya bercanda!"
" ayolah, kau akan mendapatkan yang lebih banyak lagi jika kau memberitahuku soal rencana pamanku itu..."
" nah itu baru penawaran baik, aku akan memberi tahumu..."
" ah, orang orang Kenzo dan Tasya memang tidak jauh dari nya..."
__ADS_1
" mau aku beritahu tidak??"
" ayo bicara..."
" Jadi pamanmu ingin menjebakmu dengan peraturan yang kau buat, tentang barang tiruan, akan membuat seakan bahwa seorang raja menoleksi barang - batang palsu...kau akan membayar denda yang cukup banyak dengan peraturan yang kau buat sendiri!"
" oh begitu,kalau begitu aku akan mengganti peraturannya!"
" mau kau ganti apa??"
" dihapuskan bagaimana??"
" itu akam menurunkan standard negaramu tolol..."
" Heh lancang!!!" teriak Dans
" sudah Dans, tak masalah, ...kalau begitu bagaimana menurutmu.?"
" mau kau ganti bagaimana pun peraturan mu tetap saja itu pasti dengan sanksi lain, bukan, biarkan saja aturannya oke..."
" lalu??"
"sesuai rencana Tasya bukan, tunggu paman mu bergerak...aku yakin dia tidak akan turun langsung untuk menuduhmu, pasti ada orang yang akan bekerja sama dengan pamanmu, dan itu pasti ahli dalam barang-barang antik!"
" Oh kau benar sekali...jadi aku hanya perlu menunggu pamanku bergerak saja...!"
" ya, dan pamanmu memiliki banyak barang antik di tempat tinggalnya dan itu semua adalah barang asli...tapi itu barang curian semua, ...jadi agak sedikit rumit dia pasti memiliki rencana matang, jika tidak dia akan tetap terlibat karena dialah yang memberimu barang - barang antik itu...tapi dia tidak takut terlibat ,berarti dia sudah memiliki rencana matangnya...!"
"hemmm, itu tugasmu untuk mengatasinya, aku lelah aku mau istirahat!"
" istirahatlah, aku pergi dulu..."
Zayan pun segera pergi meninggalkan paviliun Alfred, sekarang dia memiliki ponsel pribadinya, dia bisa menghubungi kekasihnya sesuka hati.
...****************...
Di Kediaman sang Komandan.
Incess terlihat sangat murung di depan rumahnya, sampai tidak menyadari jika sang Suami sudah pulang.
" Ayang..." Putra menyapa istrinya namun tidak ada jawaban.
"Ayang..."
" eh eh eh... Suamiku, kapan kau pulang??"
" setengah jam yang lalu, apa yang kau lamunkan??"
" ah, tidak ada, aduh suamiku ayo masuk, aku buatkan teh hangat, apa kau lapar??"
" Ya aku sangat lapar, tolong siapkan baju ganti aku mau mandi dulu..."
" Oke..." Incess menyiapkan. baju ganti untuk suaminya, lalu dia membuatkan teh hangat untuk Putra, lalu menghangatkan makanan dan menyiapkannya.
dan duduk menunggu di karpet ruang tamu,
setelah selesai mandi dan berganti baju, Putra duduk di samping istrinya sambil meminum teh buatan sang istri.
dengan segera Incess mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Putra.
" apa kau sudah makan Ay??"
" sudah , bukankah aku harus makan saat aku lapar dan tidak perlu menunggumu pulang, aku susah patuh bukan??"
" benar, istriku memang sangat patuh sekarang!"
Putra melahap makanannya, Incess masih menemani suaminya makan dan memandangi suaminya makan dengan lahap.
tidak tahu kenapa setelah menikah, Inces tidan ingin melakukan apapun kecuali melayani suaminya di rumah dengan baik, rumah singgahnya pun dia titipkan pada para donatur ilmu, dia hanya akan memberikan bantuan finansial untuk rumah singgahnya, inncess lebih suka di rumah mengerjakan pekerjaan rumah dan menunggu suaminya pulang.
__ADS_1
hal itu membuat Putra agak heran, sebenarnya apa yang terjadi pada istrinya.