GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
428. Viral


__ADS_3

Ajudan Suhail segera mengambil papan luncur sambil membawa pelampung yang sudah di ikat dengan tali yang sangat panjang sekali.


Suhail berhasil menarik anak itu dan mengapitnya agar kepala anak itu berada di atas permukaan air, anak itu sudah sangat lemas karena sudah menelan banyak air laut.


Suhail segera berenang sejajar dengan pantai agar menjauhi arus,arus ombak cukup lebar antara 9,1 sampai 30,5 meter. Suhail terus mencari arus ombak terdekat yang sudah pecah supaya dia bisa melihat tepi pantai.


Suhail berupaya untuk berenang ke ombak tersebut, Setelah berhasil keluar dari arus, Suhail membuat jalan untuk kembali ke tepi pantai dari jarak dan sudut yang jauh dari arus.


dengan berenang secara diagonal, Suhail meminimalisir kemungkinan adanya terseret kembali ke dalam arus.


Suhail segera melambaikan tangan supaya penjaga pantai atau team penyelamat dan orangnya dapat mengetahui keberadaannya.


Namun tanpa sengaja kaki Suhail tergores Karang tajam dan membuatnya tidak stabil dalam tempatnya bertahan


Suhail terseret ombak lagi, namun dengan sigap ajudanya melemparkan pelampung donat , Suhail berhasil meraihnya dan di tarik sekuat tenaga oleh para Lifeguard.


kedua ajudannya juga segera berselancar melewati ombak yang pecah agar bisa segera menepi dan selamat.


setelah sampai di tepi pantai Suhail segera memberikan pertolongan CPR pada anak 5 tahun itu ,ibunya terus menangis, dan mengucap syukur, terlihat Suhail benar - benar berusaha untuk menyelamatkan anak itu Suhail memberikan kompresi dada 30 kali lalu pemberian napas 2 kali tiupan.


selang beberapa menit anak itu memberikan respons napas, segera Suhail menghentikan CPR dan lanjutkan dengan recovery, memiringkan badan dan memantau anak itu agar terus bernapas.


setelah anak itu mengeluarkan banyak air lalu menangis keras, Suhail terlihat sangat lega, ibunya langsung memeluk anak itu dan fi bawanya masuk ke dalam ambulance.


Suhail segera merentangkan tubuhnya di atas pasir pantai karena merasa lemas, lengannya terluka, bagian pelipis kanannya juga terluka, kakinya terluka cukup dalam dan mengeluarkan darah yang terus mengalir.


" Jendral anda terluka...kita ke rumah sakit..."


" ibu...dimana??"


Pandangan Suhail sudah mulai kabur dan gelap.


Kedua Ajudanya segera mengangkat Suhail masuk ke dalam ambulance dan segera di larikan ke rumah sakit terdekat.


Fathia mendapatkan kabar bahwa Suhail di rumah sakit segera pergi menyusul.


air mata Fathia sudah menangis begitu derasnya,


" Bapak di mana??"


" Bapak sedang di tangani, bapak tidak apa-apa buk...hanya kelelahan sampai pingsan..."


" hua... Syukurlah..." Fathia merasa sangat lega.


setelah menunggu satu jam, akhirnya Suhail sadar dan langsung menanyakan keberadaan Fathia pada dokternya.


" Dok apa kekasih saya ada??"


" ahz Tuan, nanti saya akan panggil, tolong beritahu saya apa yang anda keluhkan, ..."


" tidak ada, saya ingin menemui wanita saya saja!"ujar Suhail.


Dokter itu segera keluar dan memanggil Fathia agar masuk.


Fathia pun segera masuk ke dalam


" hiks hiks...Pak kau membuatku hampir mati ketakutan,..!"


Fathia memeluk Suhail sambil menangis.


" aku baik-baik saja, aku tidak akan kalah dengan ombak, karena aku belum menikahimu!"


" hua.... bagaimana bisa kau membahayakan dirimu, aku sudah lemas tak bertenaga menunggu kabarmu..."


"Aku hanya karena belum sarapan saja, sku berenang dengan perut kosong, membuatku kehilangan banyak tenaga...aku lapar Bu...!"


" Dokter apakah sudah boleh makan??, bagaimana kondisinya..."


" Saya akan memeriksanya dulu ya nona, setelah semua baik kami akan memindahkan kamar..."


" tolong dokter..."


setelah dokter itu memberikan banyak pertanyaan sambil melakukan pemeriksaan, akhirnya Suhail dinyatakan tidak ada luka yang serius, dan akan segera di pindah kamar.


" Sayang jangan kabari orang rumah ya, ..."

__ADS_1


" ya aku tidak bisa berpikir apapun, aku todak sempat pegang ponsel, aku hanya terus berdoa agar kau selamat..."


" Lagian aku seorang Jendral, ombak besar bukan masalah besar untukku, ..."


" Jendral, anak itu selamat di ada di kamar samping..."


" syukurlah..."


" Ibuuuu makan Bu...."


" aku akan kupas buah dulu untukmu, kau ingin makan apa??"


" yang jelas bukan makanan rumah sakit, aku mau nasi padang saja..."


"biarkan aku saja Bu yang beli..."


" aku akan mengurus administrasi bapak, ibu jaga bapak ya, jika butuh sesuatu 2 rekan saya berjaga di luar...!"


