GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
231. Hari Yang Keras


__ADS_3

" Sialan dia sangat kuat sekali, aku akan membuatnya mengundurkan diri dengan cepat!"


Fahad segera membersihkan paku payung yang berceceran kemana - mana.


Drrrrr. drrrrr


" Ya, pak...!"


" Apa putriku sudah bangun??"


" Sudah pak!"


" kau siapkan seregam untuk putriku juga ya, dia tidak pernah hafal seragam hariannya!"


" Lah bagaimana saya tahu seraganya hari ini??"


"aku akan mengirimkan jadwalnya!"


" Baik!"


Panggilan pun berakhir,


" Pekerjaan apa ini, aku seperti ibunya mengurus segala keperluannya!"


meskipun menggerutu, tapi Fahad tetap mengerjakannya.


" Oke selesai...!"


Diana pun segera keluar dari kamar mandi,


" Hei kau apa kau sudah menyiapkan sarapan?"


" Pakailah pakaianmu nona saya akan segera menyiapkan makanan!"


" Tunggu apa ini seragamnya sudah benar?"


" sudah nona, tuan sudah mengirim jadwal pada saya!"


Diana melakah mengambil seragam di tangan Fahad.


" Agch aghh..." tiba-tiba Diana terjatuh.


" Nona apa yang terjadi?" Fahad segera menghampiri Diana.


" agh...!"


Telapak kaki Diana mengalir darah begitu banyak.


" Astaga nona kau menginjak paku payung!" Fahad segera menggendong Diana dan mendudukkannya di ranjang .


" Nona tunggu, di mana kotak obatnya??"


" Sana!"


Fahad segera mengambil, kemudian Fahad mengobati Diana dengan hati - hati.


Diana memperhatikan wajah tampan Fahad, jantung Diana berdegup cukup keras saat menatap pria dihadapannya yang tidak memiliki kekurangan sedikit pun.


" Sial...aku hampir terlena dengannya!" gumam Diana lirih.


" Nona sudah selesai lain kali jangan bermain - main seperti ini, sekarang kau terluka dengan ulahmu sendiri, cepat pakai seragmu aku akan menyiapkan sarapan!"


Fahad segera keluar,


" Haduh, apa yang biasa di makan nona??, semua pekerja di sini tidak tahan dengan anak nakal ini...!"


" Oh tunggu, hari ini kak Na mengantariku makanan dari kak Cindy, karena dia tahu aku mendapatkan pekerjaan baru...!" Fahad segera mengambil box makanannya dan membawanya ke meja makan.


Fahad melihat ke sekeliling di mana Dapurnya, setelah tahu letak Dapur Fahad segera mengambil piring dan menata semua makanannya di atas meja.


setelah semua siap, Fahad segera memanggil Diana untuk sarapan.


Diana yang sudah rapi pun segera turun di papah oleh Fahad.


" wah apa kau memasaknya??"


" Jujur bukan nona, ini masakan kakak perempuan saya, karna hari ini hari pertama saya bekerja dia memasakan banyak makanan untuk saya!"


" Apa ini??, ini semua makanan berkelas, apa kakakmu cukup kaya??, kenapa kau masih bekerja jika kakakmu kaya!"


" Hehehe kakakku bekerja di masakan jawa nona, dia adalah koki di sana!"


" Oh pantas ,tidak heran...aku akan mencobanya!"


Diana segera mencicipi makanan dihadapannya,


" Wah, enak....aku suka!" Diana dengan sangat lahap memakan semuanya tak tersisa.


Sialan dia menghabiskan semua makananku, lalu aku makan apa hari ini, uangku sudah ku berikan pada Yuna.

__ADS_1


" Apa kau lihat-lihat??"


" Tidak nona, saat nya berangkat sekolah!"


" tunggu aku kekenyangan tidak bisa bergerak!"


" Tapi waktunya sudah mepet!"


" Apa kau tuli aku kekenyangan tidak bisa bergerak!"


Karena geram Fahad segera menggendong Diana dan membawanya keluar


" Heiii turunkan aku!" Diana menjambak rambut Fahad, namun Fahad tetap berjalan keluar menuju mobil


" Pak penjaga bisa minta tolong?"


Penjaga itu mengerti maksud Fahad dan segera membukakan pintu mobil .


" Nona duduk yang baik!"


" Wooooi kau sangat brengsekkkk!"


Fahad segera menutup pintu dan segera duduk di kemudi dan melajukan mobilnya.


" Hei, kau kenapa sangat kurang ngajar padaku, aku bisa mengadu pada ayahku jika kau melecehkanku!"


" Silahkan saja...!"


" Baiklah aku akan menelpon ayahku...!"


" Baik setelah anda menelpon ayah anda, saya akan membuang anda di sungai depan, di sana aku dengar banyak buaya lapar!"


" Apa??"


" Silahkan telpon tuan!"


" Kau kau hanya menggertakku kan?"


" Tentu tidak, saya pria yang cukup kejam dan tidak bernurani nona!"


" Hahahah aku hanya bercanda, kau jangan anggap serius!"


