
" 25 juta , apakah ada lagi yang lebih tinggi??"
" 26 juta!!"
" 27 juta!!"
Sansan masih terlihat santai, tidak memperlihatkan ketertarikannya pada batu itu.
" 30 juta ...."
" sepertinya itu angka tertinggi,...siapa yang akan membawa batu kemana - mana??"
" baiklah...30 juta tidak ada lagi??"
" 31..."
" 31, apakah ada lagi??"
" 1, 2, tii......???"
" 40 juta!!" Sansan langsung memberikan selisih harga lebih banyak untuk menutup tawaran
" waaaaa gadis kecil itu gila??, langsung memberikan selisih banyak, untuk apa dia membeli batu besar itu ...dia membuang buang uang keluarganya..."
" 40 juta???, ada yang lain....??"
karena terlihat hening langsung ketuk palu, dan batu Gwisamunsok itu menjadi milik Sansan.
"Om ayo kita pulang om, heheheehhehe" ujar Sansan kegirangan.
" apa batunya langsung di kirim ke bundamu???"
" ya benar, aku akan mengirimkan pesan pada bunda, untuk mengeluarkan kalung gelang kesehatan dengan lapisan emas..."
" hemmmm, aku akan mengaturnya..."
" terimakasih om..."
" tuan...."
Sansan dan Kenzo pun menoleh ke arah yang memanggilnya.
" tuan Fang???"
" tuan, saya ke sini karena ingin mendapatkan lelang, tapi saya tidak cukup uang, bisakah anda meminjamkan uang untuk mendapatkan barang lelang itu??"
" apa yang kau ingin dapatkan???"
" itu sebuah Gingseng 1000 tahun..."
"itu pasti sangat mahal,....aku tidak bisa membantumu tuan..."
" tolong tuan, itu sangat penting untukku..."
" Aku ragu kau akan bisa mengganti uangku tuan Fang, aku sangat tidak bisa rugi karena istriku sangat menyukai uang...!"
" Bagaimana jika saya memberikan sebuah pulau satu-satunya untuk dijadikan jaminan!"
Kenzo melihat ke arah Sansan, Sansan pun mengagguk menyetujui.
" Baiklah ayo kita kembali dan dapatkan Gingseng itu ..."
mereka pun kembali, ternyata saingan tidak bisa diremehkan, baru ditinggal sebentar Gingseng itu sudah melambung tinggi.
" 20 M...."
" 30 M..."
__ADS_1
" 50 M...."
tawaran itu terus melambung tinggi.
sampai di harga 200 M....
" apakah ada yang lain??'
" 300...." tawar Kenzo.
" apakah masih ada yang lain???"
" 301..."
semua menoleh ke arah penawar terakhir
" itu hanya Gingseng bukan apa begitu melampaui batas??"
" 350 M...."
" waaaaaaaaaaaaa gila gilaaaaaa"
" stop Om, jangan menawar lagi ..." ujar Sansan menghentikan Kenzo untuk menaikan harganya.
" tapi nyonya...."
" kau ini , apa kami gila???, mengeluarkan uang sebanyak itu untuk sebuah Gingseng??"
" tapi bukankah kita sudah sepakat??"
" tidak ada kesepakatan, kau tidak memberikan jaminan hanya omong saja apa kau anggap kita bodoh???"
" tapi saya sangat membutuhkan gingseng itu..."
" tuan, jaminan omong kosong itu tidak bisa kami pegang, maafkan kami jika semahal itu kami tidak bisa membantu, membantu juga harus melihat kemampuan diri .. bagaimana bisa aku menyusahkan diriku untuk membantu seseorang yang pernah menyakiti ku!" tegas Sansan.
" apakah masih ada yang mau menawar??"
" Ayo om kita pulang...."
" Tuan Fang, sampai jumpa...."
" tuan nyonya apa kalian masih begitu mendendam, bahkan aku mengirimkan putriku sendiri untuk kalian bunuh...."
" Apa kau menyesal??"
Fang terdiam, tidak tahu harus berucap apa lagi.
" bagaimana bisa kau menawar begitu tinggi tapi tidak mau membayar???" terdengar keributan di belakang panggung.
semua melihat ke arah keributan itu.
Sansan dan Kenzo pun menghampiri, keributan yang terjadi.
" apa yang kalian ributkan??" tanya Sansan si tukang kepo.
" nyonya dia yang menawar Gingseng paling tinggi...tapi tidak mampu membayarnya!"
