
setelah mereka kembali masuk tak lama Kenzo datang menggandeng Sansan yang sekarang menjadi Tasya dan dibelakang keduanya Dai mengikuti
" Kenzo... akhirnya...!"
" Maaf kami terlambat...!" Semua segera menghampiri Kenzo yang menggandeng Sansan.
Semua keluarga Pratama segera mengerubung Kenzo karena sangat rindu pada Sansan namun mereka tetap memanggil Sansan dengan Tasya, karena sudah ada Tiara yang menjadi Sansan yang berada di samping Sasa.
Sasa melihat Sansan langsung berdiri menghampiri.
semua menatap pada Sasha yang sedang berjalan menghampiri Sansan, mereka berpikir jika Sasha mengenali Sansan, begitu juga dengan Kenzo dan Sansan wajah mereka panik.
" Sayang, ...!" Chiko memegang tangan Sasha
" Iya,...!" Tapi mata Sasha masih tertuju pada gadis yang bersanding dengan Kenzo, entah kenapa Sasha merasa sangat akrab dengan gadis itu dan matanya berkaca-kaca.
" Ini dia calon istri Kenzo!" Ujar Chiko
Sasha segera memeluk Sansan begitu saja,rasanya seperti Sasha melihat dirinya saat masih muda.
" Apa saat kita masih berwujud Ruh, kita adalah sahabat di sana??" ujar Sasha yang masih memeluk Sansan dengan erat, rasanya tak ingin melepaskan.
Sansan membalas pelukan itu, matanya berkaca-kaca menahan tangis.
" Sasha kau membuat takut calon istriku" ujar Kenzo.
Sasha segera melepaskan pelukannya,Kenzo benar.
" Kau takut padaku??" tanya Sasha.
Sambil menghapus Air matanya ,Sansan menggeleng kepala,
semua terharu melihat adegan itu, namun mulut mereka tertutup rapat untuk membuka sebuah kebenaran.
" Mana mungkin hanya saja, aku teringat akan orang tua saya!"
" Oh maaf,...kau calon istri Kenzo, kau sangat cantik, kau wanita paling cantik yang pernah kulihat"
Istriku tadi mengatakan dia yang paling cantik dan menggemaskan , jika dia tahu kebenarannya apa masih bisa dia memuji putrinya sendiri dalam hati Chiko.
" tante bisa saja....!"
" Ayo ku kenalkan pada putriku, aku rasa kau dan dia sangat mirip!" Ujar Sasha menggandeng Sansan berjalan menghampiri Tiara, Sasha mengenalkan pada Sansan palsu
jadi Sansan Mengenalkan putri kandungnya pada putri palsunya itu konyol namun semua tetap berakting dengan baik.
Kenzo bernafas lega...
" Maaf terlambat,...!" Cindy pun baru tiba.
" Bagus!" Cindy segera bergabung dengan keluaganya.
semua sudah berkumpul, dan acaramu di mulai
" Ayah, ada apa kau memanggilku, aku sudah menyapa semua tamu, bolehkah aku tidur?"
__ADS_1
ujar Incess.
" Tidak ini adalah puncak acara, ayo cepat ke sana...!"
Deriie menggandeng putrinya menuju tengah-tengah
" Hai...kita bertemu lagi...!" Nathan menyapa dengan senyuman yang ramah.
" Hehehe..." Incess hanya merenges.
" Jadi ini adalah acara yang sebenarnya bahwa keluarga Pratama dan keluarga Hans akan menjadi besan kita akan menjadi satu keluarga!"
Semua orang bertepuk tangan...
" Incess, paman Nathan akan menggantikan posisi ayah jika kau masuk dalam keluarga Pratama...!"
ujar Derie Hans pada putrinya.
" Apa??" Incess sangat terkejut, dia benar-benar akan menikah dengan pria seumuran ayahnya.
" Haloo anak manis, kita akan menjadi keluarga, ini adalah ikatan antara keluarga mu dan keluarga ku...!"
Incess masih ternganga, dia benar-benar hidup kembali dan sumpah janjinya sungguh terlaksana dia akan menikahi pria tua teman ayahnya.
Ibu Incess mengulurkan tangan kiri Incess
dan tanpa membuang waktu Nathan mewakili Putra yang berada di belakangnya memakaikan Cincin pertunangan untuk Incess.
Prok prok prok...tepuk tangan memenuhi kediaman Hans .
Incess gemetaran, dia masih bingung dan berharap ini hanya mimpi, bagaimana bisa dia tiba-tiba bertunangan, orang tuanya bahkan tidak membicarakannya padanya.
mereka pun segera kembali bersantai dan menikmati hidangan yang ada.