" Saya juga bercanda nona, jika saya seperti yang saya katakan saya juga tidak akan di terima menjaga anda!"


" Kau...agggh menyebalkan!, lihat saja siapa yang bisa bertahan sampai akhir!!"


Ngggggggggggggg...


Fahad melaju dengan kecepatan sangat tinggi dan membuat Diana sangat ketakutan


"Waaaaaaaa....aku belum mau mati, apa kau..baajjjiiingggan!" Diana berteriak tak karuan.


Ciiiiittttt...


" Syukurlah tidak telambat, silahkan turun nona!"


" Haiii bagaimana ayahku bisa menerima orang sepertimu!"


Diana segera turun dan berjalan masuk dengan terpincang-pincang.


" pfffffffffffttttttttt...baiklah aku sudah menghadapi saudaraku selama 9 tahun, kau masih belum senakal dirinya...!" Gumam Fahad.


Fahad melaporkan semua kejadian pagi pada Arnold.


" Maaf pak, karena saya teledor kaki nona terluka!"


" Anak itu sering terluka dengan ulahnya sendiri, itu tidak termasuk kau melukainya...!"


" Terimakasih atas pengertiannya pak!"


" Ok Fahad, aku percayakan putriku padamu!"


" Siap laksanakan!"


Fahad setia menunggu di pintu gerbang sekolah,


" oh perutku sangat lapar...dan aku tidak memiliki uang!"


" Cengkling...!"


Ada notifikasi masuk.


" Eh, ada uang 2 juta masuk!"


Cengkling


" Fahad, itu uang makan dan transportasi selama seminggu!"


" Wah, terimakasih pak, terimakasih!" Fahad sangat senang menerima uang makan yang cukup untuknya seminggu.

__ADS_1


Fahad segera keluar dari mobil dan mencari tempat makan


" Wah, ada restoran seafood...!"


namun Fahad menghentikan langkahnya.


dia teringat akan Yuna dan Ibunya dia pun berjalan ke tempat makanan siap saji, dia membeli satu paket hemat makanan seharga 20ribu . dan segera kembali masuk ke dalam mobil.


" Ah, ini saja sudah cukup, jika aku bisa berhemat, maka aku akan segera memiliki cukup uang, untuk tambahan Yuna dan Ibunya!"


Fahad segera memakanya di dalam mobil.


...----------------...


Kediaman Pratama.


" Yus mau ke mana??"


" Menemui istriku...!"


" Ha, Aina akan muntah mendengar perkataanmu!"


" Mom... lihat itu putrimu begitu menyebalkan!"


" Sudah kau ingin pergi, pergi... Julia hanya bercanda!"


" Haaa... bela saja bela terus!" Iyus pun segera pergi.


" Julia kau ini suka sekali menggoda iyus, bagaimana tubuhmu apa sudah enak?"


" Sudah mom. tenanglah...!"


" Ya mommy sekarang tenang karena kau di sini!"


"Nyonya, kami akan menjaga nona mulai sekarang!"


" Aduh aku bertambah 2 putri cantik sekarang, ayo kalian cepat makan yang banyak , kalian harus betah tinggal di sini!"


" Oh ya Ami dan Yuzan...kau panggil mommy saja pada ibuku!"


" Tidak kami tahu posisi kami nona!"


ujar Yuzan,


" Benar nona, itu yang lebih nyaman untuk kami...agar kami tidak lupa diri!"


" Oha anak baik... sekarang rumah ini akan ramai ...!" Ujar Savina senang.


Julius menyusul Aina ke tokonya karena beberapa hari sibuk dengan Julia dia tidak memiliki waktu bertemu Aina.


" Aina...!"


" Hai...Iyus...oh ada apa dengan wajahmu??"


" Kenapa kau di sini Hana??"


" Aku aku membeli bunga untuk temanku, apa salah??"


" tidak!"


" Julius, bagaimana kau bisa terluka??"


" bukan urusanmu!"


" Hei Julius, ayolah kita berdamai, lupakan semuanya...aku mengakui jika aku bersalah, sekarang aku sudah tidak seperti dulu lagi, kita bisa menjadi teman kan??"


" Tidak, aku tidak terbiasa berteman dengan wanita !"


"Aina tolong kau bujuk saudaramu ini!" Ujar Hana


Aina bingung harus berbuat apa, tapi bermusuhan itu tidak baik bagi Aina.


" Iyus, berdamai saja...itu lebih baik!" ujar Aina.


" Aina kau meminta ku berdamai dengannya??"


" Ya, kita tidak boleh bermusuhan!"


" Benar kan yang dikatakan Aina, Aina memang baik hati!"


" aku tidak mau Aina...!"


" Lalu aku harus bagaimana Iyus??" menampakan wajah tak berdayanya, melihat wajah Aina yang seperti itu membuat Iyus tidak tega.


" Ah baiklah...aku memaafkanmu, tapi jaga jarak, aku tidak mau dekat denganmu!"


" Hei...jangan berlagak jual mahal!" Hanna merangkul lengan Iyus dengan erat.


Hati Aina sangat panas melihat pemandangan di depannya ,namun Aina tidak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


__ADS_2