
Keesokan paginya.
" Huaa....tubuhku rasanya remuk ...sialan suamiku itu..."
" Nyonya anda sudah bangun??"
" Di mana om Kenzo??"
" tuan sudah pergi, tadi pagi...."
"sialan aku ini istrinya, bukan simpanannya, kenapa dia sudah memakai langsung pergi begitu, jangan-jangan dia ada wanita lain" gumam Tasya mengomel tak karuan.
" Air hangat akan saya siapkan untuk anda mandi nyonya, tunggu sebentar...."
" huft... sekarang aku terikat dengan Nora aku tidak bisa jauh darinya, aku tidak bisa mencari tahu apa yang sebenarnya dilakukan om mesum itu di luar sana..."
cengkling...
" oh siapa ..." Tasya segera mengenakan pakaiannya dan berjalan mengambil ponselnya.
"wah......aku benar - benar seperti wanita simpananya jika memuaskannya langsung dia mengirim uang heheheh, baiklah....suasana hatiku sudah membaik aku harus mandi sarapan dan menyusui Nora"
Tasya melempar ponselnya ke ranjang, dan segera masuk ke kamar mandi.
" Nyonya sudah siap...."
" oh kak, apa Julia sudah kembali??"
" nona Julia, menjemput nona Aina...karna beberapa hari lagi katanya saudara kembarnya akan pulang..."
" Oh ya??, hemmm... kau bisa pergi Kak..."
" Baik nyonya..."
Tasya pun segera masuk ke buthab untuk berendam dengan beberapa ramuan ajaib yang dia racik untuk membuat tubuhnya tetap segar dan kencang.
sementara di kamar sebelah,
Dhiren terus menangis, dan membuat Anna kualahan, mbak Zara dan bibi Anna juga sudah mencoba membantu menenangkan Dhiren tapi terus menangis, sementara Fahad juga tidak bisa di hubungi.
tok tok tok...
" Nyonya..."
" haaaaaaah...apa ini??, aku masih mau berendam..."
Zura tetap menerobos masuk dan menjelaskan apa yang terjadi pada Dhiren, Tasya segera mengambil handuk kimononya dan bergegas ke kamar Fahad.
terlihat Dhiren masih menangis, Tasya segera meraih Dhiren dari Anna.
" apa yang salah dengan Dhiren kenapa menangis begitu keras seperti kesakitan??" Tasya melepas semua pakaian Dhiren, membolak balikan tubuh Dhiren ,karna suhu tubuh Dhiren normal, mungkin ada penyebab lain
" Aishhh...kalian ini abis membawa Dhiren dari mana, lihat dia digigit semut merah sebesar ini, kalian juga tidak mau meneliti tubuhnya..." Tasya segera mencabut semut itu. lalu segera mengambil minya tawon dan mengolesi pada paha Dhiren yang sudah bentul besar itu dan memerah.
" Kaciaaannn anak Tante...uhhh...ini sudah Tante obati...cayang - cayang..." Tasya membuat pijatan melingkar searah jarum jam pada bekas gigitan semut itu dengan telunjuknya.
" ahhh anak pintar, ayo menyusu dulu...Anna kau bisa menyusuinya...dari mana Dhiren ini??"
" Aku mengajaknya ke taman utama tadi ..."
__ADS_1
"Oh ya kau harus lebih jeli saat membawa anak-anak keluar Anna..."
" Ya ,aku merasa sangat bersalah pada Dhiren, maafkan mama ya nak, mama lalai menjagamu!" Anna merasa sedih karena gagal menjaga Dhiren dengan baik.
" jangan bersedih, kita masih tahap belajar...mana Nora aku akan menyusuinya.."
" Kau belum sarapan Tante..."
" Kak, Zurra tolong suapi Aku,..."
" Siap..." Sekarang Tasya sudah mulai terbiasa dengan Zurra di sampingnya...
Dai dan Noah juga masih setia mendampingi Tasya, tapi mereka terkadang juga melakukan misi lain saat Kenzo membutuhkan karna kerja mereka lebih cepat dari yang lain.
3 hari kemudian Julius pun kembali dia sudah lulus dalam pendidikan.
Setelah lulus dia langsung di tunjuk menjadi Ajun komisaris polisi : 3 balok berwarna emas, di tingkat perwira pertama.
Dia tidak terlalu bangga karena itu pasti karena nama Daddy nya sehingga dia menjadi Ajun komisaris sekarang.
Julia menjemput kembarannya di Stasiun...