Incess segera kembali ke kamarnya, dia masih tidak percaya jika dia sudah bertunangan matanya melihat ke jari manisnya yang telah memakai cincin pertunangan.
" Tak apa, aku sudah mempersiapkan diri untuk kabur, maaf ayah ibu, meskipun temanmu itu sangat tampan, tapi tetap saja kita beda generasi, seharusnya aku menjadi putrinya bukan istrinya!"
gumamnya.
Dan acara pertunangan pun selesai semua berpamitan pulang dan kembali ke kediaman masing-masing.
Nathan dan Savina sangat bahagia, tidak terkecuali Putra.
" Anakku kau sangat kejam, bagaimana bisa kau menipunya?, dia pasti tidak akan bisa tidur karena berpikir Daddymu lah calonnya!" ujar Savina terkikik.
" Hahaha, Ya aku baru tahu jika Putra sangat jahil..."
" Heheheh, makasih mom dad sudah membantu...!"
" Hai, dia pasti akan kesal padamu saat dia tahu kebenarannya!"ujar Savina.
" Tak apa mom, aku akan membuatnya jatuh cinta pelan-pelan!"
" Hemmm kau dan daddymu sama tukang tipu!" ujar Savina.
__ADS_1
" nyatanya kau mencintai penipu ini kan sayang!" Nathan merangkul istrinya
" Ya aku terlalu lugu, sehingga aku jatuh cinta pada penipu...!"
" Hihihi..." ketiga anaknya tertawa mendengar perbincangan kedua orang tuanya.
" ayo semua istirahat" mereka pun segera masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.
Sementara Sasha masih berbincang dengan Sansan, di depan rumahnya
" Seharusnya kalian menginap di sini!"
" Lain kali Sasha, kau tahu paman dan bibiku segera ingin melihat calon istriku!"
" Oh begitu, baiklah lain kali ..!"
Sasha sedikit kecewa tapi memang benar, Paman dan bibi Kenzo yang juga menjadi orang tua angkat suaminya, sangat mendambakan Kenzo untuk segera menikah.
" Kalau begitu kami pamit ya...!"
" Ya... Hati -hati..." Kenzo dan Sansan pun segera masuk ke dalam mobil mereka pun segera meninggalkan kediaman Pratama.
...----------------...
" Ayo masuk...!" Kenzo menggandeng tangan Sansan masuk ke dalam kali ini Dai tidak ikut dia memilih kembali ke basecamp Blackdragon karena rindu pada Gerry.
" Paman bibi...!" Panggil Kenzo.
ternyata paman dan bibinya hampir ketiduran menunggu kedatangan Kenzo dan Sansan.
Melihat Sansan Yin suan dan minato segera bangkit.
" Paman bibi, ini calon istri kecilku...kuharap kalian menyayanginya sepenuh hati...!"
" Oh gadis kecilku, kau masih terlalu kecil tapi tidak apa-apa siapa pun yang disukai Kenzo kami akan menerimanya!" menggenggam tangan Sansan dengan erat.
" Terimakasih paman bibi...!" Hati Sansan sangat bahagia, karena paman bibinya mau menerimanya.
" Ayo duduk ,bibi memasak banyak makanan untuk kalian, ini adalah makanan kesukaan Kenzo semua, maafkan bibi tidak tahu makanan kesukaanmu, tolong katakan pada bibi jika kau menginginkan sesuatu!"
" semua yang disukai Kenzo Tasya juga suka bibi ...!"
" Manisnya... seharusnya kau menjadi cucu kami, tapi tidak apa-apa jadi kapan kalian akan menikah??" Yin suan yang tidak sabar menimang cucu.
" Kapan ya??, sepertinya setelah Putra menikah kita akan mencari hari yang pas untuk menikah!" ujar Kenzo.
" Kapan itu??"
" Mungkin beberapa bulan lagi bibi, sabarlah Tasya tidak akan kemana-mana!" menenangkan bibinya.
" Tapi bibi ingin cepat menimang cucu..."
Sansan sangat terkejut, dia siap menikah tapi sepertinya belum siap untuk memiliki anak.
" Bibi, Tasya masih kecil itu tidak akan buru-buru!"
__ADS_1
" Kenapa??, Tasya apa kau takut??"
Tasya terkejut dan bingung harus menjawab apa, jika dia bilang takut itu pasti akan mengecewakan bibi Yin tapi Sansan sungguh belum siap perihal momongan