" oke... terimakasih pak ajudanmu sangat sigap sekali..."


" tentu saja, mereka pilihan Daddy..."


"Hemmm keren..."


" tolong minta salah satu mereka menanyakan kapan aku boleh pulang, aku sudah malas berbaring terus...!"


" pokoknya biar dokter yang memutuskan, nanti juga sudah boleh pulang pasti..."


tok tok tok...


" masuk!!"


ceklek...


" Jendral anak yang anda selamatkan ingin mengucapkan terima kasih pada anda bersama ibunya..."


" biarkan mereka masuk!"


" baik..."


" malam tuan maaf mengganggu anda istirahat..."


" tak masalah..."


" Halo, kamu kenapa berkeliaran malam hari, apa kau sudah baikan nak??"


tanya Suhail pada anak itu.


" Om, baik-baik??" tanya balik anak itu


" jika aku tidak baik, aku tidak akan bertanya padamu..."


" Om, namaku Malvin...umurku 5 tahun, ini mamaku, Melda...Malvin berterima kasih pada om...ya sudah menyelamatkan Malvin...om siapa namamu??"


Suhail terkekeh melihat kecakapan anak itu berbicara.


" Kau bisa memanggilku Suhail, dan dia calon istriku Fathia...aku terima ucapan terima kasihmu kau bisa istirahat kembali Malvin...nyonya, lain kali lebih berhati-hati menjaga anakmu, dia sangat tampan dan pintar..."


" om apa aku pintar??"


tanya Malvin


" ya..."


" apa aku tampan??"


" tampan sekali...."


" om menyukaiku??, atau membenciku??"


" eh Malvin kau bertanya apa, ayo kita segera kembali jangan ganggu om beristirahat!"


" ibu... sebentar lagi ya,aku jenuh di kamar terus...!"


" maafkan anak saya tuan dan nona..." Melda sangat tidak enak hati.

__ADS_1


" Kau mau bicara apa lagi, kau sangat tanpan pintar juga cerewet, tentu saja semua pasti menyukaimu..."


" Tidak om, papahku pergi meninggalkan Malvin, di pergi dan memiliki bayi lain... mungkin karena bayi itu sangat cantik!" ujar Malvin dengan polosnya.


Melda segera membungkam mulut putranya agar tidak banyak bicara lagi.


" maaf tuan maaf nona..."


" lepaskan biarkan dia berbicara!" ujar Suhail karena Suhail juga pernah di tinggalkan ayah kandungnya, jadi tahu bagaimana perasaan Malvin.


" oh ya??, papahmu sangat bodoh...tidak masalah kau akan mendapatkan papah yang lebih baik dari papah bodohmu..."


" benarkah begitu om??'


" Ya, yang penting Malvin harus terus menjadi anak yang baik, dan slalu menjaga ibumu...karna ibumu hanya punya kamu...!"


" Ya om, aku akan menjadi anak baik dan menjaga ibuku..." ujar Malvin semangat.


" Baiklah sekarang anak baik istirahat..."


" baik...om apa kita bisa slalu bertemu??"


" hah??, mungkin tidak karna aku harus kembali ke kotaku...tapi jika memang Tuhan berkehendak mungkin bisa terjadi..."


" kalau begitu aku akan berdoa pada Tuhan agar aku diijinkan bertemu slalu dengan om tampan..."


" Tidak ada salahnya nak... sekarang istirahat ya...!"


" baik om, tante selamat malam..."


" tuan nona, maafkan kelancangan anak saya ya..."


" Dia tidak lancang...jaga anakmu dengan baik!"


" Selamat malam..."


ibu dan anak itu pun keluar...


" Sepertinya kita harus cepat pulang, biar dokter pribadimu saja yang merawatmu!!" tegas Fathia terlihat sangat jelous...


" Eh ibu cemburu??"


" siapa?? ngapain cemburu...sudah kau suruh suapi ajudanmu makan, aku mau beli minuman hangat dulu..." Fathia segera keluar dengan sangat kesal.


" pfffffffffffttttttttt..." kini kedua kalinya Suhail melihat calonnya cemburu.


keesokan harinya


berita tentang seseorang yang menyelamatkan bocah 5tahun terseret ombak itu menjadi Hot News, tranding nomer satu di sosial media, dan identitas Suhail pun terbuka.


Hal itu membuat para gadis-gadis kecil sampai tua mengidolakannya.


" Inces...ada apa??" tanya Savina heran karena sejak tadi Inces melihat ke arah gerbang utama.


" Mom...banyak sekali orang di depan sana mom, apa mereka mau demo??, Incess jadi agak takut itu yang di depan emak-emak berbadan besar semua!"


" eh eh eh ..bener loe...itu pada ngapain??"


Savina pun segera keluar melihat situasinya.


" Suhailll suhaillll...'


" Jendral Jendral..."


mendengar suara anaknya disoraka. begitu keras, Savian segera berlari ke tempat Sasha


" Chiko...chiko...eh tuan San di mana Ciko..."


" sedang menghubungi anak buahnya di luar sangat tak terkendali itu semua karena putramu nyonya...Laksmana juga pagi-pagi segera pergi menjemput putramu untuk di amanka. jika tidak dia akan mati di keroyok masa..."


" apa??, putraku berbuat apa??, oh tidak!"


Savina langsung pingsan.


" eh...eh nyonya...!!!!"

__ADS_1


__ADS_2