" Yus, kau sangat gagah dan tampan, selamat saudaraku..."
" hmmmm, ..." Entah kenapa Julius tidak terlihat begitu senang.
" kenapa kau??"
" apa Daddy masih di tengah laut??"
" Ya, di rumah hanya ada aku dan mommy,...abang Putra masih ada urusan, kakak ipar masih mengajar di rumah singgah... mommy ada di luar kota karena di cabang ada masalah..."
" Jadi hanya kau yang menjemputku??, ya aku memang tidak membanggakan" ujar Iyus.
" Baik... terimakasih Julia...apa Aina sibuk??"
" Ya dia sibuk..."
" Kemana Fahad??"
" Ya sibuklah biasa..."
" Bagaimana dengan Sansan??"
" Ya sibuklah..."
" Baiklah, sepertinya kepulanganku tidak ada yang mengharapkan..."
" Ayolah aku sudah menjemputmu..."
" yayay makasih Julia, kau memang kembaranku..."
Iyus pun mengikuti Julia masuk mobil dan segera menuju rumah, Julius sudah tidak mood sama sekali bahkan Aina tidak merindukannya .
" Aku mau masuk dan tidur..." Iyus menutup pintu mobil Julia dengan sangat keras ,dan segera masuk ke dalam.
Duuuuuurrrrrr
" wooooo selamat ajun komisaris selamat kembali ke rumah..."
__ADS_1
" Woooooooooo ada pak polisi..." Teriak Tasya gembira.
" Halooo...."
ternyata semua orang menyambutnya di rumah dengan kejutan.
" Hei... kau menangis??"
" Aku kira kalian melupakan aku..." Iyus sudah berkaca - kaca
" Hei kau tahu, aku baru datang dari negara F, hanya untuk menyambut saudaraku yang hebat ini" ujar Fahad memeluk Julius sudah 2,5 tahun mereka berpisah.
" Oh putraku .." Savina langsung memeluk Putra bontotnya karena sudah rindu sambil menangis haru dan bangga karena putranya kini sudah dewasa dan sudah menjadi orang.
" Juki..." Iyus terasa tak asing dengan suara yang menyebutkan nama Juki itu.
" kak Fathia..."
" Hei Juki, anak nakal...kau sudah kembali..."
" kak Fathia, kau tahu jika Juki itu aku??"
" tahu..."
" tunggu kakak sudah bisa melihat??"
Julius menghampiri Fathia .
" ya, aku sudah bisa melihat, dan aku mencari tahu seseorang yang bernama Juki itu, ternyata calon adik iparku..."
" Kak, Akhirnya " Iyus langsung memeluk Fathia karena memang Iyus sangat sayang pada Fathia, dan berharap Suhail bisa menjadikan Fathia kakak iparnya.
" akhirnya kakak bisa melihat..."
" Kakak iparmu bukan hanya Fathia, aku juga .." ujar Incess kesal karena diabaikan, meskipun Julia belum pernah berbincang langsung dengan Iyus, entah iyus menyukainya atau tidak , Incess hanya sok akrab saja barang kali Iyus menerimanya.
" Ohya, Kakak incess" Iyus langsung memeluk Incess dengan erat.
" egggg egggg egggg ...aku mau mati jangan kencang-kencang...."
Incess sangat mungil jadi langsung gilang jika didekap Iyus yang tak kalah kekar dari Putra .
" Oh maafkan iyus kakak...hah... Sebentar aku akan memeluk satu persatu semua saudara ku, Tasya, om ken, bang Putra, ehmmm eh Had siapa ini dan anak kecil-kecil ini...??" tanya Iyus bingung.
" Hehehehehhe, dia istriku dan mereka putra - putriku..."
" Hah??, apa kau Yuna??, kau punya anak kembar??"
" Bukan siapa bilang dia Yuna ...dia adalah Anna..."
" Anna siapa???, kau menikahi berapa wanita, aku tahu kau sukses sekarang, tapi...."
" Ssssssssstttt...aku hanya memilikinya seorang...ya anakku kembar...maaf Yus aku sangat bekerja keras, jadi kapan kau menyusul....??"
" Diam kau aku masih bingung, sudahlah panjang ceritanya...kau melupakan seseorang kan??"
" Hah??, Cindy??"
" ehmmm, ya itu Kakakku di Swiis..."
__ADS_1
" OMG, Ai...??, di mana Ai ku???"
Iyus baru tersadar bahwa kekasihnya tidak ada di sana.