" bagaimana orang seperti ini bisa masuk??, bukankah tamu undangan harus tamu pilihan??"
" Ya benar, saya juga tidak mengerti, apa maksud tuan ini padahal dia jelas memiliki undangan resmi, seharusnya tahu batasan bermain lelang..."
" Dia tadi juga menawarkan??" menunjuk Kenzo.
" tapi keputusan akhir kan di anda ..."
" coba kau tanya dia mampu tidak membayar 301 M atau hanya iseng saja juga??"
__ADS_1
" Aku mampu, tapi aku sudah hilang selera dengan harga fantastis yang anda keluarkan, mereka bisa melihat berapa kekayaan seorang Kenzo Yasirama...!"
" Sudah suamiku, kita pulang saja...kita tidak ada urusan...."
Sansan menarik lengan suaminya pergi meninggalkan tempat pelelangan.
Fangxie terus mengejar Kenzo, tapi Sansan tidak mengijinkan suaminya membantu mantan mertuanya itu .
" jika kau berani mengeluarkan uang sebesar itu lebih baik aku mencari suami yang lebih pintar dari pada kaya raya tapi bodoh..."
" apa kau mengatakan suamimu bodoh...??, beraninya kau mengatakan ingin mencari suami lain ..."
Kenzo menggenggam erat tangan Sansan dan membawanya masuk ke mobil dan segera menginjak gas dengan kecepatan tinggi kembali' ke hotel di mana mereka tinggal, Kenzo menggendong tubuh mungil Sansan di satu pundaknya memasuki Hotel, Sansan meronta-ronta,semua orang melihat ke arah mereka namun tidak ada yang berani ikut campur.
" lepas ...om lepas ..." teriak Sansan.
Kenzo langsung melempar Sansan ke ranjang, hatinya sangat marah saat sansan mengatakan ingin mencari yang lain.
" kau tidak akan kemana-mana!!!, kau tidak bisa mencari yang lain!!!" tegas Kenzo dengan wajah yang sangat marah.
sepertinya aku sudah memprovokasi beruang tidur, matilah aku habislah aku
dalam hati Sansan.
" maaf..." Sansan memasang wajah tak berdayanya agar Kenzo sedikit mereda dari amarahnya.
" aku bodoh suamiku....huaaaaaaaa....maafkan aku, mana mungkin aku mencari orang lain huaaaaaaaa, aku hanya milikmu...maaf...." dengan wajah imut seperti anak kecil.
Kenzo langsung memeluk erat tubuh Sansan, mau Semarah apa tetap saja di buat luluh oleh rubah nakal ini.
" huaaaaaaaa huaaaaaaaaaaaaa hiks hiks hik"
" sudah sudah, aku sudah tidak marah lagi, kau sudah tahu salah, jangan menangis lagi ...aku juga tidak jadi marah...."
Yes Berhasil....hihihihi
dalam hati Sansan yang senang karena sudah berhasil mengelabuhi Kenzo
" Om...sangat lelah, bolehkah sansan istirahat??"
" iya istirahatlah..."
" ehmmmm"
" Tunggu kenapa kau melarangku membayar gingseng itu??"
" itu pasti ada permainan di balik pelelangan, kenapa Fangxie begitu memaksa??, meskipun itu ide orang lain dan Fangsi hanya suruhan tapi sama saja dia terlibat...."
" Dia juga tidak akan berumur lama!" ujar Kenzo bodo amat
" oh, apa Fahad benar-benar menargetkannya??"
" Ehmm, aaku akan memberitahu Fahad di mana di berada, karena Fahad baru saja membunuh Juno dan juga Tian...."
"Dendam kami sudah terbalas ..." Sansan tersenyum.
" ya, sekarang tidurlah...aku ada sesuatu yang harus ku selesaikan..."
" baik..."
Kenzo pun segera keluar dari kamar
sementara sansan masih terjaga.
**Fahad memang tidak bisa di ajak kompromi untuk masalah balas dendam, aku yakin setelah Yuna menyelesaikan dendamnya dia juga akan di habisi oleh Fahad, saudaraku ini sangat tidak bisa di ajak bernegoisasi, semua orang yang menyakiti keluarganya harga mati untuk di habisi oleh-nya.
dalam hati Sansan**.
__ADS_1
" Sudahlah, lupakan permasalahan yang ada, aku di sini untuk menikmati waktu ku bersama suami ku....tidak ada yang boleh menggannggu waktu kita!"
Sansan segera mematikan lampu dan segera memejamkan mata